Cerita Lari Mandiri Jogja Marathon 2018 (3): Menghilang di Rerimbunan Kembang Kenikir


Mandi di sendangmu (Foto milik sendiri).

Asyik. Aku tiba juga di Water Station (WS) kilometer (KM)-26. Di sana ada Fruit Station. Yang jelas ada pisang. Aku mengambil pisau yang ada di meja lalu memotong potongan pisang yang sudah kecil kemudian menyantapnya. Aku menikmati potongan itu tanpa ada keinginan untuk muntah.

Air yang keluar dari Water sprinkler memancur deras. Aku sekalian mandi. Segar rasanya disiram butiran air. Ini Svarloka. Tempat sungai mengalir dan buah-buahan tumbuh. Sudah cukup. Jalan saja.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Cerita Lari Mandiri Jogja Marathon 2018 (2): Melangit Menuju Svarloka


Tampak Belakang

Prambanan masih gulita saat aku dan Mas Hafidz berada tak jauh di belakang garis start yang sudah dipenuhi para pelari. Sebagian besar dari mereka memakai kaos komunitas larinya.

Beberapa dari mereka ada yang memakai balon yang diikatkan di kaosnya. Mereka para pacer yang akan memandu kecepatan berlari sampai tiba di garis finis dengan beberapa kategori waktu.

Baca Lebih Lanjut.

Cerita Lari Jakarta Marathon 2017: Mengejar Melanie


Pada 2015, Esa Marindra Fauzi, seorang teman sekaligus penamat triatlon mengajak saya yang waktu itu sedang bertugas di Tapaktuan untuk mencoba menyeret-nyeret kaki bareng sejauh 21,1 kilometer di palagan Jakarta Marathon. Baru dua tahun kemudian niat itu menjadi nyata setelah saya pindah tugas ke Jakarta.

Ahad pagi yang masih gulita, 29 Oktober 2017, pada saat saya menyerahkan tas di tempat penitipan tas (drop bag area) sebuah colekan menyentuh pundak saya. Ternyata Esa. Kami sama-sama terlambat datang.

Baca Lebih Lanjut.

DJP RUNNERS: Dari Bandung Sampai ke Hongkong


DJPRUNNERS2

Olah raga lari sudah menjadi gaya hidup sehat masyarakat saat ini. Olah raga murah ini digemari berbagai kalangan, terutama masyarakat perkotaan. Berbagai lomba lari digelar di berbagai daerah dan menarik antusiasme masyarakat. Komunitas lari pun bermunculan bak cendawan di musim hujan. Salah satunya adalah DJP Runners.

Komunitas lari buat pegawai DJP ini didirikan dan diresmikan pada momen Car Free Day Dago, tanggal 26 April 2015, oleh Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Barat I pada saat itu, Ajat Jatnika. Selain sebagai sarana silaturahmi, DJP Runners dimaksudkan menjadi model bagi pegawai DJP untuk hidup aktif, menjaga kesehatan, dan berbagi informasi terkini di dunia lari.

Baca Lebih Lanjut.