Seolah Ada yang Mau Tumpah, Larik-Larik Persaksian Buku Kita Bisa Menulis


 

Sebagai pembaca, bila sudah pernah memiliki pengalaman menulis sebelumnya, kita juga bisa mengikuti tur tanpa harus memulainya dari awal. Semua titik wisata dapat dinikmati walaupun tidak secara berurutan. Buku ini meyakinkan kita bahwa semua orang bisa menulis dan bisa mulai dari mana saja.

Nufransa Wira Sakti, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak

*

Dunia kepenulisan bukan hal yang asing buat saya. Namun, setelah membaca buku ini saya menemukan sesuatu yang baru dan belajar dari pengalaman orang lain agar tetap dalam pola pikir (mindset) tumbuh.

Muhammad Fuad Nasar, pegiat filantropi, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama

Baca Lebih Banyak

Dengan Laptop Ini, Yoga akan Menyusul Yogi, Penemu Rumus Matematika Persamaan Helmholtz, Insyaallah


Hari ini, Jumat, 8 Juli 2022, saya menyerahkan laptop kepada Mas Amin. Ia adalah Office Boy Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, DJP. Laptopnya bukan laptop bekas, melainkan laptop baru hasil donasi dari para munfiq (donatur) lintas agama.

Narasi donasi dengan judul Butuh Laptop Bekas di Hari Terakhir Program Pengungkapan Sukarela saya sebarkan pada 30 Juni 2022 di Grup Whatsapp secara terbatas dan akun Facebook saya. Selama dua hari itu terkumpul donasi sebanyak Rp8,9 juta. Belum dihitung yang langsung diterima oleh Mas Amin.

Baca Lebih Lanjut

Butuh Laptop Bekas di Hari Terakhir PPS


Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan sudah menjadi kewajiban negara membiayai pendidikan dasar yang ditempuh oleh warga negaranya. Saya sering dan senang memotivasi anak-anak muda untuk sekolah dan melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.

Ketika saya mendapatkan kabar bahwa anak Mas Amin, salah satu office boy di direktorat kita, hendak melanjutkan pendidikan SMP-nya di pesantren, saya mendukungnya. Apalagi anaknya yang bernama Yoga Ananda Saputra ini pernah juara kedua Olimpiade Matematika di Bandung. Kecerdasan matematikanya luar biasa.

Baca Lebih Banyak

Kantong Sampah, Indikator Kesalehan Kantor


Tahukah Anda kalau religiositas kantor ini diukur dari beratnya kantong sampah?

Dari laporan Statista Global Consumer Survey yang saya kutip dari Detikcom, Indonesia masuk ke dalam negara dengan tingkat religiositas 80 s.d. 99 persen.

Baca Lebih Banyak

Musibah Ini untuk Menghapus Banyak Kesalahan


Setelah menginap di rumah Bi Idah di Segeran dan sebelumnya kami mengalami musibah di jalan (Ceritanya bisa dibaca di sini), besok paginya kami berangkat ke Jatibarang untuk ziarah ke makam bapak dan mamah.

Sebelum ke makam, kami menyempatkan diri silaturahmi ke toko mebel Bi Ghoniyah. Tokonya terletak di deretan toko mebel di samping BRI Cabang Jatibarang. Ada Maman, anaknya Bi Ghoniyah, juga di sana. Ia teman masa kecil saya dulu.

Continue reading Musibah Ini untuk Menghapus Banyak Kesalahan

Hilang Satu Tiket Enggak Bikin Gua Berantakan


Segelas nira sebagai muasal gula aren yang baru diambil dari pohon kelapa di Magelang.

Lebaran memang menjadi momen terbaik mendapatkan hikmah dari siapa saja.

Terutama pada saat silaturahmi kepada sanak saudara. Meminta doa ketika pamit malah dibalas dengan rentetan doa panjang. Salah satunya dengan doa semoga Allah memberikanmu rezeki yang banyak dan manfaat. Kata terakhir itu menghunjam kalbu sekali. Iya benar. Apa gunanya memiliki harta banyak, tetapi tidak memberikan manfaat buat sekitar?

Baca Lebih Banyak

Nametag: Rumusnya Begini


Jumat sore itu, saya tiba di Stasiun Jurangmangu satu setengah jam menjelang berbuka puasa. Langit gelap menyisakan rintik hujan dan gegas orang-orang yang penuh harap agar mereka bisa sampai di rumah sebelum azan Magrib berkumandang.

Sebelum keluar peron stasiun saya memesan ojek daring. Pemesanan tak kunjung mendatangkan hasil. Aplikasi tidak bisa melacak keberadaan pengojek. Biasanya kalau hujan begitu memang susah mendapatkan ojek daring.

Baca Lebih Banyak

Nidya Hapsari: Hidup itu Maraton, Bukan Sprint


Di lantai 16 Gedung B Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, INTAX menyambut Nidya Hapsari yang datang berseragam khas Kementerian Keuangan warna biru dipadupadankan dengan sweater biru tua dan kerudung motif coklat tua. Tanda pengenal bertali panjang hitam tergantung di lehernya.

Nidya menampik tawaran INTAX untuk meminum kopi. “Tadi pagi saya sudah minum kopi,” kata perempuan penggemar amerikano dingin ini dari balik maskernya. Kegemaran meminum kopi tumbuh ketika ia kuliah di Australia. “Masyarakat sana tuh embracing the coffee culture. Kopi sudah jadi kebutuhan,” ujarnya. Sampai sekarang Nidya masih menyimpan cangkir kopi andalan yang ia selalu bawa saat di sana.

Baca Lebih Banyak

Setelah Presensi Logbook, Ponsel Lenyap: 7 Tip Jitu Hindari Kecopetan di Busway


Suasana lengang di dalam busway jurusan Grogol di pagi hari pada 29 Desember 2021.

Qatar lebih aman daripada Indonesia. Indonesia lebih aman daripada Amerika Serikat.

Salah satu moda transportasi massal yang paling diandalkan di masa pandemi selain KRL adalah busway. Murah, nyaman, dan banyak. Apalagi kalau berangkat menuju kantor di pagi hari. Jalanan masih sepi.

Baca Lebih Lanjut

Seperti Membeli Buah Sekilo, Ditimbang di Rumah Jadi 8 Ons


Tukang bangunan yang sedang mengganti konblok lama di depan rumah saya membutuhkan empat meter persegi konblok baru. Kemudian saya pergi ke toko bangunan untuk membeli konblok.

Di toko bangunan itu ada beberapa macam jenis konblok. Ada yang berbentuk heksagonal ada yang berbentuk persegi semacam batu bata. Saya memilih bentuk yang terakhir.

Baca Lebih Banyak