Cara Mudah Matikan Alarm Avanza Saat Remote Rusak


Sudah saatnya ia dimatikan.

Saya mengambil pacul dan menghancurkannya.

 

Pagi ini memang niatnya untuk servis mobil yang baru mencapai 80.000 kilometer setelah hampir 10 tahun. Avanza 2007 ini memang jarang digunakan. Pada hari libur kerja saja biasanya dipakai. Itu pun jarang-jarang. Ia akan menjadi budak kerja rodi pada saat mudik lebaran.

Saya punya remote alarm mobil ini dua biji. Satu sebagai cadangan sudah rusak berat. Terlalu sensitif. Kalau pegangnya enggak benar, ia akan tersambung dengan gelombang alarm mobil dan mengaktifkannya. Sudah dari dulu saya ingin segera mengganti remote itu.

Nah, pagi ini ketika saya mau berangkat ke bengkel, saya bawa remote alarm mobil cadangan itu, eh benar. Ia langsung mengaktifkan alarm mobil. Ketika saya berada di dalam kabin dan ingin menyalakan mobil, alarm sudah menyala tiada henti. Saya pencet-pencet remote itu dua-duanya. Tidak berfungsi. Alarm meraung-meraung. Untung kejadiannya pagi hari. Kalau malam, ini bisa disangka sebagai upaya pencurian.

Saya buka kap mobil, mengambil sekring alarm agar tidak bunyi. Itu pun dengan coba-coba mana sekring alarm yang tepat. Ketika sekring yang tepat itu dicabut alarm masih berfungsi tetapi hening tanpa suara. Hanya lampu mobil yang berkedip-kedip tak berkesudahan, tanpa pernah lelah.

Lampu indikator panah ke kanan dan ke kiri warna hijau di dasbor menyala. Pun, lampu indikator alarm mobil warna merah di sisi kanan dasbor. Saya coba menyalakan dan mematikan mesin mobil. Tidak punya efek sama sekali terhadap kelangsungan mati alarm mobil.

Saya pikir, alarm ini masih hidup karena ada gelombang yang dipancarkan dari remote cadangan yang telah soak itu. Sudah saatnya ia dimatikan. Saya mengambil pacul dan menghancurkannya. Masih juga menyala. Saya pukul berkali-kali agar musnah. Baterainya saya cabut dari perutnya. Serpihan papan sirkuitnya bertaburan ke mana-mana. Masih juga menyala. Hmm…

Saya mengambil obeng kembang dan membuka remote alarm satunya lagi yang masih berfungsi. Saya cabut baterainya dan pasang kembali. Ternyata nyawa alarm itu masih punya banyak. Rahwana dengan Pancasonanya saja kalah. Hmm…

Saya coba kontak kakak ipar yang berada di Kota Lumpia Semarang. Ia pernah menjadi teknisi mobil sejuta umat itu. Dia bilang begini tentang prosedur mematikan alarm mobil secara manual.

Masukkan anak kunci ke starter mobil. Lalu putar bolak-balik kunci kontak dari posisi ACC ke ON sebanyak 7 kali lalu diamkan semenit. Alarmnya akan mati.

Dengan kesabaran seperti dasar air terjun Niagara yang selama 10.000 tahun menerima dera limpahan air dari sungai-sungai di atasnya, saya mencoba melakukan seperti apa yang dikatakan kakak ipar. Hasilnya nihil. Saya telepon kembali. “Coba putar sembilan kali,” katanya lagi.

Masukkan anak kunci ke starter mobil. Lalu putar bolak-balik kunci kontak dari posisi ACC ke ON sebanyak 9 kali lalu diamkan semenit. Alarmnya akan mati.

Dengan kesabaran foto dan puisi sebanyak 150 unggahan di Instagram, saya mencoba melakukan apa yang dikatakannya lagi. Semua lampu indikator masih menyala. Hopeless.  Kalau kerlingan lampu indikator dan lampu depan mobil ini tidak segera diatasi maka bisa memakan daya aki. Tegangan aki akan tidak terjaga dan optimal.

Adiknya kakak ipar, ibu dari tiga anak, mengeluarkan motor dari garasi, ia akan pergi mengaji.

“Kenapa?” tanyanya.

“Alarm rusak.”

“Baca doa dulu,” pintanya. Ia menstarter motornya dan menghilang dari pandangan mata.

Suatu ke-jleb-an yang mantap nian. Saya mengikuti sarannya dan memperbanyak istigfar. Pendosa semacam saya ini memang kudu banyak diingatkan terus menerus. Doa jalan, ikhtiar tetap kudu jalan juga bukan?

Kini, saatnya melakukan upaya terakhir: googling. Sarannya semua sama seperti yang dikatakan oleh kakak ipar saya itu, tetapi repetisi putar kunci kontaknya saja yang berbeda. Ada yang menyarankan 10 kali. Baiklah saya akan mencobanya. Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali.

Masukkan anak kunci ke starter mobil. Lalu putar bolak-balik kunci kontak dari posisi ACC ke ON sebanyak 10 kali lalu diamkan semenit. Alarmnya akan mati.

Dan alarm mobil itu masih bertahan dengan keangkuhannya. Pun, saya masih bertahan dalam ujian kesabaran darinya itu. Ah, sebenarnya bukan bertahan, melainkan mau tidak mau saya harus melakoninya. Baiklah saya googling kembali.

Putar sebelas kali! Itu salah satu saran lain. Baiklah. Lagi-lagi tidak ada salahnya untuk mencoba. Sebagaimana tidak ada salahnya untuk mencoba berenang di jantungmu yang samudra itu.

Masukkan anak kunci ke starter mobil. Lalu putar bolak-balik kunci kontak dari posisi ACC ke ON sebanyak 11 kali lalu diamkan semenit. Alarmnya akan mati.

Ceklek, ceklek, ceklek sampai 11 kali. Dan mati!!!  Tanpa perlu menunggu semenit langsung mati alarmnya. Alhamdulillah. Saya menghembuskan nafas bukan yang terakhir. Saya segera menyalakan mobil dan melaju ke bengkel mobil walaupun sudah terlambat dari waktu yang telah ditentukan.

Pagi yang basah itu memang penuh drama. Penuh gemuruh. Dan di pagi yang terlambat, mobil itu melaju di jalanan seperti singa tua yang sekarat, tanpa auman sama sekali. Tanpa klakson. Ini karena sekring alarmnya belum saya pasang kembali ke tempatnya semula.

Baiklah. Semoga hari ini menjadi hari yang penuh kebaikan. Semoga ini bermanfaat.

 

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
Ruang Tunggu, 20 Januari 2018

 

Advertisements

8 thoughts on “Cara Mudah Matikan Alarm Avanza Saat Remote Rusak

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.