Work From Heart


Puisi ini terdapat dalam antologi Buku Hari Pajak 2020 yang berjudul: Bangkit Bersama Pajak dengan Gotong Royong dalam Foto, Poster, dan Untaian Puisi. Selamat menikmati.

:untuk diajeng di seberang lautan

Wabah ini membuatku tak bisa kemana-mana. Aku di Tolitoli menjaga pundi-pundi. Tiga purnama aku tak bisa berjumpa. 2700 kilometer dari rumah kita. Jarak tak mampu memisahkan jiwa, apalagi renjana. Aku memanggilmu diajeng kalau aku sedang sayang, memanggilmu ibu di depan anak-anak, memanggilmu kakak di saat mesra. Aku harus meneleponmu tiga kali seperti minum obat. Pagi, siang, dan malam. Menjaga stamina cinta, saat jauh apalagi dekat. Aku tidak bekerja dari rumah, aku bekerja dari hati, hati yang memelihara malam, tempat aku memanen rindu yang tak pernah kenal pejam, tunggu aku di puncak pertemuan, sebentar lagi aku pulang.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
4 Juli 2020

Memetik Pelajaran dari Pelanggan Netflix, Mereka Berbohong


“Algoritma mengenal Anda dengan lebih baik ketimbang Anda mengenal diri sendiri,” Xavier Amatriain, mantan ilmuwan data di Netflix.

Lawrence Summer—mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat, mantan rektor Harvard, dan penerima penghargaan ilmu ekonomi, mengundang Seth Stephens-Davidowitz ke kantornya. Summer ingin membahas tentang big data.

Baca Lebih Lanjut

Perbincangan 10 Nomor Whatsapp


Puisi ini terdapat dalam antologi Buku Hari Pajak 2020 yang berjudul: Bangkit Bersama Pajak dengan Gotong Royong dalam Foto, Poster, dan Untaian Puisi. Selamat menikmati.

*

Dua pekan menjelang akhir Maret kami lahir kembar 10.
Delapan penjuru mata angin merayakan kelahiran kami.
Diumumkan oleh matahari, gelombang laut, pelangi, dan sedikit sepi di hati.
Kami cepat dewasa seperti seroja karenanya kami sudah memikul buana.
Kamu, kamu, dan kamu harus bertugas menerima pesan dari siapapun yang bertanya pajak. Harus bisa menjawabnya dan tak perlu galak. Pesan mahaguru kepada kami dengan berakhlak.
Sejak itu kami menerima segala amaran. Tentu bukan seperti ini:
“Sedang melakukan apa pagi ini?”
“Sudah sarapan?”
“Jangan lupa makan siang, nanti kena maag loh.”
“Puisi ini buat kamu.”
Yang kami terima:
“Saya lupa EFIN.”
“Sistem lagi mati?”
“Cara lapor SPT online bagaimana?”
Kami berlapang dada menerima seperti batu karang yang bersedia disambar gelombang laut pantai selatan.
Mulai delapan pagi sampai lima sore. Seringnya sampai malam ditemani morfem dan fonem dari mahaguru yang ngelindur.
Lelah kami tumpas, jika pesan ini datang bersaf-saf.
“Terima kasih pencerahannnya.”
“Ini sangat membantu.”
“Bagus kok pelayanannya.”
“Jempol empat.”
Sebentar, sebentar, sebentar apelku hendak mati. Sudah 2%.
Mahaguru bilang, sambil tak menoleh tetap asyik membaca buku: *Sejarah Amtenar dari Masa ke Masa*
“Istirahatlah dengan tenang. Besok kita kerja lagi.”

 

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
5 Juli 2020
Gambar dari zedge.net

Bahasa Adolf Hitler dan Bunuh Diri yang Tak Jadi


Buku yang ditulis oleh keturunan Yahudi ini berada di rak sepatu sebuah pesantren di perbatasan Bogor dan Sukabumi. Sejak itu, judulnya melekat di kepala untuk segera dicari dan dibaca.

 

Seorang perempuan Amerika mendatangi Viktor E. Frankl dan bertanya kepadanya, “Bagaimana mungkin Anda masih bisa menulis buku-buku Anda di dalam Bahasa Jerman, bahasanya Adolf Hitler?”

Viktor E. Frankl adalah keturunan Yahudi yang menyintas dari kamp Auschwitz, Dachau dan kamp konsentrasi lainnya selama tiga tahun. Ia seorang neurolog dan psikiater terkenal di Eropa sekaligus penemu teori logoterapi.

Baca Lebih Lanjut

Bedah Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini


 

Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan bedah buku volume kedua di Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Kamis, 9/7). Buku yang dibedah adalah buku yang ditulis oleh Riza Almanfaluthi dan berjudul Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini.

Sebelumnya bedah buku volume satu terselenggara pada Senin, 6 Juli 2020 yang membedah buku Pajak dan Zakat Biarkan Berbeda dengan pembedah adalah penulis buku itu sendiri Eko Novianto Nugroho.

Penyelenggaraan bedah buku ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka memperingati Hari Pajak yang jatuh pada 14 Juli 2020.

Riza Almanfaluthi adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang saat ini bertugas di Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat dan menjabat sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Situs.

Buat yang belum menyaksikan acara bedah buku tersebut, bisa menontonnya pada video di atas yang disiar ulang oleh akun resmi jejaring sosial Direktorat Jenderal Pajak.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
16 Juli 2020

Kebohongan Itu Seperti Corona


Wabah COVID-19 yang berasal dari Wuhan, Hubei, Cina sampai tulisan ini dibuat masih merajalela. Media sosial menjadi salah satu alternatif untuk mengetahui berita terkini hal itu. Video-video dari jurnalisme warga bertebaran. Beberapa di antaranya menunjukkan betapa banyak orang yang berusaha menularkan virusnya kepada yang lain.

Di lift, penderita COVID-19 itu mengusap lendir dari hidungnya di tombol-tombol lift. Ada juga video lain yang merekam perempuan yang menghampiri mobil-mobil terparkir kemudian ia mengusap lendir di setiap gagang pintu mobil. Di video lain memang ada yang sengaja melemparkan ingusnya kepada pejalan kaki yang lain. Tujuannya satu, agar mereka yang sehat itu ikut juga menderita. Corona mudah sekali menular, begitu pula dengan berbohong.

Continue reading Kebohongan Itu Seperti Corona

Pelarangan WFH dan Pemeringkatan Pegawai Ala Marissa Mayer


Dulu, jauh sebelum Whatsapp lahir, tempat mengobrol terbaik dalam komunitas adalah mailing list Yahoogroups.

Saat mengetikkan kata kunci di pencarian Google, hasil pencarian akan mulai tampak tanpa perlu mengetikkan teks secara lengkap. Ini pencarian Instant dan merupakan perubahan desain yang radikal pada 2010. Marissa Mayer adalah salah satu orang di balik itu.

Kemudian, perempuan yang terobsesi dengan pengalaman pengguna (user experience) ini ditunjuk sebagai CEO Yahoo pada musim panas 2012 dengan misi menyelamatkan Yahoo dari kebangkrutan.

Continue reading Pelarangan WFH dan Pemeringkatan Pegawai Ala Marissa Mayer

50 Tahun Lalu Masyarakat Yogyakarta Gelisah Seperti Dikejar Hantu


Dengan adanya Peraturan Wali Kota yang diterbitkan baru-baru ini, warga Padang yang kedapatan tidak memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar wajib membayar denda Rp250 ribu. Puluhan tahun sebelumnya, di Yogyakarta, anjing yang kedapatan bepergian tidak memiliki atau membawa plumbir akan ditangkap. Jika tidak ditebus, dapat dibunuh.

Dari zaman kerajaan sampai modern sekarang, masyarakat sudah dikenakan berbagai jenis pajak seperti pajak tanah, pajak hasil bumi, pajak kepala, pajak sepeda, dan lain sebagainya. Bermacam-macam jenis pajak muncul karena adanya objek pajak baru atau dihapuskan karena sudah tidak sesuai dengan perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca Lebih Lanjut

Review Buku The Wolf of Wall Street, Miliarder Saham di Usia 26, Narapidana di Usia 36


Ironis, lembaga-lembaga keuangan Amerika terbaik yang dianggap paling punya legitimasi justru mengakali pasar uang, membangkrutkan Orange County, California, dan mencuri uang pensiun para nenek dan kakek sampai 300 juta dolar.

Jika berharap buku ini seperti The Collapse of Lehman Brothers yang ditulis oleh Lawrence G McDonald dan Patrick Robinson maka Anda harus kecewa.

Baca lebih lanjut

5 Fakta Di Balik Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini


Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini sudah memasuki cetakan ke-5. Alhamdulillah. Ada beberapa fakta yang bisa diungkap atas penerbitannya.

  1. Enggak Niat

Sebenarnya saya tidak berniat menerbitkan buku ini. Bagi saya sebagai bloger saja sudah cukup. Apalagi setelah pengalaman dengan penerbitan buku pertama. Namun, memang keinginan membukukan tulisan-tulisan saya itu masih tetap ada. Saya sudah pernah berusaha mengumpulkan puisi-puisi saya. Baru beberapa puisi saja terkumpul, semangat membukukan puisi itu lenyap. Sampai akhirnya saya kedatangan seorang teman.

Continue reading 5 Fakta Di Balik Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini