Bagaimana Cara Mengubah Artikel WordPress ke dalam Dokumen Word dan PDF?



Bencana kehilangan datang. Cakram keras eksternal saya tidak terbaca lagi. Belum bisa ditangani sampai sekarang, bahkan oleh yang ahlinya. Banyak dokumen penting di sana. Terutama naskah buku dan dokumen asli sebelum diposkan ke blog WordPress.
Kalau saya hitung, ada sekitar 1400-an tulisan saya dalam format Microsoft Words yang hilang. Yang tersimpan di Google Drive saya hanya sekitar 800-an. Jadi kurang 600-an lagi. Jadi apa perlu saya salin rekat (copy dan paste) lagi satu-satu (manual) dari WordPress ke Microsoft Word? Bisa tapi lama. Butuh waktu sebulan kalau mau mencicil menyalin rekat (copas) 20 tulisan di WordPress dalam sehari.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Tujuh Kiat Menulis Kreatif Ala Gus Mul


Ada yang menarik dari lokakarya yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen pajak) beberapa waktu lalu di Surakarta. Lokakarya Kontributor Situs dan Media Sosial Ditjen Pajak menghadirkan pengeblog sekaligus penulis beken dan lucu Agus Mulyadi sebagai salah satu pembicaranya.

Perawakannya yang kurus sepadan dengan jabat tangannya yang lemah dalam genggaman. Bukan lemah sebenarnya, tetapi halus. Sebuah karakter “njawani” yang kuat diiringi dengan kata-kata “matur nuwun” yang senantiasa meluncur dari mulutnya.

Baca Lebih Lanjut.

Mau Riset di Ditjen Pajak? 6 Hal Penting Ini Harus Jadi Perhatian


Gampangkah?

Rangga***(bukan nama sebenarnya) datang ke meja saya. Ia berkemeja warna putih dan celana panjang warna hitam. Di punggungnya menggantung tas ransel. Ada map yang dibawa dengan kedua tangannya. Ia diantar oleh pelaksana Direktorat Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (Direktorat P2Humas).

Rangga adalah mahasiswa semester terakhir PKN STAN. Awal tahun ini ia sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama. Sembari itu ia ditugaskan untuk membuat semacam tugas akhir berupa karya tulis atau laporan PKL. Siang itu, di saat langit Jakarta masih manyun, Rangga menyodorkan Lembar Persetujuan Menjadi Lokasi Penelitian (Riset) untuk saya tandatangani.

Baca Lebih Lanjut.

Cara Mudah Matikan Alarm Avanza Saat Remote Rusak


Sudah saatnya ia dimatikan.

Saya mengambil pacul dan menghancurkannya.

 

Pagi ini memang niatnya untuk servis mobil yang baru mencapai 80.000 kilometer setelah hampir 10 tahun. Avanza 2007 ini memang jarang digunakan. Pada hari libur kerja saja biasanya dipakai. Itu pun jarang-jarang. Ia akan menjadi budak kerja rodi pada saat mudik lebaran.

Saya punya remote alarm mobil ini dua biji. Satu sebagai cadangan sudah rusak berat. Terlalu sensitif. Kalau pegangnya enggak benar, ia akan tersambung dengan gelombang alarm mobil dan mengaktifkannya. Sudah dari dulu saya ingin segera mengganti remote itu.
Baca Lebih Lanjut.

3 Kiat Hebat Agar Bisa Bangun Malam untuk Salat



Salat tahajud atau salat malam memiliki banyak keutamaan. Beberapa keutamaannya itu antara lain: salat malam mengangkat derajat hamba mencapai kedudukan terpuji di hadapan Allah swt.

Salat malam juga membangkitkan semangat beramal kebaikan pada waktu siang hari. Malamnya dia tidak tunduk pada rasa mengantuk, maka kegiatan di siang harinya tidak akan keluar dari tujuan sewaktu ia beribadah pada malam hari yaitu untuk meraih kenikmatan yang hakiki dan abadi dan tidak sekadar dunia.

Baca Lebih Lanjut.

5 Best Ice Breaker Games yang Bikin Kelar Hidup Elo


Setelah permainan (games) tembak-tembakan (paint ball) yang mengakibatkan tangan dan kaki saya bilur-bilur ungu sebanyak lima titik ini, akhirnya kami beralih ke permainan konsentrasi. Ini menarik makanya saya catat supaya saya ingat dan tidak hilang ingatan. Abaikan yang terakhir.

Instruktur dari Trizara, tempat kami mengadakan Workshop Pengelolaan Majalah Internal DJP 2017 ini, memberikan games seperti ini:


1. Gedor Bumi

Ini saya namakan begini karena tidak tahu nama sebenarnya dari permainan ini. Para peserta dikumpulkan di tengah tempat yang luas dengan membentuk lingkaran. Ketika instruktur menyebut angka 1 maka kaki kanan kita menyentak tanah dengan keras dua kali lalu tepuk tangan dua kali.

Kalau instruktur menyebut angka 2 maka kaki kiri kita menyentak tanah dengan keras satu kaki lalu tepuk tangan satu kali. Instruktur mengulang perintah itu sambil menyebut angkanya tanpa berurutan, misalnya seperti ini: 1-1-2, atau 2-1-2, atau 2-2-1.

Ini benar-benar menuntut konsentrasi dari peserta loh. Peserta yang tidak benar melakukan instruksi bisa dikeluarkan dari lingkaran hingga hanya tinggal beberapa peserta yang benar-benar tidak salah sedikitpun. Seru!


2. Pisang, Nanas, dan Pepaya

Para peserta membentuk lingkaran kecil dengan bahu yang saling menempel. Lalu angkat telunjuk tangan kiri dan menaruhnya di depan dada. Beri perintah agar selama permainan ini berlangsung tangan kiri tidak boleh berpindah dan tetap harus di depan dada.

Lalu ketika instruktur meneriakkan kata Pepaya, maka tangan kanan kita memegang telunjuk kita sendiri. Jika instruktur meneriakkan kata Nanas, maka tangan kanan kita memegang telunjuk teman kita yang berada di sebelah kiri. Jika instruktur teriak Pepaya, maka tangan kanan kita memegang telunjuk teman kita yang berada di sebelah kanan.

Permainan ini dilakukan dengan meneriakkan instruksi kata-kata itu secara acak, misalnya seperti ini: Pisang-Nanas-Pepaya, atau Nanas-Nanas-Pisang, atau Pepaya-Nanas-Pisang, dan sebagainya.

Bisa juga diberi instruksi tambahan agar tangan kanan kita yang digunakan untuk memegang jari telunjuk tidak boleh bergerak kalau ada kata yang diinstruksikan sama, misal Nanas-Nanas-Pisang. Maka pada saat Nanas disebut lebih dari sekali itu, tangan kanan kita diam. Tak boleh bergerak sama sekali.

Ini jelas butuh konsentrasi dan pastinya lucu!!


3. Do and Don’t

Peserta tetap dalam lingkaran. Aturan permainan ini adalah peserta harus mengikuti perintah instruktur jika kalimat perintahnya dimulai dengan satu kata yang telah disepakati. Dan peserta tidak boleh melakukan instruksi dari instruktur yang tidak dimulai dengan satu kata itu. Misal kita pilih kata itu adalah: Ditjen.

Contohnya instruktur mengucapkan perintah , “Ditjen, mundur satu langkah ke belakang. Ditjen, angkat kedua tangannya ke atas. Goyangkan jarinya.” Maka peserta harus mundur satu langkah ke belakang, lalu mengangkat kedua tangannya ke atas dan harus diam. Kalau ada peserta yang menggoyangkan jarinya, maka peserta itu harus keluar dari lingkaran.

Banyak peserta yang bisa konsentrasi di sini dan berhasil melewati instruksi yang dimulai dengan kata Ditjen. Kalau sudah begitu, langsung saja instruktur bilang, “Ok, semua sudah bisa konsentrasi. Bagus. Mari tepuk tangan untuk kita semua.” Seringkali ada peserta yang terjebak di sini. Ada yang masih juga tepuk tangan, padahal instruksi itu tidak diawali dengan kata Ditjen.

Ada banyak kelucuan di sini. Yakin!!!


4. Kelipatan Tiga

Peserta membentuk lingkaran. Lalu peserta mulai menghitung. Jika ada angka 3 dan kelipatannya maka tidak boleh diucapkan angkanya melainkan harus tepuk tangan satu kali dan berteriak “Boom”. Peserta selain angka 3 dan kelipatannya tidak boleh salah menyebut angka sesuai urutannya masing-masing . Contohnya seperti ini: 1, 2, Boom (sambil tepuk tangan), 4, 5, Boom (sambil tepuk tangan), 7, 8, Boom (sambil tepuk tangan), 10, dan seterusnya.

Instruktur menunjuk peserta secara acak untuk menyebut angka 1. Jika peserta salah, maka instruktur mencoret satu coretan di wajah peserta dengan lipstik warna merah. Tentunya permainan ini bikin heboh. Ada loh orang yang sama melakukan kesalahan terus berulang kali.

Bisa juga instruktur memberikan tantangan lebih kepada para peserta. Jika para peserta menghitung dengan benar dalam satu putaran tanpa sedikit pun kesalahan maka masing-masing peserta dapat mencoret satu coretan di wajah instruktur. Jika ternyata itungan peserta tetap salah, maka instruktur mencoret semua peserta dengan satu coretan di wajah. Benar-benar heboh!!!!


Banyak banget coretannya Nirmala?


5. Son of Maris

Ini permainan terakhir kami. Tentu dengan wajah yang masih coreng-moreng dengan lipstik dari sisa permainan Kelipatan 3. Peserta masih membentuk lingkaran. Tangan kanan diangkat di depan dada sehingga telapak tangan kanan menghadap ke depan. Lalu instruktur menunjuk kepada satu orang peserta tanda permainan ini dimulai.

Permainannya seperti ini. Misal saya yang ditunjuk pertama kali oleh instruktur lalu saya akan melempar giliran berikutnya ke teman saya yang bernama Arif, maka saya harus berkata demikian, “Saya Riza Maris tanpa garis memanggil Arif Maris tanpa garis.”

Kemudian Arif segera menunjuk teman lainnya, misalnya Ola, dengan mengucapkan kalimat seperti ini, “Saya Arif Maris tanpa garis memanggil Ola Maris tanpa garis.” Biasanya peserta yang kurang konsentrasi bisa salah dalam mengucapkannya.

Nah, kalau misalnya Ola salah, maka tangan Ola dicoret satu garis coretan dengan lipstik. Sejak saat itu Ola harus dipanggil Ola Maris satu garis. Tidak boleh lagi dipanggil Ola Maris tanpa garis.

Peserta yang melakukan kesalahan sampai dua kali maka harus keluar dari lingkaran. Lakukan terus menerus permainan ini sampai peserta hanya satu dua orang. Ini seseru-serunya duel. Hingga satu orang menjadi pemenangnya. Dialah yang layak menjadi: “Bintang”!!!!!

Betul begitu Mbak Tuti?

Ini dia pemenangnya. Mbak Sri Lestari Pujiastuti.

Lima permainan ini bikin kami enggak kenal waktu . Tiba-tiba sudah sore dengan senja yang tiba-tiba datang dengan berjingkat-jingkat mendekati kami, mengendap-endap, tak tahu kenapa ia begitu. Memuzammilkan Lembang dan segala yang ada di bawahnya. Sudah cukup untuk hari ini.

***

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

Tjitajam, 28 Januari 2017

Foto-foto dari Paruhum AS Hutauruk dan Dandy Amrin.


 

Kisah Nyata: Ini Dia 7 Ikhtiar Dalam 7 Tahun untuk Mendapatkan Momongan



Ikhtiar hanyalah tangga bahwa kita serius dalam pinta,

adapun rida Allah adalah tujuan kita.

(Indarto Premandaru)

Banyak yang berkonsultasi kepada saya dan sedikit mengadukan kegundahan karena belum mendapatkan momongan. Ketika saya tanya berapa lama? Ternyata baru beberapa bulan. Lah, yang ini 7 tahun. Dan Alhamdulillaah berhasil. Kiat nomor 6-nya bisa dijadikan referensi.

Saya sebenarnya ingin menceritakan terlebih dahulu kisah seleb yang berhasil mendapatkan anak setelah 11 tahun lamanya dalam penantian, namun saya pikir kisah nyata yang dialami oleh teman saya ini kiranya patut untuk didahulukan.

Continue reading Kisah Nyata: Ini Dia 7 Ikhtiar Dalam 7 Tahun untuk Mendapatkan Momongan