Pengalaman Tes GeNose C19 di Stasiun Gambir


Gambar dari ugm.ac.id

Sebagai syarat perjalanan menggunakan kereta api, PT KAI mewajibkan para calon penumpang untuk menjalani tes bebas Covid-19. Sejak 5 Februari 2021, PT KAI menyediakan Tes GeNose C19 sebagai alternatif tes cepat antigen dan tes usap PCR.

Kali ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman terbaru saya menjalani Tes GeNose C19 ini. Yang pasti karena sekarang zaman digital maka pembelian tiket dan kereta api dan pembayaran Tes GeNose C19 bisa secara daring.

Untuk perjalanan Selasa pagi saya membeli tiket kereta api pada malam Senin. Mepet. Iya memang. Karena pada saat ini bukan musim liburan, saya masih meyakini tiketnya masih banyak tersedia.

Saya unduh aplikasi KAI di Play Store. Lalu pesan tiket menuju tujuan. Di sana ada alternatif juga kita mau bayar Tes GeNose C19 atau nanti saja ketika di Stasiun Gambir. Saya pilih bayar sekalian. Harga Tes GeNose C19 setara secangkir kopi cappucino panas Rp30.000,00.

 

Di Stasiun Gambir

Saya sampai di Stasiun Gambir pukul 07.01. Kereta api Taksaka yang saya naiki berangkat pukul 09.10.  Masih ada waktu dua jam lagi.

Saya menuju tempat parkir utama, tempat Tes GeNose C19 berada. Saya ditanya oleh petugas, naik kereta api jam berapa. Mengetahui saya masih punya waktu yang banyak saya diberi nomor antrean 147.  Petugas di depan dengan pelantang suara baru memanggil nomor 41.

Barangkali petugas bertanya jam keberangkatan kepada para calon penumpang untuk mengetahui waktunya mepet atau enggak. Kalau mepet, sepertinya akan diberikan jalur khusus.

Sambil menunggu panggilan saya menuju mesin pencetak tiket. Sebenarnya kalau sudah pesan tiket melalui aplikasi KAI, kita tidak perlu cetak tiket. Tunjukkan saja kode batang (barcode) kepada petugas saat memasuki peron. Alat pemindai akan memindai barcode itu.

Petugas dengan cepat memanggil para calon penumpang yang mengantre. Pada menit ke-31 saya sudah dipanggil. Saya menyerahkan nomor antrean dan tiket cetakan itu (atau tunjukkan aplikasi KAI kepada petugas). Tiket dipindai dan di sana ada informasi kalau saya tidak perlu lagi bayar karena sudah bayar duluan melalui aplikasi.

Petugas memberikan satu kantong udara dan dua lembar stiker barcode. Saya menuju bilik tiup Tes GeNose C19. Meniup kantong udara dan menutupnya dengan penutup warna biru yang ada di ujung plastik.

Kemudian saya mengambil satu lembar barcode dan meletakkan plastik yang sudah penuh dengan napas saya itu di loket.  Barcode kemudian saya tempelkan di tiket cetak saya. Selesai. Semuanya membutuhkan waktu 40 menit dari mulai saya mengambil nomor antrean.

Hasilnya bisa diketahui 10 menit kemudian dengan memindai lembar barcode itu dengan aplikasi QR Scanner yang ada di ponsel. Alhamdulillah hasilnya negatif. Saya bisa masuk Stasiun Gambir dan melanjutkan perjalanan.

Saat memasuki bagian dalam Stasiun Gambir saya hanya menunjukkan cetakan tiket dan KTP.  Saya tidak perlu menunjukkan hasil Tes GeNose C19 yang ada di ponsel. Hasilnya sudah terekam di dalam sistem PT KAI sehingga petugas langsung menyilakan saya masuk.

Jadi total jenderal waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasil Tes GeNose C19 sejak memulai mengantre sampai selesai adalah 50 menit.

Menurut saya prosedur pemesanan, pembayaran, dan pelaksanaan Tes GeNose C19 di Stasiun Gambir ini mudah dan cepat. Era digital semakin memudahkan kita. Terpenting lagi buat anak bangsa yang sudah menciptakan alat uji bebas Covid-19 yang tepat, cepat, dan murah ini. Terima kasih. 

Saya menyarankan buat pembaca yang hendak bepergian dengan kereta api untuk  mendapatkan pengalaman digitalisasi layanan ini secara total. Artinya tidak perlu cetak-cetak tiket lagi. Semua bukti dan hasil transaksi sudah ada di ponsel .

Semoga informasi ini bermanfaat buat pembaca.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Ditulis di atas Taksaka, 8 Juni 2021
Gambar dari ugm.ac.id

6 thoughts on “Pengalaman Tes GeNose C19 di Stasiun Gambir

  1. Saya juga ngecek tadi pagi di stasiun Bandung. Pertama ditanya berangkat pukul berapa, lalu disuruh ngisi selembar kertas kode booking dan nama. Lalu bayar Rp30rb, dikasih kantong, mengantri sebentar, dipanggil di loket yg ditentukan. Lalu meniup kantong itu. Nunggu beberapa menit, hasilnya langsung keluar. Tapi dicetak (print out)

    Like

  2. mantap.. saya malah belum pernah naik kereta selama masa pandemi..

    memang dengan tes di lokasi dan beberapa menit sebelum keberangkatan hasilnya bisa lebih uptodate jika dibandingkan tes dengan rentang waktu yg lebih lama.. soalnya kita nggak pernah tau setelah pelaksanaan dan berjumpa orang lain itu akan seperti apa..

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.