Pemuda yang Berdamai dengan Kegagalan dan Hajar Rasyid


Photo by Nathan Cowley on Pexels.com

 

Pada 1785, pemuda Prancis ini ditolak untuk mengikuti ekspedisi berbahaya ke Samudra Pasifik. Kegagalan yang mesti ia terima namun patut disyukuri. Kegagalan yang memengaruhi jalannya sejarah dunia dan Indonesia tak terkecuali.

 Pagi menjelang siang tadi ada jadwal uji coba perkuliahan jarak jauh (PJJ) untuk mahasiswa PKN STAN yang saya ampu. Ini sekaligus menguji saya dalam menggunakan aplikasi PJJ yang disediakan pihak akademik.

Baca Lebih Lanjut

Mani Milik Siapa?


Entah kenapa air yang mengalir keluar dari salah satu kran dispenser di ruang kerja kami begitu kecilnya.

Teman saya menyeletuk, “Apakah kerajaan kecoak sudah mulai menutup lubang keluar air dispenser?”

Baca Lebih Lanjut

Perjalanan ke Batam: Bolehkah Hamba Menamainya Salwa?


Pesawat Sriwijaya Air yang rencananya membawa kami dari Bandara Hang Nadim, Batam ke Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng mengalami keterlambatan yang cukup parah Jumat sore itu. Mestinya kami sudah melayang pada pukul 16.20. Magrib tiba, kami masih bertopang dagu di ruang tunggu bandara.

Serepih roti dan segelas air mineral dalam kantong kertas warna coklat dibagikan kru darat maskapai itu sebagai kompensasi atas keterlambatan. Salah satu dari mereka memberitahukan penyebabnya. “Ada masalah di radar pesawat. Spare part-nya sedang kami datangkan dari Jakarta,” kata pria bertubuh besar.

Baca Lebih Lanjut