FREELETICS WOCHE 7: Hell Week


commons.wikimedia.org

 

Don’t be frightened and don’t accept the excuse that you have no time. Ok, No excuse.

 

Ada “Minggu Neraka” di pelatihan untuk menjadi anggota Navy Seal, pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Sebuah pelatihan yang diatur sedemikian rupa sebagai latihan terberat di militer AS. Mereka digenjot ketahanan fisik, ketangguhan mental, menyelami rasa sakit di bawah tekanan tinggi dan kurang tidur. Para instrukturnya tidak memaksakan calon marinir ini untuk tetap bertahan dalam latihan. Dipersilakan buat mereka yang menyerah untuk meninggalkan kelompok, membunyikan lonceng, menikmati donat dan kopi di hadapan teman-temannya yang masih berkutat dalam latihan.

Demikian adanya di pelatihan untuk menjadi personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Latihan yang sangat berat, menguras emosi, tenaga, dan keringat sampai tetes terakhir menjadi menu keseharian. Bedanya, bagi yang tidak tahan dalam latihan, mereka tinggal meletakkan topi latihan di pinggir lapangan. Di situlah ketahuan berapa banyak para peserta yang menyerah dalam satu angkatan.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 6: 5893 Meter



Lebih dari dua puluh tahun yang lalu saya memulai memakai jaket STAN Prodip Keuangan. Dan kini melihat anak-anak muda yang berjas sama di Balai Diklat Keuangan (BDK) Medan. Kelak mahasiswa D1 STAN ini akan menjadi generasi baru Kementerian Keuangan menggantikan para seniornya. Perilaku mereka sudah dibina sedemikian rupa. Kalau bertemu dengan seniornya selalu pertama kali mengucapkan salam.

*

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 5: Instan itu Buat Para Pemalas


FREELETICS WOCHE 5: Instan itu Buat Para Pemalas


When others talk about you behind your back, shut them up by proving them wrong.

Bahwa sakit dan perih yang dirasakan pada saat latihan ini adalah pernak-perniknya perjuangan. Tidak apa-apa. Diterima saja. No pain no gain. Enggak ada yang namanya instan dalam sebuah perubahan. Semua sudah ada sunnatullah-nya. Instan itu buat para pemalas. Kita? Tidak!

Minggu kelima Freeletics ini akhirnya finis. Semua workout yang ada terselesaikan semua. Ditambah latihan bonus. Dan utang-utang workout minggu keempat sudah terbayar. Di minggu ini pun diperkenalkan workout yang baru bernama Iris. Berikut menu latihan minggu kelima.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 4: Before After – Hitting The Wall



Don’t touch me. I don’t want to be disqualified.

~~Paula Newby-Fraser, Hawaii, 1995

Hawaii di tahun 1995. Lomba triatlon The Ironman World Championship sedang berlangsung. Paula Newby–Fraser memimpin perlombaan. Laut sejauh 3,86 kilometer sudah ia renangi. Jarak 180,25 kilometer sudah ia tempuh dengan sepeda. Kini sebentar lagi, di sesi terakhir lari maraton, beberapa ratus yard di depan, ia akan menjuarai lomba itu untuk yang kelima kalinya. Tapi ia kolaps.

Tubuhnya kepanasan dan mengalami dehidrasi. Ia mengalami disorientasi padahal garis finis sudah di depan. Ia salah mengantisipasi lawan yang mengejar di belakangnya sedari tadi, sehingga mengabaikan strategi hidrasi dan nutrisinya. Ia terjatuh, terduduk, dan terkapar di aspal jalanan. Ia abaikan sorakan dan semangat yang diberikan oleh para penonton untuk tetap bertahan.

Beberapa orang mendekat dan temannya yang sudah memanggil ambulan berusaha menarik dan memapahnya, tapi ia berteriak, “Don’t touch me. I don’t want to be disqualified.” Ia bersikeras melanjutkan lombanya. Tapi ia tak bisa apa-apa.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 3: Bukan Masalah Finisnya, Tetapi Berani Memulainya



The miracle isn’t that I finished.

The miracle is that I had the courage to start.”

John Bingham, No Need for Speed:

A Beginner’s Guide to the Joy of Running

Dan Anda mau tahu berapa berat badan saya sekarang di hari pertama minggu keempat? Jawabannya di akhir catatan ini.

Di tengah kegaduhan politik, di minggu ketiga Freeletics ini pas kebetulan saya dipanggil diklat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan, Kemanggisan, Jakarta. Hanya 25% latihan yang ada di program minggu ini yang hanya bisa saya lakukan. Sebabnya? Kalau ditulis di sini akan banyak alasan. Padahal harusnya No Excuse yah.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 2: Di Bawah Bulan Sabit



Kalau di dunia penerbangan mah ada istilah Point of No Return.

Suatu titik ketika jarak terbang sebuah pesawat tidak bisa lagi

untuk kembali ke tempat landas semula.

Begitu pula ini.

~~~

Azan subuh sudah jauh berkumandang sedari tadi. Jam telah menunjukkan pukul enam pagi waktu Tapaktuan. Saya gelar matras di atas rerumputan halaman belakang. Bulan sabit masih bercahaya dengan terang dan satu bintang menemaninya dalam kesendirian dan keheningan. Mereka menjadi sahabat sekaligus menjadi saksi latihan saya saat itu. Latihan yang menembus batas ketidakmampuan, mental block, dan segala rupa kenikmatan di dalam comfort zone.

Baca Lebih Lanjut.