Goyang Penasaran


Seperti anak kecil yang menemukan bonekanya yang hilang, Salimah mendekapkan kepala Haji Ahmad pada dadanya. Darah yang belum sepenuhnya membeku menetes di tubuhnya. Mata Salimah berair, terpejam. Bibirnya terbuka setengah. Basah.

 

Waktu kecil dulu, setiap kali cerita setan dikisahkan ibu kepada anak-anaknya pasti telinga ini mendongak tajam. Kepekaan telinga kami meningkat beberapa desibel agar tak melewatkan satu kalimat pun yang diucapkan dari mulut ibu dengan disertai wajah kengerian yang luar biasa.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

1453, Sejarah Anjing-Anjing Kafir yang Ditulis oleh Mereka yang Kalah


012917_1344_1453Sejarah1.jpg

Di Eropa,  citra Turki menjadi kata lain dari kekejaman dan kebengisan. Sejak 1536, kata Turk dipakai dalam bahasa Inggris dengan pengertian, menurut Oxford English Dictionary, “Seseorang yang berperilaku barbar dan biadab. Webster New Collegiate Dictionary menyebutnya begini, ”One who is cruel or tyrannical.”

Stigma ini setelah penaklukkan Konstantinopel pada 83 tahun sebelumnya oleh Muslim Turki Utsmani. Tahun 1453 menjadi khas dan istimewa karena dia adalah sejarah yang justru banyak ditulis oleh pihak yang kalah. Roger Crowley—penulis buku 1453 Detik-detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim—menulis demikian di bab Tentang Sumber buku itu.

Continue reading 1453, Sejarah Anjing-Anjing Kafir yang Ditulis oleh Mereka yang Kalah

The Martian: Si Penghuni Mars



Mark Watney tidak menyangka badai Mars membuatnya harus ditinggal anggota tim Ares 3 yang lain karena dianggap tewas. Tidak ada alat komunikasi yang menghubungkannya dengan Hermes—pesawat pulang pergi Bumi Mars—apalagi dengan Houston di Bumi. Mark harus bertahan hidup dengan segala cara sampai bantuan Ares 4 tiba dari Bumi. Tapi itu butuh waktu lama. Kini yang terpenting adalah bagaimana caranya agar Bumi tahu dia masih hidup.

Sol demi sol ia lalui. Satu sol 39 menit lebih lama dari satu hari. Sebagai seorang ahli botani dan “tukang serba bisa” dalam ekspedisi Mars maka Mark dengan segala cara mendadak menjadi seorang ahli kimia sekaligus ahli fisika untuk bisa bercocok tanam kentang di Hab (tenda pangkalan), memproduksi air, dan menghasilkan oksigen.

Baca Lebih Lanjut.

LEIDEN! Kepemimpinan Yang Menginspirasi


 

COVER LEIDEN - DUTA MEDIA TAMA

Ini bukan soal kota dan universitas tertua di Belanda yang bernama Leiden. Juga bukan membicarakan subjek. Melainkan soal predikat dalam bahasa belanda, leiden, yang berarti memimpin. Pekerjaan seorang pemimpin. Salah satu kriterianya ada dalam cerita ini.

Satu persamaan antara logo Bonek Persebaya Surabaya dan LA Mania Persela Lamongan adalah keduanya memakai wajah suporter yang sama. Bedanya logo Bonek Persebaya memakai ikat kepala sedangkan LA Mania tergambar dengan blangkon. Menariknya, kedua logo ini terinspirasi dari sosok yang sama. Pemuda gagah berani bernama Kadet Soewoko.

Pada 9 Maret 1949, tujuh orang menghadang segerombolan Belanda bersenjata lengkap.  Soewoko dengan  segelintir pasukannya tak pernah gentar menghadapi mereka. Serangan gencar dilancarkan menyebabkan banyak serdadu Belanda terjengkang.  Tapi keadaan berbalik. Belanda mengepung. Sampai Soewoko akhirnya tertembak dan terluka parah.

Baca Lebih Lanjut.

Cinta Tak Lekang Sabari



Judul        : Ayah

Penulis    : Andrea Hirata

Penerbit    : Bentang Pustaka

Terbit    : Cetakan Keenam, Agustus 2015

Tebal     : xx + 412 halaman

Sabari sudah kadung cinta kepada Marlena sejak SMP, sampai SMA, kemudian lulus. Tapi apa daya cintanya selalu ditolak Lena. Tak pernah hidupnya berpaling dari Lena, si cantik pemberontak berlesung pipit, hingga semua yang dikerjakan dalam hidupnya hanya untuk sebuah obsesi: cinta Lena.

Kemudian Sabari ketiban pulung, kalau tidak disebut mengorbankan dirinya. Karena suatu sebab, Sabari diminta Markoni untuk menikahi Lena. Walau mereka sudah menikah, tak pernah mereka hidup serumah. Hingga Si L dan seluruh kebaikan yang dibawa—sebutan Sabari kepada Lenamelahirkan anak yang kemudian biasa dipanggil Zorro.

Baca Lebih Lanjut.

Dokter Cilik dan Stetoskop Ajaibnya



Judul            : Syifa dan Stetoskop Ajaib

Penulis        : Sri Widiyastuti

Penerbit        : DAR! Mizan

Tahun        : 2015

Tebal            : 124 Halaman

ISBN            : 978-602-242-743-8

Syifa anak kelas tiga sekolah dasar yang bercita-cita menjadi dokter. Mama Syifa mengikutkan Syifa ke ekstrakurikuler dokter kecil di sekolahnya. Suatu ketika, ia mengikuti lomba dokter kecil tingkat sekolah dasar yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Tak menyangka ia menjadi juara pertama lomba itu. Sebagai hadiahnya Syifa mendapatkan piala dan sebuah stetoskop berwarna merah. Ajaib, alat yang biasa dipakai dokter dan digunakan untuk memeriksa suara dalam tubuh ini ternyata bisa bicara dan bergerak-gerak. Benda itu hidup.

Ayaya, stetoskop ini namanya Stevi. Dulu Stevi memiliki seorang tuan yang sudah menjadi dokter spesialis. Stevi mencari tuan barunya. Syifalah orangnya. Akhirnya Syifa dan Stevi menjalin persahabatan dan memulai petualangan-petualangan barunya.

Baca Lebih Lanjut.

APPLE VS GOOGLE: Perseteruan Korporasi Besar yang Melahirkan Revolusi Teknologi Digital



Judul Buku    :     Apple vs Google: Perseteruan Korporasi Besar yang Melahirkan Revolusi Teknologi Digital

Penulis        :    Fred Vogelstein

Penerbit    :     Bentang

Cetakan    :     2015

Tebal        :     viii + 372 hal

Kematian perusahaan ternama di industri teknologi ini benar adanya dan sudah memakan banyak korban. Akankah terulang lagi?

Apple dan Google terkenal sebagai perusahaan peraup laba terbesar dan pencipta inovasi penting. Apple dengan iPhone dan Google dengan Androidnya. Jauh sebelum itu Apple menciptakan Macintosh dan iPod. Google dengan mesin pencari kelas wahid. Memang ada beda. Ini seperti sesuatu yang tidak bisa dipertarungkan. Yang satu menghasilkan perangkat keras, sedangkan yang lainnya dengan perangkat lunaknya.

Lalu apa yang diperebutkan oleh dua perusahaan terbesar di dunia ini? Platform. iPhone dan Android sedang memperebutkannya. Pemenang perseteruan ini biasanya mendapatkan pangsa pasar dan laba melebihi 75%. Yang kalah hanya bisa berjuang agar bisa bertahan.

Baca Lebih Lanjut.