Terimong Geunaseh untuk Sebaik-baik Manusia


Banyak orang mengirimkan pesan secara pribadi kepada saya. Mereka bertanya dan meminta solusi atas kesulitan mereka dalam mengisi SPT Tahunan atau layanan lainnya. Saya membantu sesuai dengan kapasitas saya.

Jika ada masalah yang tak bisa dipecahkan. Saya meminta mereka untuk menghubungi kantor pajak. Tanpa tatap muka tentunya karena kantor pajak pada saat wabah ini sedang tutup. Layanan diberikan secara telepon dan daring.

Baca Lebih Lanjut

Antara Eliud Kipchoge dan Roger Bannister


Salah satu orang yang menginspirasi saya untuk berlari adalah Roger Bannister. Tahu kan siapa dia? Dia itu Eliud Kipchoge pada 1954.

Kalau Eliud Kipchoge menjadi orang pertama yang mendobrak batas manusia berlari maraton penuh di bawah dua jam, maka Roger adalah orang pertama dalam sejarah yang berlari sejauh 1 mil di bawah empat menit.

Baca Lebih Lanjut

Setelah Lolos dari Maut, Akan Berterima Kasih kepada Siapa?


Photo by cottonbro on Pexels.com.

Di tempat itu, malam-malam, menyalakan PC Desktop yang dengingnya seperti suara Gryllus Mitratus, membuka Windows 95, dan mengetik di Word for Windows 1.0 kemudian belajar menulis.

*
Mendapat pekerjaan dengan upah yang bisa memenuhi biaya hidup sehari-hari dan bahkan bisa menabung itu adalah sesuatu yang hebat.

Dipindahtugaskan ke tempat kerja yang lebih dekat dengan keluarga atau homebase tentunya sebuah kenikmatan yang luar biasa dan wajib disyukuri.

Baca Lebih Lanjut

Pemuda yang Berdamai dengan Kegagalan dan Hajar Rasyid


Photo by Nathan Cowley on Pexels.com

 

Pada 1785, pemuda Prancis ini ditolak untuk mengikuti ekspedisi berbahaya ke Samudra Pasifik. Kegagalan yang mesti ia terima namun patut disyukuri. Kegagalan yang memengaruhi jalannya sejarah dunia dan Indonesia tak terkecuali.

 Pagi menjelang siang tadi ada jadwal uji coba perkuliahan jarak jauh (PJJ) untuk mahasiswa PKN STAN yang saya ampu. Ini sekaligus menguji saya dalam menggunakan aplikasi PJJ yang disediakan pihak akademik.

Baca Lebih Lanjut

Secuil Cerita Digaplok Kepala Stasiun Jatibarang


Photo by James Wheeler on Pexels.com

Waktu itu Sekolah Dasar (SD) kami menyelenggarakan kegiatan Pramuka. Acaranya hiking dan mencari jejak. Saya ikut. Lengkap dengan seragam pramuka dan perlengkapannya. Ditambah satu termos besar berisi es bungkus. Es bungkus dengan rasa teh manis ini saya ambil dari tetangga.

Ya, sambil ikut pramuka saya jualan juga. Laku? Alhamdulillaah, laku keras. Saya senang kalau teman-teman pada kelelahan karena berjalan jauh ini di tengah terik matahari, dengan begitu mereka akan mengincar es teh saya. Semakin mereka lelah, semakin ringan termos yang saya bawa ini. Keuntungan jualan ini buat jajan. Itu pengalaman berdagang saya waktu SD.

Baca Lebih Lanjut

Moldova atau Islandia, Pilih Mana?


Moldova adalah negara yang rakyatnya paling tak bahagia. Islandia sebaliknya. Sebabnya adalah rakyat Moldova kurang percaya satu sama lain. Di Islandia, pertemanan adalah segalanya. Itu kesimpulan sebuah penelitian beberapa waktu lampau.

**

Hari ini, Selasa, 17 Maret 2020 adalah hari pertama kami melaksanakan Kerja dari Rumah (KDR) atau Work from Home. Sebanyak 80% pelaksana Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak melaksanakan KDR itu.

Baca Lebih Lanjut

Margareta Sofyana, Ibu Kemanusiaan Rawasari


Rita di depan rumahnya.

Sosok teguh hati menyigi kesehatan dari gang sempit, pasar, sampai diskotek. Ini soal kerja kemanusiaan yang butuh napas panjang.

Perempuan itu keluar dari rumahnya yang berada di gang sempit persis ketika saya datang pada Sabtu, 9 November 2019. Ia kemudian menyilakan saya masuk ke ruang tamunya yang kecil. Ada sofa di sana dan karpet berwarna merah terhampar di lantai. Saya memilih duduk di atas karpet. Kipas yang tergantung di plafon rumah berputar dengan kecepatan normal. Sudah cukup untuk menyejukkan ruangan tak seberapa besar itu.

“Silakan diminum, Mas,” katanya. Perempuan itu, Margareta Sofyana, 47 tahun, menghidangkan segelas teh hangat yang tak elok untuk ditampik. Pagi menjelang siang itu ia tampak sederhana. Tubuhnya berbalut pakaian yang rapat mulai dari kepala sampai kaki. Wajahnya selalu dihiasi dengan senyum. Senantiasa semringah.

Continue reading Margareta Sofyana, Ibu Kemanusiaan Rawasari