Rihlah Riza #58: Ini Dia Cara Bikin Minyak Kelapa Asli dan Blendo



Minyak Kelapa Asli Bikinan Sendiri

Hari ini hari Ahad. Di mes hanya saya sendiri. Yang lain pada pulang ke homebase-nya masing-masing. Kalau sudah begini saya harus berpikir keras agar banyak kegiatan yang akan menyita waktu saya. Daripada melamun tak karuan lebih baik mengerjakan sesuatu yang bermanfaat.

Jam setengah tujuh pagi saya sudah bersiap lari. Pemanasan terlebih dahulu tentunya. Sisa “Venus” hari Kamis sebelumnya masih terasa di paha. Deep Squats sebanyak 200 repetisi penyebabnya. Tidak masalah. Lari tetap jalan terus. Hanya bisa 5 kilometer jarak yang tertempuh. Dengan kecepatan yang saya usahakan lebih tinggi dari minggu sebelumnya. Alhamdulillah berhasil.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 11: BMI Ideal, Berat Badan Sehat


Berkumpul bersama keluarga itu tak ada bandingannya. Harta tak ternilai.

Ia adalah oase, benteng, dan hujan di musim kemarau.

~~Riza Almanfaluthi, di suatu masa.

Minggu kesebelas Freeletics. Sudah masuk saja di minggu belasan. Masih tersisa empat minggu lagi. Bosan? Iya. Tetap saja ada perasaan begitu. Apalagi sebagai “single fighter“. Semuanya serba sendiri. Dalam kesunyian atau keramaian. Ada tepuk tangan atau tidak sama sekali. Pagi atau pun sore. Semua kudu tetap jalan. Karena yang menikmati hasil akhir bukan orang lain tapi diri saya sendiri.

Sabtu pagi ini adalah hari pertama minggu ke-12. Hari libur dan saat yang tepat untuk menuliskan apa yang terjadi di minggu ke-11 kemarin itu. Dan di hari ini saya timbang lagi berat badan saya setelah Senin sebelumnya saya melakukan hal yang sama. Hanya dalam jangka waktu lima hari hasilnya mengejutkan: berkurang 1,8 kg. Ini timbangannya yang salah atau bijimana? Tetapi begitulah adanya hasil itu: Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 10: Lari dan Terus Berlari



Sejuta tangan telah menahanku, ingin kumaki mereka berkata

tak perlu engkau berlari, mengejar mimpi yang tak pasti…

(Camelia II, Ebiet G Ade)

Ini minggu kesepuluh Freeletics. Suatu minggu yang masih tetap berjuang melawan kata menyerah. Kalau ditotal berarti saya sudah latihan dalam 13 minggu dengan jumlah keseluruhan latihan sebanyak 102 workout dan 90,9 km telah ditempuh dengan lari-lari.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 9: My First 10K



http://www.marathonmedals.co.uk

Tiga bulan sebelumnya boro-boro lari jarak jauh, lari 100 meter saja sudah bikin saya mau pingsan. Tapi dengan berat badan yang semakin ringan dan berusaha konsisten untuk berlari minimal 5 Km setiap minggu, pada akhirnya di awal Maret 2015 ini saya mampu menaklukkan jarak 10 Km.

Kalau ditotal jumlah kilometer yang ditempuh mulai dari tanggal 13 Desember 2014 sampai dengan catatan ini dibuat, maka saya sudah menempuh sekitar 73,5 Km. Alhamdulillah. Running dan dengan jarak 10K ini tidak ada dalam menu latihan Cardio & Strength Pdf. Tetapi sudah menjadi menu utama di situsnya.

Baca Lebih Lanjut.

Freeletics Buat Pemula, Freeletics Routine For Beginner


f7fdefd9-9909-4d68-939c-4475c36277ca

13095857_10209457855343799_3495160224449768427_n


Follow Me in Freeletics.com: Riza Almanfaluthi

Baca Juga  PORTOFOLIO RIZA ALMANFALUTHI

Banyak yang bertanya kepada saya tentang Freeletics ini. Terutama dari mereka yang baru mengenal dan niat mendalaminya. Dan saya melihat pertanyaannya hampir sama tentang bagaimana memulai Freeletics, gerakan-gerakan apa yang harus dilakukan, dan bagaimana latihan dalam seminggu itu.

Kalau saya tidak salah, tulisan mengenai Freeletics buat pemula ini belum ada sama sekali. Kali ini saya coba membantu mewujudkan tulisan ini sesuai dengan pengalaman yang jalani selama tiga minggu masa percobaan dan hampir sembilan minggu latihan (awal Maret 2015).

Berikut cara pengenalan Freeletics buat pemula.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 8: Masih Sebagai Manusia Bebas



http://www.insideoutretreats.com

Bagaimana rasanya kalau kita terbangun di sebuah kamar hotel dan menyadari bahwa sebenarnya kamar itu adalah sebuah penjara? Ya, benar-benar penjara. Hanya diatur sedemikian rupa persis menyerupai kamar hotel. Ada kasur empuknya, televisi, kamar mandi, toilet, dan menu ransum setiap hari yang sama, chinese food.

Joe Doucett tidak tahu siapa yang menculik dan memenjarakan dirinya sedemikian rupa. Dan tak tahu pula apa salahnya. Memulai hidup sebagai orang yang terenggut kebebasannya ia stres. Tapi lama kelamaan kesadarannya tumbuh untuk tetap hidup, meloloskan diri, meraih kebebasan, dan mencari tahu siapa penyekapnya.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 7: Hell Week


commons.wikimedia.org

 

Don’t be frightened and don’t accept the excuse that you have no time. Ok, No excuse.

 

Ada “Minggu Neraka” di pelatihan untuk menjadi anggota Navy Seal, pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Sebuah pelatihan yang diatur sedemikian rupa sebagai latihan terberat di militer AS. Mereka digenjot ketahanan fisik, ketangguhan mental, menyelami rasa sakit di bawah tekanan tinggi dan kurang tidur. Para instrukturnya tidak memaksakan calon marinir ini untuk tetap bertahan dalam latihan. Dipersilakan buat mereka yang menyerah untuk meninggalkan kelompok, membunyikan lonceng, menikmati donat dan kopi di hadapan teman-temannya yang masih berkutat dalam latihan.

Demikian adanya di pelatihan untuk menjadi personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Latihan yang sangat berat, menguras emosi, tenaga, dan keringat sampai tetes terakhir menjadi menu keseharian. Bedanya, bagi yang tidak tahan dalam latihan, mereka tinggal meletakkan topi latihan di pinggir lapangan. Di situlah ketahuan berapa banyak para peserta yang menyerah dalam satu angkatan.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 6: 5893 Meter



Lebih dari dua puluh tahun yang lalu saya memulai memakai jaket STAN Prodip Keuangan. Dan kini melihat anak-anak muda yang berjas sama di Balai Diklat Keuangan (BDK) Medan. Kelak mahasiswa D1 STAN ini akan menjadi generasi baru Kementerian Keuangan menggantikan para seniornya. Perilaku mereka sudah dibina sedemikian rupa. Kalau bertemu dengan seniornya selalu pertama kali mengucapkan salam.

*

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 5: Instan itu Buat Para Pemalas


FREELETICS WOCHE 5: Instan itu Buat Para Pemalas


When others talk about you behind your back, shut them up by proving them wrong.

Bahwa sakit dan perih yang dirasakan pada saat latihan ini adalah pernak-perniknya perjuangan. Tidak apa-apa. Diterima saja. No pain no gain. Enggak ada yang namanya instan dalam sebuah perubahan. Semua sudah ada sunnatullah-nya. Instan itu buat para pemalas. Kita? Tidak!

Minggu kelima Freeletics ini akhirnya finis. Semua workout yang ada terselesaikan semua. Ditambah latihan bonus. Dan utang-utang workout minggu keempat sudah terbayar. Di minggu ini pun diperkenalkan workout yang baru bernama Iris. Berikut menu latihan minggu kelima.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 4: Before After – Hitting The Wall



Don’t touch me. I don’t want to be disqualified.

~~Paula Newby-Fraser, Hawaii, 1995

Hawaii di tahun 1995. Lomba triatlon The Ironman World Championship sedang berlangsung. Paula Newby–Fraser memimpin perlombaan. Laut sejauh 3,86 kilometer sudah ia renangi. Jarak 180,25 kilometer sudah ia tempuh dengan sepeda. Kini sebentar lagi, di sesi terakhir lari maraton, beberapa ratus yard di depan, ia akan menjuarai lomba itu untuk yang kelima kalinya. Tapi ia kolaps.

Tubuhnya kepanasan dan mengalami dehidrasi. Ia mengalami disorientasi padahal garis finis sudah di depan. Ia salah mengantisipasi lawan yang mengejar di belakangnya sedari tadi, sehingga mengabaikan strategi hidrasi dan nutrisinya. Ia terjatuh, terduduk, dan terkapar di aspal jalanan. Ia abaikan sorakan dan semangat yang diberikan oleh para penonton untuk tetap bertahan.

Beberapa orang mendekat dan temannya yang sudah memanggil ambulan berusaha menarik dan memapahnya, tapi ia berteriak, “Don’t touch me. I don’t want to be disqualified.” Ia bersikeras melanjutkan lombanya. Tapi ia tak bisa apa-apa.

Baca Lebih Lanjut.