Geger Besar Sebelum Perang Jawa-Resensi Buku Geger Sepoy


Sewaktu saya masih di SMP, sekolah saya mengadakan darmawisata ke Yogyakarta. Usai itu kami harus menulis laporannya. Kelompok kami mengambil tema Benteng Vredeburg. Saya baru tahu sekarang, benteng inilah yang digunakan Inggris untuk memeriam Keraton Yogyakarta.

Saat pasukan Inggris di masa kepemimpinan Raffles menaklukkan Kesultanan Yogyakarta, isi Keraton Yogyakarta dijarah sampai habis. Ini 13 tahun sebelum terjadinya Perang Jawa yang melibatkan Pangeran Diponegoro.

Baca Lebih Lanjut

‘Sapiens’ Yuval antara Perang, Eropa, dan Vitamin C


Photo by GEORGE DESIPRIS on Pexels.com

Kekuatan Eropa pada 1750 hanya cebol. Di tahun-tahun itu, membayangkan Eropa setara dengan Osmani, Mughal, atau Qing adalah khayalan. Sepuluh dekade kemudian waktu membaliknya.

Buku ini memang meneruskan cara berpikir Carl Sagan, evolusionis, dan tak memercayai teori penciptaan.

Continue reading ‘Sapiens’ Yuval antara Perang, Eropa, dan Vitamin C

Sekali dalam 10 Generasi Manusia Lahir Buku yang Tak Pernah Usang


Seorang penulis buku datang ke kubikel saya pagi ini.

Namanya Agus Muslim. Ia membawa dua bukunya yang baru terbit pada Februari 2021 dan menghadiahkannya kepada saya.

Continue reading Sekali dalam 10 Generasi Manusia Lahir Buku yang Tak Pernah Usang

Capek-Capek Lari 10 Km Hanya Untuk Mengambil Ini


Beberapa pekan lalu, seorang pelari datang ke rumah saya pagi-pagi. Ini yang kedua kalinya ia mengambil buku dengan berlari dari rumahnya.

Sebelumnya di tahun 2020, ia pernah datang ke rumah untuk mengambil buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini. Ceritanya pernah saya bagi di sini.

Baca Lebih Lanjut

Jangan Bikin Google Marah


The Four

Teman saya pernah bilang, “Letakkan iPhone di meja dan kita akan lihat siapa yang akan datang menghampiri mejamu.”

 

Saya tidak salah memilih buku ini untuk dibeli di antara ribuan buku lainnya yang saya cek satu persatu di sebuah situs web toko buku daring.

Baca Lebih Lanjut

Testimoni Buku Dari Tanzania ke Tapaktuan: Mewarnai Perjalanan di Ujung Timur Negeri


Seorang teman bernama Yayat Supriyatna yang bertugas di Jayapura, Tanah Papua telah memiliki dan membaca buku Dari Tanzania ke Tapaktuan, Titik Tak Bisa Kembali, Kisah Lelaki Menaklukkan Ego dengan Berlari.

Alhamdulillaah ia berkesempatan memberikan testimoninya atas buku itu. Saya sunting sedikit penulisannya tanpa mengubah substansinya, semata agar lebih mudah dibaca. Berikut testimoninya.

Continue reading Testimoni Buku Dari Tanzania ke Tapaktuan: Mewarnai Perjalanan di Ujung Timur Negeri

Propaganda dan Public Relations: Tak Ada Bedanya dengan Squealer Jika…


Buku ini terbit 75 tahun lalu di Inggris tepat pada saat Indonesia memproklamasikan dirinya sebagai negara berdaulat. Baru saya baca terjemahannya pada akhir 2020. Ke mana saja saya selama ini?

Continue reading Propaganda dan Public Relations: Tak Ada Bedanya dengan Squealer Jika…

Tak Bisa Matematika Bukan Berarti Anakmu Goblok



Otaknya cemerlang, tetapi orang ini tidak suka sekolah. Nilai-nilainya buruk dan tak suka mengikuti pelajaran sekolah. Orang ini berpikir, di sekolah ia tidak bisa menjadi apa-apa. Ia keluar.

Kepala sekolahnya meramal, “Saat berusia 21 tahun, Richard bisa saja berada di penjara, tetapi bisa juga menjadi jutawan. Saya sama sekali tidak tahu yang mana.”

Baca Lebih Lanjut

Buku Rekomendasi Banget: Dari Tanzania ke Tapaktuan


Di layar komputer saya menemukan “post it” virtual anak saya bakda subuh tadi. Di sana ada catatan “Tugas individu baca buku tentang pengembangan diri”. Ini sepertinya tugas kuliah anak saya yang sekarang sedang duduk di semester 5 jurusan psikologi.

Langsung saja saya tanyakan kepadanya, “Sudah punya bukunya belum?”

Baca Lebih Lanjut

3 Alasan Menerbitkan Buku Ini: Dari Tanzania ke Tapaktuan Titik Tak Bisa Kembali Kisah Lelaki Menaklukkan Ego dengan Berlari


Alhamdulillaah, berkat doa dan dorongan dari teman-teman semua, buku Dari Tanzania ke Tapaktuan, Titik Tak Bisa Kembali, Kisah Lelaki Menaklukkan Ego dengan Berlari memasuki proses cetak kedua kali.

Perlu teman-teman ketahui, tujuan saya menerbitkan buku ini adalah pertama, ingin memotivasi teman-teman yang ingin berubah. Dari yang belum baik menjadi baik. Dari yang mulanya tidak suka olahraga menjadi hobi. Dari yang belum bisa lari menjadi senang lari. Itu semua butuh dorongan dan motivasi. Insya Allah buku ini menjadi pendorongnya.

Baca Lebih Lanjut