Jamu Jun Yanti, Pengudar Kahanan Rindu


Semangkuk jamu jun yang mampu menghangatkan malam.

Setelah beranjangsana lama di rumah saudara, kami pun pulang. Di tengah perjalanan sambil mencari warung kopi, di malam yang hampir larut, istri saya mendadak memberhentikan mobil. “Stop, berhenti di sini. Kita minum jamu jun dulu,” katanya.

Saya turun dari mobil dan menemaninya. Kami menghampiri warung seadanya yang berada di atas pembatas jalan di sebuah kompleks perumahan. Pembatas jalan ini memiliki lebar kurang dari dua meter dan banyak pedagang berjualan di atasnya.

Baca Lebih Lanjut

Hiroshima dan Sandal di Teras Masjid


 

Da ist nichts zu machen.”

Itu sebuah kalimat dalam bahasa Jerman yang diungkapkan oleh penduduk Hiroshima kepada Pastur Wilhelm Kleinsorge saat bom atom dijatuhkan dari atas awan dan meledak di udara pada 6 Agustus 1945, pukul 08.15.

Baca Lebih Banyak

Seperti Membeli Buah Sekilo, Ditimbang di Rumah Jadi 8 Ons


Tukang bangunan yang sedang mengganti konblok lama di depan rumah saya membutuhkan empat meter persegi konblok baru. Kemudian saya pergi ke toko bangunan untuk membeli konblok.

Di toko bangunan itu ada beberapa macam jenis konblok. Ada yang berbentuk heksagonal ada yang berbentuk persegi semacam batu bata. Saya memilih bentuk yang terakhir.

Baca Lebih Banyak

Cerita di Balik Pembuatan Buku Reformasi Perpajakan: Untuk Menjadi Monumen Mnemonik


Naskah buku yang belum ditentukan judulnya itu sedang dalam proses layout. Proses menyuntingnya memberikan pemahaman lebih buat saya. Ini luar biasa.

Namun, sebelum bercerita pengalaman tersebut, kiranya saya perlu mengetengahkan pembuatan buku ini dari awal. Sebuah buku yang berjudul: Reformasi Perpajakan adalah Keniscayaan, Perubahan adalah Kebutuhan: Cerita di Balik Reformasi Perpajakan.

Continue reading Cerita di Balik Pembuatan Buku Reformasi Perpajakan: Untuk Menjadi Monumen Mnemonik

Nunut Nonton Film di Bioskop Dewi


“Mang, melu Mang. Pak ikut, Pak,” kata saya bila ada orang yang beli tiket. Kalau orangnya mau, saya diajak untuk ikut. Digandeng tangannya.

*

Saya menemukan buku ini di antara jejeran buku di sebuah lemari kantor yang jarang dibuka. Sebuah buku lama yang terbit pada Agustus 2015. Judulnya: Sebuah Biografi Andy F Noya Kisah Hidupku.

Saya mengambil buku itu dan mulai membaca buku pembawa acara populer Kick Andy ini. Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya karena memang bukunya bagus. Salah satu ciri buku bagus itu adalah mampu membuat pembaca tidak menunda membaca.

Baca Lebih Lanjut

Iba Susalit, Bersekutu dengan Dokumen dan Debu


Pagi itu, Iba Susalit terkejut karena ada pesan dari mantan atasannya masuk ke dalam aplikasi percakapan Whatsapp.

Pesan itu berisikan ucapan selamat karena foto Iba muncul di akun resmi jejaring sosial Instagram milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yaitu @DitjenPajakRI.

Baca Lebih Lanjut

[Feature] Penamat 264 Km: 90 Persen Soal Mental, Sisanya Fisik


Muhammad Ady Sucipto Rachmat meneteskan air matanya saat menceritakan pengalaman memasuki garis finis usai berlari sejauh 264 km dalam Jogja Ultra Charity 264K di Yogyakarta kepada Intax. “Senang campur sedih. Pengen nangis,” kata lelaki yang akrab disapa Acip, “tetapi tidak bisa karena pada saat itu suasananya ramai sekali.”

Istri, satu anaknya, dan Sakiyakerti—sesama anggota DJP Runners yang untuk acara ini menjadi panitia—menyambut Acip di garis finis. Acip mampu menyelesaikan ratusan kilometer jarak itu dalam waktu lima hari yang terbagi 26 putaran mulai 28 Oktober sampai 1 November 2020. Setiap putaran berjarak lebih dari 10 km mengelilingi bagian kota. “Perlu strategi khusus untuk menyelesaikannya,” ujar Acip.

Baca Lebih Lanjut

Cerita Rahayu Beranak Diiringi Murattal


Rahayu beberapa hari sebelum beranak.

Semalam Rahayu melahirkan tiga anak. Proses persalinannya di dalam kandang diiringi dengan murattal (bacaaan Al-Qur’an) syahdu.

Beberapa hari sebelumnya, anak sulung saya Maulvi, yang paling bertanggung jawab tentang keberadaan Rahayu di rumah ini, sudah menyiapkan segalanya. Dari mulai membeli alas khusus, membersihkan kandang, sampai menaruh kandang di tempat tertentu.

Baca Lebih Lanjut

Babe Yadi Si Penjual Kerak Telor Tak Mau Menunggak Listrik


Babe Yadi ini berjualan kerak telor di Kompleks Pertanian Citayam, Ragajaya, Bojonggede, Bogor. Ia baru dua bulan mangkal di sini. Sebelumnya mangkal di Kota, Jakarta, tetapi karena di sana sepi pengunjung akibat pandemi akhirnya ia pindah ke rumah anaknya di Kampung Wates.

Babe Yadi berjualan sekadar menyambung hidup. Sudah dua bulan juga listrik belum dibayar. Ia enggak mau menunggak, tetapi apa daya ia masih tak memiliki kemampuan dalam kondisi begini.

Baca Lebih Lanjut

Syaifuddin Zuhri, Guru SMP, dan PKI


Menyebut nama ini, saya teringat dua orang yang bernama mirip dan peristiwa yang menyertainya. Satu orang berasal dari 30 tahun lampau, satunya lagi peraih bintang dari Sri Paus di Vatican pada zaman jaya-jayanya PKI.

Senior saya di Direktorat Jenderal Pajak bernama Syaifuddin Zuhri meninggal dunia beberapa waktu lalu. Ia meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Saya hanya bisa berdoa semoga ia mendapatkan husnul khatimah.

Baca Lebih Lanjut