FREELETICS WOCHE 11: BMI Ideal, Berat Badan Sehat


Berkumpul bersama keluarga itu tak ada bandingannya. Harta tak ternilai.

Ia adalah oase, benteng, dan hujan di musim kemarau.

~~Riza Almanfaluthi, di suatu masa.

Minggu kesebelas Freeletics. Sudah masuk saja di minggu belasan. Masih tersisa empat minggu lagi. Bosan? Iya. Tetap saja ada perasaan begitu. Apalagi sebagai “single fighter“. Semuanya serba sendiri. Dalam kesunyian atau keramaian. Ada tepuk tangan atau tidak sama sekali. Pagi atau pun sore. Semua kudu tetap jalan. Karena yang menikmati hasil akhir bukan orang lain tapi diri saya sendiri.

Sabtu pagi ini adalah hari pertama minggu ke-12. Hari libur dan saat yang tepat untuk menuliskan apa yang terjadi di minggu ke-11 kemarin itu. Dan di hari ini saya timbang lagi berat badan saya setelah Senin sebelumnya saya melakukan hal yang sama. Hanya dalam jangka waktu lima hari hasilnya mengejutkan: berkurang 1,8 kg. Ini timbangannya yang salah atau bijimana? Tetapi begitulah adanya hasil itu:

Turun 14,5 kg.

Pola makan di minggu ini adalah memperbanyak jagung dan singkong rebus. Masih tetap tidak pakai nasi. Masih ada roti gandum. Sayur tetap diperbanyak. Telur juga ada. Ditambah satu biji tomat dan dua sendok makan minyak kelapa setiap pagi dan malam.

Dan kalau berdasarkan kalkulator Body Mass Index (BMI) di situs ini berat badan segitu dengan tinggi badan saya yang 163 cm tergolong berat badan yang sehat. BMI antara 20-25 (BMI ideal) dengan ukuran tinggi badan seperti itu maka berat badan sehat yang harus dijaga buat saya berkisar antara 54 kg – 66 kg.

Memang menu minggu ke-11 ini seperti apa sih? Tantangannya bagaimana?

Tetap dengan lima hari latihan. Tantangannya adalah membuat Personal Best (PB) Pushup Max dan Pullup Max. Bisa? Insya Allah. Nah ini dia hasilnya.

Alhamdulillah semua PB pecah semua di minggu ini. Pushup dalam tiga menit dapat 47 repetisi. Pullup dalam waktu tiga menit dapat 22 repetisi. Kecuali burpee max yah. Dalam jangka waktu lima menit masih belum melampaui angka 70 repetisi. Tetap di angka 62 sampai dengan 67 repetisi. Sedangkan lari pengennya 21 km, tapi apa daya hanya bisa sanggup 5 km saja, tapi dengan pace terbaik nih: 06:48 menit/km.

Btw, pengen banget ikutan lari di Run For Asian Games 2018 The Breeze BSD City. Tapi waktunya itu Minggu tanggal 26 April 2015. Tidak tahu apakah di Tapaktuan ataupun di Jakarta. Kalau di Jakarta berarti seninnya harus bolos kerja dong.

Saya sudah daftar online, tinggal bayarnya saja yang belum. Ada tiga kategori lomba di sana. Ada 5K Umum, ada 3,1K Fun Run, dan ada juga 1K Kids Run. Semua penamat (finisher) dapat medali lagi. Kalau jadi ikut, mungkin ini perlombaan pertama saya. Tapi sadar yah, tidak punya target jadi pemenang, tapi cukup penamat saja. Insya Allah 5K saya mampu.

Kayaknya cuma ini saja yang bisa saya ceritakan. Tak perlu banyak-banyak. Lalu dengan “quote” di atas? Ya, sekadar mengingatkan diri saya sendiri agar tak perlu sawang sinawang dengan penghasilan orang. Kalau ada pilihan, penghasilan rendah tapi bersama dengan keluarga atau penghasilan tinggi tapi jauh dari keluarga, akan pilih yang mana? Tidak pilih keduanya, pengennya penghasilan tinggi bersama keluarga. Hahaha.Tidaklah. Tetaplah yang utama adalah keluarga. Karena keluarga adalah oase, benteng, dan hujan di musim kemarau—bagi saya.

Saya berusaha berdoa kepada-Nya, meminta segala apapun kepada-Nya, termasuk meminta agar Ia menjadikan saya termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mensyukuri nikmatnya. Bersyukur dengan perkataan dan perbuatan, walau pada praktiknya saya masih berkutat di hal yang pertama.

Menjelang umur 39 tahun, saya menjadi semakin berpikir tentang kehidupan. Makanya banyak keluar “kalimat-kalimat bijak” untuk memotivasi buat diri saya sendiri. Contohnya tentang bagaimana menjalani hidup dengan penghasilan seadanya diterima. Alhamdulillah tenang dan tenteram. Anak dan istri sehat dan semoga dijauhkan dari bala bencana selamanya. Utamanya lagi karena tidak punya utang. Ini yang penting. Semoga kita semua dijauhkan dari utang dan ketidakmampuan membayarnya. Amin.

Bicara Freeletics kok sampai bicara utang? Bijimana ini? 😀

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

21 Maret 2015

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s