Jejaki Wisata Alam Tapak Kaki Raksasa Tuan Tapa di Tapaktuan



Sekarang lokasi ini sudah berubah jauh dibanding tiga tahun yang lalu. Lokasi yang terkenal di seantero Aceh yaitu jejak tapak kaki raksasa Tuan Tapa di Tapaktuan. Sebuah legenda yang masih dituturkan sampai saat ini oleh masyarakat sana. Di samping keindahan alamnya yang luar biasa.

Baca Legenda: Antara Legenda dan Takdir, Ini yang Menarik di Tapaktuan.

Hari ini ada kunjungan dari teman-teman Kantor Pelayanan Pajak Pratama Lhokseumawe yang mengadakan Tour de Aceh. Dari Lhokseumawe menuju Takengon lalu ke Beutong dan menginap di Nagan. Lalu menuju Tapaktuan, nanti dari Tapaktuan menuju Subulussalam dan Singkil. Dari Singikil balik lagi ke Subulussalam menuju Medan dan Langsa. Lalu Selasa pagi direncanakan sudah sampai di Lhokseumawe kembali.

Baca Lebih Lanjut.

Inilah Cara Jitu Mendapatkan Tiket Pesawat Murah


Tiap akhir pekan, liburan nasional, lebaran, maupun akhir tahun pasti banyak orang yang cari tiket pesawat murah untuk liburan bersama keluarga maupun pulang ke kampung halaman. Sayangnya, waktu-waktu tersebut tentu sangat sulit untuk mendapat tiket pesawat murah yang diinginkan. Namun tak perlu khawatir akan hal itu, karena saat ini banyak cara yang dapat dilakukan agar mendapatkan tiket pesawat murah dengan mudah.


(Sumber Gambar : Nationalgeographic.co.id)

Untuk mendapatkan tiket pesawat yang murah, Anda perlu memperhatikan beberapa hal sebelum booking tiket. Berikut beberapa langkah atau cara jitu yang bisa membantu Anda cari tiket pesawat murah.

Baca Lebih Lanjut.

RIHLAH RIZA #71: Dia yang Telah Pergi Tak Akan Pernah Kembali


IMG-20160830-WA0014

…hanya waktu.

Awalnya bimbang untuk melanjutkan lagi tulisan Rihlah Riza yang sudah mencapai nomor 70. Rubrik yang khusus menulis pengalaman saya selama di Tapaktuan. Pertanyaan besarnya adalah manfaat apa buat pembaca? Memangnya ada yang membaca?

Segala pertanyaan itu akhirnya saya abaikan. Kalau mau saya tulis ya tulis saja. Ini akhir pekan, saat untuk menulis. Saat untuk menghasilkan satu karya. Bukankah ini yang saya selalu tekankan kepada teman-teman saya yang bertanya kepada saya bagaimana caranya supaya bisa menulis. Jawaban saya klise: tulis satu karya setiap pekannya.

Baca Lebih Lanjut.

Mangunreja Sareng Warung Peuteuy, Aya Naon di Ditu?



Ibu Jua Mengaduk Ulen via onenews.id

To make something special, you just believe it’s special.

(Mr. Ping, Kung Fu Panda, 2008)

Liburan panjang awal bulan Mei 2016 itu kami ke Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Sebuah nikmat yang patut disyukuri adalah bertemu dengan saudara dan merasakan kembali makanan yang sudah lama tidak pernah dinikmati.

Kami berangkat dari Jakarta hari Kamis pukul 14.00. Keluar dari kemacetan di KM-57 tol Cikampek pada saat magrib. Sempat tersasar di Garut dan sampai di rumah uwa (panggilan hormat kepada kakak ibu) jam satu dinihari. Alhamdulillah dalam perjalanan itu saya tidak terkantuk-kantuk. Masih kuat nyetir tanpa tergantikan sampai tujuan.

Baca Lebih Lanjut.

RIHLAH RIZA #68: Di Atas Space of Hope



Kami bertiga di atas Space of Hope.

Berkali-kali ke Banda Aceh tapi belum sempat jua untuk berkunjung ke Museum Tsunami Aceh. Melewatinya berkali-kali tapi hanya sekadar lewat. Sambil lari, sambil ngelamun, sambil tidur. Sudah hampir dua tahun setengah di sini, tidak bisa begini saja. Harus mampir dan melihat-lihatnya. Takdir mengangkangi saya akhirnya.

Mulanya ada undangan ke Lhokseumawe. Ada rapat koordinasi daerah (rakorda) se-Kantor Wilayah DJP Aceh. Tumben nih Kepala Seksi Penagihan diundang rakorda. Biasanya enggak. Atau saya yang lupa? Atau karena ini Tahun Penegakan Hukum? Entahlah.

Kabar angin, awalnya rakorda akan diselenggarakan di Takengon. Tempat yang belum pernah saya ludahi, maksudnya saya kunjungi. Saya jarang meludah kok. Tapi tidak jadi karena Jokowi mau ke sana. Di Sabang kabar lainnya. Asyik bisa ke sana, ke sebuah tempat yang orang se-Indonesia pengen banget ke titik 0 Indonesia. Saya aja belum pernah ke sana. Enggak jadi juga ternyata.

Baca Lebih Lanjut.

Ekspedisi Pulau Dua: Mission Accomplished!



Jarang nelayan yang berani ke pulau satunya lagi. Apa sebab?

Pulau Dua itu terletak di Samudra Hindia. Tepatnya masuk wilayah kecamatan Bakongan, Aceh Selatan. Dinamakan Pulau Dua karena ada dua pulau kembar yang tak berpenghuni dan terpencil. Salah satu pulau di antaranya adalah pemakaman, katanya jarang nelayan yang berani ke sana. Jadi pulau lainnya itu yang kami kunjungi buat snorkeling dan saya punya misi khusus ke pulau ini.

Pulau tropis ini kecil. Keliling lingkarannya hanya 800 meter lebih. Jarak Pulau Dua dari daratan utama Sumatera sekitar 2 kilometer dengan waktu tempuh 10 menit memakai perahu nelayan yang kami sewa. Tidak banyak orang tahu dan berwisata di pulau ini. Hanya orang-orang yang paham saja yang datang ke pulau itu.

Baca lebih lengkap.