Sebagian Kita Menggunakan Kalender dengan Cara Keliru


Foto Leeloo TheFirst

Yusuf mengambil secarik kertas kosong untuk menuliskan daftar pekerjaan yang hendak diselesaikan seharian itu. Yusuf melakukannya setiap pagi sebelum bekerja.

Itu yang disebut sebagai merencanakan. Yang membedakan Temujin dan laki-laki seumurannya di seluruh Mongolia adalah Temujin membuat rencana, sedangkan yang lain tidak. Kelak dari sana, ia kemudian menyematkan namanya menjadi Jengish Khan dan mewariskan cikal bakal kemaharajaan yang luasnya tidak pernah tertandingi sampai saat ini.

Baca Lebih Banyak

Jangan Puji Anak karena Kecerdasannya


“Wah kamu pintar, Nak.”

*

Berbicara tentang buku Kita Bisa Menulis, maka tak bisa dilepaskan dengan salah satu buku yang menjadi referensi saya di sana.

Buku itu berjudul Mindset, Mengubah Pola Pikir untuk Perubahan Besar dalam Hidup Anda yang ditulis oleh Carol S Dweck, Ph.D.
Baca Lebih Banyak

Hilang Satu Tiket Enggak Bikin Gua Berantakan


Segelas nira sebagai muasal gula aren yang baru diambil dari pohon kelapa di Magelang.

Lebaran memang menjadi momen terbaik mendapatkan hikmah dari siapa saja.

Terutama pada saat silaturahmi kepada sanak saudara. Meminta doa ketika pamit malah dibalas dengan rentetan doa panjang. Salah satunya dengan doa semoga Allah memberikanmu rezeki yang banyak dan manfaat. Kata terakhir itu menghunjam kalbu sekali. Iya benar. Apa gunanya memiliki harta banyak, tetapi tidak memberikan manfaat buat sekitar?

Baca Lebih Banyak

Tidak Ada Tempat Sembunyi di Ukraina


Will Smith menampar Chris Rock pada saat ajang Academy Award 2022 berlangsung. Disiarkan secara luas ke seluruh dunia momen itu membuka mata dan pikiran kita. Kejadian di belahan dunia mana pun bisa diketahui dalam jangka waktu yang singkat.

Ini menegaskan dua hal sama yang juga sedang berlangsung pada saat ini di Ukraina. Dua hal itu adalah internet cepat dan media sosial. Saya tidak akan terlalu menukik terlalu dalam kepada peristiwa yang terjadi di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles, California. Namun, lebih tepatnya pada dua negara yang sedang bertikai ini.

Baca Lebih Banyak

M e t a


Belum lagi kita menyelesaikan mesin inti dalam Reformasi Perpajakan, Facebook telah mengganti namanya menjadi Meta pada akhir Oktober 2021.

Tepatnya adalah Meta Platform Inc yang menjadi perusahaan induk dari Facebook, Whatsapp, dan Instagram. Ini serupa yang dilakukan oleh Google sebelumnya. Untuk menghimpun anak-anak perusahaan maka didirikanlah Alphabet inc yang menaungi antara lain Google Inc., Google Capital, dan Google Ventures.

Continue reading M e t a

Diplomasi Vaksin


Kemandirian kita sebagai sebuah bangsa sedang diuji. Dalam perang melawan Covid-19, Indonesia belum bisa memproduksi vaksin sendiri sampai saat ini. Vaksin merah putih yang menjadi pertanda digdaya baru bisa meluncur pada Juli 2022.

Kebutuhan Indonesia terhadap vaksin memang tinggi. Ada target yang mesti dipenuhi di pengujung 2021 untuk mencapai kekebalan kelompok, yaitu 70% penduduk Indonesia harus sudah divaksin.

Baca Lebih Banyak

Mahakarya


Menjelang akhir tahun, pikiran kita terkenang-kenang.

Setiap warsa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan sanjungan kepada Kantor Wilayah DJP yang aktif dalam memublikasikan konten di situs web pajak.go.id. Dari sanjungan ini dapat diketahui bahwa dasar penilaian utama adalah kuantitas konten.

Continue reading Mahakarya

Cukuplah Perang Jawa Menjadi Amsal


Pungutan negara tanpa aturan bukan bernama pajak, melainkan palak. Sekalipun ada aturan, sehingga ia resmi bernama pajak, maka dengan pembiaran dan penekanan kepada rakyat, pajak pun tetap menjadi momok dan memicu rakyat memberontak. Cukuplah Perang Jawa menjadi amsal.

Perang Jawa yang berlangsung dari tahun 1825 sampai 1830 menjadi perang terbesar yang pernah dialami dan hampir membangkrutkan penjajah Belanda. Pihak yang berhadap-hadapan dalam perang ini adalah Belanda dan Keraton Yogyakarta di satu sisi dan Pangeran Diponegoro beserta rakyat di sisi lain.

Baca Lebih Lanjut

Kebohongan Itu Seperti Corona


Wabah COVID-19 yang berasal dari Wuhan, Hubei, Cina sampai tulisan ini dibuat masih merajalela. Media sosial menjadi salah satu alternatif untuk mengetahui berita terkini hal itu. Video-video dari jurnalisme warga bertebaran. Beberapa di antaranya menunjukkan betapa banyak orang yang berusaha menularkan virusnya kepada yang lain.

Di lift, penderita COVID-19 itu mengusap lendir dari hidungnya di tombol-tombol lift. Ada juga video lain yang merekam perempuan yang menghampiri mobil-mobil terparkir kemudian ia mengusap lendir di setiap gagang pintu mobil. Di video lain memang ada yang sengaja melemparkan ingusnya kepada pejalan kaki yang lain. Tujuannya satu, agar mereka yang sehat itu ikut juga menderita. Corona mudah sekali menular, begitu pula dengan berbohong.

Continue reading Kebohongan Itu Seperti Corona

Perdikan di Tengah Pagebluk?


Atas jasa-jasanya membantu Kesultanan Demak, Ki Ageng Sela mendapatkan desa perdikan di Grobogan. Penduduknya dibebaskan dari pembayaran pajak dan kerja wajib. Saat masa kolonial Hindia Belanda tiba status perdikan tetap dipertahankan dengan Staatsblad nomor 77 tahun 1853. Status yang kemudian lenyap pada saat kemerdekaan Republik Indonesia dan tak elok terjadi pada kiwari yang menuntut kesadaran lebih-lebih.

Membaca Opini Kompas, Kamis, 19 Maret 2020, yang ditulis oleh Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta Suyanto membenarkan pemikiran selama ini. Laku pada kondisi sekarang bukan hanya soal membangkitkan kesadaran mencuci tangan, namun mengubah pemikiran orang tentang banyak hal.

Baca Lebih Lanjut