Dirjen Pajak: Kritikan di Medsos, Tanda Cinta Masyarakat


Banyaknya kritikan terhadap Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak di media sosial ditanggapi Direktur Jenderal Pajak dengan santai. “Kritikan itu tanda cinta masyarakat kepada kita,” kata Ken Dwijugiasteadi pada acara Penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Direktorat Jenderal Pajak 2017 di Auditorium Chakti Buddhi Bhakti, Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (15/9).

Menurut Ken, yang terjadi karena masyarakat belum tahu, sehingga salah paham. “Kita sudah mengklarifikasinya,” tambah Ken. Dalam kesempatan itu, Ken yang melihat banyaknya pegawai Ditjen Pajak berjiwa seni, merencanakan akan mengadakan kegiatan tahunan seperti DJP Jazz atau Festifal Rock di bulan Oktober.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Agar Tak Berjerawat, Maka Harus Dirawat


Sampai catatan ini ditulis, pajak.go.id menduduki peringkat 136 situs web di Indonesia berdasarkan peringkat situs web yang disusun oleh Alexa.

Situs web pajak.go.id adalah salah satu wajah institusi besar ini. Tentu perlu dikelola sedemikian rupa agar baik dari sisi tampilan dan konten. Terutama untuk pengampu kepentingan utamanya: masyarakat dan wajib pajak. Maka dalam pengelolaannya, semua berpijak kepada prinsip “kemudahan buat wajib pajak.” Artinya situs web dapat memudahkan dan memberikan apa yang dicari wajib pajak serta mampu memenuhi ekspektasi wajib pajak.

Banyak kerja yang dilakukan untuk mewujudkan itu. Dalam Sasaran Strategis Direktorat Jenderal Pajak 2015-2019 peningkatan kualitas tampilan dan konten merupakan pelayanan prima kepada wajib pajak. Penjabaran sasaran strategisnya dalam bentuk Inisiatif Strategis 3 berupa Ekspansi Fungsionalitas Situs Web.

Baca Lebih Lanjut.

Belajar Menjadi Manusia


Ratusan orang berkelimun di tempat ini. Mereka yang berasal dari Banda Aceh sampai Merauke. Mereka yang memberikan pelayanan kepada wajib pajak. Pelayanan yang menjadi wajah instansi pengumpul pundi-pundi negara, Direktorat Jenderal Pajak.

Baik buruknya DJP seringkali diukur saat mereka sebagai Kepala Seksi Pelayanan bersama skuatnya di Seksi Pelayanan Kantor Pelayanan Pajak dapat menyerahkan kepada wajib pajak sebuah paras dengan senyum bercahaya terpasang, perangai sopan tersajikan, dan persoalan hidup yang disembunyikan.

Baca Lebih Lanjut.

Standardisasi Pelayanan Pajak Se-Indonesia, Ditjen Pajak Konsolidasi di Bali


Beleid tentang standar pelayanan di Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) sudah diluncurkan di akhir 2016 lalu. Aturan itu berusaha menyeragamkan dalam pemberian pelayanan prima kepada wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dari Aceh sampai Papua. Pemahaman yang komprehensif tentang standar pelayanan dan pengimplementasiannya penting untuk diketahui oleh seluruh Kepala Seksi Pelayanan sebagai manajer yang mengawal pelayanan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) di TPT.

“Terutama informasi dan pengetahuan terkini berkaitan dengan standardisasi pelayanan,” kata Ketua Panitia sekaligus Kepala Subdirektorat Pelayanan Perpajakan, Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Ditjen Pajak Anita Widiati dalam Acara Bimbingan Teknis Standardisasi Pelayanan pada Tempat Pelayanan Terpadu I Tahun 2017, di Kuta, Badung, Bali, (Senin, 15/5).

Baca Lebih Lanjut.

Bertekad Sempurnakan Pelayanan, Ditjen Pajak Siapkan Tantangan Baru


Di 2016, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mendapatkan penghargaan Service Quality Award sebagai The Most Prestigious Service Quality Gold Award 2016 untuk kategori perusahaan penyedia layanan umum (Public Service Industries) yang mengungguli PT Kereta Api Indonesia, Kantor Pelayanan PLN, dan Kantor Samsat.

“Saya memberi tantangan di 2017 ini adalah bisa tidak Ditjen Pajak memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya menyamai bahkan mengungguli pelayanan yang diberikan perbankan atau perusahaan motor itu?” tantang Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama saat membuka Acara Bimbingan Teknis Standardisasi Pelayanan pada Tempat Pelayanan Terpadu I Tahun 2017, di Kuta, Badung, Bali, (Senin, 15/5).

Baca Lebih Lanjut.

Ingin Beri Masukan untuk Reformasi Perpajakan? Ini Caranya


Roda Reformasi Perpajakan sedang bergerak. Masih panjang jalan yang ditempuh untuk menggapai adicita: menjadikan Direktorat Jenderal Pajak sebagai institusi perpajakan yang kuat, kredibel, dan akuntabel.

Rencana-rencana telah ditetapkan. Penyesuaian-penyesuaian diterima sebagai perbaikan dan pengokohan ikhtiar. Lebih asasi lagi adalah pelibatan semua pegawai Direktorat Jenderal Pajak dalam mendukung jalannya Reformasi Perpajakan. Ini ihwal yang mutlak.

Baca Lebih Lanjut.