Freeletics Strength: It’s time to move out the way



Forget myths. Fears. Doubts. Failure. The only thing standing between you and your goal is yourself. It’s time to move out the way.

Akhirnya 15 minggu Freeletics Strength selesai dijalani. Banyak hal yang saya dapatkan dari menekuni semua ini. Pelajaran hidup tentunya. Tentang arti kata pantang menyerah, perjuangan, dan pengorbanan. Freeletics Strength itu program Freeletics yang memfokuskan pada pengembangan otot tubuh.

Ini saya ambil setelah Freeletics Cardio Strength saya tempuh sebelumnya selama 15 minggu juga. Program yang saya sebut terakhir ini fokus pada penurunan berat badan sekaligus penguatan otot. Hasil yang lebih signifikan buat menaikkan massa otot tentunya ada di Freeletics Strength ini.

Sebanyak 97 workout saya jalani selama periode itu. Banyak suka dan dukanya. Apalagi selama waktu itu ada masa-masa pendidikan dan latihan di tempat yang asing dan menjalani ibadah puasa Ramadhan 1436 H. Namun hasilnya banyak Personal Best (peraihan waktu/repetisi terbaik) yang saya dapatkan di Freeletics Strength daripada di Freeletics Cardio Strength.

Banyak yang menanyakan kepada saya hasilnya seperti apa? Mungkin yang mereka inginkan adalah foto saya yang mempertontonkan otot sebagaimana saya memperlihatkan transformasi dari gemuk luar biasa sampai kurus begitu rupa. Bagi saya Freeletics itu gaya hidup. Bukan sekadar ripped, sixpack, atau apalah nama lainnya. Yang penting adalah sehat, selain itu efek samping.

Satu hal yang sering kali tidak dipahami oleh kebanyakan orang yang ingin mengikuti program ini: hasil itu tidak bisa dipenuhi dengan instan. Semua itu ada prosesnya. Dan orang yang menghargai proses tidak pernah mematikan harapannya bahwa ada cahaya di ujung terowongan. Goal sudah menanti di hadapan.

Alhamdulillah, saya diberikan kekuatan oleh Allah untuk bisa menekuni semua ini. Bagi saya yang lemah ini, tidak ada yang bisa memberikan kekuatan itu selain Dia. Ada keluangan waktu, kesehatan, dan keteguhan hati yang itu semua adalah nikmat yang diberikan-Nya kepada saya. Ia memberikan semua itu dengan murah dan mudah. Lalu setelah ini mau apalagi?

Tetap lanjut dengan program Freeletics Strength-nya. Bisa mengulang 15 minggu lagi dengan program dari pdf yang lama atau menyusun menu sendiri sesuai dari aplikasinya. Banyak jenis workout yang belum saya coba seperti Helios, Ares, Hyperion, Kentauros, Kronos, dan Uranos. Menu Max juga belum saya jajal semua. Lalu bagaimana dengan pakai coach? Nanti dilihat dulu. Inginnya di awal tahun depan, di saat Freeletics.com memberi diskon spesial dan besar buat mereka yang ingin pakai coach di bulan Januari.

Secara garis besar 15 minggu Freeletics Strength itu lebih sedikit workout-nya daripada Freeletics Cardio Strength. Ini karena dalam seminggu hanya ada empat workout. Sedangkan di Freeletics Cardio Strength bisa sampai lima kali workout.

Di Freeletics Strength ini kebanyakan menu diisi dengan Venus dan Zeus. Dari semua workout yang saya jalani hanya Zeus yang belum bisa mendapatkan bintang. Karena gerakan Hand Stand Pushup masih pakai gerakan alternatif. Insya Allah ke depannya saya fokus Hand Stand Pushup ini menggunakan gerakan utama.


Ini Personal Best yang saya dapatkan selama saya mengikuti Freeletics. Sedangkan Freeletics Strength saya jalani dalam periode 19 April 2015 sampai dengan 7 Agustus 2015.

Saya tidak menulis pekanan untuk Freeletics Strength. Saya pikir cukup menuliskan secara pekanan buat program Freeletics Cardio Strength dari minggu pertama sampai minggu 15. It is enough. Biar pembaca mengalaminya sendiri. Itu lebih asyik.

Pesan saya buat para pemula. Ini saya kutip dari email yang dikirim Freeletics.com kepada saya: “Forget myths. Fears. Doubts. Failure. The only thing standing between you and your goal is yourself. It’s time to move out the way.

Banyak sekali teman-teman saya yang hanya sekadar nafsu besar ingin bergerak dan terinspirasi saya untuk berubah (baca: ingin ikut program Freeletics) tetapi tidak bergerak sama sekali atau menyerah di awal hanya karena mencoba satu-dua workout lalu menyimpulkan “ini berat, ini bukan buat saya”. Saya beri tahu Anda semua para Pembaca, Freeletics ini mudah tapi banyak yang mudah menyerah di awal dan Freeletics ini memang tidak mudah tapi ribuan orang sudah banyak membuktikan tentang keberhasilannya.

Yang memisahkan Anda dengan tujuan Anda itu adalah diri Anda sendiri. Anda mau berubah? Saat ini jangan malas. Bergerak dan tetapkan tekad bahwa Anda mau berubah dan Anda adalah pejuang yang pantang penyerah. Saya bisa, Anda pasti bisa. Insya Allah. It’s time to move out the way.

Salam Freeletics. Wassalaamu’alaikum.


Tapaktuan. This is my land, my gym, my battlefiled.

***

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

Tapaktuan, 8 Agustus 2015


Advertisements

2 thoughts on “Freeletics Strength: It’s time to move out the way

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s