FREELETICS WOCHE 9: My First 10K



http://www.marathonmedals.co.uk

Tiga bulan sebelumnya boro-boro lari jarak jauh, lari 100 meter saja sudah bikin saya mau pingsan. Tapi dengan berat badan yang semakin ringan dan berusaha konsisten untuk berlari minimal 5 Km setiap minggu, pada akhirnya di awal Maret 2015 ini saya mampu menaklukkan jarak 10 Km.

Kalau ditotal jumlah kilometer yang ditempuh mulai dari tanggal 13 Desember 2014 sampai dengan catatan ini dibuat, maka saya sudah menempuh sekitar 73,5 Km. Alhamdulillah. Running dan dengan jarak 10K ini tidak ada dalam menu latihan Cardio & Strength Pdf. Tetapi sudah menjadi menu utama di situsnya.

Saya mencoba untuk mempersiapkan sebaik mungkin tantangan lari 10 Km ini. Kebetulan menu Freeletics di minggu ke-9 ini cuma ada 4 sesi saja. Ini berarti punya cukup waktu untuk menambah sehari dengan bonus latihan lari.

Saya sengaja memilih hari Ahad karena tentu waktu luang yang banyak. Tak perlu memikirkan pergi ke kantor. Jalanan pun sepi tidak seramai pada hari kerja. Yang terpenting saya memilihnya di waktu pagi ketika udara masih benar-benar segar dan tubuh saya masih bertenaga. Saya merasakan bedanya lari di sore hari dengan di pagi hari.

Carbo loading di Sabtu sore hanya dengan sayur kangkung, perkedel, dan ikan bakar Barakek—nama warung di Tapaktuan. Setelah itu tidak makan lagi. Ohya saya lupa, satu sendok madu asli Trumon sebelum lari menjadi asupan penting.

Bakda Shubuh, jam enam pagi waktu Tapaktuan masih gelap gulita. Saya melakukan pemanasan terutama di bagian kaki agar bisa beradaptasi cepat dan tidak cidera otot. Setelah itu memastikan aplikasi lari Runtastic berjalan dengan baik, terutama GPS-nya. Karena saya Cuma mengandalkan aplikasi ini untuk mengukur jarak tempuh. Setelah semua beres, Bismillah. Let’s Go.

Titik start adalah jalanan di depan mes. Saya menuju rute lari 5K yang biasa saya tempuh yaitu ke arah Samadua. Jarak 2,5 Km yang biasa saya tempuh dan kemudian balik lagi ke mes saya tambah jarak sekilo lagi sehingga nanti kalau sudah sampai mes berarti genap 7 Km. Jadi di titik 3,5 Km ini saya balik lagi ke mes.

Sebenarnya dari hati yang paling dalam, niat awalnya tidak berniat lari 10 Km. Minimal saya menambah satu kilometer dari jarak tempuh minggu sebelumnya yang 6 Km saja. Jadi cukup 7 Km saja lari di pekan ini. Nanti pekan-pekan berikutnya bertahap ditambah jaraknya sehingga mencapai 10 Km.

Eh tapi, ketika sudah sampai di depan mes yang berarti sudah genap 7 Km, saya masih belum kelelahan. Nafas masih terjaga dan stabil. Saya masih bertenaga. Akhirnya saya menguatkan diri untuk menambah jarak satu kilometer lagi. Saya berlari ke arah pusat kota. Ternyata ketika sampai di KM 8 saya masih mampu berlari akhirnya saya bertekad menuntaskan lari sampai 10K. Saya berputar menyusuri Jalan Merdeka Tapaktuan arah kembali ke mes. Bertahan, bertahan, dan terus bertahan.

“Sekilo deui…sekilo deui…” pikir saya ketika saya melihat jarak di aplikasi lari sudah menunjukkan angka 9. Ayo Riza kamu bisa. Mes sebagai garis finis sebentar lagi sudah terlihat dan tak lama kemudian saya telah melewati mes sedangkan jarak masih 9,8 Km. Saya tambah 300 meter lagi. Dan berhasil…Inilah lari 10 km pertama dalam seumur hidup saya.


Yang mengesankan (beeeuh…) adalah saya masih tetap dengan nafas normal dan tidak ngos-ngosan, tidak seperti ketika saya berlari sore. Mungkin juga karena saya tidak mengejar waktu. Makanya pace-nya masih di angka 7-an. Barangkali untuk sementara saya tidak mengejar “kecepatan” tetapi jarak tempuh. Ingin menguji diri sendiri bisa tidak lari sebegitu jauhnya.

Ohya, di menu Running Freeletics, jarak tempuh setelah 5K terlampaui adalah 8K, 10K, 15K, 21K dan 42K. Jadi tambah semangat untuk bisa menambah jarak lari lagi dan ikut lomba serta meraih medali sebagai finisher. Hahahaha… Berasa saja, kalau lari tuh bikin addict. Jika diizinkan dan diberikan kekuatan sama Allah Ahad besok mau 15K. Insya Allah.

Sekarang saya mau kembali bicarakan menu latihan di Minggu ke-9 Freeletics ini. Berikut menunya:


Jadi di minggu ke-9 ini cuma ada 4 sesi. Dan tantangannya adalah bagaimana memperbaiki Personel Best Iris dan Artemis saya. Berikut hasil latihan seminggu ini.


PB Iris saya sebelumnya adalah 43:48. Alhamdulillah bisa perbaikan PB mencapai 34:53. Dan PB Artemis lama saya 33:16 bisa pecah di menit 29:31. Iris dan Artemis saya ini pakai bintang lagi. Dapat STAR. Karena semua gerakannya pakai gerakan utama, bukan gerakan alternatif lagi. Di Iris, climbers saya bisa dengan gerakan utama, yaitu kakinya bisa disamping tangan.

Sedangkan di Artemis, pull up saya sudah tak pakai negative pullup. Sudah bisa kayak yang ahlinya Freeletics itu, dorong tubuh ke atas dengan menggunakan momentum tubuh. Sayangnya saya masih banyak istirahatnya. Di Situp Max-nya belum bisa PB. Karena ternyata capek juga kalau harus situp setelah lari. Bukankah gerakan di ronde terakhir (ronde 7) Iris adalah lari 1 Km? So, situp-nya hanya bisa mentok di 102. Padahal dulu bisa sampai 120.

Masih ada 6 minggu lagi hingga minggu ke-15. Semoga Allah masih memberikan kekuatan kepada saya. Tetap sehat. Tetap pasrah. Dan tetap bersyukur atas segala apa yang diberikan-Nya.


***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

7 Maret 2014


Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s