15 MINGGU KETIGA FREELETICS. DONE!



It hurts now, but one day it will be your warm up.

Itu salah satunya. Ada lagi kalimat yang lain.

Enjoy the difficult. Because the best view only comes after the hardest climb.

Faktanya memang demikian.

Akhirnya 15 minggu yang ketiga Freeletics ini usai saya jalani. Berarti ada 45 minggu saya menekuni secara serius olahraga individual ini. Di luar tiga minggu percobaan tentunya. Di 15 minggu awal adalah Freeletics Cardio & Strength yang fokus pada penurunan berat badan. Sukses menghancurkan lemak sebanyak 16 kg. Sedangkan di 15 minggu kedua dan ketiga adalah Freeletics Strength yang fokus pada penguatan otot. Berat badan tetap bertahan di kisaran 60 kg-an.

Banyak yang saya dapatkan. Yang paling serius adalah mengatasi rasa bosan dan lelah. Tapi akhirnya bisa juga melalui semua itu. No pain no gain-lah. Saya memang merasa capek dan lelah menjalani itu. Pertanyaan “what for” selalu menggantung di kepala saat menghabiskan detik-detik dalam hitungan waktu Freeletics. Tapi saya selalu ingat kalimat motivasi ini.

Baca Lebih Lanjut.

Rihlah Riza #58: Ini Dia Cara Bikin Minyak Kelapa Asli dan Blendo



Minyak Kelapa Asli Bikinan Sendiri

Hari ini hari Ahad. Di mes hanya saya sendiri. Yang lain pada pulang ke homebase-nya masing-masing. Kalau sudah begini saya harus berpikir keras agar banyak kegiatan yang akan menyita waktu saya. Daripada melamun tak karuan lebih baik mengerjakan sesuatu yang bermanfaat.

Jam setengah tujuh pagi saya sudah bersiap lari. Pemanasan terlebih dahulu tentunya. Sisa “Venus” hari Kamis sebelumnya masih terasa di paha. Deep Squats sebanyak 200 repetisi penyebabnya. Tidak masalah. Lari tetap jalan terus. Hanya bisa 5 kilometer jarak yang tertempuh. Dengan kecepatan yang saya usahakan lebih tinggi dari minggu sebelumnya. Alhamdulillah berhasil.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 7: Hell Week


commons.wikimedia.org

 

Don’t be frightened and don’t accept the excuse that you have no time. Ok, No excuse.

 

Ada “Minggu Neraka” di pelatihan untuk menjadi anggota Navy Seal, pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Sebuah pelatihan yang diatur sedemikian rupa sebagai latihan terberat di militer AS. Mereka digenjot ketahanan fisik, ketangguhan mental, menyelami rasa sakit di bawah tekanan tinggi dan kurang tidur. Para instrukturnya tidak memaksakan calon marinir ini untuk tetap bertahan dalam latihan. Dipersilakan buat mereka yang menyerah untuk meninggalkan kelompok, membunyikan lonceng, menikmati donat dan kopi di hadapan teman-temannya yang masih berkutat dalam latihan.

Demikian adanya di pelatihan untuk menjadi personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Latihan yang sangat berat, menguras emosi, tenaga, dan keringat sampai tetes terakhir menjadi menu keseharian. Bedanya, bagi yang tidak tahan dalam latihan, mereka tinggal meletakkan topi latihan di pinggir lapangan. Di situlah ketahuan berapa banyak para peserta yang menyerah dalam satu angkatan.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 1: Minggu Pertama dari 15 Minggu



Promise to yourself this year that you will be stronger no matter what.

Saya tulis ini untuk menjadi rujukan buat yang berminat. Masih bisa dihitung dengan jari Freeletics Indonesia yang menulisnya di blog. Kali saja jadi sesuatu yang bermanfaat. Semoga saya tetap konsisten. Dan masih panjang perjalanan ini. Yang terpenting pemahaman ini harus abadi: sehat itu penting.

Setelah tiga minggu pemanasan usai saatnya memasuki minggu pertama dari 15 minggu latihan. Niatnya mau pakai coach berbayar via situsnya. Tapi setelah berdiskusi dengan “guru” di Facebook, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan pelatihan cardio and strength guide lama yang mungkin kurang up to date dan sudah tidak sesuai lagi dengan pelatihan yang sebenarnya dari situsnya langsung.

Baca Lebih Lanjut.