Buat Free Athlete, Hati-hati Saat Daftar Freeletics Dengan Kartu Kredit



Akhir tahun 2016 ini Freeletics memberikan diskon besar buat Free Athlete yang ingin latihan dengan fitur Coach. Harga yang biasanya setahun itu mahal—bisa di atas satu juta rupiah, sekarang dipotong habis sampai hanya 27,99 USD setahun. Bahkan dengan keuntungan lain berupa mengakses tiga aplikasi utama Freeletics yaitu Bodyweight, Running dan Gym. Tentu harga murah itu bikin Free Athlete seperti saya tergiur.

Sudah dua tahun jadi Free Athlete tapi tidak pernah latihan terprogram dengan Coach berbayar. Setahun pertama (tahun 2015) saya memakai menu latihan kuno dalam bentuk pdf. Itu menu saat Freeletics awal-awal didirikan. Di tahun kedua yaitu tahun 2016 dalam semester pertama saya diberi menu gratis oleh Freeletics. Lalu semester keduanya saya mengulang lagi menu itu.

Continue reading Buat Free Athlete, Hati-hati Saat Daftar Freeletics Dengan Kartu Kredit

Change Doesn’t Happen Overnight



Di sebuah penjara. Di sebuah sel berukuran 2×3 meter persegi. Dengan cahaya yang masuk dari sela-sela jeruji pintu sel yang kokoh. Seseorang laki-laki berotot dan bermandikan keringat sedang mengolah fisiknya sedemikian rupa. Ada pushup, situp, pullup yang dilakukan dengan banyak repetisi. Sampai kemudian pintu sel itu berderak karena kuncinya yang terbuka. Brak!!!

“Ayo keluar. Kamu bebas!” kata sipir bermuka codet. Orang itu sesaat berhenti dan menengok, “It’s time to go home.”

Baca Lebih Lanjut.

UNDER 6 MINUTES!



You may realize it or not, but you were born with great gifts and talents.

Let’s see what you can do every day to unleash your potentials!

~~Someone.

Perjalanan saya ke Bandung pertengahan September lalu tak sia-sia. Selain bertemu banyak orang dalam sebuah Forum Grup Discussion, saya juga bertemu dengan satu lagi orang hebat di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Petuahnya yang terngiang-ngiang di kepala saya membuat perbedaan pada hari minggu (4/10/2015) ini. Ya benar, pagi ini.

Dia pelari handal yang sering mengikuti even lari maraton. Terakhir adalah BII Maybank Bali Marathon 2015 di akhir Agustus lalu. Namanya Bambang Tejomurti. Pemeriksa pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Bandung. Kesempatan bertemu dengannya saya manfaatkan betul untuk bertanya-tanya tentang pengalaman larinya. Tentunya juga konsultasi.

Baca lebih lanjut.

MY FIRST HALF MARATHON



Di Tapaktuan saya masih ragu bawa sepatu lari atau tidak. Tapi daripada kelamaan mikir akhirnya saya bawa ke Banda Aceh. Kebetulan Senin nanti ada dinas di sana.

Dari Tapaktuan malam hari naik travel Sempati. Di travel saya usahakan sebisa mungkin buat tidur. Alhamdulillah bisa. Jadi insya Allah belum berasa capek walau menempuh jarak 500km-an. Tiba di Banda Aceh jam 7.45 pagi.

Sampai di hotel langsung ganti kostum dan pakai sepatu lari walau belum sarapan. Sayang banget kalau hari Ahad tak dipakai buat lari. Kali ini saya punya tekad buat lari sejauh 21,1 km. Belum pernah mencoba. Paling jauh 15 km, itu pun bulan Maret 2015 lalu.

Setelah pemanasan sebentar dan aktifkan GPS di Garmin langsung lari. Tentu sebelumnya doa dulu buat dikuatkan oleh yang Maha Kuat, Allah swt. Bismillah.

Baca Lebih Lanjut.

Buang Empat Mitos Ini



Email yang dikirim di medio Juni lalu oleh Freeletics.com ini punya isi yang bener kabeh. Tentang banyak mitos ketika kita akan benar-benar menjalani Freeletics. Mitos yang tidak berguna dan kudu dibuang jauh-jauh. Karena pada faktanya itu semua sudah saya rasakan dan berguna buat pencapaian “goal” saya.

Di email itu, Freeletics.com kurang lebihnya bilang, “Begitu banyak terdengar mitos di sekitar kita. Di manapun kita pergi, kita mendengar hal-hal yang berbeda. ‘Jangan lakukan ini. ‘Makan itu saja.’ Dan masih banyak lagi yang lainnya. Mana yang bisa dipercaya? Begitu banyak jawaban yang berbeda.”

Apa mitos-mitos itu? Dan kebenaran seperti apa yang ada di baliknya?

Baca Lebih Lanjut.

Freeletics Strength: It’s time to move out the way



Forget myths. Fears. Doubts. Failure. The only thing standing between you and your goal is yourself. It’s time to move out the way.

Akhirnya 15 minggu Freeletics Strength selesai dijalani. Banyak hal yang saya dapatkan dari menekuni semua ini. Pelajaran hidup tentunya. Tentang arti kata pantang menyerah, perjuangan, dan pengorbanan. Freeletics Strength itu program Freeletics yang memfokuskan pada pengembangan otot tubuh.

Ini saya ambil setelah Freeletics Cardio Strength saya tempuh sebelumnya selama 15 minggu juga. Program yang saya sebut terakhir ini fokus pada penurunan berat badan sekaligus penguatan otot. Hasil yang lebih signifikan buat menaikkan massa otot tentunya ada di Freeletics Strength ini.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 14: Memula dan Mengakhiri


ytimg.com

I normally pray before a race, I read dua

~~Mo, long distance runner.

Nama depannya memang Mohamed, dan nama itu bagi petugas Bea Cukai mamarika—dalam sistem komputer mereka—adalah nama yang mencurigakan, nama teroris. Sehingga ia terpaksa diberhentikan berulang kali. Walau sudah menunjukkan kepada petugas medali emas olimpiade yang diperolehnya di tahun 2012 ia tidak diperkenankan masuk ke negara itu.

Baca lebih lanjut.