FREELETICS WOCHE 6: 5893 Meter



Lebih dari dua puluh tahun yang lalu saya memulai memakai jaket STAN Prodip Keuangan. Dan kini melihat anak-anak muda yang berjas sama di Balai Diklat Keuangan (BDK) Medan. Kelak mahasiswa D1 STAN ini akan menjadi generasi baru Kementerian Keuangan menggantikan para seniornya. Perilaku mereka sudah dibina sedemikian rupa. Kalau bertemu dengan seniornya selalu pertama kali mengucapkan salam.

*

Minggu keenam Freeletics selesai juga. Kalau ditambah dengan tiga minggu masa percobaan maka sudah sembilan minggu ikutan latihan kayak beginian. Kalau ditotal maka saya sudah mengerjakan 71 workout yang ada.

Kebetulan minggu ini saya mendapatkan penugasan untuk menghadiri Diklat Teknis Substansi Spesialisasi Pejabat Pembuat Komitmen di BDK Medan mulai tanggal 9 – 13 Februari 2015. Tentunya saya tidak tahu bagaimana kondisi balai diklatnya buat berolahraga. Tapi yang pasti saya tidak lupa membawa sepatu olahraga dan celana training walau di pengumumannya tidak ada ketentuan membawa semua itu. Bukankah lari bisa di mana saja?

Berikut menu latihan di minggu keenam ini:


Di minggu ini ada satu menu baru yaitu Zeus dan dua tantangan membuat Personal Best (PB) baru untuk Artemis dan Aphrodite. Zeus itu terdiri dari gerakan seperti ini:


HS (Handstand) Pushups itu angkat tubuh menggunakan kedua tangan kita dengan posisi kepala berada di bawah sedangkan kedua kaki berada di atas. Satu repetisi adalah saat kita mampu menempelkan kepala kita di lantai lalu mengangkatnya kembali menjauhi lantai. Bisa? Nanti saya jelaskan lebih lanjut.

Berikut hasil latihan dalam minggu keenam ini:


Zeus masih saya lakukan di Tapaktuan sebelum malamnya berangkat ke Medan. Mendapatkan waktu PB 38 menit dan 42 detik. Zeus-nya saya lakukan Without Star. Karena HS Pushupsnya menggunakan gerakan alternatif. Waktu saya mencoba gerakan sempurnanya yang dikira mudah itu ternyata tangan saya tidak mampu mengangkat kepala saya sama sekali. Tangan ini masih belum mampu mengangkat tubuh saya seberat 66,7 kg ini.

So, gerakan alternatifnya adalah dengan mengambil posisi seperti orang ruku. Tapi tangan kita bukan menempel ke lutut melainkan di tanah. Lalu tempelkan kepala kita ke tanah dan angkat kembali kepala kita sampai tangan kita lurus. Ulang sebanyak lima kali. Mudah? Kelihatannya mudah, tapi tetap saja mengeluarkan energi yang besar juga.

Malamnya saya berangkat ke Medan dengan menggunakan travel. Sampai di BDK Medan jam setengah sembilan pagi. Dua belas jam lebih perjalanan Tapaktuan-Medan. Istirahat sebentar saya langsung bertekad untuk tuntaskan workout hari itu. Apalagi “cuma” Burpee Max yang tidak memakan waktu lama. Alhamdulillah bisa 70 repetisi dalam lima menit waktu yang tersedia. Catatan terakhir 68 repetisi. Penambahan dua repetisi yang benar-benar melelahkan.

Sorenya saya tambah dengan latihan bonus 100 Situps. Bisa catat waktu PB dalam 3 menit dan 15 detik. Sebelumnya 3 menit dan 36 detik. Besoknya, hari senin adalah hari istirahat. Rest Day. Sambil membaca situasi bagaimana melanjutkan latihan di balai diklat ini.

Di sini ternyata tersedia tempat pull up lengkap. Cuma masalahnya ukurannya bukan ukuran orang Indonesia. Tinggi-tinggi dan lebar-lebar. Ada tiang buat panjat tali tetapi talinya sudah tidak ada. Terpikir untuk pakai kusen kamar buat pull up tapi tak enak sama teman sekamar. Maka tidak ada rotan, akar pun jadi. Gawang futsal bisa buat pull up. Maka, show must go on.

Balai diklat ini sudah mulai ramai jam tujuh pagi. Karena itu saya ambil waktu dini hari buat latihan. Jam 4 pagi bangun. Setelah ini dan itu saya langsung mulai latihan pada pukul 04.45 WIB—tentunya setelah pemanasan. Saat itu belumlah azan Subuh waktu Medan. Makanya saya kejar supaya latihan ini selesai pas azan, jadi bisa langsung sekalian salat Subuh berjamaah. Ini kali pertama latihan dini hari.

Saya kudu bisa pecahkan PB Artemis. Dan ternyata tidak bisa. Ya tidak apa-apa. Yang penting selesai. Waktunya 42 menit 4 detik. Jauh dari PB Artemis saya yang lama: 33 menit dan 16 detik. Alhamdulillah selesai tepat waktu. Ingat, Artemisnya masih Without Star.

Yang seru lagi besok harinya. Masih bangun dini hari. Sebelum Subuh. Melakukan Aphrodite. Dan masih belum bisa PB. So, dua tantangan yang ditugaskan di minggu ini tidak bisa terealisasi. Selesai pas azan Subuh juga. Dan herannya setelah salat Subuh itu, tubuh masih pengen digerakkan. Akhirnya lari-lari mengelilingi lapangan futsal. Yang kalau dihitung-hitung sekali putaran itu setara 83 meter.

Memangnya segitu ukuran keliling lapangan futsal di Balai Diklat ini? Saya tidak tahu. Saya cuma menghitungnya pakai langkah kaki. Ada total 166 langkah. Kalau setiap langkah setara 50 cm maka bisa dihitung 166 langkah itu sama dengan 83 meter.

Total putaran yang saya tempuh dalam jangka waktu 1 jam 9 menit ini adalah 71 putaran. Kalau diperkirakan, saya telah menempuh jarak 5893 meter. Dan saya belum merasakan kelelahan. Tapi pace-nya sungguh keterlaluan lambatnya. Cuma di angka 11,7 menit/km. Lambat banget. Ya tak apalah. Yang terpenting penambahan jarak sudah terpenuhi. Bukankah minggu lalu saya sudah bertekad untuk menambah jarak tempuh 500 meter sehingga bisa finis di 5,5K. Insya Allah di sesi berikutnya bisa sampai 6K atau 7K.

Mengapa tidak pakai aplikasi lari Runtastic? GPS-nya tidak bergerak. Sudah lari sekilo masih dianggap cuma lari 200 meter. Ya pada akhirnya tidak saya pakai aplikasinya. Mungkin karena pusing-pusing (putar-putar) di tempat itu jadi penghitungannya tidak akurat. Tak tahu awak.

Akhirnya sampai juga di sesi terakhir minggu keenam ini. Zeus. Saya tetap bangun pagi sebelum Subuh. Dan bisa selesai dalam jangka waktu 38 menit 52 detik. Lebih lambat 10 detik. Selesai sudah. Tapi di hari terakhir ini bibir saya pecah-pecah. Padahal berasa sudah minum air banyak. Lebih dari dua liter setiap harinya. Tapi masih seperti ini. Waktu di-googling salah satu penyebabnya karena sering berolahraga. Yang selalu saya jaga sejak pertama kali Freeletics adalah jangan sampai tubuh dehidrasi. Bisa bahaya. Masalahnya dehidrasinya itu seringkali tidak disadari oleh kita. Makanya saya lebih baik berjaga-jaga dengan selalu minum air banyak setiap harinya.

Ohya, tidur tetap tepat waktu, tidak begadang. Makan pun dijaga. Menu makanan di balai diklat ini belumlah secanggih di Pusdiklat Pajak. Tapi tetap menjadi sumber protein dan serat dengan menjauhi nasi sama sekali. Sarapan, makan siang, dan makan malam tetap saya jabanin. Sesekali ikut mencicipi snack pada saat break. Itu saja. Berikut tabel penurunan berat badan itu.


Minggu depan adalah minggu ketujuh. And.hell week.


Lapangan futsal Balai Diklat Keuangan Medan.


Pull up bar di Balai Diklat.


Dini hari itu.

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

12 Februari 2015

Advertisements

3 thoughts on “FREELETICS WOCHE 6: 5893 Meter

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s