Kebohongan Itu Seperti Corona


Wabah COVID-19 yang berasal dari Wuhan, Hubei, Cina sampai tulisan ini dibuat masih merajalela. Media sosial menjadi salah satu alternatif untuk mengetahui berita terkini hal itu. Video-video dari jurnalisme warga bertebaran. Beberapa di antaranya menunjukkan betapa banyak orang yang berusaha menularkan virusnya kepada yang lain.

Di lift, penderita COVID-19 itu mengusap lendir dari hidungnya di tombol-tombol lift. Ada juga video lain yang merekam perempuan yang menghampiri mobil-mobil terparkir kemudian ia mengusap lendir di setiap gagang pintu mobil. Di video lain memang ada yang sengaja melemparkan ingusnya kepada pejalan kaki yang lain. Tujuannya satu, agar mereka yang sehat itu ikut juga menderita. Corona mudah sekali menular, begitu pula dengan berbohong.

Continue reading Kebohongan Itu Seperti Corona

Perdikan di Tengah Pagebluk?


Atas jasa-jasanya membantu Kesultanan Demak, Ki Ageng Sela mendapatkan desa perdikan di Grobogan. Penduduknya dibebaskan dari pembayaran pajak dan kerja wajib. Saat masa kolonial Hindia Belanda tiba status perdikan tetap dipertahankan dengan Staatsblad nomor 77 tahun 1853. Status yang kemudian lenyap pada saat kemerdekaan Republik Indonesia dan tak elok terjadi pada kiwari yang menuntut kesadaran lebih-lebih.

Membaca Opini Kompas, Kamis, 19 Maret 2020, yang ditulis oleh Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta Suyanto membenarkan pemikiran selama ini. Laku pada kondisi sekarang bukan hanya soal membangkitkan kesadaran mencuci tangan, namun mengubah pemikiran orang tentang banyak hal.

Baca Lebih Lanjut

Trump dan Pajak Digital


Presiden Amerika Serikat ini memang senang perang dan baunya. Perang fisik ataupun dagang. Tewasnya petinggi militer Iran Jenderal Qasem Soleimani di Irak atas serangan drone Amerika Serikat bisa jadi bukti. Juga suka berperang dengan Cina. Perang dagang.

Terakhir kemarin (Selasa, 21/1), pemerintahan Donald Trump melalui Menteri Keuangan Amerika Serikat Steve Mnuchin siap-siap bikin balasan menyakitkan kepada Italia dan Inggris jika dua negara Eropa itu menerapkan pajak kepada perusahaan-perusahaan seperti Google, Apple,  Facebook, Amazon, dan Netflix. Menurut Trump pengenaan pajak ini mendiskriminasi bisnis Lembah Silikon dan tidak konsisten dengan kebijakan pajak internasional.

Continue reading Trump dan Pajak Digital

Belajar ke Seoul


Seorang CEO hotel prestisius di New York pergi ke Seoul, Korea Selatan, dua kali dalam setahun. Ia menginap di hotel yang sama dalam dua kesempatan itu. CEO terkesan dengan sikap pegawai hotel itu yang mengucapkan, “Selamat datang, Pak! Senang bertemu Anda kembali.”

Sepulangnya dari Korea Selatan, ia segera berkonsultasi dengan para ahli. Mereka merekomendasikan kepada CEO untuk memasang kamera-kamera dengan peranti lunak pengenal wajah (face recognition). Kamera itu akan memotret wajah tamu dan memberi tahu resepsionis apabila tamu yang datang itu pernah menginap di sana sebelumnya.

Baca lebih lanjut

Menemukan yang Lama


Sehabis salat Asar itu, seperti biasa saya melewati lorong utama ruangan kantor dengan deretan lemarinya. Salah satu lemari itu pintunya terbuka sedikit menyisakan celah. Entah kenapa saya tergerak untuk mengintip isi lemari.

Di sana ada tumpukan buku yang berantakan. Naluri saya tertarik untuk melihat-lihat. Ada sekitar 9 buku saja. Ada buku-buku yang masih tersampul dengan plastik pembungkusnya dan ada yang sudah terbuka.

Baca Lebih Lanjut

Per Non Dormire


Internet mengubah cara orang berkomunikasi. Inadia Aristyavani dalam artikelnya yang mengutip Profesor Terry Flew  dari Queensland University of Technology membuat komparasi cara komunikasi antara era sebelum dan sesudah adanya internet.

Era komunikasi massa atau era sebelum internet terjadi pada abad 20 dan dinamakan Komunikasi 1.0. Televisi menjadi media dominan pembentuk perubahan era itu. Sedangkan era internet yang membiak pada awal abad 21–dijuluk sebagai Komunikasi 2.0—mengacu kepada internet sebagai media perubahannya.
Baca Lebih Lanjut.

14 Tahun yang Lalu: Isyarat Lolongan Anjing Itu


Malam Ahad itu, di kejauhan, anjing melolong. Panjang sekali. Begitu menyayat hati. Tetapi sejatinya membuat bulu kuduk Nova Yanti merinding. Mendengar itu,  Opa, biasa Nova Yanti dipanggil akrab, bergegas untuk segera tidur dan bangun lebih pagi. Banyak rencana yang sudah diperam di otaknya. Paling tidak bersih-bersih rumah adalah pekerjaan pertama yang harus diselesaikannya besok.

Mata Opa lalu terpejam. Memaksa melupakan kesedihan yang sebelumnya hinggap. Ia kecewa sekali tak bisa ikut pergi bersama suaminya menjenguk kakak ipar yang sedang sakit berat di Penang, Malaysia.

Baca Lebih Lanjut.

JT-610 Tinggal Landas, Haska Berbekal Tamat Satu Juz Alquran


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memeluk istri Tri Haska Hafidzi yang menjadi salah satu korban pesawat Lion Air JT-610.

Tri Haska Hafidzi menyentuh layar telepon genggam dengan ujung jari jempolnya. Ia baru saja melaporkan kewajibannya pada pukul 05.46 pagi. Entah di ruang tunggu terminal Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng atau di dalam kabin pesawat Lion Air JT-610, ia memberi tanda centang hijau pada daftar yang tersedia.

Ini berarti sebagai anggota grup Whatsapp “DJP Bertilawah P2humas”, Haska sudah menyelesaikan tugasnya membaca Alquran satu juz dalam sepekan.

Baca Lebih Lanjut.

Mata Kamera Penonton Meneropong Sudut-sudut Oktagon


Sketsa Submission.

Ada yang unik dan mencengangkan dari kejadian kaos seusai pergulatan Ultimate Fighting Championship (UFC 229) antara Khabib Nurmagomedov dan Conor McGregor di T-Mobile Arena, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat pada Ahad (7/10).

Ini bukan soal orang tua, agama, dan negerinya Khabib, petarung dari Dagestan, Rusia. Dan bukan soal perilaku intimidatif Conor McGregor dalam mendegradasi mental lawan pada saat konferensi pers karena kelakuannya memang seperti itu.

Baca Lebih Lanjut.

Bagaimana Kalau Persib dan Persija Didiskualifikasi Saja Selama 5 Tahun?


Tubuh Haringga Sirila, korban pengeroyokan oknum Bobotoh dimakamkan di Jatibarang, Indramayu. Haringga dikeroyok sampai tewas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung pada Minggu (23/9) menjelang pertandingan Sepakbola antara Persib dan Persija.

Video pengeroyokannya bertebaran di media sosial. Menyajikan kebengisan anak bangsa yang menganiaya anak bangsa lainnya diiringi dengan teriakan-teriakan yang tak semestinya diucapkan karena di sana hakikinya bukan palagan.

Baca Lebih Lanjut.