Buang Empat Mitos Ini



Email yang dikirim di medio Juni lalu oleh Freeletics.com ini punya isi yang bener kabeh. Tentang banyak mitos ketika kita akan benar-benar menjalani Freeletics. Mitos yang tidak berguna dan kudu dibuang jauh-jauh. Karena pada faktanya itu semua sudah saya rasakan dan berguna buat pencapaian “goal” saya.

Di email itu, Freeletics.com kurang lebihnya bilang, “Begitu banyak terdengar mitos di sekitar kita. Di manapun kita pergi, kita mendengar hal-hal yang berbeda. ‘Jangan lakukan ini. ‘Makan itu saja.’ Dan masih banyak lagi yang lainnya. Mana yang bisa dipercaya? Begitu banyak jawaban yang berbeda.”

Apa mitos-mitos itu? Dan kebenaran seperti apa yang ada di baliknya?

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 8: Masih Sebagai Manusia Bebas



http://www.insideoutretreats.com

Bagaimana rasanya kalau kita terbangun di sebuah kamar hotel dan menyadari bahwa sebenarnya kamar itu adalah sebuah penjara? Ya, benar-benar penjara. Hanya diatur sedemikian rupa persis menyerupai kamar hotel. Ada kasur empuknya, televisi, kamar mandi, toilet, dan menu ransum setiap hari yang sama, chinese food.

Joe Doucett tidak tahu siapa yang menculik dan memenjarakan dirinya sedemikian rupa. Dan tak tahu pula apa salahnya. Memulai hidup sebagai orang yang terenggut kebebasannya ia stres. Tapi lama kelamaan kesadarannya tumbuh untuk tetap hidup, meloloskan diri, meraih kebebasan, dan mencari tahu siapa penyekapnya.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 5: Instan itu Buat Para Pemalas


FREELETICS WOCHE 5: Instan itu Buat Para Pemalas


When others talk about you behind your back, shut them up by proving them wrong.

Bahwa sakit dan perih yang dirasakan pada saat latihan ini adalah pernak-perniknya perjuangan. Tidak apa-apa. Diterima saja. No pain no gain. Enggak ada yang namanya instan dalam sebuah perubahan. Semua sudah ada sunnatullah-nya. Instan itu buat para pemalas. Kita? Tidak!

Minggu kelima Freeletics ini akhirnya finis. Semua workout yang ada terselesaikan semua. Ditambah latihan bonus. Dan utang-utang workout minggu keempat sudah terbayar. Di minggu ini pun diperkenalkan workout yang baru bernama Iris. Berikut menu latihan minggu kelima.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 4: Before After – Hitting The Wall



Don’t touch me. I don’t want to be disqualified.

~~Paula Newby-Fraser, Hawaii, 1995

Hawaii di tahun 1995. Lomba triatlon The Ironman World Championship sedang berlangsung. Paula Newby–Fraser memimpin perlombaan. Laut sejauh 3,86 kilometer sudah ia renangi. Jarak 180,25 kilometer sudah ia tempuh dengan sepeda. Kini sebentar lagi, di sesi terakhir lari maraton, beberapa ratus yard di depan, ia akan menjuarai lomba itu untuk yang kelima kalinya. Tapi ia kolaps.

Tubuhnya kepanasan dan mengalami dehidrasi. Ia mengalami disorientasi padahal garis finis sudah di depan. Ia salah mengantisipasi lawan yang mengejar di belakangnya sedari tadi, sehingga mengabaikan strategi hidrasi dan nutrisinya. Ia terjatuh, terduduk, dan terkapar di aspal jalanan. Ia abaikan sorakan dan semangat yang diberikan oleh para penonton untuk tetap bertahan.

Beberapa orang mendekat dan temannya yang sudah memanggil ambulan berusaha menarik dan memapahnya, tapi ia berteriak, “Don’t touch me. I don’t want to be disqualified.” Ia bersikeras melanjutkan lombanya. Tapi ia tak bisa apa-apa.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 3: Bukan Masalah Finisnya, Tetapi Berani Memulainya



The miracle isn’t that I finished.

The miracle is that I had the courage to start.”

John Bingham, No Need for Speed:

A Beginner’s Guide to the Joy of Running

Dan Anda mau tahu berapa berat badan saya sekarang di hari pertama minggu keempat? Jawabannya di akhir catatan ini.

Di tengah kegaduhan politik, di minggu ketiga Freeletics ini pas kebetulan saya dipanggil diklat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan, Kemanggisan, Jakarta. Hanya 25% latihan yang ada di program minggu ini yang hanya bisa saya lakukan. Sebabnya? Kalau ditulis di sini akan banyak alasan. Padahal harusnya No Excuse yah.

Baca Lebih Lanjut.