Pembacaan Puisi “Mata”


Pembacaan salah satu puisi saya yang ada di dalam buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan yang berjudul “Mata”.

Pembacaan tersebut dilaksanakan untuk mengisi kegiatan pameran lukisan Hari Pajak 2022 di  lobi selatan Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Jumat,15/7).

Pembacaan diiringi dengan petikan gitar dari Pak Harris Rinaldi. Kami merupakan bagian dari Komunitas Sastra Kementerian Keuangan yang turut meramaikan peringatan Hari Pajak 2022 tersebut.

Buat teman-teman yang ingin membaca puisi itu sendiri silakan miliki buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan yang tersedia di tautan berikut: https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi.

Silakan nikmati puisinya.

***
Riza Almanfaluthi

 

 

Pembacaan Puisi Fragmen Menanti Surat


Komunitas Sastra Keuangan (KSK) Chapter Direktorat Jenderal Pajak kembali berpartisipasi menampilkan parade puisi dalam rangka memperingati Hari Pajak 2022.

Acara diselenggarakan di tempat pameran lukisan di lobi selatan Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Jumat, 15/7).

Dari KSK yang ikut dalam performa itu adalah Pak Yari Yuhariprasetya, Ibu Aan Almaidah Anwar, Pak Harris Rinaldi, Mas Dimas Wisnu Mahendra, Mbak Nisa, dan lain sebagainya.

Pembacaan puisi dalam video kali ini  saya bersama Pak Yari Yuhariprasetya. Pak Yari mengiringi pembacaan puisi itu dengan dentingan gitarnya. Ia memusikalisasi puisi saya tersebut.  Terima kasih banyak, Pak.

Puisi Fragmen Menanti Surat adalah salah satu puisi yang ada di dalam buku puisi saya yang berjudul Seseloki Seloka di Pinggir Selokan.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
24 Juli 2022

Pembacaan Puisi Satu Alinea di Pinggir Danau Bohinj


Kami anggota @komsaskeu Komunitas Sastra Kementerian Keuangan mengadakan pentas kecil-kecilan di sebelah galeri lukisan dalam rangka memperingati Hari Pajak di Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Jumat, 15/7).

Hadir di sana Bu @aanalmaidah.a , Pak @papayari, Mas @kidokamen DWM, dan Mbak Nisa.

Dengan iringan denting gitar Mas @kidokamen, kali ini saya membacakan satu puisi dalam buku saya #seselokiselokadipinggirselokan berjudul Satu Alinea di Pinggir Danau Bohinj.

Aku mencintaimu seperti aku menyesatkan diriku sendiri.

Untukmu…

Selamat menikmati.

Semoga bermanfaat.

Gagasan dan Argumentasi Bagus, Jangan Lupakan Bungkus


Lomba Menulis Artikel 2022 dalam rangka memperingati Hari Pajak 2022 telah usai.

Beberapa waktu yang lalu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah mengumumkan siapa pemenangnya.

Saya sebagai pihak internal DJP diamanahi menjadi salah satu dari tiga juri lomba tersebut.

Kembali, yang menjadi pemenang lomba adalah mereka yang memiliki gagasan bagus tanpa melupakan bungkus.

Bungkus itu adalah cara mereka mengemas gagasan dalam tulisan bagus yang memenuhi kaidah menulis populer.

Barang jualan bagus dengan kemasan atau bungkus yang jelek atau biasa saja punya potensi tidak dilirik pembeli. Sebaliknya demikian, bungkus bagus, tetapi isi kosong atau biasa saja.

Selamat kepada para pemenang. Gagasan dan kemasan Anda memang terbaik. Semua juri memiliki penilaian sama atas para pemenang ini.

Terima kasih juga buat penyanyi kebanggaan DJP Mas @febrinoviardi yang telah mengambil gambar dan membuat video ini. Tak tepermanai. 😀🙏

***

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara

Cerita di Balik Pembuatan Buku Reformasi Perpajakan: Untuk Menjadi Monumen Mnemonik


Naskah buku yang belum ditentukan judulnya itu sedang dalam proses layout. Proses menyuntingnya memberikan pemahaman lebih buat saya. Ini luar biasa.

Namun, sebelum bercerita pengalaman tersebut, kiranya saya perlu mengetengahkan pembuatan buku ini dari awal. Sebuah buku yang berjudul: Reformasi Perpajakan adalah Keniscayaan, Perubahan adalah Kebutuhan: Cerita di Balik Reformasi Perpajakan.

Continue reading Cerita di Balik Pembuatan Buku Reformasi Perpajakan: Untuk Menjadi Monumen Mnemonik

“Kado” untuk Hari Pajak


Mimpi Indonesia di 2045 adalah menjadi negara yang keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Syaratnya Indonesia harus memiliki pertumbuhan ekonomi rata-rata 9 persen per tahun.

Apa lacur, jalan menuju ke sana sangatlah terjal. Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi atau minus 2,07 persen pada 2020 lalu.

Baca Lebih Lanjut

Narasi Digdaya Para Pendiri Bangsa


Setiap tanggal 14 Juli pegawai Direktorat Jenderal Pajak memperingati Hari Pajak. Pada 2020 ini peringatan sudah memasuki tahun ketiga. Namun, ada yang membedakan dari peringatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Hari Pajak 2020 diperingati dalam situasi dunia masih dilanda wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sampai dengan dibuatnya artikel ini, data dari situs web wordometers.info menunjukkan lebih dari 18,4 juta penduduk dunia terinfeksi Covid-19 dengan jumlah kematian lebih dari 696 ribu jiwa.

Baca Lebih Lanjut

Work From Heart


Puisi ini terdapat dalam antologi Buku Hari Pajak 2020 yang berjudul: Bangkit Bersama Pajak dengan Gotong Royong dalam Foto, Poster, dan Untaian Puisi. Selamat menikmati.

:untuk diajeng di seberang lautan

Wabah ini membuatku tak bisa kemana-mana. Aku di Tolitoli menjaga pundi-pundi. Tiga purnama aku tak bisa berjumpa. 2700 kilometer dari rumah kita. Jarak tak mampu memisahkan jiwa, apalagi renjana. Aku memanggilmu diajeng kalau aku sedang sayang, memanggilmu ibu di depan anak-anak, memanggilmu kakak di saat mesra. Aku harus meneleponmu tiga kali seperti minum obat. Pagi, siang, dan malam. Menjaga stamina cinta, saat jauh apalagi dekat. Aku tidak bekerja dari rumah, aku bekerja dari hati, hati yang memelihara malam, tempat aku memanen rindu yang tak pernah kenal pejam, tunggu aku di puncak pertemuan, sebentar lagi aku pulang.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
4 Juli 2020

Perbincangan 10 Nomor Whatsapp


Puisi ini terdapat dalam antologi Buku Hari Pajak 2020 yang berjudul: Bangkit Bersama Pajak dengan Gotong Royong dalam Foto, Poster, dan Untaian Puisi. Selamat menikmati.

*

Dua pekan menjelang akhir Maret kami lahir kembar 10.
Delapan penjuru mata angin merayakan kelahiran kami.
Diumumkan oleh matahari, gelombang laut, pelangi, dan sedikit sepi di hati.
Kami cepat dewasa seperti seroja karenanya kami sudah memikul buana.
Kamu, kamu, dan kamu harus bertugas menerima pesan dari siapapun yang bertanya pajak. Harus bisa menjawabnya dan tak perlu galak. Pesan mahaguru kepada kami dengan berakhlak.
Sejak itu kami menerima segala amaran. Tentu bukan seperti ini:
“Sedang melakukan apa pagi ini?”
“Sudah sarapan?”
“Jangan lupa makan siang, nanti kena maag loh.”
“Puisi ini buat kamu.”
Yang kami terima:
“Saya lupa EFIN.”
“Sistem lagi mati?”
“Cara lapor SPT online bagaimana?”
Kami berlapang dada menerima seperti batu karang yang bersedia disambar gelombang laut pantai selatan.
Mulai delapan pagi sampai lima sore. Seringnya sampai malam ditemani morfem dan fonem dari mahaguru yang ngelindur.
Lelah kami tumpas, jika pesan ini datang bersaf-saf.
“Terima kasih pencerahannnya.”
“Ini sangat membantu.”
“Bagus kok pelayanannya.”
“Jempol empat.”
Sebentar, sebentar, sebentar apelku hendak mati. Sudah 2%.
Mahaguru bilang, sambil tak menoleh tetap asyik membaca buku: *Sejarah Amtenar dari Masa ke Masa*
“Istirahatlah dengan tenang. Besok kita kerja lagi.”

 

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
5 Juli 2020
Gambar dari zedge.net

Bedah Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini


 

Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan bedah buku volume kedua di Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Kamis, 9/7). Buku yang dibedah adalah buku yang ditulis oleh Riza Almanfaluthi dan berjudul Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini.

Sebelumnya bedah buku volume satu terselenggara pada Senin, 6 Juli 2020 yang membedah buku Pajak dan Zakat Biarkan Berbeda dengan pembedah adalah penulis buku itu sendiri Eko Novianto Nugroho.

Penyelenggaraan bedah buku ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka memperingati Hari Pajak yang jatuh pada 14 Juli 2020.

Riza Almanfaluthi adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang saat ini bertugas di Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat dan menjabat sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Situs.

Buat yang belum menyaksikan acara bedah buku tersebut, bisa menontonnya pada video di atas yang disiar ulang oleh akun resmi jejaring sosial Direktorat Jenderal Pajak.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
16 Juli 2020