Buku Terbaru Riza Almanfaluthi: Dari Tanzania ke Tapaktuan, Titik Tak Bisa Kembali, Kisah Lelaki Menaklukkan Ego dengan Berlari


Joe Simpson memulai mendaki gunung Siula Grande di pegunungan Andes dengan ketinggian 6.344 meter, Peru bersama Simon Yates pada 6 Juni 1985. Pada saat turun gunung dua hari kemudian, musibah terjadi, Joe tergelincir sehingga meremukkan tungkai kaki kanannya.

Ditemani Simon, perjalanan ke bawah menjadi lambat. Sampai suatu ketika, saat Simon menurunkan Joe, Joe tergelincir dari tepi gunung. Ia terayun-ayun di ketinggian dengan hanya seutas tali yang tertambat di tubuh Simon. Jurang menganga ratusan kaki di bawah Joe. Angin berembus kencang dengan banyak salju. Kemudian Joe jatuh. Simon pergi ke perkemahan karena menyangka Joe telah mati.

Baca Lebih Lanjut

Butuh 3 atau 4 Orang Saja untuk Mengenal Sashenka di Moskow dan Amahle di Abidjan


Dunia itu sempit. Kita bisa menghubungi siapa pun orang yang tidak kita kenal di dunia ini hanya dengan melalui enam orang saja.

Saya dan Mas Bagas Satria mewakili Tim Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan bersilaturahmi dengan teman-teman di Direktorat Peraturan Perpajakan II di lantai 11 Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Kamis, 15 Oktober 2020).

Baca Lebih Lanjut

Rezeki Itu Bisa Datang dari Mana Saja


Setiap pagi, ketika melewati kemacetan di daerah Rawa Bambu, Pasar Minggu karena adanya pembangunan jalan layang yang belum selesai saya selalu mengambil jalur paling kiri dekat trotoar.

Bukan tiada maksud. Ini karena saya akan melewati ritual pagi yang selalu ada di depan warung padang Duta Salero: bakar ayam.  Asapnya mengepul ke mana-mana, menyelusup masuk ke dalam helm dan lubang penciuman saya. Harum nian. Selalu saya hirup meningkahi bau asap knalpot yang mengiringi. Rezeki.

Baca Lebih Lanjut

Bedah Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini: Dakwah Milenial, Dakwah Literasi


Menjelang penerbitan buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini cetakan yang keenam, saya diundang untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara bedah buku tersebut yang diselenggarakan oleh DKM Shalahuddin, Kompleks Kantor Pajak Kalibata, Jakarta Selatan (Selasa, 29/10).

Sebagai pembedah buku dalam acara yang bertajuk Dakwah Milenial, Dakwah Literasi adalah Ustaz M. Irfan Abdul Aziz. Ustaz muda ini merupakan Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena dan lulusan Universitas Islamabad, Pakistan.

Baca Lebih Lanjut

Resensi Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini: Untuk Para Pejuang


Ketika kamu dihina oleh lingkunganmu padahal kamu sudah melakukan yang terbaik dari dirimu. Ketika Tuhan belum mengizinkanmu dan pasangan memiliki keturunan padahal sudah ratusan usaha sudah kamu lakukan. Ketika kamu terjebak dalam suatu tradisi yang menciderai logikamu. Apa yang akan kamu lakukan?

Sebagian terfokus hanya pada permasalahannya saja dan menganggap dirinya lah yang paling sedih sedunia. Sebagian butuh didengarkan saja. Sebagian butuh diberikan solusi. Namun, tidak semua suka menceritakan permasalahannya dan tidak semua ingin dihakimi.

Baca Lebih Lanjut

Cara Indonesia Melejit dari Botswana


Teman-teman tahu Botswana tidak? Negara ini berada di sebelah utara persis Afrika Selatan. Dan dari survei tingkat literasi yang diselenggarakan oleh suatu lembaga pada 2015, Botswana menempati urutan buncit dari 61 negara yang disurvei. Kok cuma 61 negara saja? Ya, karena negara lain tidak tersedia datanya.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia? Dia di atas Botswana persis. Artinya Indonesia hanya nomor 2 dari bawah. Peringkat ke-60.

Continue reading Cara Indonesia Melejit dari Botswana

Buat Apa Membuangnya ke Selokan?


Jual Buku Tidak Ada New York Hari Ini/ There Is No New York Today oleh M. Aan Mansyur - Gramedia Digital Indonesia

Seorang jurnalis membuang buku Salman Rushdi yang baru dibelinya itu ke selokan. Menurutnya, buku penulis Inggris ini memang layak dibuang karena terjemahannya buruk.

Sebaliknya, buku penulis Indonesia tidak banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Apalagi buku puisi pensyair Indonesia. Namun, mendiang Sapardi Joko Damono adalah pensyair yang karya-karyanya banyak dialihbahasakan ke dalam bahasa lian seperti bahasa mandarin, Jepang, Arab, dan bahasa Inggris. Penerjemahan ini menjadi sebuah bentuk pengakuan atas kualitas kepenyairan seseorang.

Baca Lebih Lanjut

Narasi Digdaya Para Pendiri Bangsa


Setiap tanggal 14 Juli pegawai Direktorat Jenderal Pajak memperingati Hari Pajak. Pada 2020 ini peringatan sudah memasuki tahun ketiga. Namun, ada yang membedakan dari peringatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Hari Pajak 2020 diperingati dalam situasi dunia masih dilanda wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sampai dengan dibuatnya artikel ini, data dari situs web wordometers.info menunjukkan lebih dari 18,4 juta penduduk dunia terinfeksi Covid-19 dengan jumlah kematian lebih dari 696 ribu jiwa.

Baca Lebih Lanjut

Syaifuddin Zuhri, Guru SMP, dan PKI


Menyebut nama ini, saya teringat dua orang yang bernama mirip dan peristiwa yang menyertainya. Satu orang berasal dari 30 tahun lampau, satunya lagi peraih bintang dari Sri Paus di Vatican pada zaman jaya-jayanya PKI.

Senior saya di Direktorat Jenderal Pajak bernama Syaifuddin Zuhri meninggal dunia beberapa waktu lalu. Ia meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Saya hanya bisa berdoa semoga ia mendapatkan husnul khatimah.

Baca Lebih Lanjut

Resensi Buku Republika Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini: Mozaik Hikmah Kehidupan



Roger Bannister merupakan pria bersejarah dari Inggris. Pada 6 Mei 1954, dia memecahkan rekor lari dengan waktu tiga menit 59,4 detik. Catatannya memecahkan rekor lari satu mil yang ada selama itu. Torehan waktu larinya bahkan tercatat di Guinnes Book of Record.  Pada zaman itu, hasil penelitian dan petunjuk dokter mencatat bahwa mustahil manusia bisa berlari satu mil dalam jangka waktu di bawah empat menit.

Apa yang terjadi kemudian? Rekor Roger tidak bertahan lama. Hanya dalam jangka waktu 46 hari catatan waktunya sudah bisa dipecahkan. Kurang dari tiga tahun, lusinan pelari sudah memecahkan rekor lari tersebut. Berlari satu mil dengan waktu di bawah empat menit bahkan sudah menjadi batasan waktu dalam kualifikasi pelari profesional.

Baca Lebih Lanjut