Gambar Ilustrasi yang Keliru


Pagi itu, ketika saya sedang asyik-asyiknya menjadi jemaat Zoomiyah, seorang kawan memberikan sebuah dokumen berbentuk pdf yang isinya salinan berita dari CNBC. Judulnya adalah Begini Konsep Door to Door Petugas Pajak, Simak!

Yang menarik dari pemberitaan itu adalah penggunaan gambar ilustrasi dalam bentuk karikatur tikus berdasi, berkacamata, berjas, dan berdasi sambil menggendong karung. Di bawah gambar itu ada penjelasan Foto: Ilustrasi Korupsi (CNBC Indonesia/Edward Ricardo).

Continue reading Gambar Ilustrasi yang Keliru

Mahakarya


Menjelang akhir tahun, pikiran kita terkenang-kenang.

Setiap warsa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan sanjungan kepada Kantor Wilayah DJP yang aktif dalam memublikasikan konten di situs web pajak.go.id. Dari sanjungan ini dapat diketahui bahwa dasar penilaian utama adalah kuantitas konten.

Continue reading Mahakarya

[Podcast] Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) di Marketplace Lokal


Sejak 1 Juli 2020 aturan PPN atas produk digital yang dijual oleh penjual dari luar negeri mulai diberlakukan. Jadi konsumen dari dalam negeri yang membeli produk digital dari luar negeri itu akan dipungut PPN oleh penjual dari luar negeri itu. Sampai 4 Oktober 2020 ini baru 28 pedagang produk digital yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN PMSE.

Lalu bagaimana jika penjual produk digital itu juga menjual produknya di platform e-commerce atau marketplace yang ada di dalam negeri? Siapa yang akan memungut PPN-nya apakah penjual dari luar negeri itu atau marketplace dalam negeri?

Baca Lebih Lanjut

Jaga Posnya Masing-masing


Kamis (17/9) siang itu menjadi pembelajaran terbaik buat Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan, Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Apa soal?

Kami menyelenggarakan rapat dengan Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan, Subdirektorat Harmonisasi Perpajakan, Direktorat Peraturan Perpajakan II, DJP. Ada Pak Bombong Widarto dan tim. Kak Ani Natalia sebagai Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan di waktunya yang padat juga turut hadir dalam rapat ini. Terima kasih banyak, Kak.

Continue reading Jaga Posnya Masing-masing

The 2nd ASEAN PR Excellence Awards 2019: Dari Kuching untuk Indonesia


Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) kembali meraih penghargaan internasional di bidang Public Relations.

Kali ini Ditjen Pajak mendapat Silver Award dalam kategori Best Government Public Relations (PR) dari Asean Public Relations Network dalam ajang The 2nd ASEAN PR Excellence Awards 2019 di Hilton Kuching, Sarawak, Malaysia (Senin, 29/4).

Baca Lebih Lanjut

JT-610 Tinggal Landas, Haska Berbekal Tamat Satu Juz Alquran


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memeluk istri Tri Haska Hafidzi yang menjadi salah satu korban pesawat Lion Air JT-610.

Tri Haska Hafidzi menyentuh layar telepon genggam dengan ujung jari jempolnya. Ia baru saja melaporkan kewajibannya pada pukul 05.46 pagi. Entah di ruang tunggu terminal Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng atau di dalam kabin pesawat Lion Air JT-610, ia memberi tanda centang hijau pada daftar yang tersedia.

Ini berarti sebagai anggota grup Whatsapp “DJP Bertilawah P2humas”, Haska sudah menyelesaikan tugasnya membaca Alquran satu juz dalam sepekan.

Baca Lebih Lanjut.

Perkuat Sinergi Kehumasan 2018, Ditjen Pajak Gelar Rakorsus P2Humas


Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mengadakan Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) bertemakan “Sinergi Satukan Langkah Meraih Cita” di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan, Banten (Selasa, 13/2).

Acara yang berlangsung selama tiga hari hingga 15 Februari 2018 ini mengumpulkan seluruh Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Ditjen Pajak seluruh Indonesia.

Baca Lebih Lanjut.

Matanya Penuh Kenangan, Tercecer di Mana-mana


Saya tersentak. Mimpi itu membangunkan saya. Padahal pesawat terbang ini belum juga lepas landas dari Bandara Adi Sumarmo. Dalam mimpi itu saya seperti berada dalam sebuah penjara gelap.

Topeng besi dengan lubang hanya untuk kedua belah mata menutupi seluruh wajah. Tak ada lubang untuk mulut. Saya merasa seperti dibekap dan berada di ruang sempit. Perasaan takut tempat sempit itu tiba-tiba datang lagi.

Baca Leboh Lanjut.

Bibliotek DJP: Pinjam Asli, Balik Bajakan


Alarm pendeteksi pencurian buku di Perpustakaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meraung lantam ke penjuru ruangan.  Ini isyarat ada buku yang sedang keluar ruangan perpustakaan tapi belum tercatat dalam sistem peminjaman buku.

Muhammad Arif Yusuf Hasibuan, 25 tahun, memeriksa alat setinggi 160 cm itu. Hasib, biasa ia dipanggil teman-temannya, dengan membawa satu buku tebal mengulang sekali lagi. Ia menjauhi peranti itu dengan jarak lebih dari satu meter. Tak terdengar suara apa pun. Berkali-kali ia mondar-mandir tapi alat yang ditaruh di dekat pintu ini tetap membisu.

Baca Lebih Lanjut.

SHARING IS AMAZING


SHARING IS AMAZING


    Selalu saja perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada perjalanan berangkat. Kantuk tidak mendominasi seperti biasanya. Nyupir pun jadi enteng. Saya juga heran kenapa bisa seperti ini? Eh, ternyata karena di sepanjang perjalanan balik dari Bandung ke Jakarta itu saya mengobrol terus. Ngobrolin apa saja dengan Ibu W Arifah, Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi di Kantor Pelayanan Pajak Bogor. Ibu Arifah ditemani putranya yang baru berumur 15 bulan dan pengasuhnya.

    Selama tiga hari, sejak Rabu, kami mengikuti Workshop Tax Knowledge Base (TKB) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), di Grand Royal Panghegar.

    Workshop itu dimaksudkan untuk mencari masukan dan dalam rangka pengembangan TKB. TKB itu apa? TKB itu seperti situs kumpulan peraturan perpajakan yang berjalan di intranet DJP. TKB diharapkan menjadi rujukan bagi para pegawai DJP untuk mendapatkan peraturan yang valid, mutakhir, dan dapat dipercaya.     

    Nah dalam workshop itu kami dibekali tentang praktik manajemen data peraturan perpajakan dari pengelola situs Ortax. Situs ini cukup dikenal bagi para pencari peraturan perpajakan. Saya saja kalau bingung mencari peraturan terkait sengketa persidangan di Pengadilan Pajak selalu mencari di Google dengan menambahkan kata “ortax” sebagai kata kunci tambahan. Semata agar Google dapat langsung menampilkan indek pencariannya dengan Ortax menempati daftar urutan pertama hasil pencarian.

    Itu di hari pertama. Di hari kedua kami dibekali ilmu tentang Knowledge Management (KM) Sederhananya begini KM itu. Misal ada pegawai baru masuk di Direktorat Keberatan dan Banding (DKB) untuk jadi Petugas Banding. Pegawai ini belajar dari awal semua tentang ilmu-ilmu yang ada di DKB, mulai dari pengetahuan dasar keberatan dan banding, teknik berkomunikasi, teknik beracara di Pengadilan Pajak, dan lain sebagainya. Sampai dia menjadi seorang ahli dan rujukan dari teman-temannya dalam masalah sengketa di persidangan.

    Eeh…tiba-tiba gelombang mutasi menerpa pegawai tersebut. Ya sudah pegawai itu meninggalkan begitu saja DKB dengan membawa semua pengetahuan berharga yang ia miliki yang seharusnya bisa dimanfaatkan optimal di DKB. Inilah yang disebut tacit knowledge, yaitu pengetahuan yang hanya ada di kepala Sang Pegawai itu yang belum terbagi.

    Pegawai baru yang menggantikan ternyata mulai dari nol lagi untuk bisa seperti pegawai yang pindah itu. Nah, dengan KM itulah tacit knowledge dipecahkan dengan cara berbagi pengetahuan.

    Ohya kami dilatih juga cara membuat matrik “from business strategy to knowledge“, sebuah matrik yang menjabarkan cara agar pengetahuan tentang strategi bisnis bisa didapat dan dibagi. That’s great. Ilmu baru buat saya.

    Satu pertanyaan adalah mengapa perlu ilmu KM pada workshop kali ini? Jawabnya adalah bahwa pengembangan kesempurnaan TKB tidak lain dan tidak bukan juga didapat dari para pegawai DJP sebagai kontributor utamanya. Dan itu hanya bisa dilaksanakan jika semangat berbagi sudah tumbuh. KM menjadi pemantik tumbuhnya semangat berbagi.

    Malamnya ada sesi motivasi dari seorang motivator. Kami diajak untuk sama-sama membuang kotak problem hidup yang ada dalam benak kami, yang dari alam bawah sadar seringkali hal itu menghambat kami untuk bisa sukses. Tentu pada akhir sesi itu kami diajak untuk saling berbagi. Tidak hanya teori, kami diajak untuk merealisasikannya saat itu juga. Semangat berbagi ini berbuah donasi sebesar lebih dari tiga juta rupiah untuk disumbangkan kepada yatim piatu.

**

    Dua setengah jam perjalanan Bandung sampai Tanjung Barat. Kami langsung berangkat jam dua siang selesai shalat jum’at dan makan. Tidak ada acara jalan-jalan bahkan untuk sekadar cari oleh-oleh. Oleh-oleh sudah dipesankan oleh adiknya Ibu Arifah. Jalan-jalan di Bandung mah nanti saja. Cari waktu yang lebih luang. Kami ingin cepat-cepat sampai di Jakarta seperti itu karena tidak mau terjebak macetnya Jakarta di petang hari, apalagi di hari jum’at.

    Workshop kami di hari Rabu dan Kamis sampai larut malam. Sedang di hari terakhir, kami dibatasi sampai waktu check out pukul 12.00 siang. Jadi di pagi hari Jum’at itu kami melakukan finalisasi gagasan untuk TKB serta mempresentasikannya.

    Empat kelompok telah memberikan masukan yang amat berharga buat TKB. Setelah terkumpul semua kami berharap TKB dapat disempurnakan dan diluncurkan segera untuk bisa dipakai oleh seluruh pegawai DJP.

    Yang terpenting untuk tidak dilupakan adalah selayaknya pula para peserta workshop ini untuk menularkan semangat berbaginya kepada teman-teman pegawai DJP lainnya. Karena berbagi itu menakjubkan, berbagi itu untuk menerima, dan berbagi itu membahagiakan. Ayo berbagi!

***

 

 

Riza Almanfaluthi

Penelaah Keberatan Direktorat Keberatan dan Banding

dedaunan di ranting cemara

15 September 2012

Sumber gambar dari sini.