Suatu Magrib di Dermaga Kayu Liukang Loe


Pantai Bira di Suatu Sore.

Aku berdiri di ujung dermaga kayu yang menjorok ke laut, di suatu hari yang akan usai, di pulau kecil bernama Liukang Loe, Bira, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Langit mulai kelabu dengan semburat merah tertinggal di sebelah barat. Baru saja matahari mengusaikan jenakanya mengintip bentala dari daun-daun pohon kelapa.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Pelawatan Kopi: Pahit dan Asamnya



Liang lambung saya begitu parah waktu itu. Saya sampai merasakan organ tubuh itu dikorek-korek dengan selang yang dijulurkan dari lubang hidung di sebuah rumah sakit. Tapi syukurnya tidaklah separah seperti yang dirasakan Presiden Amerika Serikat ke-42 William Jefferson Blythe III ketika mengidap Gastro-Esophageal Reflux Disease yang sampai bikin nyeri di dada—ini denotasi sebenarnya.

Gaya hidup tak sehat meraja seperti ini: makan telat, pemuja mi instan, dan penikmat kopi sasetan. Untuk yang terakhir itu kemudian berakhir dengan tragis ketika saya dipindah ke surga kopi: Aceh. Tepatnya di Tapaktuan, Aceh selatan. Sejak itu saya mengenal sejatinya kopi paling nikmat di dunia. Saya begitu menghamba kepada segelas dua gelas kopi manis.

Continue reading Pelawatan Kopi: Pahit dan Asamnya

KPP Pratama Tapaktuan Ajak Pendamping Desa Peduli Pajak


Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tapaktuan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan kembali mengadakan acara Sosialisasi Aspek-aspek Perpajakan Dana Desa dan Monitoring Pelaksanaan Kewajiban Perpajakan Dana Desa Tahun Anggaran 2016 di Tapaktuan, Senin (5/12).

Kepala KPP Pratama Tapaktuan, Ajun Bakri menyampaikan dari 260 desa di seluruh Aceh Selatan masih banyak desa yang belum maksimal dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.  Turut hadir pada acara ini antara lain Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Selatan yang diwakili oleh Sekretaris BPM Aceh Selatan, Shaumi Radli.
Baca Lebih Lanjut.

Kemenkeu Mengajar: Sehari Menjadi Guru



“Kapan Abi bisa ke sini? tanya anak saya, Ayyasy, yang ada di pesantren di kawasan perbatasan Bogor-Sukabumi.

“Kayaknya enggak bisa hari ini Nak. Soalnya Abi harus persiapan buat ngajar besok,” jawab saya dari seberang telepon.

“Yaaaaaaah,” suara Ayyasy mengisyaratkan kekecewaan.

Ïya insya Allah besok, setelah ngajar Abi datang ke sana yah,” jawab saya sambil menahan perih karena ada lubang yang menganga tiba-tiba muncul di hati. Bagi saya yang jarang bertemu dengannya ini nada kecewa darinya tentu menyesakkan dada. Penugasan di Tapaktuan, Aceh Selatan, membuat saya hanya bisa pulang sekali dalam sebulan.

Baca Lebih Lanjut

RIHLAH RIZA #71: Dia yang Telah Pergi Tak Akan Pernah Kembali


IMG-20160830-WA0014

…hanya waktu.

Awalnya bimbang untuk melanjutkan lagi tulisan Rihlah Riza yang sudah mencapai nomor 70. Rubrik yang khusus menulis pengalaman saya selama di Tapaktuan. Pertanyaan besarnya adalah manfaat apa buat pembaca? Memangnya ada yang membaca?

Segala pertanyaan itu akhirnya saya abaikan. Kalau mau saya tulis ya tulis saja. Ini akhir pekan, saat untuk menulis. Saat untuk menghasilkan satu karya. Bukankah ini yang saya selalu tekankan kepada teman-teman saya yang bertanya kepada saya bagaimana caranya supaya bisa menulis. Jawaban saya klise: tulis satu karya setiap pekannya.

Baca Lebih Lanjut.

Ekspedisi Pulau Dua: Mission Accomplished!



Jarang nelayan yang berani ke pulau satunya lagi. Apa sebab?

Pulau Dua itu terletak di Samudra Hindia. Tepatnya masuk wilayah kecamatan Bakongan, Aceh Selatan. Dinamakan Pulau Dua karena ada dua pulau kembar yang tak berpenghuni dan terpencil. Salah satu pulau di antaranya adalah pemakaman, katanya jarang nelayan yang berani ke sana. Jadi pulau lainnya itu yang kami kunjungi buat snorkeling dan saya punya misi khusus ke pulau ini.

Pulau tropis ini kecil. Keliling lingkarannya hanya 800 meter lebih. Jarak Pulau Dua dari daratan utama Sumatera sekitar 2 kilometer dengan waktu tempuh 10 menit memakai perahu nelayan yang kami sewa. Tidak banyak orang tahu dan berwisata di pulau ini. Hanya orang-orang yang paham saja yang datang ke pulau itu.

Baca lebih lengkap.

Pasukan Kuning Semarakkan Pusat Kota Naga dengan Kampanye E-filing



Sebagai wujud pelayanan kepada Wajib Pajak, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tapaktuan mengadakan Kampanye Simpatik Penyampaian SPT Tahunan Melalui E-filing di pusat kota Tapaktuan, kemarin (12/3). Sebanyak 14 personil KPP berseragam kaos berwarna kuning membagikan brosur dan stiker e-filing di Bundaran Simpang Keude Aru kepada para pengguna jalan. Spanduk ajakan lapor SPT Online dibentangkan di bawah tugu buah pala untuk dua sisi jalan.

Baca Lebih Lanjut.