Aylaview: Fenomena Seretnya Investasi Kasih Sayang


Waktu itu saya masih berada di commuter line yang berangkat dari Stasiun Tanah Abang lebih kurang pukul 22.00. Saya pulang larut sehabis menonton siaran langsung bincang-bincang antara Sri Mulyani dan Rosi Silalahi di salah satu stasiun tv swasta. 

Tiba di Stasiun Tanah Abang kereta rel listrik yang menuju Bogor sudah nongkrong di jalur 3. Kebetulan saya dapat tempat duduk di commuter line itu.  Kantuk sudah merajalela di pelupuk mata. Kadang tidur kadang juga bangun. Kalau bangun saya lanjutkan dengan baca buku. Tetapi juga saya perhatikan telepon genggam, masuk ke aplikasi Facebook, dan melihat lini masanya.
Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Mencinta Tanpa Syarat


Father And Daughter Wallpaper Father And Son Wallpaper - Walldevil

Anak lelah itu baru tertidur ketika api menjilat dinding kamar, tirai, dan pinggiran ranjangnya. Asap sudah mulai semerbak dan memenuhi ruangan. Seorang ayah terjaga dan segera mendobrak kamar. Apa yang akan dilakukan ayah itu selanjutnya? Membiarkan sang anak ditelan api karena merasa kasihan kepada anak yang baru saja lelap atau akan menyeretnya sedemikian rupa untuk menyelamatkan nyawanya?

*

Langit sudah menanggalkan topeng dari wajahnya yang benderang merayakan pagi ketika petugas berbaju seragam putih biru masuk ke dalam Bus Damri yang akan berangkat ke bandar udara. Bus yang hanya berisi tujuh orang, termasuk Kinan, akan segera berangkat setelah pengecekan.

Baca Lebih Lanjut.

Mawar yang Mencipta Sejarah


​Mawar selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik di sekolah dasar negeri itu. Secara tidak sadar ia yang anak pasar menjadi wakil anak-anak proletar sebagai pesaing anak-anak kelas aristokrat seperti guru, pegawai negeri sipil, atau orang-orang kaya lainnya di sekolah itu. Rangking kelasnya selalu di antara dua nomor ini: 1 atau 2.

Pernah suatu ketika, ia tidak mengikuti les salah satu pelajaran yang diajarkan oleh guru sekolah. Apa yang terjadi? Ia mendapatkan nilai jelek. Sedangkan mereka yang mengikuti les berbayar itu nilainya tinggi-tinggi. Mawar yakin ini bukan karena ketidakmampuannya dalam mencerna pelajaran, melainkan semata karena ia tidak ikut les itu. Pun, karena ia tak sanggup untuk membayar biaya les itu.

Baca Lebih Lanjut.

Kisah Nyata: Ini Dia 7 Ikhtiar Dalam 7 Tahun untuk Mendapatkan Momongan



Ikhtiar hanyalah tangga bahwa kita serius dalam pinta,

adapun rida Allah adalah tujuan kita.

(Indarto Premandaru)

Banyak yang berkonsultasi kepada saya dan sedikit mengadukan kegundahan karena belum mendapatkan momongan. Ketika saya tanya berapa lama? Ternyata baru beberapa bulan. Lah, yang ini 7 tahun. Dan Alhamdulillaah berhasil. Kiat nomor 6-nya bisa dijadikan referensi.

Saya sebenarnya ingin menceritakan terlebih dahulu kisah seleb yang berhasil mendapatkan anak setelah 11 tahun lamanya dalam penantian, namun saya pikir kisah nyata yang dialami oleh teman saya ini kiranya patut untuk didahulukan.

Continue reading Kisah Nyata: Ini Dia 7 Ikhtiar Dalam 7 Tahun untuk Mendapatkan Momongan

99 Sanjungan Semanis Madu



Buku ini ditulis dan diadaptasi dari acara serial reality show di Inggris dengan judul yang sama: Supernanny yang mulai dirilis acaranya pada tahun 2004. Di tahun yang sama acara perbaikan pola pengasuhan anak ini mengilhami dibuatnya serial TV lainnya berupa Dog Whisperer with Cesar Milan. Objeknya bukan anak-anak melainkan anjing.


Saat saya membaca buku Supernanny, saya tertarik untuk menceritakan satu kisah di sini. Ada seorang anak perempuan bernama Sophie. Ia sulung dari dua bersaudara. Perilakunya tidak terkendali dan memiliki penghargaan diri yang rendah. Ibunya, Kelly, pelit untuk memuji.

Baca Lebih Lanjut.

Asalkan Disuapin Olehmu, Aku Rela



Makan nasi sudah menjadi sebuah kebiasaan selama 38 tahun. Kebiasaan yang baik tentunya. Tetapi ketika sudah berlebihan maka akan menjadi keburukan. Lalu bagaimana caranya agar kebiasaan menjadikan nasi sebagai satu-satunya sumber karbohidrat itu hilang atau berkurang? Apa dampaknya? Oleng sudah pasti. Alhamdulillah saya sudah bisa melewatinya.

Dulu sewaktu masih di Jakarta, saya penyuka nasi banget. Saya akan memilih warung makan yang memberikan nasi banyak. Kalau sedikit, ogah. Apalagi kalau nasinya sudah ditumplek dalam sebuah wadah atau mangkuk kecil lalu ditaruh dipiring. Itu cuma bukit, bukan gunungan nasi. Ini semua agar kebutuhan vitamin K (baca: kenyang) terpenuhi.

Baca Lebih Lanjut.

Amnesti Pajak: Menjadi Ayah yang Tidak Lupa



Saya menemukan kisah pendek ini dalam dua buku yang berbeda. Kisah pendek yang ditulis oleh William Livingstone Larned berjudul Father Forgets. Kisah ini muncul pertama kali sebagai editorial dalam sebuah majalah wanita People’s Home Journal di tahun 1920-an. Kemudian kisah ini dicetak ulang oleh Reader Digest.

Kisah ini juga ada dalam buku Dale Carnegie yang berjudul How to Win Friends and Influence People. Karena banyak menangkap imajinasi dan hati orang di seluruh dunia, kisah ini diterjemahkan dan dicetak ulang berkali-kali dan masih beredar sampai saat ini.

Baca Lebih Lanjut.