Mawar yang Mencipta Sejarah


​Mawar selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik di sekolah dasar negeri itu. Secara tidak sadar ia yang anak pasar menjadi wakil anak-anak proletar sebagai pesaing anak-anak kelas aristokrat seperti guru, pegawai negeri sipil, atau orang-orang kaya lainnya di sekolah itu. Rangking kelasnya selalu di antara dua nomor ini: 1 atau 2.

Pernah suatu ketika, ia tidak mengikuti les salah satu pelajaran yang diajarkan oleh guru sekolah. Apa yang terjadi? Ia mendapatkan nilai jelek. Sedangkan mereka yang mengikuti les berbayar itu nilainya tinggi-tinggi. Mawar yakin ini bukan karena ketidakmampuannya dalam mencerna pelajaran, melainkan semata karena ia tidak ikut les itu. Pun, karena ia tak sanggup untuk membayar biaya les itu.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Kisah Nyata: Ini Dia 7 Ikhtiar Dalam 7 Tahun untuk Mendapatkan Momongan



Ikhtiar hanyalah tangga bahwa kita serius dalam pinta,

adapun rida Allah adalah tujuan kita.

(Indarto Premandaru)

Banyak yang berkonsultasi kepada saya dan sedikit mengadukan kegundahan karena belum mendapatkan momongan. Ketika saya tanya berapa lama? Ternyata baru beberapa bulan. Lah, yang ini 7 tahun. Dan Alhamdulillaah berhasil. Kiat nomor 6-nya bisa dijadikan referensi.

Saya sebenarnya ingin menceritakan terlebih dahulu kisah seleb yang berhasil mendapatkan anak setelah 11 tahun lamanya dalam penantian, namun saya pikir kisah nyata yang dialami oleh teman saya ini kiranya patut untuk didahulukan.

Continue reading Kisah Nyata: Ini Dia 7 Ikhtiar Dalam 7 Tahun untuk Mendapatkan Momongan

99 Sanjungan Semanis Madu



Buku ini ditulis dan diadaptasi dari acara serial reality show di Inggris dengan judul yang sama: Supernanny yang mulai dirilis acaranya pada tahun 2004. Di tahun yang sama acara perbaikan pola pengasuhan anak ini mengilhami dibuatnya serial TV lainnya berupa Dog Whisperer with Cesar Milan. Objeknya bukan anak-anak melainkan anjing.


Saat saya membaca buku Supernanny, saya tertarik untuk menceritakan satu kisah di sini. Ada seorang anak perempuan bernama Sophie. Ia sulung dari dua bersaudara. Perilakunya tidak terkendali dan memiliki penghargaan diri yang rendah. Ibunya, Kelly, pelit untuk memuji.

Baca Lebih Lanjut.

Asalkan Disuapin Olehmu, Aku Rela



Makan nasi sudah menjadi sebuah kebiasaan selama 38 tahun. Kebiasaan yang baik tentunya. Tetapi ketika sudah berlebihan maka akan menjadi keburukan. Lalu bagaimana caranya agar kebiasaan menjadikan nasi sebagai satu-satunya sumber karbohidrat itu hilang atau berkurang? Apa dampaknya? Oleng sudah pasti. Alhamdulillah saya sudah bisa melewatinya.

Dulu sewaktu masih di Jakarta, saya penyuka nasi banget. Saya akan memilih warung makan yang memberikan nasi banyak. Kalau sedikit, ogah. Apalagi kalau nasinya sudah ditumplek dalam sebuah wadah atau mangkuk kecil lalu ditaruh dipiring. Itu cuma bukit, bukan gunungan nasi. Ini semua agar kebutuhan vitamin K (baca: kenyang) terpenuhi.

Baca Lebih Lanjut.

Amnesti Pajak: Menjadi Ayah yang Tidak Lupa



Saya menemukan kisah pendek ini dalam dua buku yang berbeda. Kisah pendek yang ditulis oleh William Livingstone Larned berjudul Father Forgets. Kisah ini muncul pertama kali sebagai editorial dalam sebuah majalah wanita People’s Home Journal di tahun 1920-an. Kemudian kisah ini dicetak ulang oleh Reader Digest.

Kisah ini juga ada dalam buku Dale Carnegie yang berjudul How to Win Friends and Influence People. Karena banyak menangkap imajinasi dan hati orang di seluruh dunia, kisah ini diterjemahkan dan dicetak ulang berkali-kali dan masih beredar sampai saat ini.

Baca Lebih Lanjut.

Anak Literasi Anak Peradaban



Kesukaan Kinan Fathiya terhadap buku begitu menggelora. Tak ada di tangannya kecuali buku saat ia berada di rumah. Anak bungsu saya yang duduk di bangku kelas dua sekolah dasar ini memang gemar membaca. Ia selalu meminta hadiah buku ketika saya pulang ke rumah dari bekerja di luar kota.

Membawanya ke toko ataupun pameran buku menjadi agenda bulanan buat kami berdua. Aroma buku yang menguar di toko buku senantiasa membangkitkan hasratnya untuk memiliki buku sebanyak-banyaknya. Ah Kinan, kau memang seperti ayahmu.

Baca Lebih Lanjut.

Lakukan ini, Doa Pasti Dikabul, Salat Pasti Diterima



Tiga kali puasa, akankah tiga kali lebaran? Minggu terakhir di bulan Sya’ban ini menjadi kali ketiga mengawali puasa tidak di rumah bersama keluarga. Waw, perasaannya jadi campur aduk. Apalagi Tapaktuan sepi banget pada saat dua hari menjelang puasa. Toko-toko dan warung-warung pada tutup. Ada tradisi Meugang. Semua laki-laki Aceh berkumpul bersama dengan keluarganya sambil bawa daging sapi atau kerbau buat dimasak dan dinikmati bersama. Tradisi yang mengakar kuat sejak zaman kerajaan Aceh Darussalam.

Makanya ketika teman-teman kantor pada pulang dan memang harus pulang sedangkan saya jaga kantor, benar-benar saya cuma bisa berdoa agar saya punya kesempatan yang sama dengan mereka, bisa berkumpul dengan keluarga.

Bisa berbuka puasa bersama dengan anak dan istri itu adalah sesuatu yang istimewa. Menggelar tikar di ruangan utama lalu menaruh semua apa yang bisa disantap di atas tikar itu kemudian berdoa ketika azan berkumandang dan berbuka puasa, subhanallah. Jadi buat teman-teman yang sampai saat ini masih diberikan kenikmatan seperti itu. Syukurilah. Itu anugerah. Itu kenikmatan tiada tara. Tidak ternilai. Kalau sudah bisa disyukuri, maka yakinlah Allah akan menambah dengan begitu banyak kenikmatan lainnya.

Baca Lebih Lanjut.