FREELETICS WOCHE 7: Hell Week


commons.wikimedia.org

 

Don’t be frightened and don’t accept the excuse that you have no time. Ok, No excuse.

 

Ada “Minggu Neraka” di pelatihan untuk menjadi anggota Navy Seal, pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Sebuah pelatihan yang diatur sedemikian rupa sebagai latihan terberat di militer AS. Mereka digenjot ketahanan fisik, ketangguhan mental, menyelami rasa sakit di bawah tekanan tinggi dan kurang tidur. Para instrukturnya tidak memaksakan calon marinir ini untuk tetap bertahan dalam latihan. Dipersilakan buat mereka yang menyerah untuk meninggalkan kelompok, membunyikan lonceng, menikmati donat dan kopi di hadapan teman-temannya yang masih berkutat dalam latihan.

Demikian adanya di pelatihan untuk menjadi personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Latihan yang sangat berat, menguras emosi, tenaga, dan keringat sampai tetes terakhir menjadi menu keseharian. Bedanya, bagi yang tidak tahan dalam latihan, mereka tinggal meletakkan topi latihan di pinggir lapangan. Di situlah ketahuan berapa banyak para peserta yang menyerah dalam satu angkatan.

Dan pada akhirnya saya sampai di minggu ketujuh Freeletics yang disebut sebagai “minggu neraka”. Neraka di sini jangan diartikan sebagai makna hakiki yah. Cukup majasi saja. Kita semua tak mau masuk neraka karena tempat itu adalah seburuk-buruknya tempat yang pernah ada di alam semesta ini. Kesamaannya neraka di sini adalah “tidak mengenakkan”, “menyengsarakan”, dan “menderitakan”.

Ya benar-benar minggu yang masuk dalam tiga kata itu. Padahal cuma tiga hari saja. Tapi seharinya ini ada tiga latihan. Silakan mau diambil sekali waktu dalam sehari itu atau dibagi dalam tiga waktu. Misal pagi, siang, dan sore. Kalau mampu sikat dalam sekali waktu. Dalam instruksinya tiga hari ini diselang-seling dengan satu hari istirahat. Berikut menu “Hell Week” di minggu ketujuh ini.

Tantangannya adalah kerjakan semua workout yang ada dan jangan menyerah. Dan memang sudah pasti bahwa ketika kita mengerjakan satu workout saja, maka anda akan semakin lemah dan semakin lemah untuk mengerjakan workout berikutnya. Dimaklumi. Tapi tetap jangan menyerah di manapun dan kapanpun. Push through it. Berikut hasilnya:

Hari Pertama Hell Week

Waktu itu saya masih di Balai Diklat Medan. Hari sabtu. Semua teman peserta diklat yang lain sudah pulang. Tinggal saya seorang diri. Saya geber tiga latihan yang ada—Dione, Poseidon, dan venus—di pagi hari. Niatnya saya bagi tiga waktu, pagi, siang, dan sore. Tapi mumpung saya masih kuat sekalian saja. Daripada kepikiran latihan terus menerus lebih baik dijabanin dan diselesaikan saja. Alhamdulillah selesai juga.

Di hari itu juga diperkenalkan menu baru, Poseidon. Masih belum bisa pakai “Star”. Masih pakai negative pullup. Master Freeletics bisa menyelesaikan Poseidon hanya dalam hitungan menit. Tidak seperti saya yang sampai 18 menitan.

Sorenya saya sudah berada di Banda Aceh karena tugas lain. Besoknya harusnya rest day. Tapi saya malah lari. Hanya dapat 4,2 kilometer karena aplikasi lari android saya GPS-nya mati jadi tak tahu berapa jarak yang telah ditempuh. Intinya dua kali keliling sungai di belakang Hotel Medan, Banda Aceh. Pantas saja saya masih tidak ngos-ngosan. Setelah hari lari itu, besoknya saya rest day.

Hari Kedua Hell Week

Setelah rest day, saya lakukan dua workout yang ada sebelum azan Subuh. Jam empat pagi saya bangun dan langsung latihan. Syukurnya latihan ini bisa dilakukan di dalam ruangan. So, saya jabanin ini semua di kamar Hotel Medan. Nah, untuk Artemis saya lakukan di sore hari, dengan memakai kusen pintu kamar sebagai batangan pullup. Hari berikutnya saya rest day.

Hari Ketiga Hell Week

Di hari terakhir ini akhirnya saya bisa menyelesaikan semuanya. Hambatan yang ada adalah bagaimana caranya supaya bisa menyelesaikan semuanya di waktu yang sangat sempit. Hanya waktu yang menjadi kendala. Fisik, insya Allah masih sanggup walaupun tidak bisa mencetak Personel Best. Don’t be frightened and don’t accept the excuse that you have no time. Ok, No excuse.

Dan di minggu ketujuh itu, di hari Jumatnya, saya tambahkan bonus latihan 100 repetisi situp. Alhamdulillah bisa sampai menyingkat waktu PB menjadi 3 menit 10 detik. Fyuuh

Hell Week tidak sekadar berbicara tentang kekuatan fisik melainkan mental. Terus terang saja, ada pemikiran untuk menyerah. Meninggalkan semuanya. Karena sekali lagi buat apa semua ini. Tapi lagi-lagi yang membuat kita ingin menyerah itu adalah pikiran, bukan fisik kita. Tapi setelah minggu ini selesai, saya menjadi yakin bahwa tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Saya mampu melewatinya—tentu dengan kehendak Allah juga.

Saat saya menuliskan ini, saya sedang berada di Minggu Kedelapan. Masih tujuh minggu lagi untuk sampai di finis. Semakin hari semakin yakin kalau kita mau berubah itu tergantung pada diri kita sendiri. Mau tidak untuk berubah? Kalau orang lain ingin kita berubah sedangkan kita tak punya tekad untuk berubah ya jadinya percuma. Penyulut api perubahan adalah kita sendiri. Bukan mereka.

Hell week, menjadi pembelajaran kehidupan bahwa ketika kita “push” sampai ke titiknya. Kita bisa melakukan apa saja yang hampir mustahil dilakukan. Ini sebuah pencapaian. Ini semata karena Allah yang memberikan kepada saya kekuatan. Itu saja. Semoga berkah apa yang didapat.

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

24 Februari 2015

Advertisements

6 thoughts on “FREELETICS WOCHE 7: Hell Week

  1. Assalamualaikum wr. wb kak riza, saya masih pelajar sma, pulang sekolah pukul 15.30, sepertinya kalau saya kerjakan 3 workout sekaligus pulang sekolah itu saya tidak bisa karena saya juga butuh waktu untuk belajar mempersiapkan untuk pelajaran esok harinya, jadi menurut kak riza sebaiknya di hell week ini pengaturan waktu yang baik bagaimana? Apakah di pisah harinya? Terimakasih kak riza atas jawabannya
    Wassalamualaikum wr. Wb

    Liked by 2 people

      1. Nah masalahnya itu kak, saya bisanya pulang sekolah pukul 15.30, kalu di pisah harinya tidak bisa ya? Misal sehari 2 workout, yang satu workoutnya besoknya ditambah 1 workout yang harusnya hari kedua, terus sisa 2 nya di hari selanjutnya

        Liked by 1 person

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s