Memetik Pelajaran dari Pelanggan Netflix, Mereka Berbohong


“Algoritma mengenal Anda dengan lebih baik ketimbang Anda mengenal diri sendiri,” Xavier Amatriain, mantan ilmuwan data di Netflix.

Lawrence Summer—mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat, mantan rektor Harvard, dan penerima penghargaan ilmu ekonomi, mengundang Seth Stephens-Davidowitz ke kantornya. Summer ingin membahas tentang big data.

Baca Lebih Lanjut

Bahasa Adolf Hitler dan Bunuh Diri yang Tak Jadi


Buku yang ditulis oleh keturunan Yahudi ini berada di rak sepatu sebuah pesantren di perbatasan Bogor dan Sukabumi. Sejak itu, judulnya melekat di kepala untuk segera dicari dan dibaca.

 

Seorang perempuan Amerika mendatangi Viktor E. Frankl dan bertanya kepadanya, “Bagaimana mungkin Anda masih bisa menulis buku-buku Anda di dalam Bahasa Jerman, bahasanya Adolf Hitler?”

Viktor E. Frankl adalah keturunan Yahudi yang menyintas dari kamp Auschwitz, Dachau dan kamp konsentrasi lainnya selama tiga tahun. Ia seorang neurolog dan psikiater terkenal di Eropa sekaligus penemu teori logoterapi.

Baca Lebih Lanjut

Bedah Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini


 

Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan bedah buku volume kedua di Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Kamis, 9/7). Buku yang dibedah adalah buku yang ditulis oleh Riza Almanfaluthi dan berjudul Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini.

Sebelumnya bedah buku volume satu terselenggara pada Senin, 6 Juli 2020 yang membedah buku Pajak dan Zakat Biarkan Berbeda dengan pembedah adalah penulis buku itu sendiri Eko Novianto Nugroho.

Penyelenggaraan bedah buku ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka memperingati Hari Pajak yang jatuh pada 14 Juli 2020.

Riza Almanfaluthi adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang saat ini bertugas di Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat dan menjabat sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Situs.

Buat yang belum menyaksikan acara bedah buku tersebut, bisa menontonnya pada video di atas yang disiar ulang oleh akun resmi jejaring sosial Direktorat Jenderal Pajak.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
16 Juli 2020

Pelarangan WFH dan Pemeringkatan Pegawai Ala Marissa Mayer


Dulu, jauh sebelum Whatsapp lahir, tempat mengobrol terbaik dalam komunitas adalah mailing list Yahoogroups.

Saat mengetikkan kata kunci di pencarian Google, hasil pencarian akan mulai tampak tanpa perlu mengetikkan teks secara lengkap. Ini pencarian Instant dan merupakan perubahan desain yang radikal pada 2010. Marissa Mayer adalah salah satu orang di balik itu.

Kemudian, perempuan yang terobsesi dengan pengalaman pengguna (user experience) ini ditunjuk sebagai CEO Yahoo pada musim panas 2012 dengan misi menyelamatkan Yahoo dari kebangkrutan.

Continue reading Pelarangan WFH dan Pemeringkatan Pegawai Ala Marissa Mayer

Review Buku The Wolf of Wall Street, Miliarder Saham di Usia 26, Narapidana di Usia 36


Ironis, lembaga-lembaga keuangan Amerika terbaik yang dianggap paling punya legitimasi justru mengakali pasar uang, membangkrutkan Orange County, California, dan mencuri uang pensiun para nenek dan kakek sampai 300 juta dolar.

Jika berharap buku ini seperti The Collapse of Lehman Brothers yang ditulis oleh Lawrence G McDonald dan Patrick Robinson maka Anda harus kecewa.

Baca lebih lanjut

Review Buku Talking to Strangers: Patroli Polisi itu Tak berguna


 

Buku ini yang apabila Anda membacanya sampai di halaman 25 sudah bisa menyimpulkan: ini terbaik dan layak dibaca.

Jumlah polisi yang dibutuhkan untuk berpatroli secara menyeluruh dalam sebuah kawasan selalu tidak mencukupi. Penelitian memang menyodorkan fakta kalau patroli secara menyeluruh tidak juga mengurangi angka kejahatan. Kansas City pada awal 1970-an sudah membuktikannya. Patroli tak berguna.

Baca lebih lanjut

Karyawan Pabrik Juga Membaca Buku, Sebuah Testimoni


Sahabat saya adalah seorang karyawan pabrik. Namanya Enjang Anwar Sanusi. Tinggal di Bekasi.  Seorang buruh yang saya kenal lekat dengan literasi. Penulis sekaligus pembaca rakus. Maka tak heran buku saya yang berjudul Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini  dilahapnya juga.

Jazaakallaah atas apresiasinya pada buku ini. Itu yang saya tulis di atas tanda tangan saya dalam lembaran pertama buku  yang ia beli. Tak hanya itu, ia buktikan lagi dengan memberikan telaahan (review) buku. Buat saya, ini sebuah penghargaan terbaik yang diberikan seorang pembaca.

Baca Lebih Lanjut

[REVIEW BUKU] No Exit: Kejutannya Sampai di Kalimat Terakhir


Bagi Anda penonton film-film Hollywood tentunya sudah tak asing dengan tema cerita kengerian dan pembunuhan yang terjadi di losmen, SPBU, rumah kusam yang berada di jalanan terpencil, dan jauh dari mana-mana. Apalagi tokoh antagonis yang diusung biasanya adalah psikopat keji yang disandingkan dengan protagonis yang berjuang mempertahankan hidup mati-matian.

Buku “No Exit” salah satunya. Pakemnya tidak berbeda, tetapi ujung cerita buku ini benar-benar menyulitkan pembacanya. Yang pasti karena Taylor Adams—sang penulis buku—menyuguhkan ketegangan dan kejutan sampai kalimat terakhir di epilog novelnya.

Baca Lebih Lanjut

Resensi Buku: Guru Aini, Maryamah Karpov Kedua Andrea Hirata


Membaca buku ini membuat pikiran saya melayang di suatu masa ketika guru matematika itu melempari saya dengan sebatang kapur.  Di saat ia dengan serius menjelaskan rangkaian angka-angka, saya malah asyik makan kuaci bunga matahari di dalam kelas.

Guru Aini adalah prekuel dari novel Andrea Hirata: Orang-Orang Biasa. Prekuel itu awalan dari cerita sebelumnya. Novel Guru Aini sejenis novel from zero to hero. Dulu Andrea pernah menulis semacam ini ketika membuat novel Maryamah Karpov. Kali ini palagan itu bukan catur, melainkan matematika, ibu segala ilmu, piston yang menggerakkan seluruh mekanika kepandaian.

Baca Lebih Lanjut

Kaisar Amerika Serikat


Pada saat ini banyak bermunculan kerajaan baru dengan raja-raja barunya di Indonesia. Amerika Serikat juga pernah mengalami mendapatkan raja baru di masa Presiden James Buchanan. Seseorang yang tidak waras bernama Joshua Norton mendaulat dirinya sendiri sebagai kaisar pada 17 September 1859 dengan gelar Kaisar Norton I.

Untuk menunjang tugasnya sebagai kaisar, Norton berpakaian seragam militer lengkap dengan pangkat di pundak, memiliki sebilah pedang, dan bertopi bulu merak. Selama 21 tahun mengelilingi jalanan San Fransisco dengan dikawal dua anjing liar.

Baca Lebih Lanjut