Tinggalkan Cara Lama, Ini Cara Mudah Screenshot dan Copas Pakai Snipping Tool


Sebagai dosen Komunikasi Publik PKN STAN saya seringkali butuh tangkapan layar untuk mengirimkan gambar di Whatsapp untuk dilaporkan ke portal PKN STAN atau dibagi ke grup mahasiswa yang saya ajar.

Ada dua cara yang selama ini saya lakukan.

Baca Lebih Banyak

7 Fakta Sejarah Hari Oeang: Dari Uang Mata-Mata Sampai A.A. Maramis


Setiap tanggal 30 Oktober, Kementerian Keuangan memperingati Hari Oeang. Ada banyak fakta sejarah di balik hari itu, termasuk fakta di seputar uang yang bernama Oeang Republik Indonesia (ORI). Berikut beberapa fakta di antaranya yang dirangkum dari berbagai sumber.

 

Mata Uang Sebelum ORI

Mata uang yang berlaku dan beredar sebelum pemerintah Republik Indonesia memiliki mata uangnya sendiri ada tiga jenis, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang Jepang, dan mata uang NICA.

Continue reading 7 Fakta Sejarah Hari Oeang: Dari Uang Mata-Mata Sampai A.A. Maramis

Hanya Setingkat di Atas Botswana


Untuk mendukung dunia literasi, negeri Jiran Malaysia memberikan fasilitas pajak berupa biaya yang diperbolehkan mengurangi total pendapatan setahun berupa pengeluaran untuk membeli buku, jurnal, majalah, surat kabar, berlangganan internet, dan membeli komputer.

Jumlah maksimal pengeluaran yang diperkenankan dalam setahun sebesar 2500 ringgit Malaysia atau setara Rp8,9 juta untuk tahun pajak 2019. Malaysia juga membebaskan penjualan buku-buku dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Bagaimana Indonesia?

Baca Lebih Lanjut

Cukuplah Perang Jawa Menjadi Amsal


Pungutan negara tanpa aturan bukan bernama pajak, melainkan palak. Sekalipun ada aturan, sehingga ia resmi bernama pajak, maka dengan pembiaran dan penekanan kepada rakyat, pajak pun tetap menjadi momok dan memicu rakyat memberontak. Cukuplah Perang Jawa menjadi amsal.

Perang Jawa yang berlangsung dari tahun 1825 sampai 1830 menjadi perang terbesar yang pernah dialami dan hampir membangkrutkan penjajah Belanda. Pihak yang berhadap-hadapan dalam perang ini adalah Belanda dan Keraton Yogyakarta di satu sisi dan Pangeran Diponegoro beserta rakyat di sisi lain.

Baca Lebih Lanjut

3 Alasan Menerbitkan Buku Ini: Dari Tanzania ke Tapaktuan Titik Tak Bisa Kembali Kisah Lelaki Menaklukkan Ego dengan Berlari


Alhamdulillaah, berkat doa dan dorongan dari teman-teman semua, buku Dari Tanzania ke Tapaktuan, Titik Tak Bisa Kembali, Kisah Lelaki Menaklukkan Ego dengan Berlari memasuki proses cetak kedua kali.

Perlu teman-teman ketahui, tujuan saya menerbitkan buku ini adalah pertama, ingin memotivasi teman-teman yang ingin berubah. Dari yang belum baik menjadi baik. Dari yang mulanya tidak suka olahraga menjadi hobi. Dari yang belum bisa lari menjadi senang lari. Itu semua butuh dorongan dan motivasi. Insya Allah buku ini menjadi pendorongnya.

Baca Lebih Lanjut

Ayo, Hadiri Acara Bedah Buku Dari Tanzania ke Tapaktuan Malam Ini


Malam nanti Komunitas Sastra Kementerian Keuangan (KSK) akan menggelar acara bedah buku melalui virtual Zoom Meeting (Sabtu, 21 November 2020).

Ada dua buku yang dibedah. Buku pertama adalah buku puisi yang ditulis oleh Mas Nugroho Putu W dan berjudul Kidung Para Pencari. Sedangkan buku kedua adalah bukuku sendiri yang berjudul Dari Tanzania ke Tapaktuan, Titik Tak Bisa Kembali, Kisah Lelaki Menaklukkan Ego dengan Berlari.

Baca Lebih Lanjut

Review Buku Dari Tanzania ke Tapaktuan: RUN, RIZA, RUN!


Dhimas Wisnu Mahendra, teman saya sekaligus penulis novel, membuat ulasan kecilnya terhadap buku saya yang berjudul Dari Tanzania ke Tapaktuan, Titik Tak Bisa Kembali, Kisah Lelaki Menaklukkan Ego dengan Berlari yang terbit pada awal November ini.  Berikut ulasannya.

Dia bukan Forrest Gump. Beratnya dulu 78 kg. November 2014, Tapaktuan, Aceh Selatan. Memungut bola pingpong yang jatuh, menatap kaca, ia melihat sosok kegendutan menatap balik. Itu awalnya.

Baca Lebih Lanjut

Dari Tanzania ke Tapaktuan: Enggak Rugi Baca Buku Ini


Dulu ketika saya memulai lari, saya banyak mencari-cari informasi di internet. Mencarinya di Google, tentunya. Mencari informasi apa? Informasi cara lari, lomba lari, dan pengalaman lari di suatu ajang.

Saya sering kali terpukau membaca cerita lari orang dalam mengikuti lomba. Pengalaman mereka mencari penginapan di sekitar lomba dan pengalaman menegangkan pada saat lombanya itu. Mengasyikkan. Seperti mendapatkan cahaya dari langit di atas Bukit Tursina.

Baca Lebih Lanjut

Shah Rukh Khan dan Buku Dari Tanzania ke Tapaktuan, Titik Tak Bisa Kembali


Bersama Pak Harris Rinaldi.

Alhamdulillaah buku ini, Dari Tanzania ke Tapaktuan, Titik Tak Bisa Kembali, Kisah Lelaki Menaklukkan Ego dengan Berlari, meluncur ke haribaan teman-teman sekalian tepat pada 2 November 2020. Sama dengan ulang tahunnya mega bintang Bollywood Shah Rukh Khan. Kok bisa? Dibisa-bisain saja. 😃

Saya baru tahunya juga di lini masa Instagram barusan, ketika sampai otoritas Burj Khalifa di Dubai membuat video diri Shah Rukh Khan dan ditampilkan di layar kaca dinding-dinding tinggi gedung tertinggi di dunia ini. Megah.

Baca Lebih Lanjut

Dari Tanzania ke Tapaktuan: Menolak Rebahan


Sebelum upacara Hari Oeang ke-74 saya lari pagi dulu. Cukup 5 km saja. Oh, ya. Saya mau cerita sedikit saja.

Ada seorang penulis luar negeri yang kalau punya tema buku yang ingin ia tulis maka ia harus totalitas.

Continue reading Dari Tanzania ke Tapaktuan: Menolak Rebahan