Menjadi Bangsa yang Murah Hati


Apa pun mimpi itu yang penting pengurus amanat dan semangat berbaginya jangan pernah ditinggal. Ia harus menjadi DNA paguyuban.

 

Driver daring itu—sebut saja Hasan—meneteskan air mata. Hasan tak menyangka ia mendapatkan motor baru dari orang tak dikenalnya. Sebelumnya Hasan diminta orang itu untuk mengantarkan tas berisi uang ratusan juta rupiah. Orang itu menunjukkan isinya kepada Hasan. Ia menyanggupi orderan tanpa aplikasi itu dan langsung tancap gas menuju alamat yang dituju.

Baca Lebih Lanjut

Saya dan Para Asu Itu Sama-sama Terkejut


Kami berlima bergabung di grup DJP Kuat. Masing-masing harus menuntaskan jarak 76 km dalam lomba lari virtual yang diselenggarakan oleh ASNation dalam rangka memperingati HUT ke-76 Republik Indonesia. Ada 1005 peserta yang tergabung dalam 201 tim lari mengikuti kegiatan ini.

Batas waktu menyelesaikan lari sejauh 76 km itu sebenarnya sampai tanggal 28 Agustus 2021. Namun, di grup kami diselesaikan dalam satu pekan saja kalau sanggup. Personel grup ini sama seperti tahun lalu, tidak ada yang berubah: selain saya ada Mas Bambang Tedjo, Mas Hidayat Al Ahsan, Mbak Rice Wandansari, dan Mas Dhani Restyo.

Continue reading Saya dan Para Asu Itu Sama-sama Terkejut

Menteri Urusan Kesepian di Titik Masa Zat Kimiawi Kebahagiaan Menghilang


Angka kematian bunuh diri di kalangan pelajar dan pemuda Jepang meningkat tajam selama tahun 2020. Sampai Perdana Menteri Jepang menunjuk menteri untuk mengurusi cara warga mengatasi kesepian.

*

Manusia akan bahagia ketika mendapatkan uang yang banyak, keterkenalan, pasangan yang baik, atau sekadar naik jabatan. Begitu pula ketika manusia mendapatkan keberuntungan kecil seperti mendapatkan tempat duduk di KRL Bogor Jakarta di waktu yang padat.

Baca Lebih Lanjut

Tip Sehat Ramadan ala Zaidul Akbar: Minum Air Kelapa dan Sederhanakan Makanan


Masjid Salahuddin Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak mengadakan Tarhib (penyambutan) Ramadan 1422 Hijriah dengan mengundang praktisi kesehatan dr. Zaidul Akbar untuk memberikan kajian secara virtual pada Kamis, 8 April 2021.

Dalam kajian tersebut banyak hal penting disampaikan oleh penggagas Jurus Sehat Rasulullah ini yang dapat saya rangkum. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Baca Lebih Lanjut

Surat dari Larantuka


Komik Ganes Th banyak memengaruhi saya sampai sekarang.

Saya hobi membaca buku sejak kecil. Ini barangkali karena banyak hal. Pertama, bapak saya juga penjual majalah bekas dan penyuka buku. Kedua, kakak-kakak ibu saya juga penulis buku. Setiap saya datang ke rumah mereka, buku adalah hadiah mereka untuk saya.

Baca Lebih Lanjut

Ayam Aduan


Hujan tidak berhenti-berhenti di Citayam semenjak petang.

Usai perjalanan pulang dari kantor selama tiga jam karena banyak berhenti di pelbagai tempat, saya akhirnya bisa merebahkan diri di lantai rumah yang dingin. Jam sudah menunjukkan pukul 22.40.

Baca Lebih Lanjut

Kisah Ini Bukan untuk Kalian yang Imannya Sudah Tebal


Sedekah yang Bikin Kaget Orang

(Sebuah Kisah Nyata)

 

“Mas, Tini demam. Panas banget nih,” kata Supinah, istrinya di ujung telepon. Bambang tercenung.

Adiknya yang bernama Agus bertanya, “Ada apa?”

Baca Lebih Lanjut

Nyamuk Namruz


Saya masih teringat suasana ketika aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) pertama kali mulai diterapkan di Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga pada 2004 lampau.

Tahun itu semua kantor pajak di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus dimodernisasi. Tidak hanya soal integritas dan budaya kerja, melainkan teknologi informasinya. Menyusul kantor pajak di lingkungan Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar yang sudah mendahului sejak 2002.

Baca Lebih Lanjut

Tak Bisa Matematika Bukan Berarti Anakmu Goblok



Otaknya cemerlang, tetapi orang ini tidak suka sekolah. Nilai-nilainya buruk dan tak suka mengikuti pelajaran sekolah. Orang ini berpikir, di sekolah ia tidak bisa menjadi apa-apa. Ia keluar.

Kepala sekolahnya meramal, “Saat berusia 21 tahun, Richard bisa saja berada di penjara, tetapi bisa juga menjadi jutawan. Saya sama sekali tidak tahu yang mana.”

Baca Lebih Lanjut

Cukuplah Perang Jawa Menjadi Amsal


Pungutan negara tanpa aturan bukan bernama pajak, melainkan palak. Sekalipun ada aturan, sehingga ia resmi bernama pajak, maka dengan pembiaran dan penekanan kepada rakyat, pajak pun tetap menjadi momok dan memicu rakyat memberontak. Cukuplah Perang Jawa menjadi amsal.

Perang Jawa yang berlangsung dari tahun 1825 sampai 1830 menjadi perang terbesar yang pernah dialami dan hampir membangkrutkan penjajah Belanda. Pihak yang berhadap-hadapan dalam perang ini adalah Belanda dan Keraton Yogyakarta di satu sisi dan Pangeran Diponegoro beserta rakyat di sisi lain.

Baca Lebih Lanjut