FREELETICS WOCHE 5: Instan itu Buat Para Pemalas


FREELETICS WOCHE 5: Instan itu Buat Para Pemalas


When others talk about you behind your back, shut them up by proving them wrong.

Bahwa sakit dan perih yang dirasakan pada saat latihan ini adalah pernak-perniknya perjuangan. Tidak apa-apa. Diterima saja. No pain no gain. Enggak ada yang namanya instan dalam sebuah perubahan. Semua sudah ada sunnatullah-nya. Instan itu buat para pemalas. Kita? Tidak!

Minggu kelima Freeletics ini akhirnya finis. Semua workout yang ada terselesaikan semua. Ditambah latihan bonus. Dan utang-utang workout minggu keempat sudah terbayar. Di minggu ini pun diperkenalkan workout yang baru bernama Iris. Berikut menu latihan minggu kelima.


Tantangan minggu kelima ini adalah membuat Personal Best (PB) Hades yang baru sebanyak dua kali. Dapatkah?

Iris, sebagaimana nama workout Freeletics lainnya yang menggunakan nama-nama dewa dalam mitologi Yunani, menurut Wikipedia adalah dewi dan personifikasi dari pelangi dan merupakan utusan para dewa. Ketika Matahari menyatukan bumi dan langit, Iris menghubungkan para dewa dengan umat manusia. Dia mampu bergerak dengan kecepatan angin dari satu ujung dunia ke ujung dunia yang lain, ke kedalaman laut dan ke bawah tanah. Oleh karenanya dalam Iris ini ada menu larinya. Bisa tidak kita lari seperti Iris?


Menu Iris Without Star

Jadi Iris itu terdiri dari menu lari sejauh 1 km lalu melakukan 5 ronde Jumping Jacks dan Climber, kemudian sebagai penutup, lari lagi sejauh 1 km. Jadi total saya melakukan Jumping Jacks sebanyak 500 repetisi dan Climbers 500 repetisi juga.


Jumping Jacks

Alhamdulillah lari 2 kilometer bisa saya tempuh dengan mudah. Jumping Jacks bisa tuntas tanpa henti. Tetapi yang jadi mimpi buruk adalah Climbers. Sebelum latihan pun, ketika malam harinya itu, saya selalu berpikir bisa tidak saya melakukan Climbers. Soalnya waktu di Metis juga dengan gerakan “star” bikin ngos-ngosan banget.

Gerakan Climbers seperti gerakan di bawah ini. Tapi kalau di Freeletics gerakan ini tidak dinilai “Star”. Gerakan dalam gambar ini sekadar alternatif. Di Freeletics, gerakan sempurnanya adalah saat telapak kaki maju dan sejajar dengan tangan. Nah


Alternatif Gerakan Climbers

Pas pertama kali melakukan gerakan Climbers dengan sempurna langsung kaki saya seperti kesetrum. Saya belum mampu membawa kaki berada di samping tangan. Ketika dipaksakan ternyata semakin menjadi. Akhirnya saya memakai gerakan alternatif seperti gerakan di atas. Walaupun demikian, itu saja sudah bikin ngap-ngapan.

Berikut hasil latihan Freeletics di minggu kelima ini:


Artemis dan Hades plus Situp Max yang merupakan menu latihan minggu keempat akhirnya terbayar lunas. Tantangan membuat PB Hades (Without Star) dua kali pun bisa dilakukan, bahkan bisa sampai tiga kali. Sekarang PB Hades (Without Star) saya adalah 30:06. Mengapa Without Star? Karena pullup-nya masih pakai Negative Pullup.

Yang menurun adalah 100 Situps. Di minggu ketiga 100 situps bisa sampai 03:36 tapi di minggu kelima melambat begini. Bahkan sampai lebih dari lima menit. Burpee Max juga cuma 55 repetisi, yang dulu pernah sampai 68 kali. Mungkin karena ini digabung dengan Situp Max. Yang mengejutkan adalah Situp Max ini, saya bisa mencapai 115 bahkan 120 repetisi di ronde ketiganya. Lumayan.

Di minggu kelima ini pun saya menyempatkan diri menambah latihan dengan latihan bonus seperti Run 5K. Mencatat waktu terbaik di bawah 40 menit tepatnya 39 menit dan 37 detik. Bahkan pace-nya bisa di bawah 8. Semoga ini pengaruh dari turunnya berat badan, sehingga enteng dibawa berlari.

Cerita lari di minggu ini, terasa ingin menyerah saja di awal-awal race. Pengennya berhenti. Berasa banget di ratusan meter terakhir, garis finis sepertinya enggak sampai-sampai. Tapi akhirnya dengan tekad kuat dan pantang menyerah, saya bisa sampai finis di mes. Langsung buka baju, ambil air minum di botol, minum banyak, lalu sisanya diguyur di atas kepala. Hwaahhhh.. Basah sekujur tubuh. Kayak ikut lomba saja.

Tapi lagi-lagi ya itu tadi, kalau habis lari atau habis menyelesaikan workout seperti ada kepuasan tersendiri. Ternyata saya mampu. Buat ngademin tubuh saya pergi ke belakang mes. Menghirup hawa bukit di sore hari dan melihat teman saya lagi mencangkul tanah. Adem.


Ternyata dari literatur yang saya baca, salah satu tips untuk bisa lari 10K adalah dengan menambah secara bertahap lari 5K dengan 500 meter. Misal minggu ini bisa lari 5,5K maka target minggu depannya adalah 6K dan seterusnya. Insya Allah, mau saya coba.

Akhirnya, dengan latihan di atas dan eat clean berupa menu makan roti gandum dan telur ceplok buat sarapan dan makan malam, ditambah dengan susu kedelai tanpa gula dan buah apel, maka pencapaian terbaik penurunan berat badan bisa diraih di minggu ini. Hampir satu kilo, tepatnya 9 ons berkurang dari minggu lalu.


Tak banyak terceritakan lagi. Beginilah adanya minggu kelima. Ada pekerjaan rumah (PR) yang belum saya tulis. Dua PR. Yang pertama, Freeletics For Beginner. Dan yang kedua, Pola Makan Saat Freeletics. Insya Allah jika memungkinkan saya akan menuliskannya. Dua hal ini penting karena sering ditanyakan oleh teman-teman. Semoga ini menjadi amal jariah di kemudian hari.

Pesan terakhir buat teman-teman semua. Bahwa sakit dan perih yang dirasakan pada saat latihan ini adalah pernak-perniknya perjuangan. Tidak apa-apa. Diterima saja. No pain no gain. Enggak ada yang namanya instan dalam sebuah perubahan. Semua sudah ada sunnatullah-nya. Instan itu buat para pemalas. Kita? Tidak!

Karena kita hargai sebuah proses. Pedih perihnya perjuangan dan keteguhan hati (determinasi). Ayo tetap semangat. Betapa banyak orang berbondong-bondong pergi ke tempat fitness. Ingin badan mereka seperti bintang film. Tapi kebanyakan dari mereka mengeluh dan gagal. Mengapa?

Karena mereka menganggap latihan mereka tidak berhasil. Ya tidak berhasil dalam waktu yang mereka perkirakan sendiri. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Lalu karena mereka merasa tidak berhasil, kemudian mereka lemah semangat dan berhenti. Padahal kalau saja mereka bersabar.

Pada dasarnya setiap usaha yang kita lakukan adalah menuju ke tujuan. Tidak masalah cepat atau lambatnya. Masalahnya adalah mampukah kita bersabar dan bertahan dengan niat itu. Maka, nikmati setiap detik yang kita lalui dengan perjuangan itu. Sakit dan deritanya—sekali lagi—adalah sebuah tanda kesuksesan itu akan segera datang. Inilah dunia.

Kalimat terakhir: “Begitu pula seharusnya cara menggapai kesuksesan akhirat kita.”

Jleb!!!


***

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

Tapaktuan, 7 Februari 2015


Advertisements

One thought on “FREELETICS WOCHE 5: Instan itu Buat Para Pemalas

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s