Bagaimana Cara Mengubah Artikel WordPress ke dalam Dokumen Word dan PDF?



Bencana kehilangan datang. Cakram keras eksternal saya tidak terbaca lagi. Belum bisa ditangani sampai sekarang, bahkan oleh yang ahlinya. Banyak dokumen penting di sana. Terutama naskah buku dan dokumen asli sebelum diposkan ke blog WordPress.
Kalau saya hitung, ada sekitar 1400-an tulisan saya dalam format Microsoft Words yang hilang. Yang tersimpan di Google Drive saya hanya sekitar 800-an. Jadi kurang 600-an lagi. Jadi apa perlu saya salin rekat (copy dan paste) lagi satu-satu (manual) dari WordPress ke Microsoft Word? Bisa tapi lama. Butuh waktu sebulan kalau mau mencicil menyalin rekat (copas) 20 tulisan di WordPress dalam sehari.

Baca Lebih Lanjut.

TIPS MEMILIH WADAH PLASTIK YANG AMAN: CUKUP INGAT 245


CUKUP INGAT 2 4 5 SAJA

Dulu saya pernah mendapat email dari teman saya tentang kode-kode yang tercantum dalam botol berbahan plastik. Kode-kode itu adanya di bagian bawah botol atau tempat air dan makanan. Dan Kode-kode tersebut mengisyaratkan aman atau tidaknya wadah itu dipakai terus menerus oleh kita.

Kebanyakan dari kita, eit enggak usah menunjuk orang lain dulu, saya khususnya, sering mengoleksi (istilah tepatnya mengumpulkan, tapi bukan memulung) berbagai botol air minuman yang dibeli untuk dipakai kembali. Minimal buat tempat air minum anak. Atau kalau tidak, dipakai pada saat perjalanan. Sayang daripada dibuang lebih baik digunakan lagi. Padahal kalau kita tahu bahayanya mesti kita tidak akan mencoba-coba lagi.

Tapi sayangnya informasi dari email itu tidak saya cermati baik-baik dan tidak membuat saya tertarik. Informasi yang berupa narasi deskriptif itu cuma saya baca sekilas saja. Diingat sebentar lalu hilang begitu saja dalam ingatan. Dan saya lupa kode apa yang berarti aman untuk dipakai oleh kita dalam keseharian ketika kita menggunakan botol berbahan plastik itu.

Nah, siang ini saya membaca koran Kompas, Rabu 4 Maret 2009 di halaman 14. Di sana diulas tentang Kode Daur Ulang Plastik, kegunaan umum, dan rekomendasi dalam sebuah ilustrasi yang amat menarik dan amat memudahkan saya. Hingga saya—Insya Allah—dapat mengingatnya dengan mudah, yaitu kode angka di dalam segitiga berupa nomor 2 atau 4 atau 5 itu direkomendasikan aman. Sedangkan kalau botol dengan kode nomor 1 itu cukup sekali pakai saja digunakannya. Wadah berbahan plastik dengan kode angka lainnya perlu dihindari.

Jadi nanti kalau mau beli plastik es atau plastik belanjaan buat gorengan, bakso atau makanan panas atau wadah berbahan plastik lainnya perlu dilihat kode daur ulang plastik itu apa. Agar kita bisa menghindari diri kita dari serangan jantung, diabetes, tidak normalnya enzim hati, bahkan kanker.

Tidak banyak berpanjang kata. Silakan untuk dilihat dan dibaca rekomendasi yang diberikan ini. Saya cuma membaginya agar informasi yang berharga ini bisa dimanfaatkan oleh Anda-anda semua dalam memilih wadah plastik yang aman buat kita.

Salam.

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

01.33 04 Maret 2009

BUKA MS OFFICE 2007 DENGAN MS OFFICE 2003


TAK PERLU GUNDAH LAGI

Alkisah, di inbox kita ada email dari atasan. Seperti biasa surat elektronik itu dilampirkan dengan lampiran berkas berformat Excel atau Word yang kudu diisi atau dibaca. Tapi sayangnya berkas itu tidak bisa dibuka atau dibaca oleh komputer kita. Ternyata itu dikarenakan berkas Excel atau Wordnya spesifisikasinya sudah tinggi yaitu Microsoft Office 2007. Sedangkan di komputer kita masing-masing hanya terinstalasi dengan Microsoft Office 2003. Sudah barang tentu, enggak mecing lah yau.

Kita-kita yang memang di komputernya belum terinstalasi dengan Microsoft Office 2007 dengan alasan tertentu biasanya cuma meminta kepada teman kita yang sudah ada Microsoft Office 2007 untuk menyimpan ulang dokumen tersebut ke dalam format Microsoft Office 2003. Ribet deh.

Ada banyak alasan kenapa komputer kita belum terinstalasi dengan Microsoft Office 2007 antara lain kita sudah familiar banget dengan Microsoft Office 2003. Butuh penyesuaian yang lama sekali kalau mau menggunakan Microsoft Office 2007. Tapi alasan yang utama adalah dikarenakan spesifikasi perangkat keras komputer kita yang belum mendukung Microsoft Office 2007. Kalau dipaksakan maka apa yang terjadi? Komputer kita menjadi sangat lambat dan tentunya itu sangat mengganggu kinerja kita sehari-sehari.

Tapi jangan khawatir teman-teman karena permasalahan ini ada solusinya nih. Teman-teman tinggal instalasi software yang ternyata sudah disediakan oleh Microsoft. Teman-teman bisa cari di internet FileFormatConverters.exe atau klik halaman langsung atau buka saja di http://10.7.4.28. Saya sudah membagi file tersebut. Perangkat lunak yang ukuran unduhannya cuma sebesar 28,2 MB itu enggak berat seperti Microsoft Office 2007.

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah tentunya dengan menginstalasi perangkat lunak tersebut. Mudah sekali dan tidak lama. Tinggal ikuti perintah yang sudah ada. Cuma tekan dan tekan saja.

Setelah semuanya selesai. Buka deh Windows Explorer lalu cari berkas Microsoft Office 2007 yang kita inginkan. Dulu sebelum perangkat lunak ini terinstalasi maka ikon dari berkas yang ingin kita buka berbentuk ikon tak dikenal, tapi setelah komputer kita sudah terinstalasi maka ikonnya sudah tampak seperti biasanya ada ikon Excel atau Word. Lalu silakan klik ganda untuk membuka berkas tersebut. Berkas itu akan terbuka seperti biasanya untuk berkas Word. Sedangkan untuk Excel maka berkas itu terbuka Read-Only dan untuk bisa mengedit dan menyimpannya maka pilih saja save-as.

Nah, sekarang teman-teman sudah ndak gundah lagi bukan? Instalasi saja segera perangkat lunak ini. Dan jikalau menurut teman-teman program ini sudah tidak berguna (karena mungkin Microsoft Office 2007 sudah ada di computer) uninstall-nya gampang kok. Ikuti langkah ini:

· On the Windows Start menu, click Control Panel.

· Select Add/Remove Programs.

· In the list of currently installed programs, select Compatibility Pack for the 2007 Office system and then click Remove or Add/Remove. If a dialog box appears, follow the instructions to remove the program.

· Click Yes or OK to confirm that you want to remove the program.

Selesai.

Semoga bermanfaat buat Anda semua.

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

8:22 03 November 2008

Technorati Tags: , , , ,

Pelajaran Berharga dari Trackback


Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Hari ini saya mendapatkan sebuah kejutan sesaat melihat ada incoming links di blog stat WP.

___________________________________

Incoming Links

* Yang hilang di era informasi itu telah kembali

* PINDAH BLOG

More »
___________________________________

Saya bingung incoming links itu apaan?

Dari kemarin yang ada di situ cuma satu link saja yaitu link dari blog saya yang lama yang ada di blogspot. Jadi karena tahu itu link saya jadi saya tidak begitu peduli. Tetapi  pada pagi hari ini ada satu tambahan lagi yaitu: Yang hilang di era informasi itu telah kembali.

Sejak saat itu saya berusaha mencari tahu apa itu incoming link. Setelah saya mencari tahu via Google akhirnya saya jadi tahu, incoming link itu apa. Intinya adalah ada sebuah blog yang dalam postingannya telah memasukkan atau menautkan alamat blog kita.

Maka setelah saya sudah tahu apa itu incoming link, saya masuk ke blog yang telah menautkan blog saya: Yang hilang di era informasi itu telah kembali

Setelah saya berkunjung ke sana, saya coba baca dan mencari tahu di bagian mana dia telah menautkan blog saya. Karena pakai fasilitas snap yang rapat saya jadi tidak tahu. Tetapi saya coba mencarinya dalam source postingan tersebut. Barulah saya tahu dan memastikan di bagian itu dia telah menautkan alamat blog saya.  Di paragraf ini:

Karena demikian hebatnya hubungan antara aktivitas menulis dan intelektualisme, maka kita semua, para blogger, hendaknya bersukur dengan teramat sangat dengan adanya teknologi blog ini dengan segala kekuatannya. Terkait dengan kekuatan ini, bahkan sebuah buku mengatakan bahwa ngeblog bisa mengubah dunia. Toh telah begitu banyak orang baik yang secara ikhlas memberikan dorongan untuk menulis, terutama melalui blog yang murah meriah dan efektif ini.

Saya ditautkan di kata “yang”. Sedangkan dua kata sebelumnya yaitu “orang baik” ditautkannya ke sebuah blog yang sudah lama dari dulu terkenal sebagai blog tutorial. Kepunyaannya Mas Fatih.

Dan di saat saya mengklik blognya Mas Fatih itu, saya mendapatkan pelajaran berharga bertemakan trackback. Dengan membaca dan praktik langsung akhirnya saya dapat memahami secara nyata tentang apa itu trackback karena sejak saya mulai ngeblog saya tidak pernah berusaha tahu dan tentunya kebingungan mengartikan dan memanfaatkan tool-tool yang ada di WP misalnya. Untuk mengetahui secara langsung tentang apa itu trackback dan kegunaannya sila untuk mengklik link di atas. Insya Allah bermanfaat sekali.

Dan dengan saya menulis tentang ini pada akhirnya saya bisa memahami pula bahwa menulis blog dengan mudah adalah dengan memberikan tanggapan terhadap tulisan atau catatan di blog tetangga atau teman-teman kita.

Terimakasih kepada Mas Fatih Syuhud, bermanfaat!

Ohya ada sedikit tambahan: kalau ingin tidak hanya satu link yang akan kita trackback-kan, maka jangan sungkan-sungkan untuk memasukkan semua link trackback  itu ke dalam kotak yang tersedia di bawah kotak postingan, dan jangan lupa pisahkan banyak link tersebut dengan spasi. Seperti petunjuk di kotak trackback tersebut: (Separate multiple URLs with spaces). Tips ini bagi yang tidak mengerti sama sekali bahasa Inggris seperti saya ini 🙂

Walhamdulillah

Itu saja.

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

09:11 25 Januari  2008

BIODATA PERNIKAHAN


Bagi para pemuda ataupun pemudi yang konsisten memegang teguh agamanya di zaman seperti ini, pacaran dengan lawan jenis sebelum menikah adalah sesuatu yang amat dijauhinya. Mereka tahu, bagaimana akan mendapatkan sesuatu yang berkah dan maslahat dalam kehidupan rumah tangganya, bagaimana akan mendapatkan generasi rabbani yang kuat dan menjadi pilar penegak sebuah peradaban Islam yang baru, jika segalanya diawali dengan sesuatu yang tidak baik dan diridhai oleh Allah.
Oleh karena itu dalam mencari pasangan hidupnya mereka menempuh jalur yang sudah dianggap kuno oleh masyarakat moderen sekarang ini. Yaitu yang pertama, orang tua mencarikan jodoh dan menikahkan anak perempuannya. Yang kedua, orang tua aktif mencarikan suami bagi anak perempuannya. Yang ketiga, diproses pernikahannya oleh orang-orang yang sholeh. Yang keempat, mencari sendiri jodohnya. Yang kelima, wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang sholeh. Yang terakhir ini bukanlah aib atau cela. Yang penting teknisnya dilakukan dengan jalan yang bijak dan sesuai dengan fitrah wantia.
Kelima cara menjadi jodoh tersebut tentu tetap berada dalam koridor yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW yaitu tidak boleh ada paksaan dan keterpaksaan, serta memenuhi kriteria penilaian dari hartanya, kecantikannya, keturunannya, atau agamanya. Mendapatkan pasangan yang memenuhi semuanya patut disyukuri, sedangkan bila tidak, cukuplah dengan memenuhi kriteria terakhir yaitu pasangan yang mempunyai pemahaman baik terhadap agama ini. Sungguh, ketiga yang pertama tidak akan berarti saat biduk rumah tangga itu dikayuh. Ketaatan dan keshalehan pasanganlah yang senantiasa diharapkan dan dirindu di setiap waktunya. Pilihan terakhir itulah yang kata Rasulullah akan membuat selamat.
Di sini tidaklah akan saya uraikan panjang lebar tentang persiapan mendetil sebuah pernikahan. Karena Anda, para pembaca, dapat mengetahuinya secara lengkap dari banyak buku yang dijual di pasaran, dengan sebuah tema besar: CARA MEMBENTUK RUMAH TANGGA ISLAMI.
Di sini saya akan mengetengahkan salah satu tahap yang dianggap remeh dalam cara mencari jodoh yang diproses oleh orang-orang yang shaleh atau yang dipercayainya. Yaitu tahapan membuat biodata diri. Tahapan ini diperlukan sebagai langkah pertama untuk mengenal calon pasangan hidupnya. Upaya ini diperlukan untuk menjawab pertanyaan yang seringkali diajukan oleh para pemuja sistem pacaran pranikah.
Bagaimana bisa tahu tentang baik atau buruknya si dia? Ya, biodata ini adalah satu jawabannya. “Belum cukup!” jawab mereka. Ya, masih ada proses lebih dekat secara syar’i tentang pengenalan lebih jauh ini. Yaitu melalui proses mencari informasi dari pihak-pihak yang mengenal lebih dekat dengan calon pasangan ataupun melalui proses nadzar (melihat dengan seksama dan teliti). Lalu bisa dilanjutkan dengan berbicara, dan berdialog menyangkut berbagai macam konsep atau persepsi tentang kehidupan (proses ini dikenal sebagai proses ta’aruf). Tentu perbincangan ini dalam konteks yang syar’i yaitu tidak berdua-duaan dan senantiasa memakai hijab (tabir atau pembatas).
“Belum cukup!” jawab mereka lagi. Ya, sudah cukup, mau mengenal lebih dekat lagi, sila untuk menikah terlebih dahulu. Insya Allah, Allah senantiasa menolong para hamba-Nya yang akan menyempurnakan separuh din-nya ini.
Lalu bagaimana agar biodata ini setidaknya cukup memberikan gambaran yang sejujurnya dari masing-masing pasangan? Jawabannya adalah senantiasa memegang manhaj pertengahan.Tidak ada yang dikurang-kurangkan, dan tidak ada yang dilebih-lebihkan.
Detilnya adalah sebagai berikut:
1. Ungkapkan identitas Anda sejelas-jelasnya;
2. Ungkapkan cita-cita Anda setelah menikah padanya;
3. Jujur, tidak ada fakta yang disembunyikan tentang pekerjaan dan penghasilan anda, keluarga dan orang tua serta informasi yang dianggap perlu dan seringkali menjadi pertimbangan penting yaitu masalah penyakit yang pernah dan sedang diderita;
4. Tidak sedikit seperti informasi di Kartu Tanda Penduduk (seringkali saya jumpai yang sedemikian rupa);
5. Tidak perlu terlalu detil seperti company profile. (Belum pernah saya jumpai dan semoga tidak ada yang perlu saya jumpai karena sudah cukup dengan company profile Wajib pajak);

Berikut contoh minimal biodata yang setidaknya dapat digunakan untuk mengawali langkah baik dalam beragama ini. Karena betapa banyak yang masih saja bertanya bagaimana cara membuat biodata yang tepat. Sebenarnya kalau mereka mau bersusah payah sedikit membuat biodata ini tidak akan memerlukan waktu yang lama. . Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa ada isian-isian yang tidak berhubungan dengan dirinya dan sebenarnya dia tidak mempermasalahkannya—misal tentang isian suku dan pekerjaan orang tua—tetapi sungguh perlu diketahui oleh semuanya bahwa biodata ini peruntukkannya tidak hanya untuk konsumsi pasangannya semata, tetapi juga sebagai bahan informasi yang bisa diberikan kepada keluarga masing-masing. Minimal sebagai bahan pertimbangan di pihak keluarga masing-masing.

BIODATA SAYA
(Di samping daftar isian berikut akan diberikan penjelasan seperlunya)

1. Nama : (Cukup jelas)
2. Tempat/tanggal lahir : (Cukup jelas)
3. Agama : Kudu Islam
4. Jenis kelamin : Penting untuk ditulis dan diketahui
5. Suku : Sebutkan dengan jelas, Asmatkah, Dayak, Jawa, atau Sunda?
6. Status Perkawinan : Belum menikah, sudah menikah, atau berstatus duda/janda
7. Pekerjaan : (Cukup jelas)
8. Jabatan pekerjaan : Diisi jika ada
9. Penghasilan per bulan : Penting untuk ditulis dan diketahui
10. Riwayat pendidikan : Mulai sekolah dasar hingga pendidikan terakhir
11. Riwayat organisasi : (Cukup jelas)
12. Nama orang tua kandung : (Cukup jelas)
13. Nama orang tua angkat : Diisi jika ada
14. Alamat orang tua : (Cukup jelas)
15. Pekerjaan orang tua : (Cukup jelas)
16. Anak ke/dari : (Cukup jelas)
17. Nama-nama saudara : (Cukup jelas)
18. Hobi/kesenangan : Tulis yang memang kita sukai. Jika tidak ada, ya tidak perlu ditulis.
19. Perilaku baik : Sebutkan perilaku baik yang paling menonjol. Tidak untuk ‘ujub (narsis). Contoh: baik hati, tidak suka marah,tidak sombong, suka menolong, hemat tapi tidak pelit, ringan tangan membantu sesama, dan masih banyak lagi yang lainnya.
20. Perilaku buruk : Sebutkan perilaku buruk yang paling menonjol. Ini kebalikan dari contoh perilaku baik seperti yang telah disebutkan di atas. Semisal: ngambekan, lelet, pemarah, dan lain-lainnya. Tetapi jangan membuka aib masa lalu yang sudah ditutupi oleh Allah dan memang tidak perlu untuk diketahui.
21. Penyakit : Ditulis jika ada penyakit berat atau menahun. Penyakit-penyakit yang bisa disembuhkan dengan obat-obatan yang dijual di warung-warung tidak perlu untuk ditulis. Seperti panu, kadas, kurap, batuk, pusing-pusing terkecuali memang penyakit itu berat. Ungkapkan juga kapan penyakit itu diderita, sudah atau sedang dialami.
22. Penggambaran fisik : Sebenarnya dengan melihat foto yang dilampirkan dalam biodata ini sudah mencukupi. Tetapi tidaklah mengapa untuk diungkapkan terutama masalah tinggi dan berat badan. Agar calon pasangan tidak meraba-raba seberapa ideal sosok calon pasangannya.
23. Tujuan menikah : Ungkapkan sejujurnya. Tidak perlu berbunga-bunga dan sewajarnya saja. Bagi saya ungkapan yang wajar dan sederhana adalah seperti ini: “untuk bisa menjaga diri saya.”
24. Keinginan setelah menikah : Utarakan keinginan terpendam Anda bahwa setelah menikah itu apa yang Anda inginkan pada pasangan anda. Semisal, ingin jadi ibu rumah tangga saja, tidak boleh ada televisi di rumah, senantiasa berdakwah, masalah keuangan dipegang oleh istri, tetap melanjutkan kuliah, ingin berumah tangga ala rasulullah, dan masih banyak lagi contoh-contoh keinginan yang lainnya. Ini sebenarnya awal dari sebuah memo of understanding secara singkat dan tertulis sebelum pembicaraan lebih lanjut mengenai itu pada saat ta’aruf.
25. Kriteria pasangan : Ini diisi jika yang mau menikah belum tahu siapa calon pasangannya dan memasrahkan semuanya pada orang-orang yang dipercayainya seperti murabbi misalnya untuk mencarikan sesuai keinginannya. Jika sudah tahu, isian ini tidak perlu dibuat. Ataupun tidak perlu mengisinya dikarenakan ia sudah siap untuk menerima siapa saja yang ditawarkan oleh murabbinya itu.
Boleh-boleh saja menginginkan calon pasangan yang mempunyai kriteria yang diinginkannya misalnya kriteria fisik, seperti cantik. Tetapi adalah hak bagi wanita juga menginginkan untuk mencari pasangan yang gantengnya tidak ketulungan. Lagi-lagi saya cuma mengingatkan menilai dari agamanya itu lebih selamat.
Keinginan seperti calon suami bisa baca alqur’an, hafal 30 juz, hafal hadits, bisa menjadi imam sholat untuk dirinya dan keluarganya, yang sholih atau sholihah, lulusan pesantren, bisa baca kitab kuning, aktivis pergerakan, ahlulmasjid, akhlaknya baik, tidak pemarah dan lain sebagainya tidaklah mengapa ditulis. Tetapi cukuplah dengan pemahaman bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini kecuali Rasulullah SAW, sudah dapat menjadi batasan bahwa ketika ada calon pasangan yang ada tanda-tanda keshalehan pada dirinya dan memenuhi kriteria itu walaupun cuma satu, ia dapat menerimanya dengan baik dan tidak bisa untuk ditolak.

Demikian detil singkat dari sebuah biodata pernikahan ini. Allohua’lam bishshowab, hanya Allah-lah yang mengetahui segalanya, dan hanya Dia-lah yang maha berkehendak. Catatan kecil ini saya persembahkan kepada para jomblo yang sholih atau sholihah untuk memulai sunnah yang mulia ini.

Sungguh Islam itu adalah agama yang mudah bagi umatnya. Sungguh Islam mengajarkan kepada kita batasan-batasan dalam pergaulan para pemuda dan pemudinya. Ada sebuah nilai keberkahan yang didapat pada orang-orang yang memulai kebaikan tersebut dengan kebaikan pula. Memulai proses menikah dengan sesuatu yang baik, sesuatu yang diridhai Allah, tidak pacaran, dan masih tetap menjaga hijabnya. Insya Allah catatan kecil ini bermanfaat untuk memulai semua itu. Tinggal memperkuat doa semoga Allah memudahkan langkah kita dalam menempuh sunnahnya, dan mempercepatnya.

Bila ada kekurangan, mohon untuk dimaafkan dengan maaf tiada terkira dari Anda untuk saya, para pembaca.

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
catatan yang ke-300
09:42 27 Nopember 2007

MENOLAK SI TITIN


MENOLAK SI TITIN
(Sebuah Kiat)

Cerita pendek (cerpen) saya yang berjudul TITIN BARIDIN ditolak oleh Harian Umum Kompas untuk dimuat di kolom sastranya. Suatu hal yang biasa sebenarnya dan sudah dipahami betul bagi saya sebagai penulis pemula. Hal yang paling saya kagumi dari redaktur Kompas adalah profesionalitas mereka. Yaitu pemberitahuan penolakan tersebut kepada si penulis yang tidak memakan waktu lama. Dalam kasus saya cuma dalam waktu dua minggu saya sudah tahu keputusannya.
Pemberitahuan ini jarang sekali dilakukan oleh redaktur harian yang lainnya. Sehingga terkadang penulis harus menunggu berminggu-minggu bahkan sampai tiga bulan untuk mengetahui karyanya dimuat atau tidak. Bahkan sama sekali tidak diberitahu. Walaupun ditolak, sebenarnya pemberitahuan itu penting agar penulis bisa mengirimkannya ke media lainnya dengan cepat tanpa lebih lama menunggu.
Sebagaimana saya mengirimkan cerpen di atas kepada Kompas melalui surat elektronik (email) Kompas memberitahukan penolakan pemuatan itu juga melalui media yang sama. Isinya adalah: “Maaf cerpen Anda tidak sesuai dengan Kompas.”
Sempat terpengaruh juga dengan penolakan tersebut. Tapi saya tepis segera kemasygulan itu dan menghibur diri saya sendiri. Masih banyak media lain yang bisa saya kirimi. Pun, kalaupun tidak bisa tembus juga, karya saya yang sudah dibaca banyak orang di kalangan internal sudah patut untuk disyukuri. Tinggal membuat karya-karya lain yang lebih baik dan lebih baik lagi.
Tidak berputus asa di sana. Saya mengirimkan cerpen tersebut untuk mengikuti seleksi cerpen yang akan dibahas di diskusi bulanan Forum Lingkar Pena (FLP) Pusat, Ahad, 26 Agustus 2007. Dari banyak cabang seperti DKI Jakarta, Depok, Ciputat, dan Bekasi mengirimkan masing-masing cerpen unggulannya. Alhamdulillah, cerpen saya yang ditolak Kompas itu masuk nominasi untuk diikutkan di diskusi tersebut. Cerpen saya itu adalah salah satu dari lima cerpen unggulan yang mewakili FLP Depok.
Total cerpen yang dibahas sebanyak dua puluh cerpen. Salah satu judul cerpen menjadi kaver dari kumpulan cerpen yang akan dibahas—biasanya yang dianggap terbaik oleh penyusun kumpulan tersebut. Judulnya adalah Perempuan yang Digoda Malam. Milik salah satu cerpenis dari FLP Depok.
Aturan main dalam pembahasan tersebut adalah pembahas akan mengulas satu persatu cerpen tersebut, mengulas bagus dan jeleknya karya itu. Lalu pada sesi terakhir akan diumumkan cerpen siapa yang dianggap terbaik oleh pembahas mulai nomor urut satu sampai terakhir. Tentu dengan penilaian yang subyektif dan berdasarkan pengalaman yang dimilikinya. Kali ini sebagai pembahas adalah Irfan Hidayatullah, Dosen Sastra Universitas Padjadjaran, Bandung, kolumnis majalah Annida, dan mantan Ketua FLP Pusat.
Saat, Kang Irfan—biasa dipanggil demikian—membahas cerpen TITIN BARIDIN, ia memberi judul pembahasannya sebagai berikut: “Lokalitas dan Logika Kalimat”. Tentu banyak kritikan yang saya dapatkan, terutama masalah fokus cerita dan tidak detil dalam penggambaran kemelaratan keluarga Baridin. Kritikan itu saya terima dengan lapang dada.
Singkat cerita, setelah membahas kumpulan cerpen tersebut, Kang Irfan dengan parameter penilaian berupa “keahlian penulis cerita pendek untuk mengubah atau meramu teks menjadi konteks” maka menobatkan cerpen saya TITIN BARIDIN sebagai cerpen terbaik pada diskusi karya hari itu. Mengalahkan cerpen Perempuan yang Digoda Malam dan cerpen berjudul Bukan Dongeng Biasa yang diunggulkan sekali oleh teman-teman di FLP Depok.
“Lokalitasnya kental,” komentar Kang Irfan, “yang benar-benar cerpen,” lanjutnya lagi. Hasil ini, kata Koko Nata, mantan Ketua FLP Depok, menegaskan lagi bahwa daya lokalitas seringkali memberikan penilaian lebih terhadap suatu cerpen. Karena cerpen terbaik di diskusi bulan Juli lalu dengan pembahas Mbak Helvy Tiana Rosa adalah juga cerpen yang mempunyai lokalitas kental, berjudul: Membasuh Megatruh.
Penobatan ini bagi saya adalah sebuah apresiasi yang patut saya syukuri. Tentunya saya tidak bisa untuk cepat berpuas diri. Lalu tenggelam dalam lautan pujian yang seringkali melenakan dan mematikan kreativitas. Masih banyak yang harus saya lakukan untuk bisa memberikan yang terbaik.
Lalu ada pelajaran yang bisa saya petik dari sebuah kegagalan yang bermula dari Kompas yang menolak si “Titin”, yaitu Sebuah kegagalan akan menjadi kesuksesan ketika kita tidak mudah untuk berputus asa. Ini, bagi saya, adalah sebuah kiat untuk mengatasi keterpurukan mental dari sebuah penolakan. Pula semuanya bermula dari membaca, membaca, membaca, dan berkarya.
Allohua’lam bishshowab.

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
setelah dimarahin boss besar
11:09 27 Agustus 2007

ADD FAVICON


Add Favicon Buat di Blogspot contohnya di http://dirantingcemara.blogspot.com

Blog saya kedatangan seorang pengunjung dari Malaysia. Namanya Irfan Jani. Sebagai balasan atas kunjungannya tersebut saya pun berusaha mengintip jeroan dari blognya: Irfanreka. Dan saya mendapatkan pelajaran bagus dari blog itu. Yaitu membuat Favicon. Apa itu Favicon? Yang saya kotakkan dengan warna hitam pada gambar dibawah ini adalah Favicon.

Mengutip dari blog Irfan:

***
Apa yang anda lihat di atas adalah dinamakan sebagai “Favicon”. Apakah fungsinya?

Jika dilihat secara kasar, ia hanyalah hiasan ikon pada alamat web sahaja. Realitinya, ia sebenarnya adalah simbol/logo yang akan memudahkan sesiapa sahaja untuk mengingat jenama anda apabila menanda (bookmarking) halaman milik anda. (hanya drag ikon itu dan bawa ke bahagian Tab).

Fungsi Favicon hanya terdapat pada Pelayar Musang (Firefox..hehe) dan Internet Explorer 5+ dan ke atas Sahaja. Tapi, siapa tahu akan datang semua pelayar akan turut serta, kan?
***
Saya memakai Opera sebagai perambah (browser) dan untuk saya pasang di blog saya di Blogspot. Ternyata bisa memasang fungsi Favicon terebut. Dan tak perlu muluk-muluk Anda harus mempunyai Adobe Photoshop untuk mengolah gambar menjadi berformat ico. Saya memakai paint bawaan Windows juga bisa (sebagaimana saran dari Irfan juga). Oke tanpa berpanjang lebar saya akan memberikan ilmu dan pengalaman saya yang memang sedikit ini kepada Anda semua. Tapi sebelumnya alangkah lebih baiknya Anda membaca dulu blognya Irfan tersebut. Selamat mencoba.

1. Pertama Anda buka Program Paint di Accessories.
2. Open file pilihan Anda. Saya memilih gambar daun.
3. Buat ukuran file tersebut menjadi 16 x 16. Caranya buka: Image – Stretch/Skew.
4. Isi di pilihan Stretch, untuk horizontal dan vertikalnya dengan angka 16. Tekan OK.
5. Lalu Save As, pilih Save as Type: PNG agar tidak ada ketajaman warna yang berkurang. Lalu beri nama apa saja dengan membubuhkan titik dan huruf ico dibelakang nama file tersebut. File saya diberi nama daun.ico.

6. Save.

Sekarang saatnya untuk menampilkannya diblog kita.
1. Upload file tersebut di blog kita. Bisa di sidebar atau di dalam postingan blog kita. Saya memilih untuk menampilkannya di postingan blog saya.
2. Kemudian catat alamat favicon itu dengan mengklik kanan lalu pilih properties. Alamat file saya ada di:
http://bp0.blogger.com/_lKpbhf_LqcA/Rjk5lBE1_XI/AAAAAAAAABM/lJm9AbJcj_U/s200/Daun.ico

3. Edit HTML blog Anda dengan memasukkan kode ini:

4. Ganti [alamat ico] dengan alamat favicon pada poin dua di atas.
5. Menaruh kode tersebut di bawah
6. Lalu save/simpan hasil edit HTML Anda.
7. Silakan lihat blog Anda sekarang. Favicon tersebut sudah muncul di Tab atau jendela browser Anda.

Wait the minutes…I’ll try to look my blog with other browser. Yes, Opera. It’s work.
And Mozilla, It’s work too. But, in IE, nothing happen. I do not know.
Tapi tidaklah mengapa. Yang penting ini berhasil.

Terimakasih kepada Irfan atas ilmunya.

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Kalibata masih sunyi
09:23 03 Mei 2007

Add Recent Reader


Monday, April 30, 2007 – Add Recent Reader (Khusus untuk Blogspot)

Add Recent Reader
[Memanjang dari Kiri ke Kanan}

Saya punya recent reader dari mybloglog. Awalnya letaknya ada di sidebar sebelah kiri, satu kolom menurun dari atas ke bawah. Otomatis dengan layout seperti ini, sidebar yang letaknya di bagian bawah postingan, semakin turun ke bawah dan makan tempat. Pengunjung harus memainkan scrollbar untuk melihatnya.
Dan saya melihat recent reader yang dimiliki oleh Kang Agus ini apik dilihat dengan tata letak yang memanjang dari kiri ke kanan dan tentunya tidak memakan tempat. Apalagi username yang terbaca oleh mybloglog tidak tampak. Cukup avatarnya yang terlihat.
Saya berusaha melihat script yang diberikan mybloglog kepada saya saat pertama kali mendaftar dan menampilkannya di sidebar. Berikut scriptnya {pada karakter & harus tanpa spasi, saya penggal disini agar tampilannya enak dibaca. Jadi untuk memakai script ini harus tanpa spasi pada karakter & dengan karakter didepannya}

Dan saya bandingkan script yang dimiliki oleh Kang Agus:

Pada pandangan pertama saya melihat letak bedanya ada di width dan row. Saya menyamakan kedua perbedaan tersebut. Saya isi width-nya dengan angka 800 dan row-nya 2. Saya simpan perubahan tersebut dan saya taruh sidebarnya di bagian bawah blog. Dan ternyata: Amburadul….oh…oh…Amburadul.
Yang terlihat: sama dengan format awal. Cuma bedanya, sekarang hanya ada dua avatar pengunjung yang terlihat dan ada kolom yang memanjang kekanan. Jelek sekale…Utak-atik lagi. Simpan dan ubah lagi. Sampai saya putus asa. Pada akhirnya pada titik-titik terakhir keputusasaan, saya menemukan sesuatu mengapa tidak sama tampilannya dengan yang dipunyai Kang Agus. Saya belum menghapus amp;
Setelah saya hapus amp; dan tulisan Recent+Readers di script saya dengan berusaha menyamakan script (contohnya meletakkan type=”text/javascript” di depan, punya saya ditulis di bagian belakang script)—tapi ada yang wajib tidak disamakan yaitu nomor ID yang kita miliki. Karena bila IDnya disamakan maka yang tampak adalah recent reader-nya kang Agus. Pula ia adalah nomor identik dan unik yang diberikan mybloglog kepada kita—maka saya dapat hasil yang memuaskan. Recent Reader saya sama dengan penampakan yang ada di Kang Agus. Nah begini ceritanya: (halah…)

Saya sesuaikan ukuran width dengan ukuran width blog saya. Yaitu 600 dan nilai row adalah 2. Hasilnya adalah seperti sekarang pembaca lihat. Enak dilihat bukan…?
Apa yang saya rasakan? Tentunya puas, senang, dan bahagia. Saya yang pemula kayak begini dapat mengedit. Dan meminjam istilah dari Kang Agus, mengedit itu ternyata mengenyangkan. Mengenyangkan batin kita tentunya… :-p.
Silakan tiru script saya ini, jikalau memang berguna. Dan saya penasaran untuk meniru dan mengetahui hakekat dibalik script. Itu saja.

Wassalaamu’alaikum wr.wb.

Riza almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
14:38 28 April 2007

Add Email Icon Generator


Add Email Icon Generator
Membuat Ikon Pribadi [Khusus Blogger Pemula]

Awalnya saya tertarik tentang bagaimana caranya membuat banner pribadi. Soalnya saya melihat betapa para blogger kayaknya punya banner kecil sebagai identitas pribadinya. Seperti bannernya edittag, fatih syuhud, dan para blogger terkenal lainnya. Caranya bagaimana? Pertanyaan itu yang mengemuka.
Ohya, tiba-tiba saya teringat untuk mencarinya di Google. Saya memasukkan kata kunci: membuat banner pribadi Dan ketemu!!! Ada sebuah situs yang telah membahas ini dengan mudahnya. Yaitu di alamat ini http://sugoistanley.wordpress.com/2007/04/07/bikin-icon-bwat-pribadi/ . Alih-alih mencari cara membuat banner pribadi, eh, ternyata saya menemukan sesuatu yang menarik yaitu Membuat Ikon buat Pribadi.
Arti dari ikon pribadi itu adalah ikon yang menampilkan informasi pribadi ataupun sekadar ajang narsisme di blog ataupun di forum. Itu yang saya dapatkan dari penjelasan di situs tersebut. Ini disediakan melalui aplikasi yang bernama Online Generator. Ini adalah sebuah aplikasi online berbasis web yang dapat menghasilkan (generate) sesuatu, seperti banner, avatar, id-card, CSS, dsb. Di Internet banyak terdapat beberapa online generator yang dapat digunakan secara cuma-cuma (cuma modal akses internet saja). Itu yang saya dapatkan dari penjelasan di situs tersebut.
Salah satu aplikasi dari online generator ini adalah: Email Icon Generator. Kalau Anda melihat di sidebar kanan blog saya ini ada sebuah gambar dengan identitas email saya di gmail.com maka itulah yang disebut email icon generator. Berguna untuk menghasilkan sebuah icon/gambar email untuk beberapa penyedia email populer seperti Yahoo dan Gmail—dan masih banyak lagi penyedia layanan email lainnya.
Email Icon Generator ini sangat bermanfaat untuk menghindari spam, karena yang ditampilkan berupa gambar. Karena kalau kita menulis alamat email disini, biasanya terlacak oleh spam. Makanya seringkali kita menemui para blogger yang menuliskan alamat emailnya dengan langsung menulis hurufnya seperti misalnya karakter @ ditulis at, karakter . ditulis dot. Ini semata-mata untuk menghindari spam.
Kembali kepada topik awal kita. Lalu bagaimanakah cara membuat dan menampilkannya di blog kita. Ikuti cara sederhana ini:

1. Kunjungi situs ini: http://services.nexodyne.com/email/index.php
2. masukkan nama email Anda dan pilih situs penyedia layanan email Anda.
3. Tekan tombol Generate.
4. Lalu muncul ikonnya;
5. Untuk menampilkan ikon tersebut di blog Anda maka copy url berwarna merah yang tampil di bawah gambar tersebut.
6. Lalu pasang di blog Anda. Kalau untuk para Blogger di Blogspot maka bisa saya uraikan disini bagaimana cara pemasangannya. Yaitu di menu template Anda, klik Add a Page Element;
7. Pilih menu Picture dengan menekan tombol Add to Blog;
8. Lalu paste alamat url tersebut di Image from the Web;
9. Save Changes.
10. Selesai sudah.

Nah demikian ceritanya. Semoga berhasil yah…Ini sekadar buat pemula seperti saya. Mungkin berguna juga buat blogger pemula yang lainnya. Kurang lebihnya mohon maaf.

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
13:19 27 April 2007.

Gamay di antara Microsoft dan Google


GAMAY DI ANTARA MICROSOFT DAN GOOGLE

Malam ini saya sudah tidak sabaran sekali untuk menuliskan tentang Google setelah membaca sebagian halaman dari sebuah buku yang mengisahkan tentang kesuksesan Google—yang dirintis dua orang keturunan Yahudi—untuk tumbuh, berkembang, dan menjadi terbesar dengan nilai kapitalisasi saham yang tidak pernah dibayangkan para kapitalis untuk perusahaan baru tumbuh seperti Google. Di benak saya sudah tak terbendung lagi air bah ide untuk dituliskan agar tidak meluber kemana-mana.
Tetapi saya tidak akan menuliskan begitu saja isi tentang buku itu, karena apa yang mau saya tulis sedangkan bagi saya semuanya dari halaman pertama hingga halaman 167—halaman yang sedang saya baca, dan saya percaya sampai halaman terakhir pun—menarik semua dan tidak akan membuat saya bosan. Wajar saja kalau Daily Mail menulis sebuah endorsement di sampul depan buku berwarna putih—khas gaya antarmuka Google—itu dengan sebuah ungkapan: ”Sungguh memikat, ditulis dengan gaya kisah detektif…sangat cerdas.”
Di sini saya cuma ingin mengungkapkan sebuah kisah atau beberapa kisah tentang pergaulan saya dengan Google—sebuah ikon tentang citarasa gaya surfing masa kini yang membuat Bill Gates panik karena banyak sekali para lulusan tercerdas dari kampus-kampus ternama Amerika Serikat berusaha bergabung dengan Google alih-alih bergabung dengan Microsoft.
Ya, kisah yang dimulai dari sebuah keputusasaan saya mencari arsip-arsip penting di komputer desktop saya. Dengan mengklik tombol start di Windows bawaan komputer, lalu menekan tombol Search dengan ikon sebuah kaca pembesar maka muncul tampilan search result dengan balloon yang diungkapkan seekor anjing berwarna coklat.
”What do you want to search for?” tanya anjing itu. Maka saya ketikkan keywords dari file yang saya cari itu. Setelah saya memilih salah satu menu yang ada di sana lalu menekan tombol search, maka mulailah pencarian itu dimulai dengan si Anjing berdiri pura-pura sibuk membuka halaman-halaman buku tebal itu. Satu atau dua kemungkinan yang muncul pada search result. “Search is complete. There are no results to display.” Itu kemungkinan yang pertama. Selanjutnya adalah kalau file itu ada maka hasil pencarian memakan waktu yang cukup lama. Bermenit-menit bahkan. Sungguh lama sekali. Saya frustasi dengan hal ini.
Tetapi setelah saya mengenal Google di awal pengenalan saya dengan internet di tahun 2002, apalagi setelah Google mengeluarkan perangkat lunak canggihnya yaitu Google Desktop walaupun masih dalam versi beta, membuat persepsi saya tentang sebuah pencarian di komputer rumahan menjadi berubah, dari semula mengerikan, mimpi buruk menjadi mengasyikkan dan saya sungguh menikmatinya.
Google Desktop memberikan kepuasan manusiawi dalam hitungan detik dari pencarian ribuan file yang bersemayam dalam komputer kita. Sekarang saya tak lagi pusing-pusing lagi menemui file yang lupa disimpan di mana karena tidak suksesnya saya dalam penertiban administrasi file.
Software kecil tersebut juga memberikan fasilitas kotak pencarian kecil di taskbar—letaknya biasanya di sudut kanan bawah. Dengan ini saya tak perlu membuka halaman browser untuk pencarian sebuah file. Dengan mengetikkan satu huruf depan dari keywords maka akan tampil di atas taskbar tersebut indeks dari file-file yang dicari. Microsoft pernah sesumbar untuk membuat search engine desktop yang mampu mencari file dalam setiap bit di pc, tapi MSN Search (mesin pencari buatan Microsft) pun masih tak sanggup menandingi kehebatan PageRank—sistem Google dalam pencarian di dunia maya.
Luar biasa. Dulu hingga kini saya sangat terbantu dengan fasilitas ini. Oleh karena itu di saat saya pindah kantor dan menjumpai personal computer (pc) baru di hadapan saya, yang pertama kali saya lakukan adalah menginstalasi program bagus tersebut. Saya merasa seperti orang buta tanpa tongkat dengan tiadanya fasilitas itu.
Satu lagi bantuan yang membuat saya terpuaskan dari sistem pencarian ini adalah kemampuannya mengorganisir apa yang saya mau saat mencari data jurnal dan tesis. Saya tidak bisa membayangkan kalau tidak ada fasilitas ini, kemungkinan besar saya tidak bisa menyelesaikan tesis dalam waktu dua bulan penuh. Karena saya harus kemana-mana mencari data primer ataupun sekunder. Ke lokasi perusahaan, perpustakaan, ataupun ke Bursa Efek Jakarta.
Tapi dengan Google saya cuma cukup dengan memelototinya dan melihat bagaimana ia menginventarisir web-web mana saja yang harus saya kunjungi dan menyediakan data tersebut. Mulai dari Jakarta Stock Exchange, Yahoo! Finance, Reuters, Bloomberg, Republika Online, Kompas Online, dan situs-situs keuangan lainnya. Alhasil saya tak perlu capek-capek membolak-balikkan halaman berbagai referensi di perpustakaan atapun tempat-tempat yang saya sebutkan tadi.
Saya perlu menyatakan pula, dengan Google itulah saya menemukan satu tesis lengkap—mulai halaman pertama sampai akhir—yang menarik saya dan memberikan ide awal untuk membuat tesis. Menurut saya tesis si fulan ini cukup bagus, mudah dimengerti, dan satu yang pasti adalah sarannya yang memberikan ruang gerak kepada penelitian lanjutan. Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan penelitiannya.
Tapi secara moral saya perlu legitimasi untuk ini, oleh karena itu saya perlu meminta izin secara informal dari penulis tesis. Lalu menghubungi siapa? Saya tak tahu kemana saya harus melakukan kontak dengan sang penulis. Tapi saya berpikir cepat, insting saya berjalan, karena dalam kata pengantar tesisnya ia adalah termasuk orang yang tidak gamay (gagap dunia maya) dan juga seorang blogger, saya langsung ketikkan nama si fulan di Google, Jreng….!!! Di layar, tampak alamat dan nomor telepon genggamnya. Saya sukses besar meminta kepadanya untuk mengizinkan saya melanjutkan penelitiannya dengan mengganti variabel-variabel penelitian dan menambah time frame penelitian sesuai apa yang disarankan pada bab terakhir tesisnya itu.
Berkaitan dengan penelitian saya kutip satu paragraf dalam buku tersebut:
Pelajar dan mahasiswa, berapa pun usia mereka, adalah pengguna Google kelas berat, walaupun ada guru dan dosen yang terus menyuruh mereka menggunakan mesin pencari akademik yang lebih khusus, selain mendorong pemanfaatan perpustakaan, pertemuan tatap muka, dan sejumlah cara lain yang tradisional dan telah teruji untuk mendapatkan informasi penting. Tokoh pendidikan masih belum satu pendapat soal manfaat Google. Banyak yang mengatakan Google menjadikan mahasiswa malas, mendorong plagiarisme, dan mengganggu proses belajar dengan memungkinkan pengambilan data secara cepat, alih-alih memaksa mereka melakukan penggalian yang didorong oleh hasrat untuk tahu lebih banyak mengenai suatu bidang. Namun yang lain memujinya, mengatakan bahwa kemudahan dalam penggunaannya mendorong orang mengeksplorasi dan menganalisis dokumen-dokumen penting kapan pun, entah siang atau malam. Mereka juga berpendapat bahwa Google meminimalkan perbedaan yang dihadapi oleh mahasiswa, entah sekolah atau universitas mereka besar atau kecil, entah mereka kaya atau miskin, dan entah mereka mempunyai akses ke perpsutakaan yang lengkap atau tidak sama sekali. Pendek kata, mereka mendukung tujuan Google untuk mendemokrasikan akses ke informasi, termasuk hasil penelitian ilmiah yang terus bertambah.(Vise: 2006).
Bagi saya, manfaat Google adalah menurut pendapat yang kedua. Ya, setidaknya untuk mengimbangi gap intelektualisme dan mencegah diskriminasi penyebaran informasi antara negara maju dan berkembang.
Begitu banyak manfaat yang didapat dari Google yang tidak bisa saya ungkapkan di sini. Dan terakhir saya cuma berpikir tentang kalimat di bawah ini saat memakai Google: ”Al-hikmatu dhaallatul mu’min, annaa wajadahaa fahuwa ahaqqu bihaa”. Hikmah itu adalah sesuatu yang hilang dari orang beriman, di manapun dan bagaimana pun itu ditemukan, maka ia lebih berhak untuk mendapatkannya.” (Kalimat ini pun saya temukan dengan searching via Google).
Saya tidak tahu bagaimana kontribusi mereka terhadap Israel, saya cuma tahu mereka pernah berkunjung ke Israel untuk memotivasi para murid di satu sekolah khusus para jenius agar tetap eksis dengan ditemani oleh Mikhail Gorbachev dan Shimon Perez (pembantai rakyat Palestina).
Oleh karena itu untuk tetap memelihara semangat dan dukungan perjuangan kepada rakyat Palestina dan berhati-hati terhadap dana yang bisa disumbangkan kepada Israel, saya cuma bertekad untuk tidak mengklik teks iklan yang disediakan oleh Google di sebelah kanan situsnya, karena dari sanalah jutaan bahkan milyaran dollar pemasukan Google di dapat. Berhati-hati tidak mengapa bukan…?
So, sila ber-google-ria, tentunya dengan cerdas.
Allohua’lam bishshowab.

***
”Pak, kok di situs pajak saya tidak mendapatkan peraturan yang saya cari ya?” tanya seorang Wajib Pajak Penanaman Modal Asing Tiga.
”Ah, yang benar, masak sih Bu…?” tanya saya menyangsikannya.
”Betul Pak, saya sudah lama nyari tapi tetap gak ketemu,” jawabnya dengan dialek jawa yang kental.
”Ya sudah ibu cari di Google saja,” saya memberikan solusi.
“Google? Situs apaan tuh Pak?
“What the…?” pikir saya dalam hati. Wajib Pajak PMA, lokasi di Surabaya, sering pakai email, kejadian ini benar adanya kurang lebih sebulan yang lalu. Gap?

***

Maraji’: Vise, David A. dan Malseed, Mark. (2006). Kisah Sukses Goggle, Cetakan Kedua, Jakarta: PT GPU

Riza Almanfaluthi
(seorang gamay juga)
dedaunan di ranting cemara
malam ramai di gelapnya mendung berhias sabit

05:27 24 Januari 2007