DJP Gelar Tax Factor, Staf Ahli Menkeu Titip Pesan Ini


Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Suryo Utomo menitipkan pesan kepada para peserta dari luar Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang menjadi finalis Tax Factor 2018 ini.

“Tolong bahasakan sadar pajak ini keluar karena terus terang tak ada yang ikhlas membayar pajak, tetapi ini untuk anak cucu kita,” kata Suryo Utomo saat membuka Babak Final Tax Factor 2018 di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti, Gedung Mar’ie Muhammad Kantor Pusat DJP, Jakarta (Kamis, 12/7).

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Sri Mulyani Indrawati: Fungsi DJP itu Hampir Muskil Dilaksanakan


Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memiliki fungsi yang sama sekali tidak mudah bahkan hampir muskil dilaksanakan oleh sebuah institusi dan manusia-manusianya.

“Karena DJP memiliki tiga fungsi yang diharapkan oleh negara, pemerintah, Menteri Keuangan, yang tiga-tiganya itu bertolak belakang,” kata Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Perpajakan dalam rangka memperingati Hari Pajak di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti Gedung Mari’e Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, hari ini (Rabu, 11/7).

Baca Lebih Lanjut.

Peringati Hari Pajak, Ditjen Pajak Bedah Buku Taxing Women


Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) menggelar bedah buku Taxing Women di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti, Gedung Mar’ie Muhammad, Jakarta (Senin, 9/7).  Kegiatan Edu Tax bagi masyarakat umum ini merupakan awal dari serangkaian acara yang direncanakan selama sepekan dalam rangka memperingati Hari Pajak yang jatuh pada tanggal 14 Juli.

“Acara bedah buku ini sangat penting karena berbeda daripada sebelumnya yang hanya mengundang peserta internal. Kali ini kita saksikan sendiri bahwa 90% tamu yang datang berasal dari luar Ditjen Pajak,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak Arfan dalam sambutannya.
Baca Lebih Lanjut.

Mau Riset di Ditjen Pajak? 6 Hal Penting Ini Harus Jadi Perhatian


Gampangkah?

Rangga***(bukan nama sebenarnya) datang ke meja saya. Ia berkemeja warna putih dan celana panjang warna hitam. Di punggungnya menggantung tas ransel. Ada map yang dibawa dengan kedua tangannya. Ia diantar oleh pelaksana Direktorat Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (Direktorat P2Humas).

Rangga adalah mahasiswa semester terakhir PKN STAN. Awal tahun ini ia sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama. Sembari itu ia ditugaskan untuk membuat semacam tugas akhir berupa karya tulis atau laporan PKL. Siang itu, di saat langit Jakarta masih manyun, Rangga menyodorkan Lembar Persetujuan Menjadi Lokasi Penelitian (Riset) untuk saya tandatangani.

Baca Lebih Lanjut.

Goyang Penasaran


Seperti anak kecil yang menemukan bonekanya yang hilang, Salimah mendekapkan kepala Haji Ahmad pada dadanya. Darah yang belum sepenuhnya membeku menetes di tubuhnya. Mata Salimah berair, terpejam. Bibirnya terbuka setengah. Basah.

 

Waktu kecil dulu, setiap kali cerita setan dikisahkan ibu kepada anak-anaknya pasti telinga ini mendongak tajam. Kepekaan telinga kami meningkat beberapa desibel agar tak melewatkan satu kalimat pun yang diucapkan dari mulut ibu dengan disertai wajah kengerian yang luar biasa.

Baca Lebih Lanjut.

Dirjen Pajak: Kritikan di Medsos, Tanda Cinta Masyarakat


Banyaknya kritikan terhadap Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak di media sosial ditanggapi Direktur Jenderal Pajak dengan santai. “Kritikan itu tanda cinta masyarakat kepada kita,” kata Ken Dwijugiasteadi pada acara Penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Direktorat Jenderal Pajak 2017 di Auditorium Chakti Buddhi Bhakti, Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (15/9).

Menurut Ken, yang terjadi karena masyarakat belum tahu, sehingga salah paham. “Kita sudah mengklarifikasinya,” tambah Ken. Dalam kesempatan itu, Ken yang melihat banyaknya pegawai Ditjen Pajak berjiwa seni, merencanakan akan mengadakan kegiatan tahunan seperti DJP Jazz atau Festifal Rock di bulan Oktober.

Baca Lebih Lanjut.

Cerita di Balik Layar Puisi Malam Ini Kanda Dinda


Suatu ketika pada 1 Agustus 2017 Kak Cut Ratna Marlina menanyakan kepada saya, “Jadi perlu slot khusus di acara?” Acara yang dimaksud adalah acara Reuni Alumni STAN Prodip Keuangan Spesialisasi Pajak tahun lulus 1997. Niatnya acara ini akan diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol Jakarta pada 2 September 2017. Tepat 20 tahun setelah kami diwisuda.

Kak Cut Ratna Marlina ini adalah anggota kepanitiaan reuni yang luar biasa gigihnya dalam mengusahakan terselenggaranya acara tersebut. Perihal nama sebenarnya adalah Hajjah Ratna Marlina saja. Namun dikarenakan pada Juni 2017 lalu dipromosikan sebagai kepala seksi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Banda Aceh maka teman-teman menahbiskannya dengan “Cut”. Lengkap sudah hidupnya.

Baca Lebih Lanjut.