Musibah Ini untuk Menghapus Banyak Kesalahan


Setelah menginap di rumah Bi Idah di Segeran dan sebelumnya kami mengalami musibah di jalan (Ceritanya bisa dibaca di sini), besok paginya kami berangkat ke Jatibarang untuk ziarah ke makam bapak dan mamah.

Sebelum ke makam, kami menyempatkan diri silaturahmi ke toko mebel Bi Ghoniyah. Tokonya terletak di deretan toko mebel di samping BRI Cabang Jatibarang. Ada Maman, anaknya Bi Ghoniyah, juga di sana. Ia teman masa kecil saya dulu.

Continue reading Musibah Ini untuk Menghapus Banyak Kesalahan

Hilang Satu Tiket Enggak Bikin Gua Berantakan


Segelas nira sebagai muasal gula aren yang baru diambil dari pohon kelapa di Magelang.

Lebaran memang menjadi momen terbaik mendapatkan hikmah dari siapa saja.

Terutama pada saat silaturahmi kepada sanak saudara. Meminta doa ketika pamit malah dibalas dengan rentetan doa panjang. Salah satunya dengan doa semoga Allah memberikanmu rezeki yang banyak dan manfaat. Kata terakhir itu menghunjam kalbu sekali. Iya benar. Apa gunanya memiliki harta banyak, tetapi tidak memberikan manfaat buat sekitar?

Baca Lebih Banyak

Cerita Lebaran: Seusai Menjadi Salik Selama Sebulan


Bentangan sawah di Sempulur.

Azan Subuh mengamuk di gendang telinga. Menutupinya dengan bantal rasanya sudah cukup untuk meredakannya. Apalagi perjalanan semalam dari Wringinputih, Magelang menuju Sempulur, Boyolali yang menguras daya dapat menjadi alasan lebih dari sekadar.

Pada akhirnya tidak demikian juga. Saya masih bisa beranjak. Kandung kemih yang penuh mendorong saya untuk segera turun ranjang.
Baca Lebih Lanjut.