Cerita Lari Borobudur Marathon 2018: Setelah Tikungan Terakhir


 

Anak kelas satu SMA di sampingku itu menyalakan sebatang rokok. Karbon monoksidanya terbang ke mana-mana di bus ekonomi yang melaju dari Magelang menuju Yogyakarta, Minggu sore itu (18/11).

“Tolong matikan. Aku tak tahan dengan asapnya,” pintaku .

“Eh, iya. Iya, Pak.” Ia segera mematikan rokok. Itu membuatku lega dan bisa memberikan kesempatan buatku mengingat-ingat apa yang telah kulakukan semenjak dini hari itu: lari sepanjang 42,195 kilometer di Borobudur Marathon 2018.

**

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Cerita Lari Borobudur Marathon 2018: Karena Kita Sekadar Pelari Rekreasional


Borobudur Marathon 2018 pada 18 November 2018 ini adalah Full Marathon (FM) kedua buat saya, setelah Mandiri Jogja Marathon di Prambanan pada 15 April 2018 lalu. Ini persis di tahun ketika usia saya menginjak 42 tahun.

Alhamdulillah, menurut kebaperan saya, FM ini lebih ringan daripada FM di Prambanan atau ketika latihan long run sendirian selama empat minggu sebelumnya.

Baca Lebih Lanjut.

Empat Hal Ini Menjawab Mengapa Mental Free Athletes Berbeda dengan Mental Orang Biasa



Teman-teman. Tidak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat. Sudah 2,5 tahun saya berkecimpung dengan dunia Freeletics. Alhamdulillah saya masih konsisten untuk berlatih. Walaupun tentu dengan usaha yang lebih dikarenakan kesibukan dan ketiadaan waktu.

Sewaktu di Tapaktuan saya masih sempat untuk berlatih di pagi hari sebelum ke kantor atau di sore hari sebelum Magrib datang.

Baca Lebih Lanjut.

Buat Free Athlete, Hati-hati Saat Daftar Freeletics Dengan Kartu Kredit



Akhir tahun 2016 ini Freeletics memberikan diskon besar buat Free Athlete yang ingin latihan dengan fitur Coach. Harga yang biasanya setahun itu mahal—bisa di atas satu juta rupiah, sekarang dipotong habis sampai hanya 27,99 USD setahun. Bahkan dengan keuntungan lain berupa mengakses tiga aplikasi utama Freeletics yaitu Bodyweight, Running dan Gym. Tentu harga murah itu bikin Free Athlete seperti saya tergiur.

Sudah dua tahun jadi Free Athlete tapi tidak pernah latihan terprogram dengan Coach berbayar. Setahun pertama (tahun 2015) saya memakai menu latihan kuno dalam bentuk pdf. Itu menu saat Freeletics awal-awal didirikan. Di tahun kedua yaitu tahun 2016 dalam semester pertama saya diberi menu gratis oleh Freeletics. Lalu semester keduanya saya mengulang lagi menu itu.

Continue reading Buat Free Athlete, Hati-hati Saat Daftar Freeletics Dengan Kartu Kredit

Testimoni yang Menginspirasi



Ada seseorang yang bertanya kepada saya dengan memakai jalur pribadi di sebuah aplikasi percakapan. Ia bertanya begini, “Mas Riza, masih jalan terus Freeleticsnya?” Sebuah pertanyaan yang biasa dan barangkali diajukan karena di blog saya sudah jarang artikel yang saya tulis bertemakan Freeletics.

Saya jawab waktu itu dengan kalimat, “Alhamdulillaah masih.” Sampai catatan ini saya tulis saya tetap konsisten untuk menjalankannya. Saya sudah di level 65. Telah 863 latihan saya jalani. Berat badan masih stabil di kisaran 60 kg sampai dengan 62 kg. Bahkan di Ramadhan 1437 H lalu berat badan saya sampai menyentuh angka 56 kg.

Baca Lebih Lanjut.

RUNNING IN THE RAIN



Langit Cibinong mulai gelap di pagi itu. Tapi keramaian di Jalan Tegar Beriman Pemda Cibinong masih tampak. Jalanan yang bersih dari pedagang sekarang, banyak memberi ruang kepada para pengguna jalan terutama mereka yang mau berolah raga di pagi minggu ini.

Pemuda-pemudi jalan-jalan santai. Aroma parfum menguar kalau saya melewati serombongan dari mereka. Ke mal atau olah raga? Bisa dihitung dengan jari yang benar-benar olah raga atau lari.

Baca Lebih Lanjut.

UNDER 6 MINUTES!



You may realize it or not, but you were born with great gifts and talents.

Let’s see what you can do every day to unleash your potentials!

~~Someone.

Perjalanan saya ke Bandung pertengahan September lalu tak sia-sia. Selain bertemu banyak orang dalam sebuah Forum Grup Discussion, saya juga bertemu dengan satu lagi orang hebat di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Petuahnya yang terngiang-ngiang di kepala saya membuat perbedaan pada hari minggu (4/10/2015) ini. Ya benar, pagi ini.

Dia pelari handal yang sering mengikuti even lari maraton. Terakhir adalah BII Maybank Bali Marathon 2015 di akhir Agustus lalu. Namanya Bambang Tejomurti. Pemeriksa pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Bandung. Kesempatan bertemu dengannya saya manfaatkan betul untuk bertanya-tanya tentang pengalaman larinya. Tentunya juga konsultasi.

Baca lebih lanjut.