Seolah Ada yang Mau Tumpah, Larik-Larik Persaksian Buku Kita Bisa Menulis


 

Sebagai pembaca, bila sudah pernah memiliki pengalaman menulis sebelumnya, kita juga bisa mengikuti tur tanpa harus memulainya dari awal. Semua titik wisata dapat dinikmati walaupun tidak secara berurutan. Buku ini meyakinkan kita bahwa semua orang bisa menulis dan bisa mulai dari mana saja.

Nufransa Wira Sakti, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak

*

Dunia kepenulisan bukan hal yang asing buat saya. Namun, setelah membaca buku ini saya menemukan sesuatu yang baru dan belajar dari pengalaman orang lain agar tetap dalam pola pikir (mindset) tumbuh.

Muhammad Fuad Nasar, pegiat filantropi, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama

Baca Lebih Banyak

Review Buku Kita Bisa Menulis: Memang Tak Seperti Bernapas


Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan tulisan review buku Kita Bisa Menulis dari penulis produktif sekaligus pegawai Direktorat Jenderal Pajak bernama Eko Novianto yang biasa dikenal dengan sebutan Ekonov.

Saya mengucapkan terima kasih atas resensinya ini. Sangat bermanfaat sekali buat calon pembaca buku ini. Tidak perlu berpanjang kalam, mari kita simak narasinya.

Baca Lebih Banyak

Menikmati Buku Ini di Atas Kereta Api Menuju Yogyakarta


Buku Kita Bisa Menulis (KBM), Belajar kepada Mereka yang Tak Menyerah ini diluncurkan pada 1 September 2022. Tim kami membuka pemesanan Pre Order mulai 1—13 September 2022.

Buku datang dari penerbit sebelum tanggal 13 September 2022 sehingga kami bisa langsung mengirimkan kepada para pemesan buku.  Respons pembaca sangat luar biasa. Foto-foto buku itu datang dan telah diterima oleh para pemesan dikirim kepada saya. Satu, dua, tiga testimoni bermunculan tanpa diminta. Ini yang kami syukuri.

Buku kemudian sampai ke tangan salah satu pembaca, yaitu Ibu Desiree Muntu. Pesan masuk darinya di suatu sore. Waktu itu saya sedang penugasan di suatu tempat. Apa yang dituliskannya membungahkan hati. Alhamdulillah, semoga buku itu bermanfaat.

Saya sampaikan ini kepada pembaca.

**

Sehat selalu ya Pak Riza, saya menikmati bukunya di kereta api dalam perjalanan ke Yogyakarta. Buku yg ditulis dengan penuh cinta dan semangat berbagi! Proficiat!

Terharu saya membaca tulisannya. Semoga banyak orang lain menikmatinya seperti saya. Ketulusan di dalam tulisan ini yang tidak bisa diungguli. Membacanya seperti sedang didengarkan secara personal, bukan digurui. Buat saya ini benar-benar membantu banyak.

Setelah membaca KBM ini saya jadi pengen pesan lagi, sudah kebayang mau dibagi kepada siapa. Harus banyak yang baca! Seru lho baca KBM ini, terkonfirmasi semua perasaan. Buku ini juga keren buat mahasiswa yang bingung mau menulis skripsi, bisa seperti sahabat yang mendorong punggung untuk maju selangkah.

KBM ditulis untuk memudahkan pembacanya untuk benar-benar memahami memulai proses menulis, pembaca dihargai dan ditempatkan lebih tinggi. Keren! Pesan lima lagi ya, Pak Riza.

Bikin versi English-nya, Pak. Keren ini! Bisa membongkar stereotip tentang penulis Indonesia, tentang profesionalisme dan mindset. Serius…

Saya akan bagi dua kopi ke penerbit, mantan klien dulu, mereka masih kontak saya kalau memerlukan layanan atau informasi.

Karena menulis itu seperti melahirkan bayi bagi perempuan, jadi pasti ketahuan banget apakah tulisannya itu benar-benar dari hati dan dipikirkan dengan hati-hati, secara bertanggung jawab atau abal-abal. Saya banyak menemukan buku abal-abal. Benar ini. Buku Pak Riza ini menjadi salah satu buku istimewa untuk memberikan edukasi menulis dengan benar, secara profesional, bertanggung jawab, dan menghormati pembacanya.

**

Terima kasih atas testimoninya Bu Desiree.

Ada testimoni lain yang juga mengejutkan buat saya. Testimoni dari pembaca yang tidak saya kenal, namun ternyata beliau adalah penggede di sebuah kementerian. Saya akan menuliskannya di sesi lain.

Tentang testimoni-testimoni itu, saya bersyukur. Semua penulis tentu mendambakan testimoni positif atas karya-karyanya. Cuma memang tidak pernah terpikirkan saya pada saat membuat buku ini.

Selama 70 hari proses penulisan dan penyuntingan itu, yang terpikir oleh saya hanya satu—sebagaimana saya tulis dalam prakata buku KBM ini—apakah yang saya sedang tulis ini bermanfaat buat pembaca atau tidak? Buku ini punya nilai tambah tidak buat pembaca? Kalau tidak manfaat dan sekadar menambah jumlah halaman, saya akan membuangnya.

Jadi saya menuliskan dengan pagar baja seperti itu. Saya juga tidak menulis sesuatu yang tidak saya pahami. Bagaimana pembaca akan memahami sesuatu yang kita sendiri tidak bisa mengerti? Syukurnya buku ini menyedikitkan teori dan memperbanyak tutur pengalaman.

Sebagaimana Bu Desiree menikmati buku ini dalam perjalanan menuju kota “penuh nostalgi”, saya mencoba membaca buku ini di udara. Saya membacanya dari halaman depan dan pelan-pelan. Saya mencoba menjadi orang lain ketika membacanya.

Ya, saya kemudian mendapatkan konklusi dan kepastian. Insya Allah, buku ini tidak membosankan dan sangat bermanfaat buat pembaca yang ingin belajar caranya menulis yang baik. Insya Allah.

Untuk para pembaca, terima kasih banyak atas apresiasinya.

Salam literasi.

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
18 September 2022
Buat teman-teman yang hendak menengok dan membaca buku ini, silakan buka tautan berikut untuk memesannya: https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi.
Untuk mengetahui daftar isi buku ini silakan klik tautan berikut: Daftar Isi Buku.

Gagasan dan Argumentasi Bagus, Jangan Lupakan Bungkus


Lomba Menulis Artikel 2022 dalam rangka memperingati Hari Pajak 2022 telah usai.

Beberapa waktu yang lalu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah mengumumkan siapa pemenangnya.

Saya sebagai pihak internal DJP diamanahi menjadi salah satu dari tiga juri lomba tersebut.

Kembali, yang menjadi pemenang lomba adalah mereka yang memiliki gagasan bagus tanpa melupakan bungkus.

Bungkus itu adalah cara mereka mengemas gagasan dalam tulisan bagus yang memenuhi kaidah menulis populer.

Barang jualan bagus dengan kemasan atau bungkus yang jelek atau biasa saja punya potensi tidak dilirik pembeli. Sebaliknya demikian, bungkus bagus, tetapi isi kosong atau biasa saja.

Selamat kepada para pemenang. Gagasan dan kemasan Anda memang terbaik. Semua juri memiliki penilaian sama atas para pemenang ini.

Terima kasih juga buat penyanyi kebanggaan DJP Mas @febrinoviardi yang telah mengambil gambar dan membuat video ini. Tak tepermanai. 😀🙏

***

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara

Testimoni Etti Guritno, Pembaca Buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan


Namanya Etti Guritno. Saya biasa menyapanya Ibu Etti. Suatu ketika Ibu Etti meminta saya untuk mengirimkan buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan ke kediamannya. Buku itu merupakan buku kumpulan sajak saya yang terbit pada Februari 2022.

Ibu Etti ingin membaca buku saya pada saat dirinya menjalani isolasi mandiri. Ya, takdir Allah, Ibu Etti terserang virus Covid-19 pada waktu itu.

Terima kasih, Bu atas apresiasinya kepada buku-buku saya selama ini. Sesungguhnya itu mampu memelihara semangat saya untuk senantiasa berkarya dan memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia.

Sekali lagi terima kasih.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
5 Juni 2022

Testimoni Seseloki Seloka di Pinggir Selokan: Bagaikan Gelombang Ombak di Pantai Selatan


Beberapa waktu lalu, kawan saya sekaligus pembaca buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan bernama Ikhwanudin membagikan foto dan narasi tentang kesaksiannya saat membaca buku sajak-sajak saya tersebut.

Ia menuliskannya di saat sedang menunggu kereta api malam yang akan membawanya ke Semarang. Ia kemudian menyebarkan foto dan narasi itu di grup Whatsapp dan akun Instagramnya. Tentunya buat saya, apa yang dilakukannya sangat berharga. Saya berterima kasih kepadanya.

Baca Lebih Lanjut

Sebuah Testimoni: Buku Sajak di Awal Tahun yang Layak Anda Baca


Salah satu pembaca buku tingkat akut adalah Sigit Raharjo. Ia juga pembaca buku puisi Seseloki Seloka di Pinggir Selokan.

Ia menuliskan ulasan singkat di akun Instagramnya dengan nama @om.sig. Buat saya ulasannya berharga. Apa katanya setelah mendapatkan dan membaca buku tersebut?

Langsung saja kita simak testimoninya.

Baca Lebih Lanjut

Di Balik Layar Seseloki Seloka di Pinggir Selokan


Merah Buku

Tidak tebersit dalam benak saya untuk menerbitkan buku kumpulan sajak dalam waktu dekat. Sebabnya, saya sedang menulis buku lain dengan tema khusus.

Apa daya, diselingi dua proyek buku formal dari kantor konsentrasi saya terpecah. Saya belum sempat meneruskan naskah buku keempat saya itu.

Baca Lebih Banyak

Maria Apriliani, Penggiat Literasi dari Kalimantan Timur


MARIA APRILIANI***Penggiat literasi dari Kalimantan Timur. Baca bukunya diirit-irit supaya enggak cepat habis. Soalnya susah akses buku dari sana. Kalau saja Maria termasuk yang disurvei oleh lembaga itu, bisa jadi Indonesia tidak menjadi negara peringkat ke-60 Tingkat Literasi Dunia. Hanya di atas Botswana yang menduduki kerak peringkat literasi itu.

Di setiap buku yang saya tulis, di lembaran terakhirnya, saya menampilkan bab Tentang Penulis. Itu adalah biografi singkat saya. Sambil di sana diterangkan kontak surat elektronik (surel) bila ada pembaca yang ingin bercengkerama atau bertanya-tanya tentang buku itu kepada saya.

Sebenarnya selain itu saya juga mencantumkan akun media sosial Instagram di lembaran itu. Di zaman kiwari, kebanyakan orang langsung mengunjungi media sosial untuk bisa mengetahui informasi dengan cepat atau melalui Whatsapp. Untuk yang terakhir ini hanya orang-orang terdekat saja dan telah menyimpan nomor saya yang bisa menghubungi saya secara langsung.

Baca Lebih Banyak

Capek-Capek Lari 10 Km Hanya Untuk Mengambil Ini


Beberapa pekan lalu, seorang pelari datang ke rumah saya pagi-pagi. Ini yang kedua kalinya ia mengambil buku dengan berlari dari rumahnya.

Sebelumnya di tahun 2020, ia pernah datang ke rumah untuk mengambil buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini. Ceritanya pernah saya bagi di sini.

Baca Lebih Lanjut