Cerita Lari: Kejadian Lagi, Digerebek Belasan Anjing


Sebuah tempat dan waktu.

Angin berembus kencang di Gunung Geulis bakda Subuh ini. Tetapi tidak menyurutkanku untuk segera memulai lari pagi. Sudah ada target 13 km di depan. Rutenya sudah kupatok: memutari lapangan golf. Seumur-umur belum pernah ke lapangan golf.

Ada tiga hari latihan lari yang mesti kuselesaikan pada pekan ini. Hari Jumat (19/7) ini adalah hari kedua setelah kemarin saya menuntaskan 13 km yang pertama. Total ada 39 km untuk pekan ini.

Baca Lebih Lanjut

Advertisements

Perjalanan ke Batam: Bolehkah Hamba Menamainya Salwa?


Pesawat Sriwijaya Air yang rencananya membawa kami dari Bandara Hang Nadim, Batam ke Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng mengalami keterlambatan yang cukup parah Jumat sore itu. Mestinya kami sudah melayang pada pukul 16.20. Magrib tiba, kami masih bertopang dagu di ruang tunggu bandara.

Serepih roti dan segelas air mineral dalam kantong kertas warna coklat dibagikan kru darat maskapai itu sebagai kompensasi atas keterlambatan. Salah satu dari mereka memberitahukan penyebabnya. “Ada masalah di radar pesawat. Spare part-nya sedang kami datangkan dari Jakarta,” kata pria bertubuh besar.

Baca Lebih Lanjut

Memilih Sekolah Anak Jangan Sekadar Gengsi dan Kehormatan


Beberapa hari yang lalu, banyak orang tua yang antre untuk mendaftarkan anaknya sekolah. Sistem penerimaan murid sekarang berdasarkan zonasi. Ini untuk pemerataan kualitas pendidikan. Saya setuju dengan ini. Karena negara sudah menetapkan 20% APBN untuk pendidikan, maka sayang sekali kalau dana yang 80%-nya dikumpulkan dari pajak ini tidak mengungkit kualitas pendidikan pada titik optimalnya di semua sekolah. Namun saya teringat kepada satu tulisan saya yang lampau. Semoga berguna buat ayah bunda yang hendak menyekolahkan anak-anaknya.

Ada dua negara Cile dan Honduras. Cile perekonomiannya lebih bagus daripada Honduras. Pendapatan orang miskin Cile masih dua kali lipat pendapatan orang miskin di Honduras. Pertanyaannya kemudian diajukan, siapa yang lebih bahagia? Orang miskin di Cile atau orang miskin di Honduras?

Baca Lebih Lanjut

Cerita Lebaran: Seusai Menjadi Salik Selama Sebulan


Bentangan sawah di Sempulur.

Azan Subuh mengamuk di gendang telinga. Menutupinya dengan bantal rasanya sudah cukup untuk meredakannya. Apalagi perjalanan semalam dari Wringinputih, Magelang menuju Sempulur, Boyolali yang menguras daya dapat menjadi alasan lebih dari sekadar.

Pada akhirnya tidak demikian juga. Saya masih bisa beranjak. Kandung kemih yang penuh mendorong saya untuk segera turun ranjang.
Baca Lebih Lanjut.

Dari Padang ke Burj Khalifa: Seperti Binar Bapak Dulu


Kanwil DJP Sumbarja. Coba lihat di kejauhan, bentangan luas Samudra Hindia.

Sewaktu saya kecil, bapak sering menceritakan tentang perjalanannya berkeliling Sumatra saat menjual tenda payung berwarna-warni. Salah satunya ia pernah mampir di Padang. Raut muka dan suaranya saat ia menceritakan kota itu begitu penuh binar dan gelora. Entah kenapa.

Padang, sebuah kota yang belum pernah saya singgahi, namun baru pe​​kan lalu saya berkesempatan menginjakkan kaki di kota terbesar di Pantai Barat Sumatra. Pada saat puasa Ramadan kali ini.

Baca Lebih Lanjut

Ateis: Masalahnya Dia Tidak Datang Kepadaku


Related image

Suatu hari, tukang cukur rambut bernama Ramos seusai mencukur rambut Luis berkata, “Kau tahu tidak, Tuan Luis? Saya tidak percaya jika Tuhan itu ada.”

“Kenapa kau berkata begitu kawanku?” tanya Luis. Wajahnya menyiratkan keheranan.

Baca Lebih Lanjut