Kaisar Amerika Serikat


Pada saat ini banyak bermunculan kerajaan baru dengan raja-raja barunya di Indonesia. Amerika Serikat juga pernah mengalami mendapatkan raja baru di masa Presiden James Buchanan. Seseorang yang tidak waras bernama Joshua Norton mendaulat dirinya sendiri sebagai kaisar pada 17 September 1859 dengan gelar Kaisar Norton I.

Untuk menunjang tugasnya sebagai kaisar, Norton berpakaian seragam militer lengkap dengan pangkat di pundak, memiliki sebilah pedang, dan bertopi bulu merak. Selama 21 tahun mengelilingi jalanan San Fransisco dengan dikawal dua anjing liar.

Baca Lebih Lanjut

Belajar ke Seoul


Seorang CEO hotel prestisius di New York pergi ke Seoul, Korea Selatan, dua kali dalam setahun. Ia menginap di hotel yang sama dalam dua kesempatan itu. CEO terkesan dengan sikap pegawai hotel itu yang mengucapkan, “Selamat datang, Pak! Senang bertemu Anda kembali.”

Sepulangnya dari Korea Selatan, ia segera berkonsultasi dengan para ahli. Mereka merekomendasikan kepada CEO untuk memasang kamera-kamera dengan peranti lunak pengenal wajah (face recognition). Kamera itu akan memotret wajah tamu dan memberi tahu resepsionis apabila tamu yang datang itu pernah menginap di sana sebelumnya.

Baca lebih lanjut

Margareta Sofyana, Ibu Kemanusiaan Rawasari


Rita di depan rumahnya.

Sosok teguh hati menyigi kesehatan dari gang sempit, pasar, sampai diskotek. Ini soal kerja kemanusiaan yang butuh napas panjang.

Perempuan itu keluar dari rumahnya yang berada di gang sempit persis ketika saya datang pada Sabtu, 9 November 2019. Ia kemudian menyilakan saya masuk ke ruang tamunya yang kecil. Ada sofa di sana dan karpet berwarna merah terhampar di lantai. Saya memilih duduk di atas karpet. Kipas yang tergantung di plafon rumah berputar dengan kecepatan normal. Sudah cukup untuk menyejukkan ruangan tak seberapa besar itu.

“Silakan diminum, Mas,” katanya. Perempuan itu, Margareta Sofyana, 47 tahun, menghidangkan segelas teh hangat yang tak elok untuk ditampik. Pagi menjelang siang itu ia tampak sederhana. Tubuhnya berbalut pakaian yang rapat mulai dari kepala sampai kaki. Wajahnya selalu dihiasi dengan senyum. Senantiasa semringah.

Continue reading Margareta Sofyana, Ibu Kemanusiaan Rawasari

Hadapi Wartawan Bodrek


Binanto Suryono, 44 tahun, menyeruput kopi hitam dari cangkir yang ada di depannya. Ia menceritakan kalau dirinya baru dipindahtugaskan sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Tiga, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sleman sebulan lalu.

Sebelumnya Binanto menjadi Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tuban. “Fungsi kehumasan di kantor pajak daerah ya ada di seksi ini,” kata Binanto dalam obrolan pagi itu di Yogyakarta pada Selasa, 22 Oktober 2019.

Baca Lebih Lanjut

Semangkuk Empal Gentong Untuknya


Sekeluarnya dari peron Stasiun Cirebon, saya dipepet bapak tukang becak yang menawarkan jasanya. “Mau ke mana, Pak? Saya antar ya, Pak?” kata tukang becak itu dengan logat Cirebonnya yang kental-kental manis.

“Enggak, Pak,” tukas saya. Saya memang hendak ke penginapan yang tak jauh dari Stasiun Cirebon, namun spanduk besar berwarna kuning bertuliskan Empal Gentong Mang Darma sangat merisak selera saya di waktu jam makan siang ini.

Continue reading Semangkuk Empal Gentong Untuknya

Linouw dan Titik Nol Asa Bermula


Kepulan asap dari dunia di bawah Linouw.

Sepanjang tiga tahun dan empat bulan di Serambi Mekkah, tidak membuat saya mampu melancong ke Titik Nol Indonesia di Sabang atau Danau Laut Tawar yang berada di Takeng​​on, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

Namun, pada suatu masa, akhirnya ada penugasan yang membawa saya ke suatu danau. Terletak di suatu tempat yang tidak pernah terpikirkan kalau saya bisa mengunjunginya: Danau Linouw, Tomohon, Sulawesi utara.

Baca Lebih Lanjut

Di Tepian Cilacap: Safar dan Kebodohan yang Kita Buat


Salah satu sisi benteng yang digunakan untuk menembak.

Ketika aku menawarkan kepadamu semangkuk mi ayam porsi kedua apakah engkau akan menerimanya seantusias porsi pertama? Tentu tidak kecuali engkau memang belum makan tiga hari tiga malam. Begitu pula dengan safar membelah lautan untuk mengudap senja di sebuah selat.

Setelah kami menyusuri kegelapan Benteng Pendem dengan ditemani seorang pemandu wisata, sore itu kami membelah diri menjadi dua grup. Masing-masing grup beranggotakan enam orang. Kami menyewa dua perahu nelayan yang bergerak cepat dari Pantai Teluk Penyu.

Baca Lebih Lanjut.