Di Hari Pajak, Menkeu Serahkan Hadiah kepada Pemenang Tax Factor


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyerahkan hadiah perlombaan kepada para pemenang Tax Factor pada saat upacara peringatan Hari Pajak 2018 yang diselenggarakan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta (Sabtu, 14/7).

Jenly Hunter Mantiri, pegawai asal Kantor Pelayanan Pajak Pratama Toli Toli berhasil menjadi juara pertama dan menyisihkan delapan finalis lainnya. Jenly membawakan lagu Thank You for Loving Me pada Babak Final Tax Factor 2018.

Baca Lebih Lanjut/

Advertisements

DJP Gelar Tax Factor, Staf Ahli Menkeu Titip Pesan Ini


Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Suryo Utomo menitipkan pesan kepada para peserta dari luar Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang menjadi finalis Tax Factor 2018 ini.

“Tolong bahasakan sadar pajak ini keluar karena terus terang tak ada yang ikhlas membayar pajak, tetapi ini untuk anak cucu kita,” kata Suryo Utomo saat membuka Babak Final Tax Factor 2018 di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti, Gedung Mar’ie Muhammad Kantor Pusat DJP, Jakarta (Kamis, 12/7).

Baca Lebih Lanjut.

Sri Mulyani Indrawati: Fungsi DJP itu Hampir Muskil Dilaksanakan


Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memiliki fungsi yang sama sekali tidak mudah bahkan hampir muskil dilaksanakan oleh sebuah institusi dan manusia-manusianya.

“Karena DJP memiliki tiga fungsi yang diharapkan oleh negara, pemerintah, Menteri Keuangan, yang tiga-tiganya itu bertolak belakang,” kata Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Perpajakan dalam rangka memperingati Hari Pajak di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti Gedung Mari’e Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, hari ini (Rabu, 11/7).

Baca Lebih Lanjut.

Peringati Hari Pajak, Ditjen Pajak Bedah Buku Taxing Women


Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) menggelar bedah buku Taxing Women di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti, Gedung Mar’ie Muhammad, Jakarta (Senin, 9/7).  Kegiatan Edu Tax bagi masyarakat umum ini merupakan awal dari serangkaian acara yang direncanakan selama sepekan dalam rangka memperingati Hari Pajak yang jatuh pada tanggal 14 Juli.

“Acara bedah buku ini sangat penting karena berbeda daripada sebelumnya yang hanya mengundang peserta internal. Kali ini kita saksikan sendiri bahwa 90% tamu yang datang berasal dari luar Ditjen Pajak,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak Arfan dalam sambutannya.
Baca Lebih Lanjut.

Hari Pajak, Tugu yang Profan Sekaligus Sakral


Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) telah menetapkan tanggal 14 Juli sebagai Hari Pajak. Tentu penetapan tersebut bukan tanpa maksud.  Satu hari itu dibutuhkan untuk menguatkan jati diri serta memotivasi pengabdian abdi masyarakat di lingkungan organisasi besar seperti Ditjen Pajak ini.

Oleh karena  itu, perlu kembali menguak sejarah masa lalu karena dari sanalah kita bisa mengambil iktibar dan mendapatkan momentum penting bahwa perjalanan organisasi ini tidak bisa dijauhkan dari masa awal pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Lebih Lanjut.

Hobi dan Obsesi


Selepas menghadiri undangan rapat, saya mendapati dua orang perempuan sedang berlari sore di  halaman kompleks perkantoran Kementerian Keuangan.

Olahraga lari memang sedang booming dan menjadi gaya hidup masyarakat. Berbagai perlombaan digelar, mulai dari yang bersifat kompetisi sampai sekadar hiburan. Komunitas lari pun banyak bermunculan, termasuk di Kementerian Keuangan.

Baca Lebih Lanjut.

Bagaimana Kalau Kangen?


Main Mercon.

…telah sampailah  kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan kami ke dusun Wringinputih, tempat Mbah Rejo yang tua, bongkok, berdaulat, memakai tongkat, dan kopiah hitam yang sudah kecokelatan dengan ukuran nomor 5.

*

Dua prajurit itu menguntitku di belakang. Awalnya aku tak tahu siapa mereka. Tetapi penampilan rambut mereka yang cepak sudah bisa memastikanku. Satu prajurit berlari mendahuluiku, namun bisa kususul kembali. Satu lagi menyusulku dan tak bisa kusalip lagi. Itu juga karena kami berbeda arah. Ia ke timur, aku ke utara.

Pagi itu (16 Juni 2018), aku memang berlari dari rumah di Wringinputih, Borobudur, Magelang menuju depan kompleks Candi Borobudur. Jaraknya kurang lebih 5 kilometer. Jadi pagi itu genaplah 10 kilometer aku berlari. Itu juga dengan perjuangan berat bangun dari peraduan seperti Anaconda yang kekenyangan sehabis makan kapibara, rodensial terbesar di dunia.

Baca Lebih Lanjut.