Nasihat Nan Nirmala


Ingin menjadi apa ketika setiap keinginan kita senantiasa terwujud? Beberapa tahun yang lampau ada sebuah film yang menceritakan seorang tokoh.

Tokoh ini kalau meminta sesuatu pasti terwujud. Tetapi selalu ada konsekuensi yang mengikutinya. Tapi ia pengecut. Sehingga ketika ia menjadi apa dan risiko dari menjadi apanya itu muncul, buru-buru ia segera mengajukan permintaannya yang lain. Ia menerima menjadi apa tapi tak mau menanggung imbas yang ada.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

5 Adab Menuntut Ilmu yang Kudu Diperhatikan oleh Salafi, Sufi, dan Kita Semua



Kita merasa sudah belajar mati-matian namun sepertinya ilmu itu sama sekali tidak bisa kita tangkap atau kita merasa bego terus, atau malah kita merasa sombong ketika sudah berilmu, jangan-jangan itu karena kita kurang peduli dengan adab-adab dalam menuntut ilmu. Adab-adab inilah yang kudu dipelajari terlebih dahulu sebelum kita belajar sesuatu. Entah ilmu umum ataupun ilmu agama.

Dalam buku yang ditulis oleh ulama dunia bernama Dr. Yusuf Alqaradhawi, berjudul Mensufikan Salafi dan Mensalafikan Sufi ada diterangkan mengenai adab-adab penting yang perlu diperhatikan oleh para pencari ilmu.

Baca Lebih Lanjut.

Ini Sebab Video #aksibelaquran411 Bikin Nangis Banyak Orang


 

Banyak orang merinding, menangis, tergugah, tersemangati, dan berzikir banyak-banyak saat melihat video yang dibuat oleh Oyi Kresnamurti ini. Video ini merekam aksi damai yang diikuti oleh ratusan ribu rakyat Indonesia pada tanggal 4 November 2016.

Awalnya saya mendapatkan dari sebuah grup Whatsapp pada hari Minggu tanggal 6 November 2016. Ibu Muktia Farid membagi tautan di Youtube itu pada pukul 19.34 dengan testimoninya, “Bagus nih rekaman aksi 411.” Iseng saya membuka video itu dan menuju TKP. Dan waow! Benar, video ini bikin merinding.

Baca Lebih Lanjut.

Kemenkeu Mengajar: Sehari Menjadi Guru



“Kapan Abi bisa ke sini? tanya anak saya, Ayyasy, yang ada di pesantren di kawasan perbatasan Bogor-Sukabumi.

“Kayaknya enggak bisa hari ini Nak. Soalnya Abi harus persiapan buat ngajar besok,” jawab saya dari seberang telepon.

“Yaaaaaaah,” suara Ayyasy mengisyaratkan kekecewaan.

Ïya insya Allah besok, setelah ngajar Abi datang ke sana yah,” jawab saya sambil menahan perih karena ada lubang yang menganga tiba-tiba muncul di hati. Bagi saya yang jarang bertemu dengannya ini nada kecewa darinya tentu menyesakkan dada. Penugasan di Tapaktuan, Aceh Selatan, membuat saya hanya bisa pulang sekali dalam sebulan.

Baca Lebih Lanjut

Dua Bekal Buat Anda Para Aktivis Media Sosial



Pagi ini di saat salat duha, sebuah pesan masuk dalam aplikasi Whatsapp saya. Pesan dalam bentuk gambar seorang Imam Masjidilharam—Syaikh Sudais—yang di atas foto dirinya itu termaktub sebuah pesan kenabian. Ya, benar-benar pesan dari seorang nabi junjungan alam 1400 tahun silam.

Doa orang tua untuk anaknya bagaikan doa nabi terhadap umatnya (H.R. Adailami). Itu teks hadis nabi dalam gambar tersebut. Pesan yang datang pada saat yang tepat mewujud dalam sebuah amal: saya tergerak untuk mendoakan kembali anak-anak saya. Kalau saja ibu saya masih hidup saat itu, saya pun pasti akan menghubunginya untuk meminta doa mustajab.

Baca Lebih Lanjut.

5 Hal Penting dari Si Tuli yang Kudu Kamu Lakukan Segera



Ilustrasi ayah dan anaknya dalam suatu pernikahan (Dari sini)

Ada ulama yang dikenal sebagai seorang zuhud, warak, dan berkepribadian sederhana serta hidup dalam keprihatinan. Ia sezaman dan pernah bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal. Namanya Hatim Alasham. Nama lengkapnya Abu Abdurrahman Hatim bin Unwan Alasham. Ia dijuluki sebagai Alasham. Mengapa dijuluki sebagai Alasham (si tuli)? Ii Ruhimta dalam buku yang ditulisnya berjudul Kisah Para Salik menceritakan sosok syaikh dari Khurasan ini.

Dikatakan bahwa seorang perempuan bertanya kepada Hatim. Ketika bertanya tiba-tiba perempuan itu mengeluarkan angin. Merahlah mukanya karena malu. Hatim berkata kepadanya, “Hai, coba kamu keraskan suaramu agar dapat kudengar!” Perempuan itu bergembira sebab ia mengira bahwa Hatim itu tuli. Maka setelah peristiwa itu Hatim dikenal dengan Hatim Alasham.

Baca Lebih Lanjut.