Belajar ke Seoul


Seorang CEO hotel prestisius di New York pergi ke Seoul, Korea Selatan, dua kali dalam setahun. Ia menginap di hotel yang sama dalam dua kesempatan itu. CEO terkesan dengan sikap pegawai hotel itu yang mengucapkan, “Selamat datang, Pak! Senang bertemu Anda kembali.”

Sepulangnya dari Korea Selatan, ia segera berkonsultasi dengan para ahli. Mereka merekomendasikan kepada CEO untuk memasang kamera-kamera dengan peranti lunak pengenal wajah (face recognition). Kamera itu akan memotret wajah tamu dan memberi tahu resepsionis apabila tamu yang datang itu pernah menginap di sana sebelumnya.

Baca lebih lanjut

Mabuk Gawai


Ini adalah kali kedua, saat sedang memimpin rapat, saya meminta kepada para peserta untuk menaruh telepon genggam mereka di atas meja. Secara sukarela, para peserta rapat memenuhi permintaan ini. Saya menjanjikan bahwa rapat diupayakan berjalan seefektif mungkin.

Ada maksud di balik permintaan saya tersebut. Tujuannya agar saat rapat, fokus mereka tidak terpecah dengan apa yang ada di layar telepon genggam masing-masing. Hal ini saya lakukan, guna menghindari perilaku phubbing. Istilah yang sedang tren saat ini.

Baca Lebih Lanjut.

Hobi dan Obsesi


Selepas menghadiri undangan rapat, saya mendapati dua orang perempuan sedang berlari sore di  halaman kompleks perkantoran Kementerian Keuangan.

Olahraga lari memang sedang booming dan menjadi gaya hidup masyarakat. Berbagai perlombaan digelar, mulai dari yang bersifat kompetisi sampai sekadar hiburan. Komunitas lari pun banyak bermunculan, termasuk di Kementerian Keuangan.

Baca Lebih Lanjut.