Mengelola Jejaring Sosial Menjaga Organisasi


Sebelum Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mewabah, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah mengeluarkan panduan berjejaring sosial terbaru pada akhir 2019. Ini bukan soal panduan bijak bermedia sosial karena itu sudah lama dikeluarkan oleh institusi ini sebagai bentuk kehati-hatian menjaga jari 45 ribu lebih pegawainya.

Panduan ini berupa panduan mengelola jejaring sosial yang dikeluarkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-701/PJ.09/2019 tentang Pengelolaan Jejaring Sosial Direktorat Jenderal Pajak dalam Rangka Edukasi dan Kehumasan.

Baca lebih lanjut

Narasi Digdaya Para Pendiri Bangsa


Setiap tanggal 14 Juli pegawai Direktorat Jenderal Pajak memperingati Hari Pajak. Pada 2020 ini peringatan sudah memasuki tahun ketiga. Namun, ada yang membedakan dari peringatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Hari Pajak 2020 diperingati dalam situasi dunia masih dilanda wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sampai dengan dibuatnya artikel ini, data dari situs web wordometers.info menunjukkan lebih dari 18,4 juta penduduk dunia terinfeksi Covid-19 dengan jumlah kematian lebih dari 696 ribu jiwa.

Baca Lebih Lanjut

Menyusul Uganda, Indonesia Terapkan PPN Produk Digital Luar Negeri


Mulai 1 Juli 2020, atas setiap produk digital dari luar negeri yang dijual melalui perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%. Jadi, ketika masyarakat Indonesia membeli buku elektronik dari Amazon misalnya, akan muncul PPN dalam tagihannya.

Beleid itu mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48/PJ.03/2020 tentang Tata Cara Penunjukan Pemungut, Pemungutan, dan Penyetoran, serta Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

Baca Lebih Lanjut

Insentif Pajak Pembasmi Pandemi


Bermula dari Wuhan pada akhir Desember 2019, Corona Virus Disease (COVID-19) menyebar ke seluruh penjuru mata angin dan belum usai sampai ditulisnya artikel ini pada awal Mei 2020. Lebih dari 3,7 juta orang di seluruh dunia terinfeksi dan tak kurang dari 258 ribu orang di antaranya meninggal dunia.

Tentu saja wabah global ini memukul pertumbuhan ekonomi dunia. IMF memprediksikan pertumbuhan ekonomi menjadi negatif. The Economist Intelligence Unit memperkirakan skenario terburuk sampai pada -2,2persen. Indonesia pun tidak luput dari bencana global ini, yang apabila dampaknya tidak ditangani dengan serius akan mengakibatkan kerusakan sangat parah di setiap lini kehidupan, terutama untuk masyarakat miskin dan rentan miskin yang kehilangan penghasilannya.

Baca Lebih Lanjut

Review Buku The Wolf of Wall Street, Miliarder Saham di Usia 26, Narapidana di Usia 36


Ironis, lembaga-lembaga keuangan Amerika terbaik yang dianggap paling punya legitimasi justru mengakali pasar uang, membangkrutkan Orange County, California, dan mencuri uang pensiun para nenek dan kakek sampai 300 juta dolar.

Jika berharap buku ini seperti The Collapse of Lehman Brothers yang ditulis oleh Lawrence G McDonald dan Patrick Robinson maka Anda harus kecewa.

Baca lebih lanjut

Cari Saja Menkeu Lain, Sultan!


Ali Moertopo dan Soeharto.

Menyoal Banpres dan Bansos pada saat ini, membuat kita mengulik kembali masa lalu saat Frans Seda menghadapi Soeharto dan Ali Moertopo. Semua pemasukan dan pengeluaran negara memang harus tercatat.

 

Harian Kompas menurunkan artikel yang menarik pada Sabtu, 9 Mei 2020 berjudul Antara Banpres RI dan Bansos.

Dampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang membatasi pergerakan manusia ini memang dirasakan sekali oleh masyarakat kecil. Terutama mereka yang tidak berpenghasilan tetap.

Baca Lebih Lanjut