20 Karya Terbaik untuk Merawat Peradaban


Andrei Brighidin merekomendasikan percentage designation sebagai alternatif pelibatan partisipasi publik dalam pembiayaan negara. Caranya, negara memberikan hak kepada wajib pajak untuk mengalokasikan sebagian (dalam persentase tertentu) dari pajak penghasilan yang harus dibayarkannya untuk disalurkan secara langsung kepada kepentingan publik.

Beberapa negara telah menerapkannya. Salah satunya Hongaria. Ini hampir mirip dengan zakat di negeri ini yang telah menjadi pengurang penghasilan bruto yang akan dikenakan pajak. Gaya filantropi melalui pajak ini disalurkan kepada lembaga swadaya masyarakat atau organisasi nirlaba di luar organisasi yang telah mendapatkan alokasi dana pajak melalui program-program pemerintah.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Alibaba (2): Dari Proyek Rahasia Sampai Indonesia


Crocodile in the Yangtze. Gambar dari Businessinsider.com.au

Proyek Rahasia
Agar bisnisnya berkembang maju, Alibaba butuh investor lebih banyak lagi. Dari berbagai lobi, di tahun 1999 ia mendapatkan investor pertamanya yaitu kelompok investor yang dipimpin oleh Goldman Sachs yang membeli 50% saham Alibaba.

Alibaba mendapat tambahan investasi lagi dari bank asal Jepang Softbank sebesar US$20 juta yang kelak membuat pemiliknya—Masayoshi Son—menjadi orang terkaya di Jepang. Modal itu membuat Alibaba mendapatkan dana segar, tenaga segar, dan mendapatkan lebih dari 150.000 anggota terdaftar di situs webnya.

Baca Lebih Lanjut.

Alibaba (1): Alien yang Menciptakannya


BEBERAPA***teman saya di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tapaktuan berbelanja ke negeri Cina. Melalui lapak daring tentunya. Semacam Bukalapak atau Tokopedia di sini. Mereka memanfaatkan harga murah dan ongkos kirim gratis.

Konsekuensinya mereka terima: barang itu baru sampai sebulan atau dua bulan kemudian. Tak jadi soal sembari menunggu pula musim mutasi yang lama tak kunjung tiba. Dari merekalah saya mengenal nama Alibaba.

Baca Lebih Lanjut.

Teka-teki Putri


Di suatu kampung ada lima rumah berderetan yang setiap dindingnya dicat dengan warna berlainan. Penghuni kelima rumah itu berasal dari bangsa yang berbeda-beda: Tajik, Kazak, Kirgiz, Uigur, dan Uzbek. Kelimanya menyukai ragam minuman yang tak sama, senjata kesukaan yang tak serupa, dan memiliki hewan peliharaan dari jenis berlainan.

Si Uigur tinggal di rumah berwarna putih, Si Kazak memelihara babi kate, Si Tajik minum anggur, rumah berwarna hijau berada di samping kiri rumah berwarna kunyit, si pemilik rumah hijau minum air, si penyuka panah memelihara bajing, si pemilik rumah berwarna merah senang bermain cambuk, orang yang tinggal di rumah ketiga atau tepat di tengah minum kahwa.
Baca Lebih Lanjut.

Cinta yang Marah: Kerumitan yang Seharusnya Usai


Jpeg

HARI INI***aku yang tanpa nama berjalan terkatung-katung di antara jutaan aku lain yang juga tanpa nama membawa cinta yang marah dan pisau ke mana-mana.
Halaman 86

Kali ini, buku puisi yang saya selesaikan. Sebuah buku yang ditulis Aan Mansur. Saya beli di Yogyakarta. Kebetulan waktu itu penginapan saya bersebelahan dengan sebuah toko buku ternama di kota itu.

Sambil menunggu Magrib yang akan segera bertamu, saya melihat-lihat banyak buku di sana. Lalu mata saya terpaku pada sebuah buku warna merah ini: Cinta yang Marah.
Baca Lebih Lanjut.

Kelak Mereka adalah Siborg, Bahkan Sekadar Hologram


Saat ini para pengguna jalan tol sering melihat banyak gerbang tol yang dulunya berdiri megah sudah tidak terpakai dan hanya menyisakan kekosongan saja.

Dulu banyak petugas yang melayani pemberian dan pembayaran tiket tol, namun sekarang sudah tidak ada lagi. Semua telah tergantikan dengan mesin. Seluruh pengguna jalan tol dipaksa untuk memakai uang elektronik.

Baca Lebh Lanjut.

Setiap Anjing Boleh Berbahagia, Apalagi Aku


 

Apalagi setelahnya?

Si Tokek memberinya selembar foto. Foto gadis yang sama, yang ditempel di langit-langit kabin truk. Gadis itu telah bertambah besar. Berbeda dengan foto-foto sebelumnya, yang semuanya selalu dibawakan oleh Si Tokek, kali ini di balik foto tersebut ada tulisan. Tulisan tangan si gadis kecil:

 

 

Menulis itu membaca. Maka ketika kesibukan memang telah memakan waktu yang kita punya, bahkan untuk menulis pun sampai tak sempat, bagi saya itu tidak mengapa asal waktu-waktu yang lewat itu telah diisi dengan kegiatan membaca. Ini penting buat menulis dan penulis.

Baca Lebih Lanjut.