FREELETICS WOCHE 14: Memula dan Mengakhiri


ytimg.com

I normally pray before a race, I read dua

~~Mo, long distance runner.

Nama depannya memang Mohamed, dan nama itu bagi petugas Bea Cukai mamarika—dalam sistem komputer mereka—adalah nama yang mencurigakan, nama teroris. Sehingga ia terpaksa diberhentikan berulang kali. Walau sudah menunjukkan kepada petugas medali emas olimpiade yang diperolehnya di tahun 2012 ia tidak diperkenankan masuk ke negara itu.

Sebelum kenal olahraga ini saya tak tahu siapa itu Mohamed Farah yang juga biasa disebut Mo Farah, pelari Great Britain kelahiran Somalia tahun 1983. Pelari jarak menengah dan jauh serta pemegang medali emas di Olimpiade London 2012 lalu. Dia pernah bilang, “I normally pray before a race, I read dua, think about how hard I’ve worked and just go for it.” Sering saya melihat bagaimana ketika memenangkan lomba dia selalu bersujud menghadap kiblat dua kali.

Kenal Freeletics, jadi kenal olahraga lari, dan sering nonton lomba lari di Youtube. Entah lomba lari dalam stadion atau half marathon dan full marathon, saya tonton sampai tuntas. Padahal hanya melihat orang lari gitu-gitu doang. Apalagi kalau Mo Farah—fan Arsenal ini—yang lagi lomba dan bersaing mengalahkan Kenenisa Bekele dan Haile Gebrselassie, dua pelari top dunia dari Ethiopia ini. Lari tak bisa dipisahkan dari Freeletics. Free Athlete bukan atlit kalau tak bisa lari.

Minggu keempat belas akhirnya usai. Hanya ada empat latihan saja di minggu ini yang saya kebut dalam empat hari berturut-turut tanpa diselingi dengan hari istirahat. Mulai dari hari Ahad sampai hari Rabu. Entah di Citayam ataupun di Tapaktuan. Bahkan dilaksanakan di hari setelah menempuh perjalanan selama 20 jam dari Citayam. Shubuh sampai di Tapaktuan, dhuha diselesaikan latihannya.

Pencapaian sampai minggu keempat ini sungguh sangat signifikan. Berat badan tinggal 62,6 kilogram. Lebih dari empat minggu yang lalu tidak pernah bisa dibayangkan berat badan bisa mencapai jumlah segitu. Semua dilalui tidak mudah tapi bisa dilakukan oleh saya. Bahkan oleh hampir semua orang. Kiatnya sudah saya tulis di Freeletics Woche 13 (Baca: Lima hal yang Dibutuhkan dalam Freeletics).

Masih banyak yang bertanya bagaiama caranya bisa “ngurusin” badan kayak gitu. Saya biasanya langsung kasih link Freeletics Buat Pemula (baca di sini). Tentu tidak hanya itu biasanya saya juga ditanya bagaimana pola dietnya. Nah, kalau soal yang itu belum juga saya tulis. Insya Allah nantilah.

Soalnya memang ada yang bilang kalau sebagian besar proses penurunan berat badan ada pada pola makan. Berkisar 80%. Sedangkan olahraga 20%. Rajin olahraga tapi makan masih sembarangan memang berat badan bisa turun juga tapi percepatannya lambat. Berbeda dengan mereka yang menerapkan pola diet. Sekali lagi sangat signifikan penurunannya.

Lalu bagaimana dengan mereka yang menerapkan diet pada pola makannya tapi tanpa olahraga. Bagi saya yang awam, ini cara mudah buat mereka yang tak pengen susah dan menderita. Pengennya instan. Tapi tetap saja ada bedanya. Dengan olahraga tubuh tambah sehat dan metabolisme tubuhnya lebih baik daripada yang tidak berolahraga. Kalau tidak olahraga belumlah lengkap. Olahraga mempercepat proses pembakaran kalori. Sehingga dengan demikian penurunan berat badan lebih cepat daripada yang tidak olahraga.

Nah, menu latihan kali ini sebagai berikut:

Dengan tantangan mingguan memecahkan Personal Best (PB) Poseidon. Selama latihan Freeletics ini baru dua kali menyentuh Poseidon. Dan PB Poseidon terakhir adalah 16 menit 20 detik. Poseidon pertama lebih parah waktunya yaitu 18 menit 18 detik.

Ohya sekadar menyegarkan kembali ingatan tentang Poseidon. Ini adalah salah satu menu latihan dalam Freeletics yang terdiri dari:

Lalu bisakah minggu ini pecah PB itu?

Ini hasil latihan dalam minggu keempat itu:

Poseidon dapat dua kali PB. Yang terakhir bisa sampai tujuh menit pas. Lalu bisa juga buat PB Metis dua kali. Metis terakhir bisa melampaui waktu psikologis: di bawah 6 menit. Di minggu kelima belas, minggu tulisan ini di buat, kelak saya akan menceritakan bagaimana saya pun mampu mencetak PB Aphrodite di bawah waktu psikologis: di bawah 20 menit. Kembali ke minggu ini, dalam dua kali Iris saya tidak bisa mencetak PB. Situps Max pun demikian. Masih jauh dari standar PB saya: 161 repetisi dalam jangka waktu lima menit.

Oh ya di minggu kelima ini pun tak ada latihan bonus seperti lari 5K. Sayang sekali. Sebabnya kenapa? No Excuse dah. Sayanya saja yang malas atau pengen-pengen cepat menyelesaikan 15 minggu Freeletics ini. Makanya minggu keempat belas ini satu pekannya cuma enam hari. Soalnya satu harinya yaitu hari terakhir, hari Jumat, buat latihan pertama menu minggu terakhir. Biasanya dalam hitungan saya hari pertama latihan mingguan adalah hari Sabtu. Untuk minggu terakhir yaitu minggu ke-15 ini saya memulainya dari hari Jumat itu, hari terakhir minggu ke-14.

Tapi jangan lupa, walau tidak ada latihan bonus lari, di minggu ke-14 ini ada Iris. Di Iris itu ada lari dua kilometer. Jadi setidaknya saya masih lari empat kilometer.

Itu saja kali yang bisa saya ceritakan di minggu ini. Alhamdulillah, itu kata yang terucap setelah usai latihan dan bismillah ketika memula latihan. Ditambah shalawat. Sebagai doa. Yang berarti bahwa saya ini tiada daya dan kekuatan sama sekali. Yang punya adalah DIA. Yang memberikan kematian, kehidupan, daya, kekuatan dan kesehatan kepada saya yang lemah ini. Begitulah Mo Farah memula race demikian pula saya setiap memula Freeletics.

***

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

10 April 2015

Advertisements

4 thoughts on “FREELETICS WOCHE 14: Memula dan Mengakhiri

  1. gan itu gerakan session itu dikerjakan satu hari? misalnya week 14 ada 4 session. berarti dikerjakan sekaligus tuh? apa satu session sehari? klo dikerjakan satu hari yg sama apa bedanya dgn hell week? hell week kn satu hari bs dua, tiga menu.

    Like

    1. Misal di week 14 ada 4 session, maka kerjakan dalam 4 hari. satu sesi adalah satu hari. Dalam satu session bisa jadi ada dua workout. Nah workout itu bisa dikerjakan sekaligus, atau satu workout di pagi hari sisanya di sore hari. Betul. kalau hellweek bisa satu dua menu dalam sehari, demikian.

      Jabat erat.

      *Riza Almanfaluthi*

      rizaalmanfaluthi.com

      Pada 24 Oktober 2016 13.14, Blog Riza Almanfaluthi menulis:

      >

      Like

  2. oke gan. thank’s buat penjelasan nya.ini yg sy cari. blog sblh ngitungnya 4 session hrs dikerjain satu hari..makanya sy bingung. dia sndr latihannya di modif gak ngikutin latihan aslinya..sekali lagi makasih buat penjelasan nya semoga sy bs konsisten. hehe.

    Liked by 1 person

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s