Berkemih di Kolong Jembatan Cawang


Chubbyrock, ini kucing kampung, jantan, tua-tua keladi, dan bulunya berwarna oranye. Mata kanannya berkabut, jejak luka seusai berkelahi mixed martial arts sesama kucing. Makanya kalau jalan, kepalanya selalu miring ke kanan.

Tubuhnya juga banyak bekas cedera. Entah seberapa banyak pertempuran jalanan yang telah ia lalui, entah dalam rangka memperebutkan betina atau mempertahankan daerah kekuasaannya.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Kelak Mereka adalah Siborg, Bahkan Sekadar Hologram


Saat ini para pengguna jalan tol sering melihat banyak gerbang tol yang dulunya berdiri megah sudah tidak terpakai dan hanya menyisakan kekosongan saja.

Dulu banyak petugas yang melayani pemberian dan pembayaran tiket tol, namun sekarang sudah tidak ada lagi. Semua telah tergantikan dengan mesin. Seluruh pengguna jalan tol dipaksa untuk memakai uang elektronik.

Baca Lebh Lanjut.

Plagiarisme di Situs Web Pajakgoid


Di ronde kesepuluh, tepatnya di menit 1:34, Phil Edwards, wasit pertandingan, menghentikan duel tinju setelah beberapa pukulan Anthony Joshua menghunjam telak wajah petinju asal Prancis Carlos Takam.

Delapan puluh ribu penonton di Principality Stadium, Cardiff, Wales menjadi saksi ketangguhan Anthony Joshua mempertahankan tiga gelar juara tinju kelas beratnya versi WBA, IBF, dan IBO.
Baca Lebih Lanjut

Cara Mudah Matikan Alarm Avanza Saat Remote Rusak


Sudah saatnya ia dimatikan.

Saya mengambil pacul dan menghancurkannya.

 

Pagi ini memang niatnya untuk servis mobil yang baru mencapai 80.000 kilometer setelah hampir 10 tahun. Avanza 2007 ini memang jarang digunakan. Pada hari libur kerja saja biasanya dipakai. Itu pun jarang-jarang. Ia akan menjadi budak kerja rodi pada saat mudik lebaran.

Saya punya remote alarm mobil ini dua biji. Satu sebagai cadangan sudah rusak berat. Terlalu sensitif. Kalau pegangnya enggak benar, ia akan tersambung dengan gelombang alarm mobil dan mengaktifkannya. Sudah dari dulu saya ingin segera mengganti remote itu.
Baca Lebih Lanjut.

Matanya Bukan Mata Medusa


 

Satu-satunya kesedihanku ialah
bahwa aku tak akan lagi bisa memandangmu,
ketika kau memandangku.

Panggilan telepon di malam hari itu masuk ke telepon genggam saya. Dari sebuah nomor yang tak dikenal. Tapi saya masih bersedia mengangkatnya. Commuter line yang saya naiki sebentar lagi masuk Stasiun Citayam.

Ternyata masih urusan kantor. Dari seorang sejawat di direktorat lain. Suara dari pelantang menyentak saya bahwa kereta rel listrik akan segera tiba di Stasiun Citayam. Bergegas saya mengambil tas warna hitam dari atas rak. Kemudian ketika pintu commuter line terbuka, saya pun turun.

Baca Lebih lanjut.

Sudah Kubilang, Aku Pergi Untuk Kembali


Di September yang dipaksa untuk ceria, seorang laki-laki bertemu dengan muasalnya, sejarahnya. Untuk tak mati, sejarah memakan nektar dan ambrosia waktu agar terus awet muda. Lelaki ini tidak. Ia hanya menuliskannya di laman Facebook.

Setelah berjuang dari ketersesatan Google Maps—dan sesungguhnya saya berlindung kepada Tuhan atas hal itu—yang membuat saya harus menyusuri jalanan sempit Pondok Karya, akhirnya saya bisa menemukan kampus Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN yang saya tinggalkan 20 tahun lampau ini.

Continue reading Sudah Kubilang, Aku Pergi Untuk Kembali

Jangan Pernah Ragu dan Sangsi


Apa yang kita lakukan setelah berharap dan berdoa kepada-Nya? Ini soal “No Doubt”.

Kalau sudah meminta apa saja kepada-Nya, walau sesuatu yang mustahil, ada kerja yang harus kita lakukan: jangan pernah meragukan-Nya. Jangan pernah menyangsikan-Nya.

Yang terpenting darimu–kata Ibnu Athaillah– bukanlah bentuk permohonanmu, tetapi kesadaranmu bahwa Dialah yang memenuhi kebutuhanmu. Kamu sungguh tidak sopan bila kamu memperlakukan-Nya seperti makhluk-Nya.

Jika kamu sudah meminta, berserahlah kepada pemberian-Nya. Tak perlu mempertanyakan-Nya seperti kebiasaanmu kepada makhluk-Nya. Allah menjawab semua permohonan hamba-Nya, di mana dan kapan pun hamba-Nya berada. Dia lebih dekat denganmu daripada urat lehermu sendiri.

Coba perhatikan “default” ini: Allah menjawab semua permohonan hamba-Nya. Sekarang atau nanti. Cepat atau lambat.

Di hari penghisaban, seorang hamba terkejut mendapatkan hadiah yang mahadahsyat dari Allah. Ia mendapatkan limpahan pahala yang tidak terduga dan tidak tahu dari mana ia mendapatkannya.

Hamba itu bertanya-tanya, “Ini atas kebaikan yang mana? Ini apa?” Padahal selama hidupnya di dunia ia tidak melakukan amal-amal besar.

Lalu ia diberi tahu. Itu semua atas doa-doanya yang setiap waktu ia panjatkan namun belum dikabulkan Allah di dunia. Dan sekaranglah, di waktu tidak ada naungan kecuali naungan-Nya ia mendapatkan sesuatu yang tak tepermanai. Allah Mahabesar.

Jika ada karib yang meminta doa kepada kita, maka ini sebuah kesempatan besar buat kita sendiri menanam tabungan untuk kehidupan kita di sana. Dengan juga tetap berharap bahwa doa kita dikabulkan segera untuk karib kita itu.

Maka, sesungguhnya berdoa adalah ruang kecil buat kita meminta segala kepada-Nya. Lalu berserah dan tak meragukan-Nya. Jika kamu sudah bersaksi, mengapa masih sangsi?

Pada pagi ini, ada bisik-bisik doa untukmu. Doa kebaikan. Pun, apakah engkau sudah berdoa, Sayang?


***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Buitenzorg, 2 Juli 2017
Buat yang lagi perjalanan balik banyak-banyaklah doa di sepanjang perjalanan.

Top of Form