Mau Riset di Ditjen Pajak? 6 Hal Penting Ini Harus Jadi Perhatian


Gampangkah?

Rangga***(bukan nama sebenarnya) datang ke meja saya. Ia berkemeja warna putih dan celana panjang warna hitam. Di punggungnya menggantung tas ransel. Ada map yang dibawa dengan kedua tangannya. Ia diantar oleh pelaksana Direktorat Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (Direktorat P2Humas).

Rangga adalah mahasiswa semester terakhir PKN STAN. Awal tahun ini ia sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama. Sembari itu ia ditugaskan untuk membuat semacam tugas akhir berupa karya tulis atau laporan PKL. Siang itu, di saat langit Jakarta masih manyun, Rangga menyodorkan Lembar Persetujuan Menjadi Lokasi Penelitian (Riset) untuk saya tandatangani.

Melihat itu saya teringat dua dekade yang lampau. Sewaktu saya masih menjadi mahasiswa Program Diploma Keuangan STAN dan sedang melakukan PKL. Saya tak perlu mengisi formulir-formulir seperti itu. Tetapi Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) adalah institusi besar, hal-hal seperti ini memang harus diatur. Hal-hal tentang permintaan penelitian atau riset.

Dan pada 2012 Ditjen Pajak baru mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-23/PJ/2012 tentang Pemberian Izin Penelitian (riset) dan/atau Praktik Kerja Lapangan di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

Tentu surat edaran ini menjadi pedoman buat internal Ditjen Pajak ketika akan menerima proposal penelitan atau riset yang dilakukan pihak eksternal kepada Ditjen Pajak.

Lalu sebenarnya apa yang dimaksud penelitian atau riset itu? Surat edaran di atas menjelaskan yang dimaksud penelitian (riset) itu adalah suatu usaha ilmiah yang dilaksanakan secara metodologis dan sistematis untuk menemukan fakta-fakta, hal-hal baru, menguji kebenaran suatu teori, anggapan atau hipotesa, memecahkan masalah dan mencari penerapan praktis yang meliputi kegiatan pendataan, survei, sensus, studi kelayakan, studi eksploratif, preliminary survey, dan inventarisasi.

Kemudian seringkali pertanyaan seperti ini masuk kepada saya, “Bagaimana cara mengajukan izin penelitian buat skripsi dan tesis ke kantor pajak?” Pertanyaan yang sering saya jumpai ketika saya pindah kerja dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tapaktuan ke Direktorat P2Humas awal 2017 lalu.

Direktorat P2Humas terdiri dari empat subdirektorat: Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan, Subdirektorat Pelayanan Perpajakan, Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan, dan Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan. Saya ditempatkan di Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan. Sedangkan tempat yang biasa mengurusi izin riset adalah Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan.

Nah, untuk mereka yang belum mengetahui tata cara bagaimana agar bisa melakukan penelitian atau riset di Ditjen Pajak, maka ada enam hal yang perlu diketahui yaitu:

  1. Pemohon Riset

Pemohon riset itu adalah mahasiswa, masyarakat, dan badan atau lembaga penelitian.

  1. Syarat Riset

Lalu syarat-syarat apa saja yang harus dilampirkan permohonan izin riset tersebut?

  • Surat keterangan dari instansi/universitas;
  • Proposal/outline penelitian;
  • Surat pernyataan kesediaan menyampaikan hasil riset. Bisa diunduh di sini;
  • Pedoman wawancara (khusus permohonan wawancara). Tentu permohonan wawancara dalam rangka penelitian dan bukan dalam rangka ekspos media.
  • Kuisioner (Khusus penyebaran kuisioner).
  1. Tempat Pengajuan

Nah, kalau kita sudah buat surat permohonannya (dengan format bebas) dan persyaratan yang harus dipenuhi sudah ada semua, ke mana surat permohonan izin riset diajukan?

Kalau dari ketentuan yang disyaratkan dari Ditjen Pajak, maka pengajuan riset untuk jenjang sampai dengan Strata 1 (S1) diajukan kepada:

  • Direktorat P2Humas untuk perizinan riset yang dilakukan di Kantor Pusat Ditjen Pajak;
  • Kantor Wilayah Ditjen Pajak untuk perizinan riset yang dilakukan di kantor wilayah dan/atau kantor pelayanan pajak di wilayah kerja kantor wilayah tersebut;
  • Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan (PPDDP) untuk perizinan riset yang dilakukan di PPDDP.

Sedangkan untuk pengajuan riset untuk Strata 2 (S2), Strata 3 (S3), dan Badan/Lembaga dapat diajukan ke Direktorat P2Humas.

  1. Ketentuan Riset
  • Riset yang dilakukan sesuai dengan ilmu yang dipelajari pada jurusan/program studi di sekolah atau perguruan tinggi;
  • Materi riset bermanfaat dan sejalan dengan program DJP. Ini yang perlu diperhatikan juga buat para pengaju permohonan izin riset;
  • Ringkasan hasil riset dikirimkan ke pos elektronik perpustakaan.pajak@gmail.com dan/atau perpustakaan@pajak.go.id.
  1. Masa Berlaku

Sebagaimana setiap perizinan ada masa berlakunya, izin riset pun ada masanya pula.

    • Masa Berlaku izin riset adalah enam bulan sejak dikeluarkan surat izin riset;
    • Surat izin riset yang telah habis masa berlakunya dapat diperpanjang selama tiga bulan dengan mengajukan permohonan perpanjangan secara tertulis;
    • Surat permohonan perpanjangan diajukan paling lama tujuh hari sebelum masa berlaku izin riset berakhir.
  1. Tata Cara Pengajuan
  • Pemohon menyampaikan kelengkapan berkas persyaratan secara langsung di Direktorat P2Humas, Gedung Marie Muhammad Lantai 16 atau melalui jasa pengiriman ke Kantor Pusat Ditjen Pajak atau unit vertikal Ditjen Pajak yang berwenang untuk mengeluarkan izin riset;
  • Petugas meneliti kelengkapan berkas persyaratan. Apabila berkas telah dinyatakan lengkap, permohonan segera diproses;
  • Surat jawaban atas permohonan izin riset yang telah diajukan akan dikirimkan ke pos elektronik pemohon;
  • Batas waktu pemrosesan berkas terhitung tujuh hari kerja setelah memperoleh jawaban konfirmasi dari unit kerja lokasi riset;
  • Permohonan yang ditujukan ke Direktorat P2Humas dapat juga diajukan melalui pos elektronik di alamat kpdjp@gmail.com dengan melampirkan formulir yang telah disediakan.

Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, silakan menghubungi Subdit Penyuluhan Perpajakan Direktorat P2Humas Ditjen Pajak di nomor telepon (021) 5250208 ext 51601 atau melalui pos elektronik ke izinriset.kpdjp@gmail.com.

Semoga bermanfaat.

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
Lantai 16, 01 Februari 201
8

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s