Moldova atau Islandia, Pilih Mana?


Moldova adalah negara yang rakyatnya paling tak bahagia. Islandia sebaliknya. Sebabnya adalah rakyat Moldova kurang percaya satu sama lain. Di Islandia, pertemanan adalah segalanya. Itu kesimpulan sebuah penelitian beberapa waktu lampau.

**

Hari ini, Selasa, 17 Maret 2020 adalah hari pertama kami melaksanakan Kerja dari Rumah (KDR) atau Work from Home. Sebanyak 80% pelaksana Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak melaksanakan KDR itu.

Baca Lebih Lanjut

Cara Prediksi Orang Mau Bayar Utang Atau Tidak


Jadi tiga ekonom seperti Kang Oded Netzer, Alan Lemaire, dan Michal Herzenstein ini dari penelitiannya bisa menyimpulkan bahwa orang dapat melunasi utang atau tidak, bisa dilihat dari kata-kata yang disampaikan pengutang kepada pemberi pinjaman. Kata-kata itu jadi prediktor kuat orang ini bisa melunasi utangnya atau tidak.

Nah, tiga orang itu meminta kita menebak dari 10 kata-kata ini mana yang sering digunakan oleh orang yang cuma janji belaka dan mana yang memang sanggup melunasi utangnya.

Baca Lebih Lanjut

Kaisar Amerika Serikat


Pada saat ini banyak bermunculan kerajaan baru dengan raja-raja barunya di Indonesia. Amerika Serikat juga pernah mengalami mendapatkan raja baru di masa Presiden James Buchanan. Seseorang yang tidak waras bernama Joshua Norton mendaulat dirinya sendiri sebagai kaisar pada 17 September 1859 dengan gelar Kaisar Norton I.

Untuk menunjang tugasnya sebagai kaisar, Norton berpakaian seragam militer lengkap dengan pangkat di pundak, memiliki sebilah pedang, dan bertopi bulu merak. Selama 21 tahun mengelilingi jalanan San Fransisco dengan dikawal dua anjing liar.

Baca Lebih Lanjut

Belajar ke Seoul


Seorang CEO hotel prestisius di New York pergi ke Seoul, Korea Selatan, dua kali dalam setahun. Ia menginap di hotel yang sama dalam dua kesempatan itu. CEO terkesan dengan sikap pegawai hotel itu yang mengucapkan, “Selamat datang, Pak! Senang bertemu Anda kembali.”

Sepulangnya dari Korea Selatan, ia segera berkonsultasi dengan para ahli. Mereka merekomendasikan kepada CEO untuk memasang kamera-kamera dengan peranti lunak pengenal wajah (face recognition). Kamera itu akan memotret wajah tamu dan memberi tahu resepsionis apabila tamu yang datang itu pernah menginap di sana sebelumnya.

Baca lebih lanjut

Margareta Sofyana, Ibu Kemanusiaan Rawasari


Rita di depan rumahnya.

Sosok teguh hati menyigi kesehatan dari gang sempit, pasar, sampai diskotek. Ini soal kerja kemanusiaan yang butuh napas panjang.

Perempuan itu keluar dari rumahnya yang berada di gang sempit persis ketika saya datang pada Sabtu, 9 November 2019. Ia kemudian menyilakan saya masuk ke ruang tamunya yang kecil. Ada sofa di sana dan karpet berwarna merah terhampar di lantai. Saya memilih duduk di atas karpet. Kipas yang tergantung di plafon rumah berputar dengan kecepatan normal. Sudah cukup untuk menyejukkan ruangan tak seberapa besar itu.

“Silakan diminum, Mas,” katanya. Perempuan itu, Margareta Sofyana, 47 tahun, menghidangkan segelas teh hangat yang tak elok untuk ditampik. Pagi menjelang siang itu ia tampak sederhana. Tubuhnya berbalut pakaian yang rapat mulai dari kepala sampai kaki. Wajahnya selalu dihiasi dengan senyum. Senantiasa semringah.

Continue reading Margareta Sofyana, Ibu Kemanusiaan Rawasari

Hadapi Wartawan Bodrek


Binanto Suryono, 44 tahun, menyeruput kopi hitam dari cangkir yang ada di depannya. Ia menceritakan kalau dirinya baru dipindahtugaskan sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Tiga, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sleman sebulan lalu.

Sebelumnya Binanto menjadi Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tuban. “Fungsi kehumasan di kantor pajak daerah ya ada di seksi ini,” kata Binanto dalam obrolan pagi itu di Yogyakarta pada Selasa, 22 Oktober 2019.

Baca Lebih Lanjut

Semangkuk Empal Gentong Untuknya


Sekeluarnya dari peron Stasiun Cirebon, saya dipepet bapak tukang becak yang menawarkan jasanya. “Mau ke mana, Pak? Saya antar ya, Pak?” kata tukang becak itu dengan logat Cirebonnya yang kental-kental manis.

“Enggak, Pak,” tukas saya. Saya memang hendak ke penginapan yang tak jauh dari Stasiun Cirebon, namun spanduk besar berwarna kuning bertuliskan Empal Gentong Mang Darma sangat merisak selera saya di waktu jam makan siang ini.

Continue reading Semangkuk Empal Gentong Untuknya