Hobi dan Obsesi


Selepas menghadiri undangan rapat, saya mendapati dua orang perempuan sedang berlari sore di  halaman kompleks perkantoran Kementerian Keuangan.

Olahraga lari memang sedang booming dan menjadi gaya hidup masyarakat. Berbagai perlombaan digelar, mulai dari yang bersifat kompetisi sampai sekadar hiburan. Komunitas lari pun banyak bermunculan, termasuk di Kementerian Keuangan.

Baca Lebih Lanjut.

Bagaimana Kalau Kangen?


Main Mercon.

…telah sampailah  kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan kami ke dusun Wringinputih, tempat Mbah Rejo yang tua, bongkok, berdaulat, memakai tongkat, dan kopiah hitam yang sudah kecokelatan dengan ukuran nomor 5.

*

Dua prajurit itu menguntitku di belakang. Awalnya aku tak tahu siapa mereka. Tetapi penampilan rambut mereka yang cepak sudah bisa memastikanku. Satu prajurit berlari mendahuluiku, namun bisa kususul kembali. Satu lagi menyusulku dan tak bisa kusalip lagi. Itu juga karena kami berbeda arah. Ia ke timur, aku ke utara.

Pagi itu (16 Juni 2018), aku memang berlari dari rumah di Wringinputih, Borobudur, Magelang menuju depan kompleks Candi Borobudur. Jaraknya kurang lebih 5 kilometer. Jadi pagi itu genaplah 10 kilometer aku berlari. Itu juga dengan perjuangan berat bangun dari peraduan seperti Anaconda yang kekenyangan sehabis makan kapibara, rodensial terbesar di dunia.

Baca Lebih Lanjut.

Belasan Penulis dan Jurnalis Terima Penghargaan Ditjen Pajak, Siapa Saja Mereka?


Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) memberikan penghargaan kepada para penulis Ditjen Pajak dan jurnalis dalam acara Lokakarya Penulisan Artikel Reformasi Perpajakan di Bogor, Jumat (29/06).

“Para penulis ini adalah mereka yang telah berkontribusi aktif menggemakan Reformasi Perpajakan dengan mengirimkan artikel ke berbagai media cetak,” kata Kepala Seksi Hubungan Eksternal, Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan, Ditjen Pajak Endang Unandar mewakili Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak saat memberikan penghargaan kepada para penulis.

Baca Lebih Lanjut.

10 Fakta Penting di Seputar Titik Tenggelamnya KM Sinar Bangun


Kalau Wakanda, daerah rekaan Marvel Studios, dibangun di atas batuan luar angkasa Vibranium yang sakti mandraguna, maka Kaldera Toba terletak di hamparan ignimbrite terbesar di dunia.

Tim Gabungan  Badan  Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) dan “Mahakarya Geo Survey” Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan menggunakan alat pindai sonar telah mendeteksi adanya objek di kedalaman 490 meter di Danau Toba, Sumatera Utara pada Ahad (24 Juni 2018).

Walaupun  demikian, BNPP belum bisa memastikan apakah titik tersebut adalah titik tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba pada Senin, 18 Juni 2018 lalu.

Baca Lebih Lanjut.

Menggambar Langit-langit Malam Semarang


Aku menggambar langit-langit malam Semarang menjadi terang dengan bunga-bunga api, warna-warni, dan segala pekik. Seterang pikiran yang tanpa gelisah mendesahkan dari bibir sepotong takbir ke sudut-sudut luka dan kota yang lama telah mengering. Hujan, hujan, hujan yang menua dan purba datangi, basahi, rintiki segantang jantung yang berdegup kencang dan tak mau untuk tak menyebut namamu dan ukuran sepatumu. Sepatu yang tak boleh basah dan bergetah ketika datang ke sebuah pertemuan-pertemuan kecil di sebuah pesta. Bibir-bibir kecil menyebut-nyebut ya sittir, ya sittir, ya sittir.

 

***

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
01 Syawal 1439 H
Photo by @yasyalmanfaluthi check out his feed for more.

Perahuku Bernama Lupa


Perahuku bernama lupa
mencintai sepucuk bunga
yang jatuh meleleh di pipimu.
kauambil selembar waktu
untuk kauusap
segala bias setengah nyata.

perahuku bernama lupa
tak pernah abadi
karena ia cuma kertas
bukanlah besi karsani
buat menentang serantang badai
sambil bertanya:
siapa aku? siapa kamu?

perahuku bernama lupa
cuma gula dalam kopi.
aku akan berlayar mengaduk
gurun yang memar.

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Tapaktuan, 03 Juni 2015

Mengapa Saya Dikenakan Pajak Restoran dan Service Charge?


Kemarin, ada surat elektronik dari Pak Moko yang menanyakan tentang pajak. Berikut pertanyaannya:

Selamat pagi,

Pak Riza saya mau bertanya. Apakah untuk pajak restoran yang ditagihkan ke kita, itu beanya dibayarkan ke negara apa masuk ke retribusi daerah? Dan saya mau bertanya untuk pajak service yang besarnya 5% itu kenapa juga ditagihkan ke pelanggan? Jadi kalau dijumlahkan, besarnya pajak yang harus dibayar ke pelanggan 15% (PPN 10% + Service 5%). Apakah itu ada aturannya di dalam undang-undang dan kalau kita sebagai pelanggan berhak menolak besaran pajaknya itu?

Trims

Moko

Baca Lebih Lanjut.

Di Titik Didih Kerinduan


Malam lebaran di salah satu sudut Semarang.

Suara mirip peluit mencelat dari ketel yang isinya air mendidih. Uap panasnya berontak dan buru-buru keluar dari celah sempit di ujung moncong ketel seperti iblis dengan bala tentaranya ketika azan Magrib 1 Syawal besok berkumandang.

Mereka kembali merapatkan barisan, berkoordinasi, dan membagi tugas mengembalikan manusia kepada kesesatan setelah sebulan mereka dipenjara. Mereka ingin agar kawan-kawannya dari kalangan manusia yang sudah suci dibasuh Ramadan, kembali menjadi anggota yang akan menemani mereka di neraka.

Baca Lebih Lanjut.

Membeli Martabak di Bulak


MEMERANGKAP***Senja.

Ketika kami tiba di Masjid Alhusna, Kinan langsung menuju saf terdepan saja.  Tak ada yang menemaninya. Umminya Kinan sedang tak enak badan jadi tak bisa salat id. Sedangkan kami bertiga segera masuk ke dalam ruangan utama masjid.

Hari ini lebaran. Kami kembali salat di masjid ini. Mengulang ritual setahun sekali. Khatibnya berkhotbah selama 30 menit yang isinya diingat dengan baik oleh Kinan. Di antaranya tentang nyamuk, organ tubuhnya, alat untuk menusuk korban, dan obat bius yang dipakai satoan itu saat menggigit manusia.

Baca Lebih Lanjut.

Mur dalam Sepotong Coklat


Kebersamaan sejati bukan soal “tampilan” dari luar, tetapi soal “jiwa” dari dalam. 

​Aku ingin mengatakannya dengan kata “tiba-tiba”, tetapi senyatanya memang tidak ada yang tiba-tiba, karena ada hari yang terlewati mulai dari hari pertama Ramadan hingga saat ini. Malam ke-27 Ramadan.

Di Masjid kompleks kami ini, Masjid Alikhwan, banyak orang berdatangan memenuhinya, mulai dari orang tua sampai anak-anak. Mereka ingin menjadi bagian dari umat yang mendapatkan kemuliaan di malam itu yakni lailatulkadar.

Baca Lebih Lanjut.