Bisakah Lapor Pajak Lewat Driver Ojek Online?


Kemajuan teknologi banyak memunculkan jasa pengiriman barang berbasis aplikasi daring (online), misalnya Bike-Grab, Go-jek, dan Go-Send yang memungkinkan Wajib Pajak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) dalam bentuk kertas maupun dokumen elektronik ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dengan menggunakan jasa pengiriman online tersebut.

Namun yang perlu diperhatikan adalah penyampaian melalui mitra (driver) ojek online harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Mengapa demikian? Karena sampai dengan saat ini, berdasarkan Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang berlaku, penyampaian SPT mengenal tiga cara.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Ditjen Pajak Klarifikasi Jutaan Email Kirimannya Bukan Hoax


Jutaan surat elektronik (email) yang dikirim oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bukanlah hoax. DJP secara resmi mengirimkan surel selama lima hari sejak Jumat (1 Maret 2019) dan berakhir pada hari Selasa (5 Maret 2019) dari alamat ditjenpajak.xxxx@pajak.go.id. Kode sebelum domain pajak dengan karakter “xxxx” adalah kode unik.

Ini untuk menjawab berbagai pertanyaan atau keraguan masyarakat tentang surel dengan subjek “Hindari masalah dalam menyampaikan SPT Tahunan 2018”.

Baca Lebih Lanjut.

Berikut Digitalisasi Layanan Pajak, Masyarakat Dimudahkan


Reformasi Perpajakan yang digelar sejak akhir 2016 mulai menampakkan hasil. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengubah proses bisnis dan prosedur layanannya sehingga memudahkan masyarakat. Terutama pada digitalisasi layanan pendaftaran, pembayaran, pelaporan pajak.

Di antaranya adalah tentang tata cara pendaftaran wajib pajak dan penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PMK Nomor 147/PMK.03/2017).

Baca Lebih Lanjut.

Gulag: Yang Berani Bergerak akan Ditembak!


Eka Kurniawan menulis tentang pembacaannya terhadap cerita-cerita pendek bikinan Isaac Babel di blognya baru-baru ini. Babel adalah penulis era Uni Soviet yang merupakan murid dari Maxim Gorky, penulis Uni Soviet terkenal lainnya yang sezaman dengan Lenin dan Stalin.

Di era Stalin—mengikuti Lenin—menangkap, memenjarakan, mengasingkan, dan membunuh lawan politik dengan tuduhan kontra revolusi, pengikut Trotsky, dan agen asing adalah hal yang jamak. Babel pada akhirnya mendapatkan giliran.

Baca Lebih Lanjut.

Bangunkan yang Tidur Itu!


Melania Trump, Grace Eline, dan Joshua Trump duduk di tribun.

Kinan tertidur saat mengantre untuk menyetorkan hafalan Alquran kepada ustaz pembimbingnya pada sore itu. Teman Kinan berusaha membangunkannya. “Tidak usah. Biarkan saja,” kata sang ustaz.

Di lain waktu dan tempat, bocah sepantaran Kinan, Joshua Trump duduk di sebelah kiri Melania Trump. Hanya diselingi satu bangku saja yang diduduki Grace Eline, bocah penderita germinoma. Namun Joshua tertangkap kamera sedang tertidur lelap.
Baca lebih Lanjut.

Mengepo Transaksi Repo


Pada Januari 2018, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan siaran persnya yang mendukung Perhimpunan Pedagang Surat Utang (Himdasun) dalam penerbitan Market Standard untuk transaksi Repurchase Agreement yang bersifat utang.

Transaksi Repurchase Agreement atau biasa disebut Transaksi Repo adalah kontrak jual atau beli efek ekuitas (saham) dan efek bersifat utang (obligasi) dengan janji beli atau jual kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan.

Baca Lebih Lanjut.

Per Non Dormire


Internet mengubah cara orang berkomunikasi. Inadia Aristyavani dalam artikelnya yang mengutip Profesor Terry Flew  dari Queensland University of Technology membuat komparasi cara komunikasi antara era sebelum dan sesudah adanya internet.

Era komunikasi massa atau era sebelum internet terjadi pada abad 20 dan dinamakan Komunikasi 1.0. Televisi menjadi media dominan pembentuk perubahan era itu. Sedangkan era internet yang membiak pada awal abad 21–dijuluk sebagai Komunikasi 2.0—mengacu kepada internet sebagai media perubahannya.
Baca Lebih Lanjut.