Ini 5 Cara Freeletics yang Bikin Kamu Semakin Sehat


Waktu itu kami (Suardjono, Sigit Indarupa, dan saya) sedang berada di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh sebelum menuju ke Lhokseumawe untuk mengikuti Rapat Koordinasi Daerah Kantor Wilayah DJP Aceh pada Februari 2016 lampau.

Aku telah menjalani Freeletics selama lebih dari 4 tahun lamanya. Aku sudah berada di level 92 dengan mencatat 2564 workouts yang disediakan aplikasinya. Aku fokus di strength. Berat badanku 64 kilogram pada saat aku menulis artikel ini.

Beberapa catatan terhadap latihan-latihanku selama ini adalah pertama, memang kamu harus punya komitmen tinggi untuk tetap latihan di tengah kesibukan. Kedua, eat clean memegang peranan penting, kesuksesan tujuan Freeletics tergantung 80% darinya. 

Baca Lebih Lanjut

Buang Empat Mitos Ini



Email yang dikirim di medio Juni lalu oleh Freeletics.com ini punya isi yang bener kabeh. Tentang banyak mitos ketika kita akan benar-benar menjalani Freeletics. Mitos yang tidak berguna dan kudu dibuang jauh-jauh. Karena pada faktanya itu semua sudah saya rasakan dan berguna buat pencapaian “goal” saya.

Di email itu, Freeletics.com kurang lebihnya bilang, “Begitu banyak terdengar mitos di sekitar kita. Di manapun kita pergi, kita mendengar hal-hal yang berbeda. ‘Jangan lakukan ini. ‘Makan itu saja.’ Dan masih banyak lagi yang lainnya. Mana yang bisa dipercaya? Begitu banyak jawaban yang berbeda.”

Apa mitos-mitos itu? Dan kebenaran seperti apa yang ada di baliknya?

Baca Lebih Lanjut.

RIHLAH RIZA #57: Assalaamualaikum Bojong



Saya dikirim oleh negara saya yang 5000 mil

jauhnya ke Meksiko untuk tetap berlari.

~~Akhwari di 1968

Ini bukan tentang sebuah pelarian. Melainkan lari dalam makna yang sesungguhnya. Melangkahkan kaki dengan cepat dan sesaat kedua kaki itu melayang tak menginjak bumi. Nafas terengah-engah dengan jantung berdegup kencang.

Baca Lebih Lanjut.