Bangun Inklusi Kesadaran Pajak, Ditjen Pajak Didik Fasilitator


Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mengadakan Training of Trainer (ToT) Inklusi Kesadaran Pajak pada Perguruan Tinggi di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta, Yogyakarta mulai Senin sampai Rabu (26-27 Februari 2018).

“Kami berpendapat Training of Trainer ini adalah sekadar judul. Sebenarnya amanah yang disandang sekarang adalah sebagai fasilitator,” kata Kepala Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan, Direktorat Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Perpajakan Ditjen Pajak Aan Almaidah Anwar saat melaporkan kegiatan.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Inklusi Kesadaran Pajak: Investasi Masa Depan


Sampai kapan kepatuhan pajak Indonesia rendah? Indikator berupa rasio pajak di tahun 2016 masih di bawah 11%. Ini menjadi permasalahan besar karena menyangkut kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.

Selama masyarakat belum sadar pajak maka seberapa pun keras usaha yang dikerahkan untuk mengumpulkan pajak maka akan sia-sia saja. Oleh karenanya perlu perubahan perilaku masyarakat dalam membayar pajak.

Baca Lebih Lanjut.

Akar Masalah Rasio Pajak Rendah, Ini Kata Ditjen Pajak


Indikator rasio pajak yang masih rendah membuat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak masih terus berupaya meningkatkan penerimaan perpajakan. Muncullah kemudian Reformasi Perpajakan untuk mencari akar permasalahannya.

“Ternyata akar masalahnya ada di masyarakat kita yang belum memiliki budaya atau kesadaran membayar pajak,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama saat membuka acara Training of Trainers Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan di Grand Mulya Hotel, Bogor, Rabu (12 Juli 2017).

Baca Lebih Lanjut.