Hujan Puisi Payung Warna Warni


Jpeg
Payung warna-warni yang menggantung di atas langit-langit Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan.

Puisi adalah karya seni tertinggi dalam kesusastraan. Karena menyajikan keindahan dan pemaknaan yang mendalam. Tidak semua orang diberi anugerah untuk dapat membuat puisi, sebagaimana tidak semua orang dapat menikmati puisi.

Beberapa orang menyatakan bahwa puisi yang baik adalah puisi yang bisa dinikmati. Dan berbicara kenikmatan, maka semua kembali ke soal selera. Menjadi relatif.

Baca Lebih Lanjut

Advertisements

Ah-ha Moment: Sebesar apa Percikanmu?



Di suatu pagi yang padat dengan sinar rawinya masih majal, saya baru saja keluar dari mulut Commuter Line di Stasiun Kalibata. Saya bentangkan aplikasi perbincangan yang sudah berjejal dengan banyak risalah itu. Salah satunya pesan gambar yang terkirim dalam sebuah grup. Saya membuka gambar itu dan langsung tersentak hingga sanggup menghentikan langkah saya yang bergegas.

Kemudian saya mencari bangku kosong yang ada di peron stasiun, saya melirik jam, dan saya pikir masih cukup waktu untuk tiba di tempat pendidikan dan pelatihan yang sedang saya ikuti selama sepekan ini. Semua neuron yang ada di balik tempurung kepala saya seperti tepercik api, terpantik.

Continue reading Ah-ha Moment: Sebesar apa Percikanmu?

Menjadi Kito dan Pemeluk Pohon


Mevrouw dindaku, kisah kepahlawanan ini datang dari sebuah masyarakat lokal di Jepang. Di sebuah desa bernama Kito, distrik Naka, prefektur Tokushima. Penduduk Kito secara bersama-sama memutuskan untuk tidak mati konyol dan mengorbankan diri untuk proyek bendungan baru yang akan menenggelamkan desa.

Seperti biasa, karena daerah-daerah lain menyerah terhadap kehendak pusat, maka pemerintah pusat pun dalam merencanakan bendungan di Kito juga tidak mengadakan musyawarah dengan penduduk di sana. Dan mereka terkejut ketika warga Kito mengatakan tidak. Penduduk Kito bahkan tidak mau melakukan perundingan dengan pemerintah pusat.

Continue reading Menjadi Kito dan Pemeluk Pohon

Berkaca pada Times: Merekam Sejarah dan Menjualnya


Saat Anda menonton film Titanic, Anda tentu ingat dengan sosok nakhodanya: Kapten Edward John Smith, yang tua, berambut dan berjenggot putih lebat, memakai seragam hitam  dan topi putih kebesaran, dengan mata yang memandang lautan luas di hadapannya penuh percaya diri. Foto profil separuh badan Kapten E J Smith ini ada di halaman depan harian The New York Times  (NYT) tanggal 16 April 1912 di bawah foto kapal Titanic nan mewah dan besar tiada tara dengan headline memakai huruf kapital: TITANIC SINKS FOUR HOURS AFTER HITTING ICEBERG; 866 RESCUED BY CARPATHIA. PROBABLY 1250 PERISH; IMAY SAFE, MRS. ASTOR MAYBE, NOTED NAMES MISSING. The New York Times menjadi bagian dari sejarah yang meliput dan menerbitkan berita tragedi tenggelamnya kapal itu hanya dalam waktu tiga jam sejak kapal penyelamat datang.

Continue reading Berkaca pada Times: Merekam Sejarah dan Menjualnya

1453, Sejarah Anjing-Anjing Kafir yang Ditulis oleh Mereka yang Kalah


012917_1344_1453Sejarah1.jpg

Di Eropa,  citra Turki menjadi kata lain dari kekejaman dan kebengisan. Sejak 1536, kata Turk dipakai dalam bahasa Inggris dengan pengertian, menurut Oxford English Dictionary, “Seseorang yang berperilaku barbar dan biadab. Webster New Collegiate Dictionary menyebutnya begini, ”One who is cruel or tyrannical.”

Stigma ini setelah penaklukkan Konstantinopel pada 83 tahun sebelumnya oleh Muslim Turki Utsmani. Tahun 1453 menjadi khas dan istimewa karena dia adalah sejarah yang justru banyak ditulis oleh pihak yang kalah. Roger Crowley—penulis buku 1453 Detik-detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim—menulis demikian di bab Tentang Sumber buku itu.

Continue reading 1453, Sejarah Anjing-Anjing Kafir yang Ditulis oleh Mereka yang Kalah

Saat Stalin Sekarat



Buku Simon Sebag Montefiore, yahudi asal Inggris , berjudul Stalin: Kisah-kisah yang Tak Terungkap ini menjelaskan secara detil saat-saat terakhir dari Iosif Vissarionovich Stalin. Seorang diktator dengan 20 juta orang telah dibunuh, 28 juta dideportasi, 18 juta diantaranya diperbudak di Gulag.

Penderitaan penzalim ini ditulis di bab terakhir buku itu. Dengan bab “Catatan Tambahan” setelah Stalin mati maka ini menjadi dua bab yang sering saya baca ulang dari buku yang meraih penghargaan History Book of the Year versi British Book Awards dan Book of The Year dari belasan media massa ternama di Barat ini.

Continue reading Saat Stalin Sekarat

Dari Stalin Hingga Kampret Kecilnya



Stalin dan putrinya: Svetlana.

Saat ini saya sedang membaca buku yang ditulis oleh Simon Sebag Montefiore yang berjudul Stalin: Kisah-kisah Yang Tak Terungkap. Sudah berada di bab pertengahan saat Hitler mengirim utusan Joachim von Ribbentrop kepada Stalin untuk mengadakan perjanjian nonagresi Jerman Soviet.

Sambil memperkaya bacaan itu saya juga surfing dengan bacaan dari internet. Wikipedia dan Youtube jadi referensi kaya. Saya mulai dari mencari tokoh-tokoh dekat di samping Stalin, tokoh-tokoh seperjuangan pada masa Lenin yang ternyata juga dibantai sendiri oleh Stalin.

Continue reading Dari Stalin Hingga Kampret Kecilnya