Siswi Indonesia Raih Semi Grand Prize di KIWIE 2025 Berkat Inovasi OleraCare


Para pemenang Semi-Grand Prize di ajang KIWIE 2025.

SMA Islam Terpadu Al-Kahfi sebagai wakil Indonesia mendapat Semi Grand Prize dalam ajang 18th Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) 2005 yang diselenggarakan oleh Korea Women Inventors Association di Seoul, Korea Selatan (Jumat, 23 Mei 2025). Selain Indonesia, perwakilan dari China dan Mongolia mendapat penghargaan yang sama.

Semi Grand Prize adalah penghargaan di atas emas dan perak dan dalam sejarah penyelenggaraannya biasanya diberikan kepada perusahaan. Kali ini, SMA Islam Terpadu Al-Kahfi adalah sekolah menengah atas pertama yang mendapatkan semi grand prize.

Tim SMA Islam Terpadu Al-Kahfi terdiri dari Aina Amalia Putri, Ghaida Nasywa Kamila, Khansa Zhafirah Khairunnisa, Kinan Fathiya Almanfaluthi, Misyka Fadhlina Rosyada, Nadia Putri Hanifah, The’o Putri Nurfatah, dan Zahara Nurul Zalmi. Dua orang guru pembimbing SMA Islam Terpadu Al-Kahfi, Anis Mughitsah dan Sakinah Mawaddah Siregar turut mendampingi.

Tim SMA Islam Terpadu Al-Kahfi di depan stan mereka di KIWIE 2025 di Seoul, Korea Selatan.

Dalam ajang tersebut, Tim SMA Islam Terpadu Al-Kahfi membawa penelitiannya berupa OleraCare, pembalut tipis harian (pantyliner) dengan sensor pH untuk mendeteksi kesehatan organ kewanitaan.

“Jadi Pantyliner OleraCare ini dapat mendeteksi kesehatan keputihan wanita berdasarkan pH-nya yang ditunjukkan dengan perubahan warna pada pantyliner. Ini terjadi karena mengandung indikator pH alami berupa zat warna antosianin yang berasal dari kubis ungu (Brassica oleracea). Nama latin kubis ini yang menginspirasi pemberian nama “OleraCare” dalam penelitian ilmiah ini,” kata Anis.

Anis menambahkan, OleraCare terintegrasi dengan situs web yang berisi panduan untuk mengetahui arti perubahan warna terhadap pH area vaginal serta statusnya, apakah normal, terlalu asam, atau terlalu basa. Dalam situs web itu juga terdapat rekomendasi yang harus dilakukan berdasarkan perubahan warna tersebut. Dengan ini kesehatan area vaginal dapat dideteksi lebih dini dengan cara yang praktis dan aman karena indikator yang digunakan merupakan indikator alami.

“Hal ini menjadi solusi dalam pencegahan penyakit yang disebabkan oleh perubahan kondisi di area vaginal. Untuk itu, OleraCare juga memiliki maskot bernama “Aruna” sebagai media campaign terkait hal tersebut,” ujar Anis.

SMA Islam Terpadu Al-Kahfi yang berlokasi di Cigombong, Bogor ini sering mengikuti kegiatan International Inventor Exhibition/Exposition. “Kami pernah mengikuti ajang dua kali di Jepang, Malaysia sekali, Bali sekali, tiga kali di Korea Selatan. Ajang KIWIE ini baru pertama kali kami ikuti,” tutur Sakinah.

Sakinah menjelaskan, melalui proses panjang penelitian, persiapan, hingga tahap presentasi di kancah global, Tim SMA Islam Terpadu Al-Kahfi memperoleh banyak pembelajaran berharga, baik dalam aspek ilmiah maupun penguatan karakter. “Sebuah kebanggaan sekaligus kebahagiaan tersendiri dapat mendampingi siswi kami dalam ajang internasional Korea International Inventor Women’s Exhibition di Korea Selatan ini,” ungkap Sakinah.

Pencapaian sebagai peraih Semi-Grand Prize tentu bukan sekadar bentuk penghargaan atas kerja keras tim, tetapi juga menjadi bukti bahwa siswa Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di level dunia. Terlebih lagi, pencapaian ini diraih oleh seorang siswi muslim yang tetap menjaga identitasnya sebagai perempuan beriman di tengah lingkungan internasional. “Ini adalah kebanggaan tersendiri, karena membuktikan bahwa nilai-nilai Islam, keilmuan, dan semangat perempuan muda dapat berjalan beriringan dengan sangat indah,” kata Anis.

Selama kegiatan, stan SMA Islam Terpadu Al-Kahfi dikunjungi oleh banyak pengunjung dan terutama dari juri perlombaan. Dari sana siswa tak hanya dilatih untuk berpikir kritis, solutif, dan kreatif, tetapi juga belajar bekerja dalam tim, berkomunikasi lintas budaya, dan beradaptasi dalam lingkungan internasional yang penuh keberagaman. KIWIE ini membuka wawasan tentang pentingnya toleransi, inklusivitas, dan apresiasi terhadap perbedaan budaya serta nilai-nilai global.

Pengalaman ini menjadi momentum penting yang semoga menginspirasi siswa lainnya, khususnya para siswi muslim, untuk terus bermimpi besar, berinovasi, dan memanfaatkan ilmu yang dimiliki demi kebermanfaatan bagi banyak orang.

“Saya berharap prestasi ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi menjadi titik awal lahirnya generasi muda yang tangguh, berdaya saing global, dan membawa nama baik bangsa serta nilai-nilai keislaman dalam forum internasional,” pungkas Anis.

KIWIE 2025 diikuti 16 negara dengan 445 penemuan yang diikutsertakan, terdiri dari 133 penemuan dari Korea Selatan dan 312 penemuan dari negara lain. Berikut daftar negara-negara tersebut: Mongolia, Iran, Indonesia, Thailand, Mesir, Yaman, Arab Saudi, Hongkong, Vietnam, Polandia, Uzbekiztan, China, Tajikistan, Peru, dan Sri Lanka.

Indonesia mengirimkan delapan tim, beberapa di antaranya mendapatkan penghargaan gold dan silver.

Piagam pernghargaan buat SMA Islam Terpadu Al-Kahfi dalam ajang KIWIE 2025.
Para peserta ajang KIWIE 2025 berfoto bersama.

***

Riza Almanfaluthi
Pemesanan buku Matanya Bukan Mata Medusa, 41 Life Hacks Menyintas di Negeri Orang: https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi.

Baca satu bab gratis buku Matanya Bukan Mata Medusa, 41 Life Hacks Menyintas di Negeri Orang.

Baca Kata Pengantar buku Matanya Bukan Mata Medusa, 41 Life Hacks Menyintas di Negeri Orang.

Lihat Daftar isi buku Matanya Bukan Mata Medusa, 41 Life Hacks Menyintas di Negeri Orang.

Baca Sinopsis buku Matanya Bukan Mata Medusa, 41 Life Hacks Menyintas di Negeri Orang.

Tinggalkan Komentar:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.