KPP Madya Batam: Dari FTZ hingga Toilet


Dalam edisi kali ini Intax melakukan liputan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Batam. Selain memiliki unit khusus yang tidak ada di KPP lain, kantor ini memiliki strategi khusus pengawasan terkait tipikal wajib pajak yang ditanganinya. Menariknya KPP Madya Batam juga tak melupakan kebutuhan dasar para pemangku kepentingannya: toilet bersih.

*

Provinsi Kepulauan Riau merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Riau dan terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002. Provinsi ini mencakup lima kabupaten: Bintan Kepulauan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna, dan dua kota: Batam dan Tanjungpinang. Kota terakhir ini terletak di Pulau Bintan serta menjadi ibukota Kepulauan Riau.

Baca Lebih Lanjut.

Dua


Gerimis dengan desau yang purba sabar menghujani lekuk tubuh tanah berbatu. Kita menghitung derainya satu-satu. Meski hanya menemukan dua dengan sayang dan rindu yang sungguh terlalu. 

 

***

Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
29 Juli 2017

Menyisa


Air panas yang menyiram serbuk kopi lalu menetes ke cawan serupa bisik puisi yang dilemparkan ke jurang.  Selalu menyisa gema. Di dadaku menyiksa tanya. Sedang apa kau di sana?

 

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
31 Juli 2017
gambar dari : Shutterstock

Peninggalan


Di senja yang akan mati mendadak,
percakapan kita hanya peninggalan di sebuah penanggalan.
Lalu namaku menjadi nama jalan di lapuknya ingatan.
Bagimu, kalau mau mati ya mati, tak perlu basa-basi untuk menjelma histori.

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
4 Agustus 2017

Kacamata


Kacamata ini membantuku. Segala bisa kulihat jelas. Hanya denyut reruntuhan di bilik jantungmu berharap mengirimkan wanginya ke mimpi-mimpimu yang selalu kautolak. Di halaman buku itu, kausayat tubuh sepi. Bayangmu mengeruh. Bayangku apalagi.

 

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
31 Juli 2017

Mata yang Mengirim Doa Harapan


Burung burung jangkung terbang rendah
hinggap di bulu matamu yang senja
bersihkan daki-daki penerbangan
selinapkan kepala di sayap-sayap waktu

Kini,
burung-burung malam tatapi tanah
terbang dari hitam matamu yang terjaga
sesekali ia menengok kepada bulan
ia yang setengah dan malu-malu .

di awal hari dan petang
di setiap keberangkatan
matamu mengirim doa harapan
agar burung-burung itu
selalu dalam lindungan Tuhan
tak mati di tangan pemburu

fii ‘amanillaah

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
6 Agustus 2017

Mencinta Tanpa Syarat


Father And Daughter Wallpaper Father And Son Wallpaper - Walldevil

Anak lelah itu baru tertidur ketika api menjilat dinding kamar, tirai, dan pinggiran ranjangnya. Asap sudah mulai semerbak dan memenuhi ruangan. Seorang ayah terjaga dan segera mendobrak kamar. Apa yang akan dilakukan ayah itu selanjutnya? Membiarkan sang anak ditelan api karena merasa kasihan kepada anak yang baru saja lelap atau akan menyeretnya sedemikian rupa untuk menyelamatkan nyawanya?

*

Langit sudah menanggalkan topeng dari wajahnya yang benderang merayakan pagi ketika petugas berbaju seragam putih biru masuk ke dalam Bus Damri yang akan berangkat ke bandar udara. Bus yang hanya berisi tujuh orang, termasuk Kinan, akan segera berangkat setelah pengecekan.

Baca Lebih Lanjut.

Pelawatan Kopi: Pahit dan Asamnya



Liang lambung saya begitu parah waktu itu. Saya sampai merasakan organ tubuh itu dikorek-korek dengan selang yang dijulurkan dari lubang hidung di sebuah rumah sakit. Tapi syukurnya tidaklah separah seperti yang dirasakan Presiden Amerika Serikat ke-42 William Jefferson Blythe III ketika mengidap Gastro-Esophageal Reflux Disease yang sampai bikin nyeri di dada—ini denotasi sebenarnya.

Gaya hidup tak sehat meraja seperti ini: makan telat, pemuja mi instan, dan penikmat kopi sasetan. Untuk yang terakhir itu kemudian berakhir dengan tragis ketika saya dipindah ke surga kopi: Aceh. Tepatnya di Tapaktuan, Aceh selatan. Sejak itu saya mengenal sejatinya kopi paling nikmat di dunia. Saya begitu menghamba kepada segelas dua gelas kopi manis.

Continue reading Pelawatan Kopi: Pahit dan Asamnya

Bunga Untukmu


 

sekuntum bunga untukmu wahai pejuang
lemparkan batu intifadha
balikkan tank-tank penuh jemawa

selarik doa untukmu wahai pejuang
hunjamkan seru takbir
bungkam bibir-bibir yang mencibir

 

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Pancoran, 28 Juli 2017

Bulan Meleleh


20398856_1389534627749873_1174440574955028480_n

Pada suatu malam, candra yang sama-sama kita pandangi, meleleh ke bilik-bilik ingatan lalu berenang ke perigi jantung, terjun ke sela-sela jari dan sebidang bahu yang kausebut pelukan.

Pada suatu jarak, cahayanya yang sama-sama kita indrai, melesat lari menjadi pelangi, meluluh di wajah yang begini, menyublim menjadi gemetar di sekujur tubuh yang kausebut kerinduan.

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
Stasiun Kalibata, 28 Juli 2017