Karena Kami Pendosa



Suatu ketika, sehabis kegiatan Pajak Bertilawah yang dilakukan oleh 12.035 pegawai Direktorat Jenderal Pajak di 366 unit kerja, muncul cuitan dari Pak Zaim Saidi di akun Twitternya. Ia bilang begini,”Pajak haram. Dosanya gak akan hilang hanya dg tilawah Qur’an. Berhentilah memajaki. Hijrah kerja lain.”
Pertama, terima kasih Pak Zaim atas nasihatnya. Kami terima dengan baik walau kami meyakini bahwa pendapat keharaman itu masih bisa diperdebatkan. Kedua, semua manusia pada dasarnya tidaklah lepas dari dosa. Ketiga, kalaupun pegawai pajak ini adalah pendosa, sungguh tak elok dengan meremehkan kebaikan yang dilakukan mereka untuk bertilawah secara serentak pada hari itu.

Continue reading Karena Kami Pendosa

Advertisements

Agar Tak Berjerawat, Maka Harus Dirawat


Sampai catatan ini ditulis, pajak.go.id menduduki peringkat 136 situs web di Indonesia berdasarkan peringkat situs web yang disusun oleh Alexa.

Situs web pajak.go.id adalah salah satu wajah institusi besar ini. Tentu perlu dikelola sedemikian rupa agar baik dari sisi tampilan dan konten. Terutama untuk pengampu kepentingan utamanya: masyarakat dan wajib pajak. Maka dalam pengelolaannya, semua berpijak kepada prinsip “kemudahan buat wajib pajak.” Artinya situs web dapat memudahkan dan memberikan apa yang dicari wajib pajak serta mampu memenuhi ekspektasi wajib pajak.

Banyak kerja yang dilakukan untuk mewujudkan itu. Dalam Sasaran Strategis Direktorat Jenderal Pajak 2015-2019 peningkatan kualitas tampilan dan konten merupakan pelayanan prima kepada wajib pajak. Penjabaran sasaran strategisnya dalam bentuk Inisiatif Strategis 3 berupa Ekspansi Fungsionalitas Situs Web.

Baca Lebih Lanjut.

Mencinta Tanpa Syarat


Father And Daughter Wallpaper Father And Son Wallpaper - Walldevil

Anak lelah itu baru tertidur ketika api menjilat dinding kamar, tirai, dan pinggiran ranjangnya. Asap sudah mulai semerbak dan memenuhi ruangan. Seorang ayah terjaga dan segera mendobrak kamar. Apa yang akan dilakukan ayah itu selanjutnya? Membiarkan sang anak ditelan api karena merasa kasihan kepada anak yang baru saja lelap atau akan menyeretnya sedemikian rupa untuk menyelamatkan nyawanya?

*

Langit sudah menanggalkan topeng dari wajahnya yang benderang merayakan pagi ketika petugas berbaju seragam putih biru masuk ke dalam Bus Damri yang akan berangkat ke bandar udara. Bus yang hanya berisi tujuh orang, termasuk Kinan, akan segera berangkat setelah pengecekan.

Baca Lebih Lanjut.

Ah-ha Moment: Sebesar apa Percikanmu?



Di suatu pagi yang padat dengan sinar rawinya masih majal, saya baru saja keluar dari mulut Commuter Line di Stasiun Kalibata. Saya bentangkan aplikasi perbincangan yang sudah berjejal dengan banyak risalah itu. Salah satunya pesan gambar yang terkirim dalam sebuah grup. Saya membuka gambar itu dan langsung tersentak hingga sanggup menghentikan langkah saya yang bergegas.

Kemudian saya mencari bangku kosong yang ada di peron stasiun, saya melirik jam, dan saya pikir masih cukup waktu untuk tiba di tempat pendidikan dan pelatihan yang sedang saya ikuti selama sepekan ini. Semua neuron yang ada di balik tempurung kepala saya seperti tepercik api, terpantik.

Continue reading Ah-ha Moment: Sebesar apa Percikanmu?

Inklusi Kesadaran Pajak: Investasi Masa Depan


Sampai kapan kepatuhan pajak Indonesia rendah? Indikator berupa rasio pajak di tahun 2016 masih di bawah 11%. Ini menjadi permasalahan besar karena menyangkut kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.

Selama masyarakat belum sadar pajak maka seberapa pun keras usaha yang dikerahkan untuk mengumpulkan pajak maka akan sia-sia saja. Oleh karenanya perlu perubahan perilaku masyarakat dalam membayar pajak.

Baca Lebih Lanjut.

Samin dan Sri Mulyani


Selama hidup Samin tidak pernah membayar apa yang dinamakan pajak. Sekarang lebih-lebih lagi. Sekali ada pejabat datang ke rumahnya.

“Kau tahu bukan apa artinya pajak?”

“Belum.”

“Pajak itu berarti pengakuan atas keberadaan negara. Mengerti? Kau mengakui tidak keberadaan negara itu?”

“Samin sudah setengah abad lebih adanya, tetapi belum pernah ada yang membayar apa yang dinamakan pajak itu.”

“O, kalau begitu kau tidak mengerti apa itu negara.”

“Negara itu jantan atau betina? Sungguh, seumur hidup aku belum pernah melihat. Heran juga, tahu saja belum, sudah disuruh membayar pajak. Apa Samin dianggap gudang uang atau buyutnya, yang sembarang waktu bisa dimintai.”

Baca Lebih Lanjut.