Mengapa Orang Indonesia Sulit Mengatakan Tidak?


Saya baru sadar, kata yang paling jarang diajarkan ke orang Indonesia adalah: tidak.

Kita punya tokoh dalam suatu cerita kehidupan. Si tokoh ini selalu berkata iya untuk diminta mengerjakan sesuatu, diutangi, diminta hadir, ataupun diminta diam. Ia tidak pernah diajari berkata “tidak”. Yang diajari dan dipahami olehnya adalah “tidak enakan”. Sampai suatu hari, tubuhnya jatuh sakit dan tak ada yang datang menjenguk.

Di tempat lain, di sebuah kantor kecil di sudut Jakarta, seorang staf junior tahu keputusan atasannya keliru. Ada angka yang tidak masuk dan risiko besar. Namun, rapat tetap berjalan mulus. Tidak ada satu pun yang berkata “tidak”. Setelah rapat aksi dijalankan, barulah kesalahan itu meledak.  Continue reading Mengapa Orang Indonesia Sulit Mengatakan Tidak?

Kalau Kamu Bicara, Kamu Bisa Menulis


Suatu malam, ketika saya berada di atas motor ojek daring dalam perjalanan ke rumah, di jembatan layang di atas Pasar Loak Kebayoran, saya mendapatkan panggilan telepon yang tak bisa ditampik. “Saya kirim rekaman saya. Coba cek,” katanya.

Tiga puluh menit kemudian, setibanya di rumah, saya langsung membuka laptop, membuka Web WhatsApp, dan mengunduh fail rekaman itu. Saya mendengarkannya sampai selesai.

Continue reading Kalau Kamu Bicara, Kamu Bisa Menulis

Respons Cepat dalam 1 Nanodetik



Sore itu, saya membuka koran digital langganan di laptop.  Saya tertarik pada sebuah berita yang berjudul “Bos Nvidia: Chip Buatan China Tinggal Hitungan Nanodetik Saja di Belakang AS”. Nvidia merupakan perusahaan teknologi Amerika Serikat yang terkenal sebagai produsen Graphics Processing Unit (GPU) terbesar dan paling maju di dunia. Bos Nvidia yang dimaksud dalam berita itu adalah pendiri sekaligus CEO Nvidia Jensen Huang.

Di dalam persaingan pembuatan cip, China dianggap tertinggal. Pada saat perang dagang antara Amerika Serikat dan China, China kelimpungan karena ada penerapan boikot Amerika Serikat pada pasokan cip ke China. Sebenarnya China dari beberapa tahun lampau sudah membaca ketergantungan ini. Supaya mandiri, mereka berjuang keras untuk bisa memproduksi mesin litografi—mesin pembuat cip. Di sini dunia masih menganggap China masih tertinggal jauh.

Continue reading Respons Cepat dalam 1 Nanodetik

Di Bawah Bayang-Bayang Witte Huis


Dua hari sebelumnya saya sudah bangun pada pukul tiga pagi untuk berkumpul di Gedung Juanda I, Kementerian Keuangan. Kami akan menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung MPR DPR RI pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Kali ini, pada 17 Agustus 2025, saya juga harus bangun lebih dini karena saya diundang untuk mengikuti upacara 17 Agustus di Kementerian Keuangan. Upacara itu akan dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati.

Continue reading Di Bawah Bayang-Bayang Witte Huis

Internet Do Magic: Kali Ini Bukan Tipu-Tipu


Suatu ketika ada pesan masuk di DM Instagram saya.

“Maaf, Pak. Saya mau bertanya apakah Bapak tahu dengan Ibu Ayu Endah Damastuti? Beliau tertinggal dompetnya, Pak. Saya lihat biodatanya yang muncul berfoto dengan Bapak,” tulis laki-laki itu dalam pesan tersebut.

Baca Lebih Lanjut

Bedanya Abebe Bikila dan Saya


Semalam Garmin FR235 sudah saya isi daya kembali. Penanda ketahanan baterai telah menunjuk angka 2% sebelumnya. Rencananya buat saya pakai besok. Ada rutinitas lari yang mesti dijalani.

Pukul 6 pagi, saya masih belum beranjak dari laptop. Padahal saya sudah siap dengan pakaian lari. Saya masih asyik mengobrol tentang keuangan dengan ChatGPT.

Baca Lebih Banyak

Ketika Arus Media Sosial Membentuk Persepsi Remaja Tentang Dana Negara


Oleh: Khansa Humaira Dyfka

Beberapa bulan lalu, salah satu teman saya membuat unggahan di X yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap kecurangan seorang peserta didik dalam sistem seleksi salah satu beasiswa pemerintah yang menjadi jembatan bagi anak-anak bangsa untuk menempuh pendidikan di luar negeri.

Persyaratan beasiswa itu cenderung sederhana, kami hanya diminta untuk menuliskan gaji orang tua dan memberikan Letter of Acceptance dari kampus yang kami daftar. Masalahnya, teman saya menemukan seseorang yang memanipulasi gaji orang tuanya agar diterima oleh pihak beasiswa. Fakta tersebut membuat teman saya sekaligus beberapa orang yang mengenalnya sedikit geram, apalagi saat tahu kalau dia berasal dari keluarga yang bisa dibilang sangat mampu secara ekonomi. Unggahannya menarik perhatian teman-teman sebaya saya, terutama mereka yang tidak lolos seleksi dan harus merelakan mimpi untuk ke luar negeri.

Baca Lebih Lanjut

Nyaris Maling, Malah Menulis


Saya belum menonton utuh film berjudul Finding Forrester (2000). Saya hanya melihat reviu filmnya di salah satu kanal Youtube yang dimiliki oleh akun Abay Saputra.

Namun, satu hal yang menarik dari film ini adalah soal dunia tulis-menulis. Satu tema film yang sangat jarang ditemui. Film ini dibintangi Sean Connery sebagai William Forrester, penulis tua yang tertutup dari dunia luar dan Rob Brown yang berperan sebagai Jamal Wallace, pemuda berumur 16 tahun dari Bronx, New York.

Baca Lebih Lanjut

Penjaga Hutan Juga Mendengarkan Serakahnomics


Saya mendampingi para Teladan Kementerian Keuangan di depan Gedung Kura-Kura, Senayan, Jakarta, berfoto bersama sebelum memasuki ruangan sidang.

Memang berbeda antara melihat langsung di tempat dan mendengar dari jauh. Itulah yang saya rasakan saat menyimak pidato Ketua DPR RI Puan Maharani dan Presiden RI Prabowo Subianto di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta pada Jumat, 15 Agustus 2025. Ada semangat dan niat baik yang terasa.

Baca Lebih Lanjut

Satu Langkah Awal Sembuh dari Overthinking, Pelajaran dari Buku Tua


Overthinking ini bisa menimpa siapa saja: orang tua, gen-Z, pejabat, pensiunan, rakyat jelata, pemuka agama, bahkan mereka yang pura-pura baik-baik saja.

*

Beberapa hari ini saya sedang membaca ulang buku Dale Carnegie yang berjudul Bagaimana Menghilangkan Cemas dan Memulai Hidup baru. Ini buku lama.

Baca Lebih Lanjut