Seperti Membeli Buah Sekilo, Ditimbang di Rumah Jadi 8 Ons


Tukang bangunan yang sedang mengganti konblok lama di depan rumah saya membutuhkan empat meter persegi konblok baru. Kemudian saya pergi ke toko bangunan untuk membeli konblok.

Di toko bangunan itu ada beberapa macam jenis konblok. Ada yang berbentuk heksagonal ada yang berbentuk persegi semacam batu bata. Saya memilih bentuk yang terakhir.

Baca Lebih Banyak

Menjadi Bangsa yang Murah Hati


Apa pun mimpi itu yang penting pengurus amanat dan semangat berbaginya jangan pernah ditinggal. Ia harus menjadi DNA paguyuban.

 

Driver daring itu—sebut saja Hasan—meneteskan air mata. Hasan tak menyangka ia mendapatkan motor baru dari orang tak dikenalnya. Sebelumnya Hasan diminta orang itu untuk mengantarkan tas berisi uang ratusan juta rupiah. Orang itu menunjukkan isinya kepada Hasan. Ia menyanggupi orderan tanpa aplikasi itu dan langsung tancap gas menuju alamat yang dituju.

Baca Lebih Lanjut

Menteri Urusan Kesepian di Titik Masa Zat Kimiawi Kebahagiaan Menghilang


Angka kematian bunuh diri di kalangan pelajar dan pemuda Jepang meningkat tajam selama tahun 2020. Sampai Perdana Menteri Jepang menunjuk menteri untuk mengurusi cara warga mengatasi kesepian.

*

Manusia akan bahagia ketika mendapatkan uang yang banyak, keterkenalan, pasangan yang baik, atau sekadar naik jabatan. Begitu pula ketika manusia mendapatkan keberuntungan kecil seperti mendapatkan tempat duduk di KRL Bogor Jakarta di waktu yang padat.

Baca Lebih Lanjut

Antara Kothen, Citayem, dan Perihal yang Tak Pernah Dibayangkan


Ayyasy, berdiri di belakang, kedua dari kiri, bersama dengan teman-temannya di Kothen, Jerman.

Lebaran ini kami tidak mudik dan hanya berempat saja. Mengulang tahun sebelumnya karena kondisi buana yang masih dipenuhi pandemi. Eh, tahun lalu beda kok. Masih ada Ayyasy.

Sekarang Ayyasy ada di Kothen, Jerman. Suasana di sana juga sama masih ada pandemi begitu. Kota kecil ini masih buka tutup menerapkan karantina wilayah.

Baca Lebih Lanjut

Faqih Tak Khawatir Lagi


 

Pada malam Jumat Legi, 29 April 2021 rumah saya kedatangan dua orang pemuda belasan tahun. Dua orang kakak beradik bernama Syauqi dan Faqih.

Muhammad Zaid Faqihudin adalah nama lengkap pemuda yang disebut terakhir ini. Duduk di kelas 11 dan mondok di pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Takhassus, Cinagara, Bogor.

Continue reading Faqih Tak Khawatir Lagi

Bocah Citayam di Bandara Berlin Bradenburg


Semalam saya baru sadar, sekarang sayalah yang harus memberi makan dua ekor ikan cupang ini.

Biasanya Muhammad Yahya Ayyasy Almanfaluthi yang mengerjakannya, selain pekerjaan mengunci pintu gerbang dan rumah di ujung malam.

Baca lebih Lanjut

Surat dari Larantuka


Komik Ganes Th banyak memengaruhi saya sampai sekarang.

Saya hobi membaca buku sejak kecil. Ini barangkali karena banyak hal. Pertama, bapak saya juga penjual majalah bekas dan penyuka buku. Kedua, kakak-kakak ibu saya juga penulis buku. Setiap saya datang ke rumah mereka, buku adalah hadiah mereka untuk saya.

Baca Lebih Lanjut

Jangan Bikin Google Marah


The Four

Teman saya pernah bilang, “Letakkan iPhone di meja dan kita akan lihat siapa yang akan datang menghampiri mejamu.”

 

Saya tidak salah memilih buku ini untuk dibeli di antara ribuan buku lainnya yang saya cek satu persatu di sebuah situs web toko buku daring.

Baca Lebih Lanjut

Berapa Nilai Uang Terbesar yang Pernah Kau Temukan di Jalanan?


Banyak sekali penggoda buat para pelari. Entah sebelum atau pada saat lari.

Sebelum lari pagi engkau biasanya digoda oleh rintik hujan yang syahdu, nikmatnya rebahan, dan pikiran ingin rehat sebentar dari rutinitas lari. Namun, ketika engkau mampu mengalahkan semuanya itu, selesai sudah semuanya. Larimu akan kaujalani dengan bahagia.

Baca Lebih Lanjut

Ayam Aduan


Hujan tidak berhenti-berhenti di Citayam semenjak petang.

Usai perjalanan pulang dari kantor selama tiga jam karena banyak berhenti di pelbagai tempat, saya akhirnya bisa merebahkan diri di lantai rumah yang dingin. Jam sudah menunjukkan pukul 22.40.

Baca Lebih Lanjut