Semangkuk Empal Gentong Untuknya


Sekeluarnya dari peron Stasiun Cirebon, saya dipepet bapak tukang becak yang menawarkan jasanya. “Mau ke mana, Pak? Saya antar ya, Pak?” kata tukang becak itu dengan logat Cirebonnya yang kental-kental manis.

“Enggak, Pak,” tukas saya. Saya memang hendak ke penginapan yang tak jauh dari Stasiun Cirebon, namun spanduk besar berwarna kuning bertuliskan Empal Gentong Mang Darma sangat merisak selera saya di waktu jam makan siang ini.

Continue reading Semangkuk Empal Gentong Untuknya

Advertisements

Di Sepanjang Pantura



Ada empat hal yang saya lakukan di atas kereta api ekonomi yang saya naiki kali ini. Menekuri aplikasi percakapan, membanting pandangan ke luar jendela, membaca buku, dan tidur. Dua hal pertama sangat mendominasi betul.

Abaikan upaya bercakap-cakap dengan kawan duduk di sebelah seperti yang biasa saya lakukan. Kali ini di samping saya adalah seorang perempuan generasi milenial yang baru naik dari Stasiun Cirebon menuju Jakarta.

Baca Lebih Lanjut.