Reformasi Perpajakan akan mengubah banyak wajah Direktorat Jenderal Pajak. Perubahan akan tampak pada proses bisnis, penanganan data, dan terutama pelayanan. Pelayanan akan diarahkan melalui situs web.
“Kita ingin wajib pajak tidak perlu datang ke kantor pajak. Ketemuannya kalau terpaksa. Kalau melalui website tidak bisa, call center tidak bisa, baru wajib pajak diberikan kesempatan untuk datang ke kantor pajak,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama pada Rapat Kerja dan Koordinasi Khusus (Rakorsus) Bidang P2Humas 2019 di Bali (Kamis, 01/08).
Di tengah kepedihan yang kaubuat, aku memilih tersenyum dan melanjutkan perjalanan menuju manzil. Menyusuri Jalan Braga.
Menjadi orang yang tertinggal di belakang itu tidak enak. Seperti kuceritakan kepadamu pada kisah yang lalu, aku tertinggal start 5 menit 23 detik dari gun time di Pocari Sweat Run Bandung (PSRB) 2019.
Rombongan besar para pelari jauh di depan. Aku menyusul satu per satu para pelari yang berlari sendirian. Sudah kuduga pace-nya melonjak jadi 6:00 menit/km di KM-1. Aku terlalu cepat berlari.
Saya berangkat ke Bandung Sabtu pagi itu dengan menggunakan kereta Argo Parahyangan. Di Stasiun Gambir, Jakarta, saya sempat bertemu dengan Mas Aris pegiat lari Indorunners yang juga sama-sama akan ikut Pocari Sweat Run Bandung (PSRB) 2019, Ahad besok (28/7).
Saya baru pertama kali mengikuti PSRB. Saya akan mengikuti Full Marathon (FM) di ajang itu. Rencananya ini akan menjadi FM ketiga setelah Mandiri Jogja Marathon 2018 dan Borobudur Marathon 2018. PSRB ini merupakan palagan FM pertama saya pada 2019.
Angin berembus kencang di Gunung Geulis bakda Subuh ini. Tetapi tidak menyurutkanku untuk segera memulai lari pagi. Sudah ada target 13 km di depan. Rutenya sudah kupatok: memutari lapangan golf. Seumur-umur belum pernah ke lapangan golf.
Ada tiga hari latihan lari yang mesti kuselesaikan pada pekan ini. Hari Jumat (19/7) ini adalah hari kedua setelah kemarin saya menuntaskan 13 km yang pertama. Total ada 39 km untuk pekan ini.
Sejak 2018 Hari Pajak diperingati setiap tahunnya pada 14 Juli. Ini berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-313/PJ/2017 tanggal 22 Desember 2017 tentang Penetapan Hari Pajak.
Mengapa pada tanggal itu? Karena pada tanggal itu di tahun 1945, dalam masa sidang kedua Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), kata pajak muncul dalam Rancangan UUD Kedua pada Bab VII Hal Keuangan tepatnya pada Pasal 23 butir kedua : “Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan Undang-undang.”
Kemeriahan Hari Pajak 2019 tidak memadamkan ikhtiar Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) untuk menyelesaikan beberapa tantangan di depan mata yang harus dihadapi dan disikapi dengan serius. Secara garis besar terdapat tantangan dari sisi administratif perpajakan, kebijakan perpajakan, serta dampak perekonomian global.
Dari sisi administratif perpajakan, Ditjen Pajak harus meneruskan Reformasi Perpajakan yang dimulai sejak tahun 2016 dengan pilar utama proses bisnis yang efektif dan efisien, sistem informasi yang andal, serta basis data yang kuat. Reformasi tersebut diperlukan untuk mewujudkan institusi pemungut pajak yang kredibel, kuat, dan akuntabel.
Di era ekonomi digital saat ini, untuk dapat memperoleh penghasilan dari suatu negara, para pelaku usaha tidak perlu berada di negara tersebut untuk melakukan kegiatan usahanya. Ini berarti bahwa konsep physical economic presencesudah sulit untuk diterapkan saat ini.
“Pendefinisian ulang Bentuk Usaha Tetap (BUT) atau Permanent Establishment menjadi hal utama untuk dikaji secara mendalam dan cermat. Salah satu konsep yang berkembang saat ini adalah mendefinisikan keberadaan BUT berdasarkan significant economic presence,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam amanatnya pada upacara peringatan Hari Pajak di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Senin, 15/7).
Berkumpul bersama DJP Runners. Foto oleh Dandy Sahman.
Bahkan nyala alarm pukul tiga pagi itu tak menghentikan tidurku yang terlambat. Barulah bunyi alarm kedua pada setengah jam kemudian membuatku belingsatan. Dua jam lagi kaki-kakiku akan kutuntut untuk menggelinding sepanjang 21.100 meter.
Semua peralatan yang mesti kubawa sudah kusiapkan di ruang depan. Seperti jam lari, sepatu, kaos kaki, atau sarung buat salat Subuh nanti. Aku tidak memakai kaos dengan desain yang apik, namun lebih memilih kaos yang paling nyaman kupakai. Ribuan meter pelarian itu bukan soal yang sembarangan untuk kurasakan sendiri.
Pocari Sweat Bandung Marathon (PSBM) 2019 tinggal tiga pekan lagi. Semua perihal akomodasi sudah jauh-jauh hari saya siapkan. Tidak lupa yang paling krusial adalah latihan. Ini semua agar bisa finis sehat. Cukup dua full marathon (FM) sebelumnya jadi pelajaran.
Dari gelanggang Tugu to Tugu 2017, Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2018, Borobudur Marathon 2018, dan dua kali latihan lari dengan jarak 35 kilometer saya mendapat pelajaran penting tentang kram, muntah-muntah, inflamasi, dehidrasi, dan anyang-anyangan.