Kita Bukan Sisyphus


Sabtu pagi pukul 05.45  pada 6 Mei 2017 di Autodromo Nazionale Monza, Italia, tiga orang pelari jarak jauh dunia sedang bersiap membuat sejarah baru dalam sebuah proyek yang dicetuskan oleh perusahaan sepatu Nike berjuluk: Breaking 2.

Proyek ini adalah sebuah proyek inovasi yang dirancang untuk membuka potensi manusia. Juga merupakan proyek ambisius untuk memecahkan rekor lari maraton sejauh 42,195 kilometer dalam waktu di bawah dua jam.

Continue reading Kita Bukan Sisyphus

Advertisements

Perempuan itu dan Sebuah Dojo



Di pagi yang bising dan buru-buru. Di hari ketiga Ramadan. Di hari pertama berkantor buat para pekerja. Dalam commuter line yang menghimpit sesak. Suara dari pelantang yang berusaha memecahkan gendang telinga menyerantakan kepada penumpang yang akan turun di stasiun berikutnya bahwa perhentian di hadapan adalah Stasiun Cawang. Saat itu kereta listrik ini baru saja berangkat dari Stasiun Duren Kalibata.

Bergegas saya menggeser maju ke arah pintu. Beranjak dari lapis kelima untuk menuju lapis-lapis terdepan, bahkan kalau bisa lapis pertama. Tak mudah melalui lapis-lapis itu. Butuh upaya mengempiskan jasad dan tenaga lebih agar bisa menggeserkan tubuh dan melewati rintangan badan yang kebanyakan lelaki ini. Sambil tak henti-hentinya keluar kata maaf dan permisi dari mulut. Sembari berharap Ramadan sanggup melembutkan hati orang yang berpuasa agar tak keluar kesah atau cacian karena desakan tubuh saya yang barangkali menyakitkan dan mengganggu kenyamanan mereka.

Continue reading Perempuan itu dan Sebuah Dojo

Belajar Menjadi Manusia


Ratusan orang berkelimun di tempat ini. Mereka yang berasal dari Banda Aceh sampai Merauke. Mereka yang memberikan pelayanan kepada wajib pajak. Pelayanan yang menjadi wajah instansi pengumpul pundi-pundi negara, Direktorat Jenderal Pajak.

Baik buruknya DJP seringkali diukur saat mereka sebagai Kepala Seksi Pelayanan bersama skuatnya di Seksi Pelayanan Kantor Pelayanan Pajak dapat menyerahkan kepada wajib pajak sebuah paras dengan senyum bercahaya terpasang, perangai sopan tersajikan, dan persoalan hidup yang disembunyikan.

Baca Lebih Lanjut.

United Airlines Tak Bisa Belajar: Dulu Dave Carroll, Sekarang David Dao


Alih-alih United Airlines tak pernah dapat belajar dari pengalaman sebelumnya. Mereka memanen hasil buruk atas perlakuan kotor mereka terhadap para pelanggan yang bernama depan: David dan Dave.

Beberapa hari nan lalu, Minggu (9 April 2017), di Bandara O’Hare, Chicago, seorang penumpang bernama David Dao, 69 tahun, warga negara Amerika Serikat kelahiran Vietnam, dipaksa keluar dari pesawat lantaran kelebihan penumpang. Pesawat itu rencananya mau terbang ke Louisville, Kentucky.

Continue reading United Airlines Tak Bisa Belajar: Dulu Dave Carroll, Sekarang David Dao

Sengkarut Legitimasi


 dew-water-drops-on-a-spider-web

Anisa kewalahan dengan adu teriak di antara dua anaknya. Dentuman pertengkaran yang tiada henti di setiap hari, di setiap waktu makan, di setiap saat. Hingga suatu ketika seorang peninjau datang dan mengevaluasi semuanya.  Diketahui kalau Muthia,  anak sulungnya, selalu memulai pertengkaran dengan keisengan memukul Fathiya, sang adik. Tapi sebenarnya tidak selalu. Juga yang penting adalah sikap Anisa sendiri yang ternyata memicu kedua anaknya untuk tidak mematuhi nasihat Anisa. Mengapa ini bisa terjadi?

Jawaban peninjau itu adalah karena Anisa seorang ibu yang tidak konsisten memberi arahan dan menghentikan tindakan sulung. Anisa kadang melakukan, kadang tidak. Anisa juga tidak memberi perlakuan yang sama ketika Fathiya melakukan keisengan yang tiada berbeda kepada kakaknya. Ini yang dilihat Muthia sebagai perlakuan yang tidak adil.

Continue reading Sengkarut Legitimasi

Menjadi Kito dan Pemeluk Pohon


Mevrouw dindaku, kisah kepahlawanan ini datang dari sebuah masyarakat lokal di Jepang. Di sebuah desa bernama Kito, distrik Naka, prefektur Tokushima. Penduduk Kito secara bersama-sama memutuskan untuk tidak mati konyol dan mengorbankan diri untuk proyek bendungan baru yang akan menenggelamkan desa.

Seperti biasa, karena daerah-daerah lain menyerah terhadap kehendak pusat, maka pemerintah pusat pun dalam merencanakan bendungan di Kito juga tidak mengadakan musyawarah dengan penduduk di sana. Dan mereka terkejut ketika warga Kito mengatakan tidak. Penduduk Kito bahkan tidak mau melakukan perundingan dengan pemerintah pusat.

Continue reading Menjadi Kito dan Pemeluk Pohon