Hercules Itu Tak Akan Pernah Tercatat dalam Sejarah Kalau Tiada Orang Ini


Bagi saya grup ini adalah tak tepermanai. Ini berarti orang-orang di dalamnya adalah orang-orang yang penting. Sebagaimana saya memandang humas itu penting bagi organisasi ini. Kenapa penting? Ini  karena humas itu corong. Humas yang memberitakan ke khalayak ramai tentang pajak. Pajak itu apa sih? Siapa yang diuntungkan oleh pajak?

Jika hal-hal di atas tiada memberitakan akan dari mana masyarakat tahu akan pajak? Mau seberapa bagus pun prestasi penerimaan pajak kalau tidak ada yang memberitakan, siapa yang mau tahu? Siapa yang mau dengar? Siapa yang mau lihat?

Baca Lebih Lanjut

Advertisements

Rubrik Bahasa: Berkelindan


Kalau malam ini Anda sedang menonton film Penumpasan Pengkhinatan G 30 S PKI maka Anda akan melihat Aidit sebagai tokoh sentral di sana.

Kalau Anda tahu, tokoh Aidit ini diperankan oleh Syu’bah Asa, wartawan majalah Tempo.

Sebagaimana kebiasaan majalah Tempo yang sering berkreasi dalam menggunakan kata-kata baru di selingkungnya, pada 1970-an, Syu’bah Asa menggunakan kata baru “berkelindan” sebagai padanan kata “saling mempengaruhi” atau “saling membelit”.

Demikian. Sebersit info.

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
30 September 2019

Rubrik Bahasa: Ibukota atau Ibu Kota?


Sejak narasi pemindahan ibu kota negara marak dan diikuti pula wacana pemindahan Aparatur Sipil Negara, saya tertarik untuk mencermati berbagai siaran (broadcast) pesan yang menyebar di aplikasi percakapan.

Ada yang menggunakan kata ibukota. Kata ibu dan kota digabung menjadi satu sehingga menjadi satu kata. Ada juga yang menuliskannya secara terpisah ibu kota. Nah, yang betul bagaimana?

Baca Lebih Lanjut

Rubrik Bahasa: Progress atau Progres atau Apa?


Progress berasal dari bahasa Inggris yang memiliki makna kemajuan atau berkembang. Kamus Besar Bahasa Indonesia sebenarnya sudah menyerapnya dengan kata “progres” yang berarti kemajuan. Artinya ketika mendapatkan dan memilih kata progress  untuk pembentukan suatu kalimat maka kita lebih memilih progres tanpa perlu kata itu dimiringkan sebagai tanda istilah asing yang belum diserap oleh bahasa Indonesia.

Namun jika kita mengingat pesan dari Badan Bahasa tentang slogan berikut: Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing, tentu kita selayaknya memilih kata “kemajuan” daripada “progres”.

Mengutip Ahmad Sahidah di Majalah Tempo, 10 Januari 2011: “Kegagalan menggunakan kata Indonesia dan lebih memilih menggunakan serapan kata-kata bahasa Inggris hakikatnya mencerminkan kekhawatiran banyak orang bahwa bahasa Indonesia yang berakar pada bahasa Melayu dipandang tidak memadai untuk dijadikan bahasa pengetahuan.”

Kita tidak ingin, bukan?

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
12 Agustus 2019

Kampanye e-Filing Raih Penghargaan Dunia


Program kehumasan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dalam memasyarakatkan pelaporan pajak secara daring menggunakan e-Filing (Embracing Technology to Elevate Tax Revenue) meraih penghargaan The International Public Relations Association (IPRA) Golden World Awards for Excellence 2019 dalam kategori sektor publik.

Deputy Chairman of The State Revenue Committee of Armenia Mikayel Pashayan yang diundang Presiden IPRA Svetlana Stavreva sebagai tamu kehormatan dalam malam penganugerahan tersebut memberikan secara langsung penghargaan itu kepada wakil Kementerian Keuangan, Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan, Ditjen Pajak Ani Natalia di Armenia Marriot Hotel Yerevan, Armenia (Jumat, 27/09).

Baca Lebih Lanjut

Jangan Menjelaskan Ini kepada Ekonom dan Politikus


Selama satu abad terakhir atau lebih, para akademikus telah memberi umat manusia kemajuan-kemajuan ilmiah luar biasa di hampir semua bidang studi…kecuali satu.

Satu paragraf itu menjadi lead yang menarik dari Bab Pendahuluan yang ada dalam buku Bagaimana Perekonomian Tumbuh dan Mengapa Runtuh. Peter D Schiff dan Andrew J Schiff menulis buku ini dan terbit pertama kali pada 2010. Baru diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada 2016.

Baca Lebih Lanjut

Yayasan Muslim Sinar Mas Land Gelar Lomba Baca Alquran Metode Mama Papa


Yayasan Muslim Sinar Mas Land bersama Forum Masjid Mushola BSD City dan Yayasan Mama Papa menyelenggarakan lomba baca Alquran di Masjid Islam Cikal Harapan BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten (Minggu, 22/09).

Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie tersebut menjadi puncak acara program Berantas Buta Alquran (BBQ) 2019 yang telah dilangsungkan sejak bulan April hingga September 2019. Para peserta lomba merupakan anak-anak yang telah dapat membaca Alquran dengan metode Mama Papa.

Baca Lebih Lanjut