Pekan Inklusi 2018 Libatkan 4 Kementerian Lain


Direktorat Jenderal Pajak kembali akan mengadakan kampanye besar-besaran melalui Pekan Inklusi Kesadaran Pajak 2018 pada 5 hingga 9 November 2018 mendatang. Ada banyak lomba dan kegiatan yang dikemas dengan puncak acara berupa kegiatan mengajar di seluruh unit kerja Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak menginginkan kampanye ini bisa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat dan peran pajak dalam pembangunan. Terutama sekali dukungan pemangku kepentingan dalam menumbuhkan kesadaran pajak sejak dini melalui pendidikan.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Patut Dicontoh, Ditjen Pajak Wujudkan PUG di Tempat Kerja


 

BANYAK***kerancuan dalam memahami gender. Gender hanya dianggap soal jenis kelamin, perempuan, dan prioritasnya. Padahal arti gender sebenarnya tidak seperti itu.

Suroso, Kepala Bagian Perencanaan, Biro Perencanaan dan Keuangan, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan RI mengungkapkan hal itu pada acara Forum Komunikasi Pejabat Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti,  Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Ditjen Pajak, hari ini (Jumat, 3/8).

Baca Lebih Lanjut.

DJP Gelar Tax Factor, Staf Ahli Menkeu Titip Pesan Ini


Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Suryo Utomo menitipkan pesan kepada para peserta dari luar Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang menjadi finalis Tax Factor 2018 ini.

“Tolong bahasakan sadar pajak ini keluar karena terus terang tak ada yang ikhlas membayar pajak, tetapi ini untuk anak cucu kita,” kata Suryo Utomo saat membuka Babak Final Tax Factor 2018 di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti, Gedung Mar’ie Muhammad Kantor Pusat DJP, Jakarta (Kamis, 12/7).

Baca Lebih Lanjut.

Sri Mulyani Indrawati: Fungsi DJP itu Hampir Muskil Dilaksanakan


Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memiliki fungsi yang sama sekali tidak mudah bahkan hampir muskil dilaksanakan oleh sebuah institusi dan manusia-manusianya.

“Karena DJP memiliki tiga fungsi yang diharapkan oleh negara, pemerintah, Menteri Keuangan, yang tiga-tiganya itu bertolak belakang,” kata Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Perpajakan dalam rangka memperingati Hari Pajak di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti Gedung Mari’e Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, hari ini (Rabu, 11/7).

Baca Lebih Lanjut.

Peringati Hari Pajak, Ditjen Pajak Bedah Buku Taxing Women


Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) menggelar bedah buku Taxing Women di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti, Gedung Mar’ie Muhammad, Jakarta (Senin, 9/7).  Kegiatan Edu Tax bagi masyarakat umum ini merupakan awal dari serangkaian acara yang direncanakan selama sepekan dalam rangka memperingati Hari Pajak yang jatuh pada tanggal 14 Juli.

“Acara bedah buku ini sangat penting karena berbeda daripada sebelumnya yang hanya mengundang peserta internal. Kali ini kita saksikan sendiri bahwa 90% tamu yang datang berasal dari luar Ditjen Pajak,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak Arfan dalam sambutannya.
Baca Lebih Lanjut.

Mau Riset di Ditjen Pajak? 6 Hal Penting Ini Harus Jadi Perhatian


Gampangkah?

Rangga***(bukan nama sebenarnya) datang ke meja saya. Ia berkemeja warna putih dan celana panjang warna hitam. Di punggungnya menggantung tas ransel. Ada map yang dibawa dengan kedua tangannya. Ia diantar oleh pelaksana Direktorat Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (Direktorat P2Humas).

Rangga adalah mahasiswa semester terakhir PKN STAN. Awal tahun ini ia sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama. Sembari itu ia ditugaskan untuk membuat semacam tugas akhir berupa karya tulis atau laporan PKL. Siang itu, di saat langit Jakarta masih manyun, Rangga menyodorkan Lembar Persetujuan Menjadi Lokasi Penelitian (Riset) untuk saya tandatangani.

Baca Lebih Lanjut.

Goyang Penasaran


Seperti anak kecil yang menemukan bonekanya yang hilang, Salimah mendekapkan kepala Haji Ahmad pada dadanya. Darah yang belum sepenuhnya membeku menetes di tubuhnya. Mata Salimah berair, terpejam. Bibirnya terbuka setengah. Basah.

 

Waktu kecil dulu, setiap kali cerita setan dikisahkan ibu kepada anak-anaknya pasti telinga ini mendongak tajam. Kepekaan telinga kami meningkat beberapa desibel agar tak melewatkan satu kalimat pun yang diucapkan dari mulut ibu dengan disertai wajah kengerian yang luar biasa.

Baca Lebih Lanjut.