Suatu Magrib di Dermaga Kayu Liukang Loe


Pantai Bira di Suatu Sore.

Aku berdiri di ujung dermaga kayu yang menjorok ke laut, di suatu hari yang akan usai, di pulau kecil bernama Liukang Loe, Bira, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Langit mulai kelabu dengan semburat merah tertinggal di sebelah barat. Baru saja matahari mengusaikan jenakanya mengintip bentala dari daun-daun pohon kelapa.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Merencanakan Liburan ke Semarang: Seperti Engkau, Waktu adalah Permata


Lawang Sewu di Malam Hari. (Foto: http://www.instagram.com/pr.putra/)

Berulang kali ajakan istri untuk datang ke Bandungan, Semarang saya abaikan. Bukan soal apa, melainkan waktu yang perlu diatur ulang agar sesuai dengan kelonggaran yang ada. Akhir bulan ini perbincangan seperti ini tak bisa ditampik lagi.

“Memang harus ke sana?” tanya saya.

“Sudah lama tidak ke sana,” katanya.

“Bagusnya apa?”

“Adem.”

Baca Lebih Lanjut.

Pendar-pendar Kenangan di Titik Evenaar


Di atas awan.

Bumi Kalimantan akhirnya saya pijak kembali. Itu pun setelah 13 tahun lamanya. Bukan lagi di Palangkaraya atau Balikpapan yang hanya menjadi tempat pindah pesawat. Sekarang adalah Kota Khatulistiwa: Pontianak. Tempat yang lagi-lagi membuat saya bisa terbang dan mengarungi lautan mega bergulung-gulung dengan senja yang akan tamat. Persis waktu yang lampau itu. Catatannya masih bisa kau obrak-abrik di sini.

Buku Rhenald Kasali yang berjudul Agility: Bukan Singa yang Mengembik menemani penugasan kali ini. Kebetulan buku itu sedang membahas tentang transformasi Angkasa Pura II dalam mengelola bandara. Salah satunya Bandara Supadio di Pontianak.

Baca Lebih Lanjut.

Bagaimana Kalau Kangen?


Main Mercon.

…telah sampailah  kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan kami ke dusun Wringinputih, tempat Mbah Rejo yang tua, bongkok, berdaulat, memakai tongkat, dan kopiah hitam yang sudah kecokelatan dengan ukuran nomor 5.

*

Dua prajurit itu menguntitku di belakang. Awalnya aku tak tahu siapa mereka. Tetapi penampilan rambut mereka yang cepak sudah bisa memastikanku. Satu prajurit berlari mendahuluiku, namun bisa kususul kembali. Satu lagi menyusulku dan tak bisa kusalip lagi. Itu juga karena kami berbeda arah. Ia ke timur, aku ke utara.

Pagi itu (16 Juni 2018), aku memang berlari dari rumah di Wringinputih, Borobudur, Magelang menuju depan kompleks Candi Borobudur. Jaraknya kurang lebih 5 kilometer. Jadi pagi itu genaplah 10 kilometer aku berlari. Itu juga dengan perjuangan berat bangun dari peraduan seperti Anaconda yang kekenyangan sehabis makan kapibara, rodensial terbesar di dunia.

Baca Lebih Lanjut.

Martapura: KP2KP, Mayat, dan Pistol (3)


Gertakan Dua Pistol

Wilayah Kerja KP2KP Martapura memang luas. Dan Belitang hanya salah satu dari 20 kecamatan yang ada di OKU Timur. Wajib pajak yang datang ke kantor seringkali wajib pajak yang berada di wilayah terluar dan terjauh jangkauannya. Ini akan menjadi masalah jika dokumen yang dipersyaratkan dalam pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau pelaporan SPT masih kurang.

Ujung-ujungnya dilema. Menolak atau menerima. Mengingat karakter masyarakat OKU Timur yang keras dan tanpa basa-basi membuat personel KP2KP seringkali tidak mudah menjelaskan kekurangan dokumen pendukung dalam permohonan mereka. Untuk ini mereka punya ceritanya.
Baca Lebih lanjut.

Martapura: KP2KP, Mayat, dan Pistol (2)


Taaruf dan Silaturahmi

KP2KP Martapura merupakan unit vertikal di bawah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Baturaja, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. KP2KP Martapura menjadi bagian penting dalam pengumpulan penerimaan pajak yang ditargetkan kepada KPP Pratama Baturaja sebesar Rp561 miliar.

Wilayah kerja KPP Pratama Baturaja yang dikomandoi oleh Akhmad Yani ini meliputi tiga kabupaten yaitu OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan. Sebagai kepanjangan tangan dari KPP Pratama Baturaja di OKU Timur maka KP2KP Martapura didirikan sejak 2008. Kantornya masih mengontrak dan berada di perlintasan Jalan Lintas Tengah Sumatera yang merupakan urat nadi perekonomian Pulau Sumatera.

Continue reading Martapura: KP2KP, Mayat, dan Pistol (2)

Martapura: KP2KP, Mayat, dan Pistol (1)


Barangkali Anda akan salah mengira jika saya sebutkan nama Martapura. Tidak, bukan kota yang di Pulau Kalimantan yang saya lawat kali ini. Martapura yang ini berada di Pulau Sumatera. Sama-sama menjadi ibu kota kabupaten.

Kereta api Limited Express Sriwijaya yang saya naiki akhirnya berhenti di Stasiun Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Kereta api itu mulai berangkat dari Stasiun Tanjung Karang, Bandar Lampung pada pukul 21.00. Singgah sebentar saja di stasiun kecil ini.

Baca Lebih Lanjut.